Perayaan Cap Go Meh digelar di Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Perayaan ini dimeriahkan dengan atraksi ketangkasan oleh Tatung. Tatung adalah orang yang dirasuki roh dewa atau leluhur
Acara Robo-robo SMP Negeri 2 Ngabang
Bupati Landak DR Drs Adrianus AS MSi, berhasil menerima penghargaan kategori Program Peningkatan Beras Nasional (P2BN) tahun 2008
Bupati Landak DR Drs Adrianus AS MSi menyerahkan penghargaan kepada pemenang Bujang Dara dalam Festival Budaya Landak tahun 2008
POST-DESCRIPTION-HERE
Kabupaten Landak tahun 2009 akan segera membangun stadion sepak bola

KANTOR BUPATI KABUPATEN LANDAK

Foto kantor bupati kabupaten Landak
IMAGE-TITLE-HERE

PERAYAAN CAP GO MEH

Perayaan Cap Go Meh digelar di Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Perayaan ini dimeriahkan dengan atraksi ketangkasan oleh Tatung. Tatung adalah orang yang dirasuki roh dewa atau leluhur
IMAGE-TITLE-HERE

RIAM MANANGAR

Riam Manangar merupakan slah satu obyek wisata di Kabupaten Landak
IMAGE-TITLE-HERE

BUPATI LANDAK DALAM PANEN RAYA

Bupati Landak DR Drs Adrianus AS MSi, berhasil menerima penghargaan kategori Program Peningkatan Beras Nasional (P2BN) tahun 2008
IMAGE-TITLE-HERE

1 Tahun Lagi Landak Tidak Merasakan Buah Durian

NGABANG- Maraknya penembangan kayu Durian tanpa pengntroalan dari pihak terkait, membuat khwatir Pemerintah Kabupaten Landak. Terhadap kelangsungan hidup pohon Durian beberapa tahun mendatang, ...

7 Tersangka Pengerusakan Mapolsek Mandor Siap Ditangkap/a>

NGABANG- Kapolres Landak AKBP Drs Tony EP Sinambela M.Si menyatakan 7 tersangka dalam kasus pengerusakan Mapolsek Mandor, berinisial Jl, Sr, CC, Ln, Ay, Mr dan Al. Terindikasi kuat dalam pengerusakan, berdasarakan keterangan para saksi.....

Pelajar Harus Meraih Prestasi Setinggi-Tingginya

NGABANG – Pembangunan olahraga merupakan bagian integral dari pembangunan manusia Indonesia seutuhnya yang diarahkan pada peningkatan kesegaran jasmani, mental, dan rohani untuk pembentukan waktak, kepribadian, ...

Siap Mendulang Emas

Siap Mendulang Emas TEKAD untuk meraih prestasi yang paling tinggi, terpacar pada 13 atlet Kempo Kabupaten Landak. Mereka ingin meraih prestasi pada Kejuaraan Kempo Kalbar di Kabupaten Sintang 25-26 Juni 2009, sama dengan hasil di Porprov tahun 2006 ...

Pernah Tidur Beralas Tikar Dan Karpet

14.15 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses

Berawal Dari Orang Susah, Sekarang Jadi Ketua Gabpeknas
Tidak selamanya orang akan menderita terus, asalkan mau bekerja keras dan mempunyai cita-cita disertai keinginan untuk maju. Contoh Tapanus, Calon Anggota Legeslatif nomor urut 3 dari Partai PDI Perjuangan Kabupaten Landak, pemilihan Kalimantan Barat. Merupakan salah seorang yang sukses, siap membawa perubahan untuk Kalimantan Barat, umumnya dan Kabupaten Landak khususnya, lima tahun kedepan. Pria yang bersahaja ini, di masa kecelmnya, ketika duduk di bangku sekolah dasar, SMP dan sampai tamat SMA, selalu menderita. Tapi, sekarang ia sudah berubah dan telah menyandang gelar SH.MH
HERI IRAWAN, NGABNG
CERITA suka dan duka ini terbuka kelayak ramai, ketika Tapanus diundang untuk bertatap muka dengan masyarakat Desa Mamek Kecamatan Menyuke beberapa hari yang lalu. Dalam ucapan pembukanya, ia menyatakan berasal dari daerah Belantian yaitu orang Benyadu, dan sekarang bertempat tinggal di Ngabang.
Selanjutnya, Ketua Gabungan Perusahaan Kontraktor Nasional (Gabpeknas) Kabupaten Landak ini menceritakan dirinya yang pernah sekolah di Sekolah Dasar Konyo Raba Kecamatan Menjalin. Selama 7 tahun selesai tamat SD, di sanalah muncul keinginan untuk pulang ke kampung halamannya yaitu daerah Belantian. Sambil bernostalgia, ia mengaku jarak tempuh sampai ke kampong harus melewati rentang waktu yang cukup panjang yaitu tiga hari tiga malam berjalan kaki. “Jaman dulu jalan tidak seperti sekarang, akhirnya sampai Ngabang pada saat itu saya membatalkan untuk pulang ke kampong,” ungkap Tapanus.
Sampainya di Ngabang, ia sempat berpikir beberapa saat, dan mun cul pikiran brilian dari pada pulang kampung, katanya lebih baik kerja dengan orang lain untuk mencari uang demi melanjutkan sekolah. Singkat ceritanya, akhirnya Tapanus, sekolah di SMP 1 Ngabang hingga tamat. “Karena saya orang yang tidak punya apa-apa dan hanya ada cita-cita saja, pada waktu itu saya berpikir lagi kenapa orang bias kok saya tidak bias,” kata Tapanus.
Sebelum melanjut pendidikan di SMP 1 Ngabang, ia pernah menorah getah di kampung dengan penghasilan 150 ribu selama beberapa bulan, akhirnya baru dapat dari kampong ke Ngabang untuk melanjutkan sekolah. Padahal uang yang dibawa dari hasil noreh getah, membeli pakaian dan buku tidak cukup. Akhirnya ia bekerja dengan seseorang, ternyata pada waktu itu mungkin Tuhan masih memberkati sehingga keinginan dan cita-cita untuk bekerjasama dengan rakyat sampai sekarang juga terwujud.
“Punya keinginan maju bagaimanapun juga seseorang harus gigih berjuang baru bisa berhasil seperti orang lain. Sampai tamat pendidikan di SMApun saya terus menjadi kuli orang,” ungkapnya.
Singkat cerita, beberapa tahun kemudian ia melaksanakan pernikandengan anak salah seorang kejaksaan Ngabang. Untuk mengisi urusan rumah tangga sehari-harinya, bekerja sebagai buruh kasar memikul kayu, perah juga membersikan pekarangan rumah orang bahkan pernah membuang limbah kotoran demi mencari napkah untuk anak dan istri. Selama bekerja akhirnya ia menabung per hari sebanyak Rp. 2000, dari hasil hasil tabungan itu ternyata dapat membuat pondok yang beratapkan daun sagu dan bertiang kayu dinger untuk tempat tinggal.
Selama tiga tahun tinggal di pondok, ternyata di usir tengah malam oleh pemilik tanah akhirnya aku bersama anak dan istriku tidur di teras rumah yang beralaskan karpet dan terpal saja, di siang hari akhirnya kami sekeluarga mencari tempat kontrakkan, sekali lagi Puji tuhan dan akhirnya selama 16 tahun aku bekerja sebagai tukang, dari hasil tukang bangunan yang di tabung dapat membeli CV Landak Jaya yang pada waktu itu pemiliknya orang kampung raja bernama pak Tayep .
Iapun diberi kepercayaan untuk memborong beberapa rumah, sampai sekarang masih diberi kepercayaan menjadi Ketua Gabpeknas Kabupaten Landak, ujar Tapanus yang juga Ketua Taruna Merah Putih Kabupaten Landak. (*)

Read more...

Menhut Ajak Masyarakat Menanam Pohon

14.13 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses

NGABANG- Dengan diterbitkan Keputusan Presiden No. 24 tahun 2008 Tentang Hari Menanam Pohon Indonesia, maka tanggal 28 Nopember telah ditetapkan sebagai Hari Menanam Pohon Indonesia dan bulan Desember sebagai Bulan Menanam Nasional. Namun demikian penanaman pohon dapat dilanjutkan pada bulan-bulan berikutnya sesuai dengan kondisi iklim, dan curah hujan setempat.
Demikian dikatakan Bupati Landak DR Drs Adrianus AS. MSI, ketika membacakan amanat menteri kehutanan pada cara penenaman serentak seratus juta pohon dalam rangka peringatan seratus tahun kebangkitan nasional tanggal 28 Nopember 2008, kemarin di halaman Kantor Bupati Landak.
Dikataknnya, karena pada hari ini kita masih diberi kesempatan, diberi kekuatan dan diberi kesehatan untuk melanjutkan ibadah kita, sebagai umat, hamba Allah dan melanjutkan karya serta pengabdian kita kepada masyarakat, bangsa dan negara, dengan menanam pohon secara serentak pada acara Hari Menanam Pohon Indonesia, tanggal 28 Nopember dan Bulan Menanam Nasional, pada setiap bulan Desember.
Dengan diterbitkan Keputusan Presiden No. 24 tahun 2008 Tentang Hari Menanam Pohon Indonesia, tuturnya, maka tanggal 28 Nopember telah ditetapkan sebagai Hari Menanam Pohon Indonesia dan bulan Desember sebagai Bulan Menanam Nasional. “Namun demikian penanaman pohon dapat dilanjutkan pada bulan-bulan berikutnya sesuai dengan kondisi iklim, dan curah hujan setempat,” katanya.
Penetapan tersebut juga merupakan upaya melakukan kesinambungan terhadap kegiatan pencanangan Aksi Penanaman Serentak Indonesia dan Pekan Pemeliharaan Pohon di Desa Cibadak, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor tanggal 28 Nopember 2007, yang merupakan awal dimulainya kegiatan menanam selama bulan Desember 2007 sebagai Bulan Menanam Nasional. Kegiatan tersebut merupakan momentum strategis bangsa Indonesia dalam upaya mengantisipasi perubahan iklim global, degradasi dan deforestasi hutan dan lahan, serta kerusakan lingkungan lainnya yang mengakibatkan penurunan produktivitas alam dan kelestarian lingkungan.
Ia menambahakan, pelaksanaan Hari Menanam Pohon Indonesia tahun 2008 mengambil Tema “Penanaman Serentak Seratus Juta Pohon dalam rangka Peringatan Seratus Tahun Kebangkitan Nasional” dan sub Tema “Wujudkan Hutan Lestari, Masyarakat Sejahtera, Indonesia Bisa”. Dengan momentum bersejarah tersebut, diharapkan dapat menjadi pemicu semangat kebangsaan dan kebersamaan yang lebih kuat di antara seluruh kompomen bangsa yang kita wujudkan dalam kegiatan menanam pohon bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dijelaskannya juga kegiatan menanam massal oleh seluruh rakyat Indonesia sebagai perwujudan pelaksanaan Hari Menanam Pohon Indonesia setiap tanggal 28 Nopember, merupakan salah satu kontribusi nyata Bangsa Indonesia yang peduli terhadap perbaikan lingkungan. Oleh sebab itu, kebersamaan kita pada hari ini merupakan modal yang sangat berharga untuk kita kembangkan lebih lanjut agar menjadi budaya bangsa, yaitu budaya menanam pohon.
“Saya menyadari bahwa penanaman serentak 100 juta pohon belum seberapa dibanding luasnya hutan dan lahan yang rusak. Namun demikian upaya ini sangat berharga apabila dilaksanakan secara terus-menerus dan dipelihara dengan penuh kesungguhan, sehingga setiap pohon yang kita tanam pada hari ini dapat hidup, dan tumbuh subur. Saya sangat menghargai kerjasama yang baik antar pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, POLRI, LSM, tokoh masyarakat, kelompok masyarakat, dan dunia usaha dalam kegiatan Menanam Pohon Indonesia setiap tanggal 28 Nopember, dan Bulan Menanam Nasional, pada setiap bulan Desember,” jelasnya seraya mengatakan momentum akbar ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan secara besama-sama dengan baik.
Tantangan lingkungan hidup paling berat yang dialami oleh umat manusia di muka bumi ini adalah terjadinya pemanasan global dan perubahan iklim. Pola iklim mengalami perubahan akibat dari kenaikan suhu permukaan bumi. Akibatnya, ada bagian bumi yang curah hujannya berlebihan, ada pula yang berkurang. Kenaikan curah hujan akan meningkatkan frekuensi dan intensitas banjir, makin banyak erosi, dan makin banyak tanah longsor. Kekeringan yang panjang dan fluktuasi musim yang semakin sulit diprediksi, akan mengancam ketersediaan pangan dan air. Sehingga rawan terjadinya kekurangan pangan dan kelaparan.
Salah satu upaya umat manusia untuk mengurangi efek pemanasan global dan perubahan iklim adalah dengan memperbanyak pohon dan tanam-tanaman. Oleh karena itu diperlukan upaya mempertahankan keutuhan ekosistem hutan, dan melakukan penanaman pohon secara besar-besaran.
Kita bersyukur telah dianugerahi keanekaragaman hayati yang tinggi, tanah yang subur, serta iklim yang sangat mendukung untuk kegiatan tanam menanam. Karena itu marilah kita syukuri anugerah yang tak terhingga itu dengan menanam jenis-jenis pohon yang mempunyai multi fungsi, dan merupakan tanaman unggulan lokal. Sebagai ilustrasi dapat saya sebutkan beberapa jenis pohon yang mempunyai multi fungsi, yaitu Nyamplung (Calophylum inophylum) merupakan jenis tanaman hutan yang banyak fungsinya, selain berfungsi sebagai pemecah angin laut, bijinya mempunyai potensi sebagai bahan baku biofuel, dan kayunya juga kuat.
Jenis lainnya yang berpotensi untuk dikembangkan adalah Nyawai (Ficus variegata). Nyawai merupakan jenis alternatif dan akan menjadi tanaman masa depan dengan daur yang lebih pendek di samping Meranti, karena pada tahun ke sepuluh, Nyawai sudah dapat dimanfaatkan. Sedangkan jenis tanaman yang berpotensi dikembangkan sebagai tanaman pangan adalah (wan)

Read more...

Dinas Parawisata Landak Akan Bangun Lokasi Wisata

14.11 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG - Guna mendukung sentra penjualan berbagai produk kerajinan masyarakat yang ada di Seha Kecamatan Sangah Tamila Kabupaten Landak yang menurut rencana akan di resmikan pada bulan Januari 2009. Dinas Perhubungan, Parawisata dan Telekomonikasi Kabupaten Landak juga sudah berencana akan melengkapi daerah tersebut dengan berbagai lokasi-lokasi parawisata yang dapat di jadikan daerah tujuan bagi masyarakat. Menurut Kepala Dinas Perhubungan, Parawisata dan Telekomonikasi Kabupaten Landak Drs Ignatius Yohanes, kepada Kapuas Post Jum’ at kemarin mengungkapkan, daerah Seha yang merupakan kawasan yang memang sangat berpotensi di jadikan daerah wisata juga akan di kembangkan. karena di samping masyarakat dapat mengunjungi sejumlah Galeri yang menyiapkan beraneka hasil kerajinan masyarakat yang ada di Landak ini juga akan dapat menikmati pemandangan alam yang cukup bagus sehingga daerah ini dapat di jadikan sebagai daerah objek wisata. "Kita juga sudah merencanakan akan membangun beberapa sentra-sentra parawisata yang ada di daerah ini, sehinga nantinya selain masyarakat atau para pengunjung dapat melihat kerajinan masyarakat yang ada di daerah ini, mereka juga akan dapat menikmati pemandangan alam yang memang cukup bagus di daerah ini," ujarnya.
Selain itu, kata Mantan Kadis Pendidikan ini, dengan di bukanya daerah Seha ini menjadi sentra atau Galeri kerajinan masyarakat Landak, juga akan sangat bermempaat bagi masyarakat di daerah ini terutama membuka lapangan kerja bagi masyarakat yang ada dei daerah ini untukdapat berperan sehingga dapat meningkatkan pendapatan bagi masyarakat. sekain itu katanya, selain pemandangan alam yang memang cukup bagus, Seha juga merupakan Tempat yang sering di gunakan untuk beristirahat bagi masyarakat yang melakukan perjalanan jauh. "Memang seperti itu, di tempat ini merupakan tempat istirahat mesyarakat yang berjalan jauh. jadi sangat lah tepat jika daerah ini di jadikan kawasan wisata sehingga dapat mendukung aktifitas yang sudah di bangun oleh Pemda," katanya.
Ia berharap dengan di bangunnya daerah ini menjadi sentra penjualan kerajinan dan keterampilan masyarakat, maka kedepannya masyarakat yang ada di sekitar juga harus dapat berperan dengan tetap menjaga dan menata kewasan yang ada sehingga di daerah ini akan dapat di jadikan pusat atau daerah tujuan wisata yang dapat menambah pendapatan daerah terutama masyarakat yang ada di daerah ini.
Kalaupun hanya mengandalkan kemampuan pemerintah tentu saja akan sangat terbatas sehingga tidak mungkin akan menjangkau semua daerah yang di anggap berpotensi. "Yang kita harapkan itu selain upaya dari pemerintah, masyarakat juga di harapkan berperan dalam kesempatan ini, karena merekalah yang mengetahui daerah mana yang punya potensi. sedangkan pemerintah ini hanya sebagai mediator atau mempasilitasi saja. sedangkan selanjutnya kita serahkan kepada masyarakat agar dapat menata tempat ini dengan lebih baik lagi," harapnya. (wan)

Read more...

Bappeda Landak Lakukan Deseminasi Kabupaten Landak

14.10 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG - Dalam rangka membahas data kependudukan, reproduksi dan Gender dalam publikasi daerah dalam angka yang juga sekaligus menetapkan peranan dan fungsi dari forum data base, maka pertemuan antara Kantor BPS Landak dan UNFPA serta Bappeda Kabupaten Landak melihat perlu adanya pendataan yang lebih baik lagi. Hal ini, merupakan kegiatan yang yang memiliki out put serta memfokuskan pada pada peningkatan ketersediaan data terpilah maupun meningkatkan kapasitas pengambil kebijakan baik pada anggota parlemen,perncara maupun pelaksana yang menggunakan data terpilah di bidang kependudukan, kesehatan reproduksi dan kesehatan reproduksi remaja, Infeksi penyakit menular (STIS termasuk HIV/AIDS). "Kegiatannya tidak hanya itu saja tetapi masih banyak lagi yang lain termasuk data gender dan kekerasan terhadap perempuan dan kemiskinan serta semua hubungan semua bidang tersebut dalam hubungan untuk perencanaan pengganggaran, monitoring dan evaluasi maupun pengambilan kebijakan di tingkat Nasional dan sub-Nasional," ujar Agustinus Agus, dalam sambutannya mewakili Kepala Bappeda pada kegiatan Kabupaten Landak Dalam Desiminasi Kabupaten Landak Dalam angka 2008 terkait indicator Kependudukan,kesehatan Reproduksi dan Gender di Aula Bappeda Jum’at (29/11), kemarin. Kegiatan yang di ikuti oleh seleruh Instansi maupun dinas yang ada di Kabupaten Landak, ini juga di hadiri oleh BPS sebagai Kantor yang juga pusat pendataan.
Pria yang membidangi Ekososbud Bappeda Kabupaten Landak ini, mengatakan kegiatan ini berdasarkan out put tersebut maka, untuk mencapai hasil yang di terapkan melalui 2 indikator yaitu perencanaan pembangunan di sub-Nasional yang dalam hal ini rencana strategis daerah dan rencana kerja Pemda dalam memasukan dimensi kependudukan, kesehatan reproduksi, gender dan kemiskinan ke dalamnya. selain itu Daerah dalam Angka yang dalam hal ini publikasi Kabupaten Landakdalam angka memasukan data terpilah kependudukan, kesehatan reproduksi reproduksi remaja, Infeksi penyakit menular [STIs] termasuk HIV/AIDs, gender dan kekerasan terhadap perempuan dan kemiskinan. "Sebenarnya Indikator out put ini saling terkait satu sama lain kalau kita lihat pada tahun 2008 ini PC [Programme Component] PDS memfokuskan pada peningkatan ketersediaan data terpilah di bidang-bidang tersebug yang kedepannya akan memperkaya hasil daerah dalam angka itu tadi," ungkapnya.
Rosihan Anwar, Kepala Kantor BPS Kabupaten Landak, mengungkapkan seperti di ketahui pada setiap tahunnya BPS Kabupaten Landak yang bekerja sama dengan Bappeda selalu menerbitkan atau mempublikasikan kabupaten Landak dalam angka. di mana katanya, publikasi ini juga menyajikan berbagai data primer dan data sekunder hingga pada tingkat kecamatan. "Data-data inkan sebagian besar merupakan data sekunder yaitu data yang kita kumpulkan dari sektor-sektor, instansi terkait atau Dinas yang ada di Kabupate Landak ini, jadi setiap tahunnya akan di publikasikan Kabupaten Landak dalam angka dan in tidak jauh berbeda dengan publikasi tahun-tahun sebelumnya baik dari segi pormat maupun jenis datanya hanya saja ada penambahanserta penyempurnaan pada tabel-tabel tertentu," paparnya.
dengan demikian tambahnya dalam kegiatan ini merupakan kegiatan yang akan dapat memberikan gambaran dan informasi tentang keadaan Kabupaten Landak secara umum, walaupun sangat di sadari kalau data yang di sajikan belumlah optima, mengingat masih terbatasnya data yang tersedia. kendati data-data yang terpublikasi ini akan dapat di pergunakanuntuk keeprluan perencanaan,pelaksanaan,pemantauan dan evaluasi penyelenggaraan berbagai kegiatan. (wan)

Read more...

Proyek Harus Mengacu Kepres 80

02.19 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses

GAWE DIRE'
GUBERNUR Kalimantan Barat Drs Cornelis, MH mengingatkan kepada penentu kebijakan di Bumi Intan. Dalam melaksanakan proyek, harus berdasarkan Kepres 80, ini dilakukan agar tidak terjadi perkelahian. “Ini kita terbuka saja, kadang-kadang ada kapleng proyek, udah kita terbuka saja pakai Kepres 80,” kata gubernur, dua hari lalu di Ngabang. Siapa yang mampu, dipersilakan, kata, gubernur, sebalikinya, yang tidak mampu, dipersilakan mengundurkan diri.
Mengapa ini kita lakukan, karena begitu ketatnya sekarang ini, kita jangan ambil resiko, jangan hanya gara-gara bupati tidak memberi jatah proyek, kita marah dengan bupati. “Jangan itu terjadi, Yesus mengatakan berilah kami rejeki pada hari ini. Artinya rejekini ada dimana-mana, sepanjang kita kerja keras dan bekerja, maka Allah akan memberi upahnya,” ungkap Gubernur seraya berharap kepada Wakil Bupati supaya belajar minimal 1 tahun.
Mantan Bupati Landak ini juga tidak ingin mendengar, terjadi salah paham antara Bupati dan Wakil Bupati. Gara-hara hal sepele, dan itu banyak terjadi. “Tolongdalam memberikan pelayanan kepada masyarakat sebaik mungkin, rendah hati, jangan tinggi hati,” pinta Ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Barat ini. (wan)

Read more...

Puskemas Menyuke Punya Program PKPR

02.16 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses

DARIT- Puskesmas Menyuke Kabupaten Landak saat ini mempunyai program unggulan yaitu pusat program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR). Program ini, disokong oleh UNFA, bekerjasama dengan Bappeda Kabupaten Landak.
Demikian diungkapakan Kepala Puskesmas Menyuke Drg .Selviana Wati Fobia kepada sejumlah wartawan, akhir pekan lalu di Menyuke.
Dikatakannya, dalam program ini, Puskesmas Menyuke, sangat berbangga hati, pasalnya dalam rangka Hari Kesehatan Nasional tahun 2008, acara ini dibuat secara special, dimana digelar acara siaran ke radio di Darit, hari pertama tentang kesehatan reproduksi remaja dan HIV/AIDS. Masuk hari kedua tentang inveksi menular pernikan usia dini, dan hari ketiga inpeksi menular seksual. “Kegiatan ini kami datangkan dari dr Edwin Serimbu, dr Ahmad Merati dan Diktor Umumnya dr Albert, sedangkan saya sendiri sebagai pemegang kegiatan program peduli remaja ini,” katanya.
Tidak hanya disitu, pihak mereka akan melakukan penyuluhan disekolah-sekolah, dimana sampai saat ini sudah 5 sekolah kita berikan penyuluhan, 3 sekolah lain segera menyusul. “Kemarin kami juga diminta untuk memberikan penyuluhan, tentang HIV/AIDS, dalam acara perkemahan di Darit, pembicara salah satunya adalah Pak Sekda, dan Pak Agustinus Sukiman,” jelasnya. Disinggung kasus penyakit paling banyak di Puskesmas Menyuke? Perempuan berwajah manis ini, menyatakan dari data yang ada, kasus penyakit kencing nanah atau GO, spilis, CO, harpes, kandidiasi (jamur-jamuran). “Kalau untuk kasus penyakit GO dan spilis ada perbedaan, spilis biasanya seperti ada lokus (boroks) dikelaminnya. Kebanyakan yang menderita penyakit ini pria berumur diatas 30 tahun, dan mereka adalah pekerja yang diluar wilayah seperti sopir, tukang bangunan, maupun distributor,” bebernya.
Ibu 2 anak ini mengaku, program Pelayanan Kesehatan Reproduksi Esensial Terpadu, salah satunya ada Inpeksi Menular Seksual (IMS), ditahun 2008, sekitar 4 bulan lebih menempelkan klinik IMS. ”Untuk masyarakat memang masih kurang popular, tapi petugas sudah kami sampaikan semunya,” ungkapnya.
Ditambahkannya, mengenai rujukan penangana kasus giji buruk? Dikatakannya selama ini sudah menjalankan sesuai prosedur dan kebanyakan kasus masih bisa berobat rapat jalan. Bukanya kami katakan bebas, tapi seperti tahun lalu, sampai dirawat 3 orang, agak kewalahan dengan dana yang kita miliki.
Dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (Harkesnas), Puskemas Menyuke, bulan Agustus 2008, telah menggelar “Urang Banyuke Sehat” dilapangan sepak bola Darit, pengobatan gratis untuk semua masyarakat Menyuke. “Rentetan kegiatan ini, dalam beberapa waktu kedepan kami juga akan kembali menggelar kegiatan pengobatan secara gratis,” imbuhnya. (wan)

Read more...

Wujudkan Keluarga Kecil Sehat Bahagia dan Sejehtera

02.13 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses

NGABANG- Safari kesatuan Gerak PPK, KB dan Kesehatan dilakukan di Desa Hilir Kantor Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak , Selasa (25/11). Tampak hadir, Ketua Pengerak PPK Kalimantan Barat Ny. Frederika Cornelis, diwakili
Ny. Karyanti Cristandy Sanjaya, Ny. Maria Adrianus AS, Kepala BKKB Provinsi Kalbar, dan Wakil Bupati Landak A. Sukiman, SH, Sekda Landak Drs Ludis MSI, Pengurus Tim Pengerak PPK Landak, serta pengurus Tim Pengerak PPK Kalbar.
Dalam arahannya, Ny. Frederika Cornelis merasa bangsa atas terselenggaranya kegiatan ini, dimana pada hakekatnya kegiatan ini ada kerjasama dan keterpaduan antara Tim Pengearak PPK, BKKBN, Dinas Kesehatan, Pemerimtah Daerah dan instansi lainnya, serta para tokoh masyarakat serta relawan lainnya. “Tujuannya tidak lain untuk memberikan kontribusi, terjadai upaya peningkatan pemberdayaan keluarga, dan pemberdayaan masyarakat dan mewujudkan keluarga yang kecil, sehat, bahagia dan sejehtera,” katanya.
Sejalan dengan tema pelaksanaan Gerak KB Kes tahun 2008, yang telah dicanangkan oleh Ketua Tim Pengerak PKK Pusat, dengan kesatuan gerak KB Kes, kita lakukan aksi nyata untuk mewujudkan keluarga kecil, sehat, bahagia dan sejahtera. Maka dari itu, dipandang sangat perlu upaya pemberdayaan dan peningkatan, kesejahteraan keluarga dalam semua aspek kehidupan. Utamanya dalam program KB dan sesehatan secara kongrit, kita juga menyadairi bahwa sampai saat ini masih ada keprihatinan yang menuntut dan kepedulian kita semuanya.
Ia juga mengatakan tekanan ekonomi membuat banyak keluarga tidak mampu memberikan perhatian nyang cukup terhadap keluarga, seperti anak-anak. Selain itu masih juga dihadapai berbagai masalah sosial lainnya, yang digadapi keluarga, antara lain pola hidup dan perencanaan keluaraga keliru dan menyebakan rendahnya derajat kesehatan keluarga.
“Penyimpangan yang keliru, mendorong meningkatnya angka penderita HIV/AIDS, penyalahgunaan narkoba, KDRT,dan penyalahgunaan Narkoba, kegiatan kekerswan lainnya, “jelasnya. Sementara itu kita tahu, kualitas sangat ditentukan oleh oleh SDM manusia itu sendiri, sebagai unit terkecil dalam masyarakat.
Bertiti tolak dari itu, maka melalui kegiatan ini, kita ingin melakukan pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan keluarga dalam semua aspek kehidupan keluarga, terutama dalam program KB dan kesehatan secara kongrit dan nyata. “Upaya ini bukan hal baru dam Tim Pengerak PPK, arena PKK meruapakan kegiatan dari bawah, mitra lembaga dengan pemerintah maupun LSM lainnya, senantiasa mengajak keluarga untuk mampu menolong diri sendiri,” katanya. (wan)

Read more...

Kemelut Varietas Ciherang Yang Tak Berlabel

02.11 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses

NGABANG- Wakil Ketua DPRD Landak Klemen Apui SIP, legislator dari Partai Golkar, kembali mempertanyakan benih padi varietas Ciherang yang disalurkan CV. MBA kepada sejumlah kelompok tani di Kabupaten Landak ini tanpa lebel dan tidak lulus laboraturum saat didroping. Tapi instansi terkait belum ada tindakan. “Benih malah sudah dibagi kepada petani, padahal tidak memenuhi standar sehingga petani dirugikan dan harus diganti,” cecar Klemen Apui SIP legislator dari Partai Golkar kepada waratawan, dua hari lalu di Ngabang.
Menurutnya, pengadaan benih padi yang dianggarkan dalam APBN dan APBD 2008 itu menyedot dana tidak sedikit, dan salah satu perusahaan mendapat hak untuk pengadaan varietas Chherang tersebut. Tapi, perusahaan pemenang tender menyalurkan benih kepada petani tidak sesuai standar. “Anehnya lagi, tak lulus di laboraturium masih disalurkan, dan label dikirim belakangan. Ini namanya penipuan dan perlu ada tindakan tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegas Apui yang menjabat Wakil Ketua DPRD Landak ini.
Untuk itu, pengawasan pengadaan bibit padi dari instansi terkait juga dipertanyakan, kelompok tani harus diberikan ganti rugi. Selain itu, penyaluran juga terlambat padahal ketok palu APBD 2008 sudah lama. “Sekarang sudah akhir tahun anggaran, jika mau diganti kapan lagi,” ujarnya.
Ia meminta kepada instansi terkait agar bertindak tegas, karena dengan ulah pihak kontraktor selaku penyedia bibit padi yang menjadi tumbal adalah petani. Karena dengan bibit padi yang tidak sesuai standar pastinya hasil tani tidak sesuai keinginkan. “Nanti petani malah yang disalahkan dianggap tidak merawat tanamannya, padahal memang bibit padi yang sejak awal tak bermutu,” ungkapnya seraya mempertanyakan peran aktif KTNA dan PPL, selama ini.
Ditempat berbeda Alidin, SH, anggota legeslatif dari Landak 4 (empat), menyangkan sikap Kadis Pertanian, dalam penanganan ini lambat dan bertele-tela. Malah Alodin, meminta bila terjadi penyimpangan kearah pidana, maka kasus ini harus dimajukan pihak kepolisian. “Kita minta ada tanggungjawab dari Kadis Pertanian, dalam menyelesaikan masalah ini. Kasihan petani, mereka berharap mendapatkan padi yang baik, tapi kenyataan dilapangan varietas padi jelak dan tidak bermutu,” tegasnya. (wan)

Read more...

Jalan Ngedang Hancur, Perusahaan Tak Tanggap

02.09 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses

NGABANG -  Kondis jalan Dusun Ngedang Desa Tebedak yang hanya berjarak 3 Km dari Kota Ngabang saaqt ini memang sangat hancur apalagi kalau di saat hujan, masyarakat yang ada di dusun tersebut sudah pasti merasa sangat kesulitan ketika akan melakukan kegiatan atau keluar menuju  ke Ngabang atau tempat lainnya. selain masyarakat yang ada di daerah tersebut Jalan yang ada, juga merupakan jalan yang di Lewati oleh Mahasiswa maupun Dosen yang akan melakukan kegiatan mengajar maupun belajar di Kampus Arastamar Setia yang berada di daerah tersebut. namun dengan kondisi jalan yang hancur akibat di lewati oleh kendaraan Perusahaan Aria saat mengangkut buah kelapa sawit yang ada menjadikan jalan yang ada semakin parah. "Sebenarnya kalau mengenai perehapan yang di lakukan oleh masyarakat itu selalu ada bahkan belum lama ini jalan ini di perbaiki oleh pihak Kampus Setia namun karena selalu di lewati oleh kendaraan perusahaan seperti jonder yang mengangkut buah kelapa sawit maka bagaimanapun memperbaikinya maka jalan itu tetap saja akan hancur karena kekuatan jalan yang ada tidak seimbang dengan kekuatan beban yang di bawa oleh kendaraan yang lewat," ujar Antonius Toni Tokoh masyarakat Dusun Ngedang kepada Kapuas Post senin [24/11] kemarin.
Dengan kondisi yang ada maka, pihaknya sangat menyayangkan hingga saat ini belum ada upaya dari pihak perusahaan yang ada bahkan setiap saat melewati  jalan yang ada, sehingga jalan itu sudah hancur tidak karuan. selain itu katanya, pihaknya juga sudah berupaya meminta agar jalan yang ada dapat di perbaiki oleh pihak perusahaan. hanya saja jawaban yang di dapatkan oleh pihaknya perusahaan mengharapkan agar antara pemerintah Desa dan perusahaan bisa kerja sama dalam arti masing- masing menanggung separuh-separuh. "Memang beberapa waktu lalu kita juga pernah mengajukan pada pihak perusahaan Aria Katanya mau hanya Desa 50 persen perusahaan juga demikian. yang kita pikirkan sekarang adalah, sebelum perusahaan ada dulu juga jalan ini juga sudah ada bahkan kondisinya tidak separah sekarang ini kalau hujan dan ini di bangun oleh masyarakat secara gotong royong," katanya.
Tetapi katanya kondisi yang ada sekarang tidaklah seperti yang di harapkan oleh masyarakat justru sebaliknya. apalagi setiap saat selalu di lewati oleh Jonder yang mengangkut buah kelapa sawit. dengan demikian harapnya, masyarakat tetap berharap agar dari pihak perusahaan yang memiliki kebun di daerah tersebut dapat melihat kondisi jalan yang merupakan satu-satunya urat nadi perekonomian masyarakat. selain itu ungkapnya kalau kondisi jalan yang ada sudah dapat di kategorikan baik maka kendaraan perusahaan yang melakukan aktifitas juga akan lancar bukan hanya masyarakat saja merasa di perhatikan. karena kalau di lihat dari keadaan yang ada maka jalan tersebut masih harus di pasang batu Kong walaupun hanya di susun tetapi tidaklah mudah menyebabkan kendaraan amblas bahkan kekuatan jalan yang ada juga akan dapat mengimbangin kekuatan beban yang di bawa oleh kendaraan yang mengangkut buah kelapa sawit dari kebun milik PT. Aria yang ada di Dusun Ngedang. (wan)

Read more...

Usai Dilantik, Panwas Landak Siap Laksanakan Tugas

13.25 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses

* Dalam Waktu Dekat Audiensi Dengan Bupati
NGABANG- Tiga anggota Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Landak akhirnya dilantik, Senin(17/11), di Hotel Merpati Pontianak. Pelantikan Panwaslu se-Kalbar yang dilakukan di Hotel Merpati Pontianak ini juga dihadiri oleh Gubernur Kalbar Cornelis.
Usai pelantikan, mereka menyatakan siap mendampingi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Landak sebagai pengawas pemilu.
"Setelah kita dilantik di Pontianak, maka tugas berat sudah menanti hingga berakhirnya Pemilu legeslatif dan Pemilu Presiden,” ujar ketua Panwaslu Kabupaten Landak Hardianitus, S.Th didampinggi anggotanya Juliadarma, SE kepada Kapuas Post, kemarin.
Hardianitus juga menyatakan, tugas pokok yang diemban dalam mengawasi Pemilu 2009, sudah tertuang dalam undang-undang. Maka dari itu, dukungan dari Partai Politk (Parpol) sangat diharapkan, yaitu menyangkut Daftar Calon Tetap (DCT) atau Calon Anggota Legeslatif (Caleg) ketika melakukan kampanye atau sosialisi kepada masyarakat, harus mengikuti rambu-rambu aturan yang tertuang dalam perundang-undangan yang berlaku.
Terkait kewenangan yang dimiliki Panwaslu, Hardianitus mengakui sangat dibatasi oleh UU yang ada. Namun dalam konteks ini, Hardianitus mengaku memiliki kewenangan yang cukup strategis untuk memperbaiki kualitas pemilu.
"Kita memang diberi kewenangan yang terbatas oleh UU dan tidak bisa lebih dari itu. Tapi dalam konteks ini ada kewenangan yang cukup signifikan karena Panwaslu bisa merekomendasikan Caleg atau Parpol yang melakukan pelanggaran untuk dibawa ke pihak terkait, bila melakukan pelanggaran admistrasi maka jalurnya ke KPU, sebaliknya pelanggara pidana, tidak ada kata lain akan diarahkan ke pihak berwajib dalam hal ini Gakumdu,” urainya.
Untuk pelaporan, lanjut ia, masyarakat bisa melaporkan hal-hal yang menyangkut pelanggaran Pemilu, yang mana laporan dianggap temuan. Laporan itu harus lengkap dengan data tertulis, kapan terjadi, siapa yang melakukan pelanggaran, dimana tempatnya, barang buktinya apa. ”Kami akan menindaklanjuti laporan masyarakat itu, sesuai pembekalan yang kami terima di Pontianak beberapa waktu lalu. Minimal pengaduan itu 3 hari setelah kejadian, bila masih memerlukan Barang Bukti (BB), diberi waktu lagi selama 5 hari,” jelasnya.
Disinggung program jangka pendek? Pria kelem ini menyatakan akan melakukan oudiensi bersama Bupati Landak DR Drs Adrianus AS MSI, Kapolres Landak AKBP Drs Subnedih SH, dan Kajari Ngabang SR. Nasution SH MH. ”Kaitanya ini Sentra Gakumdu ini sudah dilaksanakan oleh Bawaslu, Panwaslu Propinsi, Kejaksaan Tinggi Kalbar dan Polda Kalbar. Pembentukan sentra penegakan hukum terpadu (Gakumdu) untuk menerima laporan perkara-perkara yang terjadi di Kabupaten Landak.” bebernya seraya mengatakan audiensi ini dilakukan dalam waktu dekat ini.
Hardianitus tak lupa mengucap banyak terima kasih kepada Bupati Kabupaten Landak DR Drs Adrianus AS MSI, telah merespon permintaan Panwaslu dalam hal memfasilitasi sekretariat Panwaslu Kabupaten Landak, kemudian kepala Sekretariat Panwaslu serta Bendahara Panwaslu.
Program berikutnya, tambah Juliadarma, Panwaslu Landak pada akhir bulan Desember 2009, siap melantik anggota Panwas Kecamatan. Oleh sebab itu, dalam beberapa hari ini, Panwaslu Landak merekrut, meneliti, calon-calon anggota Panwas Kecamatan. Bila temuan ada diantara calon anggota Panwas Kecamatan, terlibat masuk sebagai pengurus Parpol atau masuk sebagai Caleg, maka pihaknya akan mengambil tindakan tegas, sesuai dengan tugas yang diemban Panwaslu.
”Nah, untuk rekrutmen Sekretaris Panwas Kecamatan, sepenuhnya wewenang bupati, atas permohonan Panwas Kabupaten Landak, syaratnya adalah PNS, ” bebernya.
Pria yang hobi bercocok tanam ini menambahkan, setelah Panwas Kecamatan terbentuk, maka tuga dari Panwas Kecamatan segera merekrut anggota Petugas Pengawas Lapangan (PPL). Tiga anggota Panwaslu Landak terpilih yang dilantik itu adalah Hardianitus, Juliadarma dan Eligia Paginian. SP. (wan)

Read more...

PNS Keluar Jam Kantor Harus Bawa Surat Tugas

13.22 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses

NGABANG- Bupati Landak DR Drs Adriabus AS MSI mengaku sering menghitung ketika masuk kerja mulai pukul 08.00 wib, guru-guru meuju arah Kota Ngabang. Setiap kali bertemu tak kurang sekitar 20 orang ”Omar Barie” (guru, red).
Untuk itu, bupati telah membuat surat perintah akan melakukan razia terhadap PNS yang suka keluar di jam kantor. ”Intinya PNS yang selalu lalu lalang diatas pukul 07.30 wib, akan kita razia. Saya minta bantuan Pak Kapolres
supaya merazia kelengkapan kendaraan yang dipakai para aparatur pemerintah di lingkungan Pemkab Landak. Sebab masih ada PNS yang berpakai dinas lengkap, tapi pada saat mengendarai sepada motor tidak pakai helm,” kata bupati kepada para camat saat membuka Rapat Kerja (Raker) camat se Landak, Selasa (18/11) di aula Kantor Bupati Landak. Raker inipun dihadiri Kapolres Landak AKBP Drs. Subnedih, SH.
Bupati minta tolong beri tahu pada aparatur pemerintah di kecamatan masing-masing, kalau ke Ngabang harus membawa surat tugas. Kalau dia guru, harus ada surat tugas dari Kepala Sekolahnya. Kalau camat tidak perlulah membawa surat tugas.
Namun demikian meskipun para camat mendapat keistimewaan tidak perlu membawa surat tugas, tidak semudah itu para camat bisa bersantai-santai ketika berada di Ngabang. ”Kalau sewaktu-sewaktu camat kepergok di pasar dan saya tanya, camat harus bisa menjelaskan keperluannya apa. Atau tiba-tiba saya datang ke kecamatan tanpa beri tahu, camatnya tidak ada, ini nanti tunggu saja. Ada saatnya nanti saya datang tiba-tiba ke kecamatan tanpa pemberitahuan,” ingat bupati.
Bupati menegaskan kembali bahwa setiap aparatur pemerintah di lingkungan Pemkab Landak yang akan berurusan atau keluar dari kantor, sekolah dan segala macam, harus dilengkapi dengan surat tugas. Hal inipun memang harus dilaksanakan. ”Jadi pembinaan disiplin tolonglah diperhatikan. Sebab birokrasi ini disoroti terus menerus, tidak pernah ada baiknya. Birokrasi ini sudah terlanjur dicap bobrok.Sudah dicap tidak disipli, korup, dan lain sebaginya. Cuma herannya saya orang masih banyak berebut untuk jadi PNS, polisi maupun tentara, walaupun capnya ndak bagus. Kandang-kadang LSM ngecap kita ndak bagus, nelpon bupati nanaykan kapan penerimaan CPNS Kabupate Landak tahun 2008, ” katanya seraya mengatakan padahl LSM tersebut kerjaaanya kritik sana dan kertik sini.
Ditempat sama, Kepala Dinas Ketertiban dan Kesatuan Bangsa Distib dan Kesbang) Landak Drs. Edward Ramukdin mengatakan pihaknya tetap melakukan razia terhadap aparatur pemerintah di lingkungan Pemkab Landak yang berkeluyuran pada jam kerja. ”Dalam rangka pembinaan terhadap aparatur pemerintah, mungkin dengan adanya gebrakan ini, para aparatur pemerintah yang biasa bersantai ria di warung kopi, sedikit mengurangilah,” ujarnya singkat. (wan)

Read more...

Semestinya AKSI di Landak Harus Terbentuk

13.20 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG - Dengan melihat kondisi sekolah yang ada di Kabupaten Landak saat ini Asosiasi Kepala sekolah Indonesia (AKSI) di daerah ini, mestinya sudah harus segera di bentuk. kendati kalau di lihat dari salah satu dari syarat untuk pembentukan AKSI, dimana dalam satu daerah tersebut minimal harus 10 Kepala sekolah. Sedangkan kalau di daerah Kabupaten Landak ini syarat tersebut sudah melebihi dari cukup sehingga Organisasi ini harus dapat di bentuk. "kalau kita lihat dari kepentingan pendidikan dan keberlangsungan dari kepala sekolah mestinya AKSI ini sudah harus di bentuk. karena AKSI ini merupakan satu wadah yang menangungi semua kepala sekkolah yang tidak mengenal jenjang pendidikan," kata Jongki.S.Pd, kepada Kapuas Post Kamis lalu. Adapun arti dari tidak mengenal jenjang pendidikan tersebut katanya, AKSI ini merupakan sebuah organisasi yang menyeluruh yang anggotanya seluruh kepala sekolah yang ada di daerah Kabupaten Landak. yaitu mulai dari Kepala sekolah Dasar sampai dengan Kepala SMA maupun sederajat. sehingga keberadaan aksi ini sendiri akan mempunyai peranan penting bagi kesejahteraan kepala sekolah yang ada. sehingga keberadaan AKSI ini juga sipatnya sangat umum, sehingga berbeda dengan MKKS yang hanya mengikut sertakan berdasarkan jenjang pendidikan. "Kalau MKKS inikan anggotanya Kepala sekolah yang ada pada jenjang pendidikan masing-masing. misalnya SMP lain demikian juga SD dan SMA. jadi masing-masing sesuai dengan jenjang pendidikan. sedangkan kalau AKSI ini tidak. di mana anggotanya seluruh kepala sekolah yang ada mulai dari TK sampailah SMA, kacuali perguruan tinggi, itu mereka punya tersendiri,'' ujar kepala SMPN 4 Ngabang ini. selain itu katanya adapun MKKS itu sendiri merupakan organisasi kepala sekolah yang merupakan perpanjangan tangan dari dinas pendidikan. sedangkan AKSI memang merupakan satu organisasi bagi kepala sekolah seluruhnya yang ada di satu daerah. selain itu ungkapnya AKSI itu sendiri merupakan salah satu organisasi seluruh kepala sekolah bisa di katakan baru berdiri hanya saja di beberpapa daerah organisasi ini sudah di bentuk seperti di Kota Pontianak, Singkawang Sambas dan beberapa daerah lainnyq di Kalbar sudah di bentuk. Hanya saja kalau di Kabupaten Landak masih dalam tahap perencaan. "Di Landak ini kita masih sedang meracang pembentukan AKSI dan kalau tidak ada halangan juga akan segera dapat di bentuk,"ujarnya.
Apalagi katanya, dengan melihat kondisi sekolah yang sudah dapat di katakan cukup banyak di kabupaten Landak ini maka memang sudah saatnya AKSI ini harus di bentuk, sehingga dengan adanya wadah ini, maka di harapkan seluruh kepala sekolah yang ada bahkan tersebar di seluruh kawasan Kabupaten Landak ini dapat bersatu dan menyatukan persepsi dalam rangka berupaya dan merencanakan berbagai upaya untuk mewujudkan peningkatan pendidikan di Kabupaten Landak. "Kalau sekarang inikan mereka para kepala sekolah yang ada masih jalan sendiri-sendiri dalam arti mereka masih berada pada organisasi yang menurut jenjang tingkatan pendidikan tetapi kalau sudah terbentuk AKSI ini, maka semua kepala sekolah yang ada di Kabupaten Landak ini akan menyatu pada satu wadah yang namanya AKSI," katanya. 
untuk itu katanya, selain dengan terbentuknya organisasi ini, dengan sendirinya berbagai kekurangan yang terjadi akan dapat di pecahkan secara bersama maupun berbagai perencanaan yang menyangkut masalah peningkatan mutu pendidikan yang ada juga akan dapat di bicarakan secara bersama-sama pula. kendati dengan menyatunya persepsi seluruh kepala sekolah yang ada di Kabupaten Landak ini, dengan sendirinya berbagai tugas maupun tantangan yang di hadapi terutama dalam meningkatkan baik mutu maupun kualitas pendidikan akan dapat tercapai. "Artinyakan kalau semua Kepala sekolah yang ada di landak ini sudah menyatu kita dengan mudah membahas bagaimana mengatur setrategis yang di butuhkan. kalau semuanya sudah di anggap rampung tinggal kita jalani bersama, selain itu juga mengenai masalah kesejahteraan para kepala sekolah yang ada apalagi yang ada di daerah pedalaman bagaimana perjalanannya di sana sehingga nasib para guru inilah yang perlu di perhatikan dan bagaimana solusinya. (wan) 

Read more...

Shearing Dana PNPM-P2PK, Suit APBD 2009

13.17 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG - Dengan turunnya dana Paket PNPM-P2KP Tahap ke-2 dengan jumlah 2,5 Milyar yang sampai saat ini masih belum dapat di cairkan, merupakan tugas berat yang harus segera di selesaikan. apalagi dana tersebut juga membutuhkan dana shearing dari Pemda sebesar 50 persen. Sehingga dengan dengan keterlambatan pengajuan shearing pada APBD, maka membuat kesulitan tersendiri yang harus di hadapi saat pencairan dana tersebut. "pengajuan ini kan terlambat artinya setelah APBD kita di ketuk palukan sehingga kita kesulitan bagaimana lagi akan menganggarkan dana shearing tersebut, kalaupun kita suitkan suitkan di mana anggaran yang ada sudah di paskan dengan alokasi anggaran yang ada dan ini yang merupakan kesulitan kita," ungkap Agustinus agus PJOK PNPM-P2KP Kabupaten Landak kepada Kapuas Post rabu kemarin. namunpun demikian katanya, walau kehadiran pengajuan dana shearing tersebut terlambat dari penentuan APBD, tetapi Pemda Landak juga masih terus berupaya agar dana yang berjumlah 2,5 Milyar tersebut tetap akan di upayakan aga dapat di cairkan. sehingga upaya untuk mencairkan dana tersebut maka beberapa waktu lalu telah di lakukan lokakarya dalam rangka membicarakan pencairan dana tersebut yang melibatkan seluruh instansi terkait. "kita juga sudah melakukan lokakarya yang intinya membahas bagaimana setrategis agar, dana ini dapat di cairkan, tetapi karena tidak ada cara lain maka salah satunya bisa saja meminjam dana yang akan di potong pada APBD 2009 nanti. ya bagaimana lagi inikan demi kepentingan masyarakat," ujar Kabid Ekososbud Bappeda Kabupaten Landak ini. 
apalagi katanya, kegiatan yang akan di lakukan tersebut adalah demi kesejahteraan masyarakat terutama berusaha mengurangi angka kemiskinan yang ada pada masyarakat, sehingga hal ini harus dapat di lakukan. selain itu dengan melihat realita yang ada di masyarakat terutama setelah adanya kegiatan yang di lakukan oleh P2KP bersama dengan masyarakat sudah dapat di katakan cukup baik, sehingga di harapkan kehadiran PAKET PNPM-P2KP ini kedepannya akan dapat lebih memberikan yang terbaik bagi masyarakat yang ada di daerah. selain itu dana yang merupakan program dari Pemerintah pusat ini juga merupakan salah satu wujud kepedulian sehingga melihat hal itu maka Pemda juga tetap akan berusaha bagaimana mengupayakan hal tersebut agar dapat terselenggara dengan baik untuk masyarakat. "Istilahnya walaupun kita harus meminjam tetapi memang inilah jalan satu-satunya yang bisa kita tempuh. dan inilah bukti dan keseriusan Pemda Landak membangun masyarakatnya yang ada. kita ingin masyarakat kita yang ada ini dapat lebih berdaya lagi sehingga kalau masyarakat dush berdaya maka dengan sendirinya kesejahteraan bagi mereka sendiri akan dapat tercapai," katanya.
Namunpun demikian ujarnya, kondis seperti ini juga masih sangat memerlukn sipat kebersamaan yang besar. kendati kalau saat ini pemda sudah berupaya keras, maka di harapkan di tingkat masyarakat juga harus ada kerja sama yang baik sehingga rasa memiliki dan sipat kegotong-royongan haruslah tumbuh dengan baik sehingga upaya yang di lakukan oleh Pemda itu tidak akan sia-sia dan dapat memberikan memfaat yang besar pada masyarakat. untuk itu baik faskel yang ada maupun BKM serta lembaga terkait dalam hal ini, haruslah dapat bekerja sama. karena hal ini akan sangat bearti bagi keberhasilan pembangunan yang terselenggara. "kalaupun mengenai kekurangan beberapa waktu lalu kita harapkan itu dapat kita hilangkan. jadi yang kita harapkan kedepannya itu kita harus kompak melakukan kegiatan, apakah faskelnya, BKM maupun lembaga lainnya harus kerja sama ini yang kita harapkan supaya segala sesuatunya itu dapat berhasil dengan baik," harapnya. (wan)   
 

Read more...

TANGGUL BBI JELIMPO DIPERBAIKI

17.08 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses

FOTO LEPAS
Sempat mengalami ambruk, salah satu tanggul kolom Balai Benih Ikan (BBI) Loka di Kecamatan Jelimpo. Beberapa hari terakhir sudah mulai diperbaiki. Tampak digambar pekerja sedang memperbaiki tangggul yang ambruk.

Read more...

Lebih Banyak Meminta Masukan-Masukan

17.06 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses

KETUA Panitia Rapat Kerja (Raker) Camat se Kabupaten Landak V. Jian S.Sos MM menyatakan maksud diselanggarakan kegiatan rapat kerja camat se Kabupaten Landak untuk menjaga keserasian dan keterpaduan dalam penyelenggaraan pemerintah. Kemudian untuk mengevaluasi tugas-tugas pemerintah yang sudah dilakukan. Sedangkan tujuannya tidak lain merumsukan pola-pola pelayanan yang didapat meningkatkan efektifitas dan efisien pelayanan kepada masyarakat. ”Dalam Raker ini nantinya kita lebih banyak minta masukan-masukan, terutama terakit dengan tugas camat dimasing-masing daerah. Makanya kita juga menghadirkan Kepala Dinas, Kepala Kantor atau Kepala Badan terutama yang pada saat ini kegiatan banyak dilakukan dikecamatan,” kata Asisten I Landak ini.
Ditambahkannnya, dalam forum itu lebih banyak menitik beratkan diskusi.Dan dalam kesempatan Raker, sem ua camat dihadirkan, termasuk untuk beberapa kecamatan sebangki, dihadiro Plt Camat, Meranti, dan Banyuke Hulu, dengan total keseluruhan sebanyak 13 orang. (wan)

Read more...

BPN Dukung Upaya Pemda,Sertifikasi Untuk Lahan Pertanian

17.04 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG - Keinginan Pemda Kabupatenn Landak yang akan mensertifikasikan lahan pertanian yang di miliki oleh masyarakat secara gratis seperti yang di ungkapkan oleh Bupati Landak beberapa hari lalu, ternyata mendapat dukungan penuh dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Landak. Kepada wartawan Kapuas Post, Drs.Domdom Pangaribuan, Kakan BPN Kabupaten Landak mengatakan apa yang akan di lakukan oleh Pemda itu merupakan salah satu yang terbaik sehingga apa yang sudah di lakukan oleh pemda merupakan bukti bahwa pemda sangat memperhatikan kepentingan masyarakat. "Ini cukup bagus dan kita sangat mendukung sepenuhnya apa yang sudah di rencanakan oleh Pak Bupati kita. Kendati mempaatnya juga untuk kita bukan untuk orang lain tetapi masyarakat Landak pada umumnya,"ujarnya. selain itu katanya apa yang di lakukan oleh pemda itu merupakan langkah yang sangat tepat apalagi di era modern ini peralihan dari lahan pertanian seperti sawah bukan hal yang tidak mungkin lahan tersebut beralih pungsi menjadi lahan pemukiman warga. sehingga kalau saja hal itu akan terjadi maka di mana lagi lahan yang bisa di kelola untuk menjadi lahan pertanian atau lahan persawahan.
dikatannya, perubahan tersebut juga yang mempunyai peluang cukup besar adalah menjadi lahan perkebunan kelapa sawit, namun yang terpenting dalam hal ini adalah kesadaran dari warga selaku pemilik lokasi tersebut. "Coba kalau lahan persawahan ini sudah berubah menjadi apakah jadi lahan perumahan ataupun lahan perkebunan kelapa sawit, lalu bagaimana lagi kita akan menanam padi kalau semua itu berubah. kan, bisa-bisa kelaparan,"ungkapnya.
untuk itu katanya apa yang akan di laksakan oleh Pemda Landak salah satu untup mengatasi perubahan lahan itu menjadi lahan yang sudah bukan lahan pertanian khususnya persawahan.
seraya juga mengungkapkan, sebagai contoh untuk saat ini saja, lahan tersebut juga sudah cukup banyak yang berubah fungsi menjadi lahan perumahan. sehingga jangan sampai hal itu meluas dan mengancam keberadaan lahan yang ada maka sudah pasti harus ada penguatan dengan mensertifikasi lahan - lahan yang ada. "Kita siap saja kapan saja di butuhkan oleh Pemda, kita akan lakukan tugas karena memang sudah tugas kita dari BPN memang harus memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan baik. jadi memang sudah bagian kita di BPN tetap kita laksanakan," ungkapnya. Namunpun demikian, katanya masalah itu tetap kembali ke masalah kesadaran masyarakat yang ada, agar bagaimana dapat membantu Pemerintah dalam rangka menjaga dan mempertahankan lahan persawahan yang ada sehingga akan dapat di pergunakan sesuai dengan pungsinya. selain itu seraya juga menyinggung masalah pembangunan perumahan terutama yang berada di lahan persawahan dan di pingggir jalan maupun yang sengaja membangun rumah sangat di tepi jalan, ini juga merupakan hal yang sangat perlu di sadari bersama. Kendati bangunan yang berada di pinggiran jalan raya itu sendiri akan memiliki resiko yang cukup tinggi. untuk itu seraya menyarankan agar upaya penertiban itu sendiri walaupun sudah ada aturannya, namun yang harus di kedepanlan adalah sipat dan rasa kesadaran yang di miliki oleh masyarakat itu mesti di tumbuhkan. apalagi semua keberhasilan itu sendiri memang keberhasilannya tetap bermuara pada rasa kesadarannya. (wan)

Read more...

Senin, Wakil Bupati Terpilih Dilantik

17.02 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses

NGABANG- Kepastian pelantikan Wakil Bupati Landak terpilih telah ditetapkan. Calon orang kdedua di Bumi Intan ini bakal dilantik Gubernur Kalimantan Barat, Drs Cornelis, MH pada 24 Nopember, di ruang sidang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Landak. "Tadi malam kita rapat akhir panitia, sudah final 100 persen, menyatakan senin depan pelantikan Wakil Bupati Landak," kata Hermanto, Plt. Kabag Humas dan Protokoler Pemda Landak, kepada Kapuas Post, kemarin.
Kepastian ini, kata Hermanto, atas laporan Ketua Umum Sekda Landak Drs Ludis Msi, melalui Wakil Ketua I V. Jian, S.Sos MM, menyatakan bahwa kepastian itu didapat dari Biro Pemerintah Propinsi Kalimantan Barat.
Mengenai persiapan teknis terkait pelaksanaan pelantikan, lanjutnya mengatakan, tidak ada persoalan. Secara umum, panitia dari eksekutif sudah melakukan persiapan secara matang. Baik mengenai tempat, sampai undangan yang mengikuti acara pelantikan. "pada intinya kita sudah siap kok, tidak ada hambatan untuk melaksanakan gawe akbar di Kabupaten Landak ini,” kata Hermanto.
Begitu juga mengenai keamanan pelaksanaan pelantikannya, juga dinilai tidak ada persoalan. Sebab, sampai saat ini, situasi di Landak sangat kondusif. Dan untuk itu, selain petugas Satpol PP, pihaknya juga akan meminta Polri untuk membantu pengamanannya. "Kita harapkan pelaksanaan pelantikan nanti berjalan mulus dan aman. Apalagi, peristiwa ini memiliki nilai yang sakral bagi Landak untuk lima tahun ke depan," kata Hermanto, seraya mengatakan jadwal pelantikan akan dumulai pukul 10.00 wib.
Semula Tanggal 20 Nopember
Sebelumnya, diberitkan Calon orang kedua di Bumi Intan ini bakal dilantik Gubernur Kalimantan Barat, Drs Cornelis MH pada 20 November (hari ini, red), di gedung pertemuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Landak. "Kami saja melakukan rapat bersama, dan kepanitiaanya tidak berubah, ketika pelantikan Bupati dan Wakil Bupati beberapa waktu yang lalu. Memang sih, ada beberapa panitia pindah, pensius, atau meninggal dunia. Lewat rapat bersama kemarin, dicari pengganti untuk mengisi kekosongan kepanitiaan,” kata Sekda Kabupaten Landak Drs Ludis Msi.
Menurut rencana, paitia sepakat pelaksanaan pelantikan Wakil Bupati Kabupaten Landak pada tanggal 20 November 2008, itupun tergantung kesiapan orang nomor satu di Kalbar. Bila gubernur siap, kita akan lakukan, tapi sebaliknya Gubernur tidak siap, kita menyesuaikan,” jelasnya seraya mengatakan menyangkut surat pengangkat Wakil Bupati Landak dari Menteri Dalam Negeri adalah urusan Pemerintah Provinsi Kalbar.
Untuk memastikan kesiapan Gubernur, lanjut Sekda, maka dilakukan pengecekan dengan Biro Pemerintah Provinsi Kalbar, untuk mengecek jadwal Gubernur yang paling tepat. “Untuk undangan diperkiran antara 600-700. Ini diberikan kepada seluruh Bupati, Wali Kota, Kepala Dinas, Kepala Kantor dan Kepala Badan se Kalbar,” ujarnya.
Ludis berharap, dilantiknya Wakil Bupati, memperingan tugasnya sebagai Sekda. Kadang tugas dirinya, berat mewakili bupati. Mudah-mudahan, dengan dilantiknya Wakil Bupati Landak, Kabupaten Landak lebih harmonis, solid, aman, damai dan tentram. ”Terutama harmonis antara bupati dan wakil bupati, dan semua yang ada di Kabupaten Landak,” ungkapnya. (wan)

Read more...

Tumbuhkan Kesadaran Dan Perubahan Pola Pikir Petani

17.01 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG - Untuk mewujudkan keberhasilan di sektor pertanian yang ada di Daerah Kabupaten Landak, agaknya masih memerlukan berbagai sterategis maupun upaya lainnya. kendati dalam kawasan ini masih cukup banyak masyarakat yang belum bisa memahami arti dari pertanian yang sesungguhnya, sehingga masyarakat beranggapan sektor ini belum bisa memberikan kontribusi yang baik. sementara itu di satu sisi, masih banyak pula masyarakat yang menekuni bidang ini hanya sebatas usaha sampingan sehingga apa yang di lakukan itu tentu tidak dapat berhasil dengan baik. "Umumnya seperti itu, memang sudah banyak juga yang betul-betul melaksanakan kegiatan ini dengan cukup serius dan dari hasil yang mereka dapatkan ya sudah cukup bagus jugakan bahkan sudah mampu memberikan kehidupan bagi mereka dan mereka tidak lagi menganggap kegiatan ini sebagai sampingan, tetapi sudah rutin," ujar Ramli Petugas Penyuluh pertanian dari Dinas Pertanian Kabupaten Landak kepada Kapuas Post Rabu (19/11), kemarin.
Terkait dengan kegiatan Sekolah Lapang (SL)yang di pusatkan di Desa Tebedak beberapa waktu lalu, merupakan salah satu upaya untuk memotivasi masyarakat agar dapat semangat dan memiliki semangat untuk mengelola lahan yang di milikinya menjadi persawahan yang dapat memberikan kontribusi. apalagi di akuinya kalau upaya ini memang harus menempuh berbagai kendala, terutama memberikan arahan dan berupaya merubah pola pikir yang ada pada masyarakat. "Ya, kalau sekarang inikan masyarakat masih memakai pola lama (tradisional) artinya mereka masih merupakan petani musiman, yang dalam satu tahun sekali panen dan itupun luasannya hanya tidak seberapa. dan inilah yang harus di tinggalkan oleh masyarakat," harapnya.
untuk itu katanya dengan melihat kondisi yang ada, seraya mengaku upaya untuk mewujudkan seperti apa yang di harapkan oleh Pemda tersebut di mana agar bidang pertanian agar dapat betul-betul dapat menjadi sumber penghidupan, maka pihaknya khususnya dari pihak pertanian akan selalu memberikan arahan serta bimbigan dan tehnis untuk masyarakat yang ada pada daerah yang masih akan menerapkan pola yang lebih modern.
adapun upaya tersebut akan di laksanakan dengan membentuk serta menjadwalkan pertemuan secara rutin dengan para kelompok tani yang ada, sehingga dengan demikian segala keluhan dan kekurangan yang di miliki oleh para petani akan dapat teratasi dengan mudah. "Kita akan mengadakan pertemuan rutin dengan kelompok masyarakat yang sudah terbentuk apalagi saat ini di Desa Tebedak inikan sudah mempunyai Sekolah Lapang yang juga di lengkapi dengan Laboratorium 1 Hektar. dan inilah sebagai salah satu sarana untuk memberikan selain penyuluhan juga langsung di praktekan kepada para petani. misalnya kalau tanaman Padi kuning apa sebabnya dan bagaimana cara mengatasinya jadi semua permasalahan yang ada di lapangan akan di atasi bersama langsugn di lapangan," katanya.
Sedangkan mengenai kelangkaan pupuk yang samp[ai saat ini masih juga terjadi bahkan sangat sulit untuk di dapatkan, seraya mengakui para petani tidak merasakuatir karena selain urea atau sejenisnya yang saat ini langka, maka sebagai alternatip jalan keluar pihaknya juga sudah berusaha dengan memakai Racon. dan setelah di uji ternyata pupuk ini memang cukup baik bahkan sanga mendukung usaha pertanian. kendati katanya kalau harus berharap dengan yang sampai saat ini masih langka, bagaimana dengan tanaman para petani yang ada. kendati untuk mewujudkan keberhasilan itu sendiri katanya juga mesti melalui berbaga upaya kerja keras sehingg dari hamparan yang sudah di oleh oleh para petani itu hendaknya harus dapat berhasil. (wan)

Read more...

1 Desember, Mandor Pusat Kegiatan Gernambara Se Kalbar

16.59 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG- Kabupaten Landak, kembali mendapat kepercayaan Pemerintah Propinsi Kalimantan Barat sebagai tuan rumah kegiatan program gerak tanam, tebar dan pelihara (Gernambara, red) pada 1 Desember mendatang dipusatkan di Kecamatan Mandor. Sedangkan untuk tingkat kabupaten Landak akan dipusatkan di sekitar halaman kantor bupati Landak. Sementara itu ke kecamatan hingga kecamatan sampailah ke desa-desa, menunggu waktu yang poaling tepat,
Demikian dikatakan Bupati Landak DR Drs Adrianus AS MSI, saat Rapat Kerja (Raker) Camat Se Kabupaten Landak, Selasa lalu di aula Bupati Landak.
Kegiatannya, menanam pohon yang bermanfaat diperkarangan rumah penduduk, yang mana pusat kegiatan tersebut di gedung penghijauan Kecamatan Mandor. Bupati memita kepada Camat, termasuk aparatur Pemerintah Kabupaten Landak bisa menghadari upacara ini, dan pada waktunya akan disampaikan undangan. “Untuk tingkat kabupaten, kita pusatkan di kantor Bupati Landak waktunya masih kita cari yang cocok, mungkin setelah tanggal 1 Desember, dengan kegiatan yang sama menanam pohon, ini tugas Hutbun dan Pertanian, dan Asisten III Bagian Umum,” katanya.
Untuk tingkat kecamatan, lanjut bupati, masing-masing para camat, merencakan kegiatan ditingkat kecamatan dengan pola, kegiatan program gerak tanam, tebar dan pelihara, “Tanaman ini bisa mengantikan atau sebagai substitusi pangan. Misal pohon Sukun, karena diproyeksikan bisa jadi bahan pangan, tapi kita juga jangan terpaku pada satu pohon, pohon buah-buah juga bisa” jelasnya. Untuk tebar, lanjut bupati, khusus bibit ikan, diberikan kebebasan sesuai dengan kondisi alam sekitarnya. Namnun, bupati lebih cendrung, mengusulkan bibit ikan lele, pemeliharaan gampang, tidak memelurkan kolam khusus, dan juga bisa hidup dimana-mana. Habis-habisnya bisa hidup ditong semen. “Saya berpikir untuk tebar tingkat kabupaten kita menyediakan tong dari semen, paling tidak muat 100 ekor ikan lele. Tujuannya tidak lain untuk meningkatkan protein masyarakat Kabupaten Landak, dan juga berpungsi ekonomi, artinya bisa meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga,” ungkapnya. Bupati meminta kepada camat-camat, dengan jeli dan melihat untuk mencari desa-desa sebagai desa unggulan masing-masing kecamatan, pusat produksi, apakah kerajinan, buah-buahan, pariwisata. “Seperti Desa Tunang kita tempatkan sebagai sentra produksi Jagung Kabupaten Landak. Tanggungjawab Camat untuk terus membina masyarakat Desa Tunang dan sekitarnya,” ungkapnya. (wan)

Read more...

Polres Gelar Rekontruksi Pembunuhan Bayi

18.50 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses

NGABANG- Dengan wajah yang berliang air mata, Bunga (Nama Samaran, red), tersangka pembunuhan bayi perempuan beberapa waktu lalu di sungai Landak. Senin (17/11), kemarin, hampir tak sanggup melakukan rekontruksi tertutup di komplek Mapolres Landak.
Dalam rekontruksi, tersangka yang saat ini masih berusia 14 tahun, disaksikan Kapolres Landak AKBP Drs Subnedih SH, Waka Polres Kompol P Sinaga, Kabang Ops AKP Dodik A, Kasat Reskrim AKP K. Pasaribu, Kasat Lantas AKP Luki F, kuasa hukum tersangka Amir Syarifuddin, SH, Jaksa Penutup Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Ngabang Andri, SH.
Berkali-kali setiap adegan demi adegan rekontruksi, pelajar salah satu dalam Kota Ngabang ini, harus mengusap air matanya, yang kala itu disaksikan orang-orang sekitar rekontruksi tertutpu itu. Dalam gelar rekontruksi pembunuhan bayi itu, didapat ada 18 adegan, yang mana adegan pertama, mengambarkan ketika itu bunga masih berada didalam kamar asramanya dibilangan jalan masuk SMAN 1 Ngabang. Pada hari Jum’ at subuh, tanggal 10 Oktober 2008, sekitat pukul 03.00 wib, Bunga merasa perutnya sakit, ketika hendak buang air besar, sambil membawa handuk diselepangkan pada tubuhnya. Masuk adegan ketiga, Bunga masuk ke WC khusus putri, tepatya berada diantara WC pria dan WC khusus tamu. Adegan berikutnya, Bunga membuka celana pendek dan celana dalam yang digunakannya. Ketika henda buang air besar, persisnya ketika hendak jongkok berusaha menekan perutnya yang sakit, gambaran ini rekontruksi ke lima. Masuk rekontruksi ke enam, tiba-tiba batok kepela bayi keluar sedikit dari rahimnya. Rekontruksi ini membuat Bunga agak tergoncang, ia menangis histeris dan berusaha menutup wajahnya yang polos itu.
Pada adegan ketujuh ini, setelah melihat kepala bayi sudah keluar, Bunga merasa terkejut dan pingsan beberapa saat. Sekitar hampir beberapa menit tidak sadarkan diri, Bunga akhirnya siuman, dan melihat bayi yang tadinya sempat keluar hanya bagian kepala, sudah keluar dan tergeletak dihadapannya, tanpa suara dan hanya pada bagian tangan bayi sempat bergerak-gerak. Sudah tentu Bunga panik, adegan berikutnya Bunga menarik keluar tembuni (Sarang Bayi, Red) dari rahimnya dengan kedua belah tangan dia. Dipundaknya masih terselempang handuk, ketika itu juga Bunga meletakan handuk itu dilantai WC, dan seraya meletakkan bayi bersama tembuni tak berdosa itu di dalam handuk serta membungkus bayi itu dalam keadaan masih hidup. Pada adegan berikutnya, Bunga keluar dari WC, sekitar pukul 04.00 wib, membawa bayi dibalut handuk dengan cara mengendongnya melewati jalan belakang menuju gertak atau jembatan kecil. Sampai ditempat permandian di sungai Landak, membuang bayi beserta tembuninya. Ketika bayi dan tembuni sudah tengelam, Bunga langsung mencuci handuk yang digunakan membawa bayi hasil buah cinta pasangan dibawah umur ini.
Kapolres Landak AKBP Drs Subnedih SH, melalui Kasat Lantas AKP K. Pasaribu, mengatakan, rekontruksi ulang peristiwa pembunuhan bayi laki-laki itu dalam rangka melengkapi berkas dan mengetahui secara jelas proses tahap demi tahap yang dilakukan tersangka.
Adegan ulang ini untuk melengkapi data, kata mantan Kapolsek Ngabang ini seraya menyatakan pihaknya juga masih menunggu hasil tes DNA dari Laboratorium Mabes Polri di Jakarta. ”Memang untuk tes DNA ini memerlukan waktu cukup lama dan ini tidak gampang. Mudah-mudahan dalam waktu dekat hasil test DNA dikirim ketempat kita,” harapnya. (wan)

Read more...

PNPM-MP Wujud Kepedulian Pemda

18.47 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG - Setelah kehadiran berbagai proyek yang di lakukan oleh Pemerintah pusat dalam rangka mengentaskan kemiskinan yang ada pada masyarakat, bahkan timbulnya P2KP beberapa waktu lalu yang juga di sambut dengan adanya PNPM-P2KP dan PNPM-MP, merupakan salah satu upaya atau sebagai wujud nyata kepedulian pemerintah untuk mengurangi serta setra tegis pemerintah dalam mengatasi masalah kemiskinan yang ada pada masyarakat. dengan demikian hendaknya yang di harapkan kepada masyarakat yang ada harus dapat menggunakan kesempatan ini dengan sebaik-sebaiknya sehingga akan dapat bermempaat dengan baik bagi masyarakat itu sendiri.
"Memang kalau kita lihat Program Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat - Masyarakat Perdesaan yang di kenal dengan nama PNPM-MP yang saat ini di Kabupaten Landak sedang berjalan, merupakan langkah yang menunjukan betapa pedulinya pemerintah dengan masyarakat. Dan ini artinya bahwa kebijakan pemerintah sudah berpihak pada masyarakat," ujar M.Ibrahim A Kades Amboyo Selatan Kabupaten Landak kepada Kapuas Post Senin(17/11), kemarin.
Dikatakannya kalaupun ada sejumlah desa yang ternyata saat ini tidak mendapatkan bagian dalam pembangunan program PNPM-MP, itu bukan di sebabkan oleh ketidak adilan tetapi lebih di sebabkan oleh ketidak pahaman para pengurus yang di pilih sehingga apa yang di sampaikan tidak mewakili apa yang di butuhkan. "Kalau saya lihat sejumlah desa yang tidak dapat pembangunan dalam program ini, memang karena pengurusnya itu tidak nyambung sehingga mereka selalu tidak paham dengan yang harus di lakukan, sehingga begitu di lakukan kompetisi antar desa kalah.Dan ini karena apa yang di sampaikan itu memang tidak di kuasai oleh pengurus yang di pilih," ungkapnya.
Termasuklah, desa yang dipimpinnya Desa Amboyo Selatan juga tidak lolos dalam kompetisi sehingga sama juga dengan desa yang lainnya tidak mendapat jatah untuk tahun ini. kendati ungkapnya hal tersebut memang di dasari para petugas yang di pilih tidak nyambung. namun demikian katanya, kegagalan tersebut bukan lantas membuatnya kecewa tetapi justru penasaran dalam arti bagaimana upaya desa-desa lain yang bisa berhasil sedangkan desa yang di pimpinnya tidak berhasil.
Untuk itu kedepannya upaya yang akan di lakukannya adalah dengan merombak semua kepengurusan yang sudah di bentuk dengan membentuk kembali pengurus yang di harapkan dapat lebih baik, sehingga akan dapat di andalkan dalam melakukan kegiatannya khususnya dalam menyusun berbagai program yang di harapkan. "Yidak lain upaya kita memang harus merombak semua kepengurusan yang ada itu karena mereka sudah kita anggap gagal. dan ini perlu di ganti dengan yang lain sehingga mampu bersaing dengan yang lain," ujarnya.
selain itu sarannya untuk desa yang belum berhasil pada priode ini, di harapkan jangan kecewa dan tetap berusaha, karena kegagalan itu bukan lantas membuat kecewa, tetapi tetaplah mengajukan usulan sesuai dengan prosudur yang ada. karena program apapun di lakukan dengan upaya yang tidak tepat maka semuanya juga tidak akan dapat berhasil. apalagi upaya ini adalah sebagai bentuk kepedulian Pemda Landak mengentaskan kemiskinan sehingga upaya ini juga sebagai ajang mendidik agar masyarakat dapat lebih mandiri. kendati selama ini katanya memang kebanyakan keinginan itu akan selalu ada sipat ketergantungan, sehingga hal ini pula yang secara perlahan-lahan harus di hilangkan pada masyarakat kita yang tujuannya agar kemampuan untuk melakukan kemandirian itu akan dapat tumbuh dengan baik tanpa harus mengharapkan sepenuhnya. "Ini artinya pemerintah sudah menyiapkan proyek dan pembangunan ya tinggal kita lagi bagaimana upaya mengambil dan mendapatkan program itu, ini yang penting. Dan upaya ini melatih kita semua supaya mengerti cara dan mendapatkan program pembangunan. kalau kita sudah mengetahui untukmendapatkan pembangunan itu sulit, maka peliharalah pembangunan yang sudah ada dengan baik karena untuk mendapatkan pembangunan itu sangat sulit dan ini yang penting untuk di ketahui. sehingga kedepannya pembangunan yang ada akan dapat memberikan mempaat yang lebih baik," terangnya. (wan)

Read more...

Warga Penganggur Landak Ada 4555 Orang

18.46 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG- Bupati Landak DR Drs Adrianus AS MSi menyatakan keterampilan khusus seseorang dibutuhkan dalam situasi menghadapi krisis ekonomi global saat ini. “Kalau dulu kita hanya bisa membuat meja, diharapkan keterampilan akhirnya kita nanti leih baik,” kata bupati, ketika membuka pelatihan keterampilan menjahit dan meubel, dari Dinas Nakerduk Landak, Senin (17/11), kemarin di aula pertemuan Hotel Naura Ngabang.
Begitu juga harapan mantan Kadis Pendidikan Landak ini, bagi mereka yang dulunya belum bisa menjahit, usai pelatihan ini lebih mahir dan bisa menciptakan kreasi menjahit. Setidak-tidaknya, kedepan punya usaha mengembangkan diri sesuai dengan keterampilan yang dimiliki atau yang diterima.
Bupati juga beharap, pelatihan ini berkelanjutan, misalnya bagi mereka yang sudah pernah mendapat pelatihan tingkat dasar, harus dilatih kembali mendapat pelatihan lanjutan. Sebab, kalau keterampilan yang didapat hanya habis pada tingkat dasar, maka ilmu yang didapat pasti hanya sampai disitu saja.
Keteranpilan ini harus dimiliki setiap masyarakat Kabupaten Landak, dalam rangka menghadapai krisis ekonomi global. Mereka yang bisa bertahan, hanya orang yang punya keterampilan khusus. Seperti orang yang bisa menjahit pakaian, tidak lagi mampu membeli baju di Super Market, jalan terbaik jahit sendiri, kalau situasi memang sudah separah itu, kata bupati.
Bupati juga, tidak bisa meramal perkembangan beberapa bulan kedepan, sampai masuk ke tahun 2009. ”Bagaimana situasi perusahaan dunia, kita tidak tahu, apalagi perusahaan besar karyawan banyak melakukan PHK,” jelasnya seraya mengtaakan kendati, para kepala negara termasuk presiden SBY, mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 di Washington DC, kita juga tidak bisa berharap setelah pertemuan itu perekonomian dunia lebih baik.
Karena ini merupakan akumulasi dari berbagai persoalan ekonomi didunia ini, dan tidak bisa hanya diselesaikan dengan pertemuan kepala negara, harus ada usaha nyata semua pihak, termasuk masyarakat. ”Otomatis, perkiraan angka pengangguran akan meningkat. Menurut data yang disampaikan oleh Pak Nyipendi, data tahun 2007, ada 4555 penduduk atau warga yang bentul-betul menganggur. Kalau bisa angka ini jangan dimasukan dalam angka penganggur, tapi angka pemalas,” kata sambil bercanda, disambut tertawa peserta pelatihan.
Sebelumnya Kadis Nakerduk Landak F. Nyipendi, SSos, menyatakan pelatihan menjahit ini pesertanya ada 16 orang dari berbagai kecamatan, seperti Kecamatan Ngabang, Jelimpo, Sengah Temila dan Mandor. Sedangkan pelatihan Meubel 16 orang, dari Kecamatan Banyuke Hulu, Kuala Behe, Ngabang dan Air Besar. Namun, sampai saat ini utusan kecamatan yang belum hadir, Kecamatan Mandor, dan Banyuke Hulu, Kecamatan Sengah Temila. ”Masing-masing kecamatan kita ambil 4 orang,” katanya. (wan)

Read more...

MKKS SMA Landak Berencana Lakukan Studi Banding

18.45 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG- Berdasarkan hasil kesepakatan setelah melakukan work shop beberapa waktu lalu yang di pusatkan di SMANSA (SMAN I) Ngabang, para kepala sekolah yang tergabung dalam Musyawarah Kepala sekolah (MKKS)SMA se-Kabupaten Landak baik swasta maupun Negeri tidak lain adalah upaya meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan yang ada di Landak saat ini.
Menurut Drs Asoardi Ador, Ketua MKKS SMA Kabupaten Landak kepada Kapuas Post, Senin(17/11), kemarin mengungkapkan, memang yang merupakan inti dari kegiatan tersebut adalah upaya penngkatan mutu pendidikan karena selama ini walaupun perkembangan tersebut sudah terasa terutama pada tingkat kelulusan yang sudah dapat di katakan cukup baik tetapi hal tersebut bukan lantas membuat terlena dengan hasil tersebut. "intinya memang seperti itu, kendati kalau kita lihat dari kelulusan dari SMA Landak itu sudah mampu menduduki Rengking 4 di propinsi Kalbar, tetapi itu hanya tingkat kelulusan saja. artinya dari sisi kelulusan sudah cukup baik tetapi kalau kita lihat dari sisi nilainya dan inilah yang sangat penting,"ijarnya.
sehingga katanya dalam konsef itulah yang memang merupakan hal pokok yang harus di perjuangkan, kendati para siswa tidak hanya mampu dalam kelulusan semata tetapi handaknya juga harus di barengi dengan perolehan nilai yang cukup baik bahkan memuaskan. apalagi katanya dalam rangka menghadapi ulangan umum dan ujian akhir, sehingga berbagai persiapan - persiapan untuk para siswa itu harus betul-betul dapat lebih baik. "Ini khusus untuk kelas 12 persiapan yang di lakukan itu harus dapat lebih baik, dan persiapan ini tidak hanya di lakukan pada satu sekolah saja tetapi, secara keseluruhan. artinya persepsi dan upaya itu harus sama jadi jangan sekolah yang ini begini sementara yang lain begitu atau sekolah itu masing-masing dengan prinsipnya masing-masing. dan ini yang tidak boleh," katanya.
karena pada dasarnya tujuan untuk meningkatkan serta mewujudkan pendidikan yang berkualitas sesuai dengan visi dan misi Kabupaten Landak. selain itu ungkapnya menciptakan SDM yang berkualitas itu merupakan tujuan utama setiap lembaga pendidikan. sementara itu seraya juga mengakui, kalau dalam rangka meningkatkan kualitas tersebut memang sudah saatnya MKKS khususnya SMA yang ada di Kabupaten Landak ini melakukan berbagai terobosan yang mengarah pada peningkatan serta sistim pembelajaran yang lebih efektif sehingga dapat dengan mudah dan tidak terkesan membosankan tetapi bisa melahirkan kualitas sekolah yang lebih baik yang di buktikan dengan adanya peningkatan prosentase peningkatan Nilai siswa yang ada pada sekolah. "Sebenarnya Studi Banding itu merupakan program MKKS SMA Landak hanya saja hingga saat ini belum dapat di lakukan, hal ini juga di karenakan anggaran yang di miliki juga masih belum mencukupi. karena kalau mengenai sasaran kegiatan stusi Banding itu MKKS SMA  Landak berencana akan mengunjingi sekolah yang ada di Jakarta dan Bali maupun sekolah yang ada di Kota Pontianak sendiri. tetapi kegiatan tersebu juga kedepannya akan dapat terlaksana kendati kegiatan tersebut juga akan melihat waktu yang betul-betul tepat," ungkapnya.
dengan demikian katanya dengan terselenggaranya kegiatan tersebut maka akan dapat di ketahui dimana letak kekurangan serta bidang harus di perbaiki. selain itu katanya, untuk melukukan peningkatan yang ada pada bidang pendidikan itu sendiri memang salah satu merupakan tantangan besar yang harus di lakukan, terutama berbagai fasilitas elektronik yang di miliki oleh sekolah tetapi merupakan hal penting sehingga para sekolah maupun siswa dapat memiliki kemampuan mengembangkan diri. apalagi perkembangan teknologi modern yang sudah pasti menuntut SDM yang harus berkualitas sehingga kedepannya para siswa yang sudah menyelesaikan pendidikannya walaupun tidak melanjutkan ke jejnjang yang tinggi keterampilan yang di miliki sudah dapat di mempaatkan. (wan)

Read more...

Hari Ini, Bupati Lepas Calhaj Landak

18.41 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG- Sebagiman diberitakan sebelumnya persiapan Calon Jamaa aji (calhaj)Tahun 2008 untuk berangkat ke tanah suci yaitu Arab Saudi terus dilakukan. Bila tidak ada halangan, Selasa (18/11) hari ini, Bupati Landak Dr Drs Adrianus AS, melepas 47 calhaj Kabupaten Landak di Masjid Jami Keraton Landak.
Dikatakan Kepala Seksi (Kasi) Urais dan Penyelenggara Haji Kandepag Landak H. Syamsul Bahri, S.Ag mengatakan jumlah kuota haji Landak berdasarkan kepetusan Gubernur Kalbar No. 397 tahun 2008 tentang penetapan kuota jamaah haji se Kalbar bahwa Landak mendapat jatah sebanyak 47 orang. “Alhamdulillah calhaj kita ini sudah melunasi semua biaya perjalanan haji dan siap diberangkatkan. Dari 47 calhaj Landak, laki-laki berjumlah 21 orang dan perempuan 26 orang. Rinciannya, 36 orang dari Kecamatan Ngabang, 2 orang dari Kecamatan Air Besar, 4 orang dari Kecamatan Sengah Temila dan 5 orang dari Kecamatan Mandor,” ujar Syamsul.
Dari 47 calhaj Landak, lanjutnya, terdapat 1 petugas Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) dari Pemkab Landak.
Dikatakannya, kuota haji untuk tahun 2009 mendatang sudah terpenuhi sebanyak 47 jamaah. Ke 47 jamaah haji itu siap di entrykan untuk mendapatkan nomor kursi. Bahkan tahun 2010 mendatang calhaj yang mendaftar sudah mencapai 30 orang. “Untuk calhaj tahun 2008 ini kita sudah melaksanakan manasik haji masal. Kemudian, calhaj Landak juga sudah melaksanakan pemeriksaan kesehatan dan suntikan maningintis yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Landak bekerjasama dengan RSUD Landak,” paparnya.
Calhaj Landak akan tergabung dalam kloter 16 yang berjumlah 450 orang. Itu terdiri dari Landak 47 orang, Kabupaten Pontianak 256 orang, Kabupaten Bengkayang 47 orang dan Kota Pontianak 100 orang. ”Dari 47 calhaj Landak ini ada 6 orang yang mutasi ke Pontianak. Artinya berangkat dari Pontianak. Dalam kloter 16, dipimpin 1 orang ketua kloter, 1 orang tim pembimbing ibadah haji Indonesia, 1 orang dokter, 2 orang tenaga medis dan 1 orang TPHD,” jelasnya. Ia menambahkan, untuk pemondokan jamaah haji Landak di Makkah yakni di Aziziyah Zanubiyah yang jaraknya lebih kurang 7 Km dari Masjidil Haram. Sedangkan maktabnya nomor 26 dengan nomor rumah 370, 371 dan 372. Kemudian suhu di Makkah saat ini mencapai 10-15 derajat. ”Ini masih normal. Tapi perlu diantisipasi bahwa kemungkinan saja pada saat jamaah berangkat suhunya bisa saja mencapai 8-10 derajat. Jadi ini perlu diantisipasi oleh jamaah,” imbaunya.
Untuk keberangkatan calhaj Landak dari Ngabang menuju asrama haji Pontianak akan dilaksanakan 18 November mendatang. Calhaj Landak akan nginap selama 1 malam di asrama haji Pontianak. ”Kemudian 19 Nopember pagi calhaj Landak bertolak ke Batam dan nginap 1 malam di Batam. Selanjutnya, keesokan malamnya, 20 November calhaj diterbangkan dari Batam menuju Jeddah Al Mukaramah. Kepulangan terakhir jemaah haji Landak atau kloter 16, pada 30 Desember sudah kembali ke Batam. 31 Desember kembali ke Pontianak dan khusus jamaah Landak langsung pulang ke Landak,” tukasnya.(wan)

Read more...

Kamis, Wabup Terpilih Dilantik

08.39 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses

KEPASTIAN pelantikan Wakil Bupati Landak terpilih telah ditetapkan. Calon orang kedua di Bumi Intan ini bakal dilantik Gubernur Kalimantan Barat, Drs Cornelis MH pada 20 November mendarang, di gedung pertemuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Landak. "Kami saja melakukan rapat bersama, dan kepanitiaanya tidak berubah, ketika pelantikan Bupati dan Wakil Bupati beberapa waktu yang lalu. Memang sih, ada beberapa panitia pindah, pensius, atau meninggal dunia. Lewat rapat bersama kemarin, dicari pengganti untuk mengisi kekosongan kepanitiaan,” kata Sekda Kabupaten Landak Drs Ludis MSi, kemarin.
Menurut rencana, paitia sepakat pelaksanaan pelantikan Wakil Bupati Kabupaten Landak pada tanggal 20 November 2008, itupun tergantung kesiapan orang nomor satu di Kalbar. Bila gubernur siap, kita akan lakukan, tapi sebaliknya Gubernur tidak siap, kita menyesuaikan,” jelasnya seraya mengatakan menyangkut surat pengangkat Wakil Bupati Landak dari Menteri Dalam Negeri adalah urusan Pemerintah Provinsi Kalbar.
Untuk memastikan kesiapan Gubernur, lanjut Sekda, maka dilakukan pengecekan dengan Biro Pemerintah Provinsi Kalbar, untuk mengecek jadwal Gubernur yang paling tepat. “Untuk undangan diperkiran antara 600-700. Ini diberikan kepada seluruh Bupati, Wali Kota, se Kalbar,” ujarnya. Ludis berharap, dilantiknya Wakil Bupati, memperingan tugasnya sebagai Sekda. Kadang tugas dirinya, berat mewakili bupati. Mudah-mudahan, dengan dilantiknya Wakil Bupati Landak, Kabupaten Landak lebih harmonis, solid, aman, damai dan tentram. ”Terutama harmonis antara bupati dan wakil bupati, dan semua yang ada di Kabupaten Landak,” ungkapnya. (wan)

Read more...

Alidin Bantah Rusak Surat Suara

08.35 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses

KEBERHASILAN bos Pangkalant terpilih menjadi Wakil Bupati, Agustinus Sukiman, mengalahkan ripal beratnya Frans Bidus, Senin(3/11) lalu. Ternyata berbuntut panjang, pasalnya salah seorang anggota DPRD Kabupaten Landak asal Kecamatan Menyuke dituduh sudah merusak empat surat suara dalam pemilihan Wabup, sehingga surat suara itu dianggap suara tidak sah. Hal inipun membuat berang salah satu anggota DPRD Landak asal Menyuke Alidin, SH.
Kepada wartawan, Alidin yang ditemui Rabu (12/11) di kantornya mengatakan dengan terpilihnya Agustinus Sukiman, SH yang merupakan putra asli Menyuke sebagai Wabup Landak, ia merasa bangga.
“Saya bangga karena putra asli Menyuke terpilih sebagai Wabup Landak. Tapi secara pribadi saya sangat kecewa karena ada indikasi yang mengatakan bahwa empat surat suara yang rusak itu merupakan suara dari anggota DPRD Landak asal menyuke,” ujarnya.
Dikatakan Alidin, hal ini bukan berbicara masalah adanya indikasi anggota DPRD Landak menerima suap Rp. 25 juta dari kandidat calon Wabup Landak. Hal itu sudah diluar koridor.
“Tetapi yang saya mau adalah pengakuan daripada orang yang sudah kita Bantu atas bantuan yang kita lakukan. Tapi beda dengan Alidin, justru masih ada orang-orang tertentu yang tidak mau mengakui bahwa Alidin mendukung Sukiman. Jujur saya ngomong, saya trauma dengan kasus ini,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Sukiman pernah mengakui bahwa anggota dewan asal Menyuke mendukung secara murni. Tetapi orang-orang yang mengaku dirinya sebagai tim sukses Sukiman menuduh bahwa empat surat suara yang rusak itu merupakan milik anggota dewan asal Menyuke.
“Tolong dikoreksilah perkataan itu, kalau perlu saya minta dipublikasikan di media permintaan maaf kepada kami anggota dewan dari Menyuke bahwa tim sukses Sukiman telah keliru menilai dan inipun bukan harga mati. Mau minta maaf silahkan, tidakpun tidak jadi masalah. Tapi saya bersedia memaafkan mereka. Ini urusan Tuhan,” katanya. (wan)

Read more...

Saat Hujan Kondisi Jalan Dusun Sendaun Desa Tebedak Kubangan Lumpur

08.33 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG - Kondisi Jalan yang menuju Dusun Sendaun Desa Tebedak Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak saat ini sudah benar-benar seperti kubangan lumpur apalagi di saat musim penghujan seperti ini, akan menambah semakin parahnya kondisi jalan yang ada. sehingga dengan parahnya jalan yang ada akan sangat mempersulit berbagai kepentingan yang akan di lakukan oleh masyarakat. Jalan yang memang hingga saat ini masih berbentuk jalan tanah artinya hanya badan jalan saja dan belum ada tindak lanjut maupun upaya dari pihak perusahaan yang ada di kawasan tersebut untuk membantu mengeraskan badan jalan yang ada.
Menurut keterangan dari salah satu warga bernama Wal, sejak awal jalan tersebut di gusur atau di buat oleh perusahaan khususnya PT. Aria sebuah perusahaan perkebunan, hingga saat ini masih seperti dulu yang tidak ada sedikitpun pihak perusahaan untuk membantu masyarakat yang ada di daerah tersebut. "Kami sudah sering minta kepada perusahaan untuk dapat membantu kami agar jalan yang kami lewati ini dapat di keraskan. jangan lah di aspal di kasi sertu saja itu sudah cukup baik yang penting tidak seperti ini," ujarnya sambil menunjukan arah jalan yang seperti kubagan lumpur, saat Kapuas Post berkunjung ke daerah tersebut..
padahal,katanya keberadaan jalan yang ada otomatis sudah sangat bermempaat bagi warga yang ada di daerah kawasan tersebut. Namun dengan adanya kondisi jalan yang ada seperti sekarang ini, kalau di bandingkan dengan jalan setapak mungkin masih jauh lebih baik, ketimbang jalan yang sudah di gusur tetapi mensengsarakan masyarakat yang lewat dengan kondisi hancur bahkan perjalanan yang di tempuh pun jauh lebih lama jika pada saat musim penghujan. "Kami sebenarnya sdah sangat percaya dengan adanya perushaan yang masuk di daerah ini maka dapat membantu masyarakat membuka jalan yang bagus, tetapi apa yang terjadi sekarang, ternyata sama saja dengan pada jaman dahulu. kalaupun sudah di bangun jalan tetapi tidak di tindak lanjuti pembangunannya sama juga bahkan sangat menyulitkan masyarakatketika melewati jalan ini," sesalnya.
Di akui pihaknya sebagai warga yang ada di kawasan tersebut selain minta pihak perusahaan dapat membenahi jalan yang ada masyarakat juga sudah menyampaikan permohonan lewat kepala desanya yang tujuannya aga dapat di bantu oleh pemda supaya kondisi jalan yang ada sekarang tidaklah seperti kondisi yang ada sekarang. kendati katanya dengan adanya kondisi jalan yang ada pada saat sekarang ini, maka berbagai kepentingan aktifitas juga akan sangat terhambat, buka hanya kepentingan masyarakat tetapi berbagai hal yang menyangkut kepntingan pembangunan juga terhambat. seperti keadaan pendidikan yang ada di daerah ini dan sekitarnya juga sampai saat ini juga berjalan sangat mengecewakan masyarakat demikian juga dengan bidang kesehatan yang ada di masyarakat juga sampai sekarang tidaklah berjalan seperti daerah yang memang sudah memiliki jalan yang cukup lancar. "Ya kalau kegiatan yang di lakukan oleh pihak puskesmas seperti kegiatan Posyandu bagi anak-anak kecil itu terkadang tidak ada mau ke tebedak jauh. petugas yang dari puskesmas juga malas datang sama dengan para guru-guru yang tugasnya mengajar di daerah ini juga tidak mau datang apalagi kalau kondisi hujan seperti ini," ujarnya. untuk itu pihaknya dengan ini sangat mengharapkan uluran tangan dari pihak perusahaan maupun Pemda Landak supaya dapat menindak lanjuti pembangunan jalan yang ada sekarang sehingga kondisinya bisa lebih baik dari sekarang. karena kalau saja jalan yang ada sekarang terlalu membuat masyarakat menderita bahkan berbagai kegiatan pembangunan juga akan sangat terhambat sehingga keinginan masyarakat untuk maju tentu tidak akan tercapai dan sama halnya dengan beberapa puluh tahun yang lalu. (wan)

Read more...

Butuh Sertifikat, Masyarakat Banyak Tidak Tahu Informasi

08.32 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses

SANGAH TAMILA - Salah satu bukti dari kemajuan dalam kesadaran yang di miliki oleh masyarakat ialah, dengan keinginan rasa memiliki atau mensertifikasikan Tanah yang di miliki oleh warga. dengan demikian bearti tingkat kesadaran dan pengetahuan masyarakat akan pentingnya Sertifikat sudah dapat di katakan mengalmi kemajuan. Menurut pengakuan sejumlah warga Mulai dari daerah Raden sampailah beberapa dusun yang ada di daerah pedalaman Pahuaman Kecamatan Sangah Tamila Kabupaten Landak ketika di kunjungi Kapuas Post belum Lama ini, mengungkapkan keinginannya untuk bisa membuat sertifikat pada lahan atau tanah yang di miliki hanya belum mengetahui prosodur untuk mensertifikasikan lahan miliknya. "Sebenarnya Kami sudah lama berkeinginan untuk membuat sertifikat tanah yang kami miliki. tetapi kami belum mengetahui bagaimana prosudurnya. karena setahu kami membuat sertifikat tanah itu biayanya cukup mahal sehingga kami yang mempunyai ekonomi lemah ini jelas tidak mampu," kata Aboi warga Raden yang di dampingi warga lainnya.
Hal yang sama juga di ungkapkan oleh sejumlah warga lainnya. Bahkan warga juga belum mengetahui program Prona yang sudah lama di lakukan oleh pihak BPN Kabupaten Landak. Padahal program tersebut memang bertujuan membantu masyarakat yang kurang mampu tetapi berkeinginan memiliki sertifikat atau mensertifikasikan tanah yang di miliki warga tersebut.
Dengan demikian lanjut warga lainnya kalau memang demikian pihaknya menyambut baik adanya program tersebut sehingga informasi tersebut membuat  warga semakin berminat untuk mengetahui, bagaimana program prona yang sebenarnya. "Kalau memang ada program yang seperti itu tentu akan sangat membantu Kami yang umumnya kurang mampu. kalaupun kami mengetahui adanya imformasi itu sudah pasti kami akan mengikuti," ujar warga lainnya.
kendati tambahnya kalau tanah yang di miliki warga sudah memiliki sertifikat maka, dengan mudah dapat di pergunakan untuk membantu apakah modal usaha ataupun hal-hal lainnya.
Menanggapi hal tersebut Rudi Agustiawan. A.P.tnh Kasi HPTT [Hak tanah dan Pendaftaran Tanah] ketika di kunjungi Kapuas Post Jumat(14/11), di ruang kerjannya mengatakan, kalau sudah menyeluruh daerah yang ada di Kecamatan Sangah Tamila itu sudah mengajukan permohonan pembuatan sertifikat tanah pada program prona beberapa waktu lalu. hanya saja seraya mengakuai bisa saja hal tersebut tidak di ketahui oleh masyarakat, apalagi kalau kepala Desa pada daerah tersebut kurang melakukan sosialisasi pada masyarakatnya masing-masing. "Kalau di daerah Pahuman saya pikir sudah cukup banyak yang mengikuti program ini. apalagi program inikan kita lakukan setiap tahun bahkan sudah cukup efektif bagi masyarakat kita yang memang terkategori kurang mampu, sehingga Prona akan dapat mereka jangkau karena harga pembuatan sertifikat tanah jauh lebih murah kalau di bandingkan harga sertifikat Rutin," ujarnya. kendati program ini, masyarakat mengajukan per kelompok mealui kepala Desanya masing-masing sehingga petugas dari pihak BPN akan langsung turun mengukur luasan tanah yang di miliki warga apabila semua persyratannya sudah memenuhi syarat.terkait dengan ketidak tahuan warga tersebut maka, seraya mengungkapkan hal tersebut di sebabkan keurangnya pemberitahuan serta arahan dari para Kades. karena dari pihaknya sudah menyebarkan informasi pada masing-masing Kades untuk segera mensosialisasikan kepada warga masyarakat walau di daerah pedalaman sekalipun. "yang kita harapkan di sini supaya para Kades yang ada di Landak supaya dapat menghubungi pihak BPN. kita jalin kerja sama karena tugas kami memang ingin membantu dan melayani masyarakat. kalaupun para kadesnya sudah mengetahui program ini di harapkan supaya dapat memberikan informasi kepada masyarakatnya supaya dapat juga mengukuti program ini," harapnya. 
kendati apalah artinya jika laan yang di miliki oleh warga itu ternyata tidak bisa memberikan kontribusi dan hal ini pula yang harus di pikirkan. karena kalau saja lahan yang di miliki oleh masyarakat itu sudah memiliki sertifikat, selain sudah sah secara hukum juga pemiliknya dapat mempergunakan sertifikat itu sebagai alat untuk mendapatkan modal baik untuk menambah modal usaha maupun hal-hal lainnya. (wan)
 

Read more...

Rp. 1,5 Miliar Dana Shering PNPM Belum Terealisasi

08.28 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG- Masuknya Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri-P2KP di Kabupaten Landak memang harus didukung oleh Pemkab setempat. Apalagi PNPM Mandiri-P2KP ini sudah diadakan MoU antara Bupati Landak dengan pusat. “Tapi sampai 2008 ini sangat disayangkan bahwa kesepakatan dana shering PNPM Mandiri-P2KP dari Rp. 7,5 miliar, sebanyak Rp. 1,5 miliar belum terealisasi,” ujar sekretaris Komunitas Belajar Perkotaan (KBP) P2KP Landak Iskandar.
Iskandar yang ditemui di Kantor Bupati Landak, Rabu (12/11) mengatakan semestinya Landak patut bersyukur karena program ini sudah masuk ke Landak. Tapi kalau tidak didukung oleh Pemkab Landak, khususnya melaui instansi terkait, ia yakin untuk ke depan Landak akan sulit mendapatkan kepercayaan dari pihak luar. “Karena PNPM ini memang bentuknya hibah, tapi pinjaman pusat kepada luar negeri,” katanya.
Ditambahkan tokoh masyarakat adat Melayu ini, selama 3 tahun dari 2006 sampai 2008, Bupati Landak melalui panitia anggaran eksekutif sudah mengintruksikan bahwa setiap instansi yang berhubungan dengan proyek PNPM Mandiri-P2KP harus melakukan shering.
Ia mengakui memang ada dana yang dialokasikan dalam paket kemitraan. Tapi pada dasarnya dana shering tersebut tidak bisa dikeluarkan oleh instansi terkait. “Padahal disitu sudah jelas aturan bentuk dana sheringnya. Artinya, bisa
uang tunai yang masuk di rekening atau berupa program.
Namun kegiatannya di lapangan pada wilayah sasaran yang sama dengan program PNPM-P2KP, untuk kegiatan yang memakai dana shering itu semestinya jangan ditenderkan, harus bisa dipisahkan,” ungkapnya. Namun selama ini, sambungnya lagi, pada kenyataannya semua proyek ditenderkan. Hal inipun mungkin sudah menjadi kebiasaan Pemkab Landak melalui instansi terkait bahwa setiap proyek harus ditender.
“Padahal dana shering itu pada dasarnya dibawah Rp. 50 juta setiap program yang berhubungan dengan program Pronankis atau PJM P2KP,” katanya.
Ia mengharapkan ada ketegasan dari Pemkab Landak, khususnya bupati untuk memberikan pemahaman ini. Sebab masih banyak instansi yang salah pemahaman tentang shering dalam program kegiatan PNPM Mandiri-P2KP. (wan)

Read more...

SOPD Landak Masih Nunggu Dari Propinsi

09.03 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses

Gawe Dire’
HINGGA saat ini SOPD Kabupaten Landak masih menunggu berkas pengembalian di tingkat propinsi Kalimantan Barat. Artinya, pengesahan SOPD ini, tingal menunggu waktu saja dari Gubernur Kalbar Drs Cornelis, MH.
Bupati Landak DR Drs Adrianus AS MSi sendiri, tidak berani memastikan kapan waktu yang tetap pelantikan SOPD Kaupaten Landak. ”Karena ada issu ada pejabat Landak akan ditarik ke tingkat propinsi Kalbar, maka kita juga masih menunggu pengisian SOPD propinsi, maksudnya supaya kita tidak bolak balik, gitu lho,” katanya kepada wartawan, usai menjadi Irup apel hari Pahlawan, Senin (10/11), kemarin di halaman kantor Bupati Landak.
Dikatakannya, ia tidak ingin dalam pengisian atau ketika dilantik pejabat baru di Kabupaten Landak, tiba-tiba ada salah satu diantara pejabat kita ditarik ke propinsi. ”Kalau gitukan repot,” ujarnya. (wan)

Read more...

* Semangat Pengorbanan Dituntut Saat ini

09.00 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses

NGABANG- Memperingati hari pahlawan yang jatuh pada 10 November, Pemerintah Kabupaten Landak Senin pagi menggelar apel peringatan, yang berlangsung di halaman kantor Bupati Landak.
Cuaca mendung tak mempengaruhi kelancaran upacara hari pahlawan, di halaman kantor Bupati Landak. Peserta upacara, terdiri jajaran unsur muspida, pns, tni/polri, organisasi kemasyarakatan, dan pelajar.
Inspektur upacara, Bupati Landak DR Drs Adrianus AS MSI, dalam usai upacara mengatakan, tirani penjajahan memang telah berakhir. namun, perjuangan bangsa masih harus terus dilakukan.
Terutama dalam mengisi kemerdekaan, dengan berkarya, sesuai dengan kemampuan dan keahlian masing-masing, dengan sebaik-baiknya. ”Hari Pahlawan, adalah moment yang baik, membekali siapaun dia. Apakah PNS, aparat penegak hukum, pelajar, masyarakat dengan semangat patriotisme. Apalagi kita saat ini dalam kirisis, sehingga semangat pengorbanan dituntut saat ini,” kata bupati.
Selain itu ia mengatakan, ini terutama dijajaran birokrat, untuk kepentingan masyarakat, kita bekerja untuk kepentingan masyarakat, jangan dahulu menghitung untung dan rugi dalam pelaksanaan tugas. Karena tugas, panggilan sebagai seorang birokrat/PNS, adalah panggilan untuk melayani masyarakat, untuk melanjutkan cita-cita pahlawan, untuk tetap memelihara kecintaan tanah air. ”Kalau semangat itu dimiliki seluruh birokrat, saya percaya negeri ini akan segera pulih dari krisis saat ini,” harapnya.
Menyinggung bagimana kepedulian Pemda Landak, terhadap tempat-tempat sejarah, seperti Tugu GERAM, Makam Pahlawan Kabupaten Landak? Dikatakan Mantan Kadis Pendidikan Landak ini, sesuai kemampuan yang dimiliki Pemda Landak, pelihara paling tidak, supaya tidak hilang moment, seperti Tugu GERAM, sedang direhabilitasi dan diperindah. Dan bupati juga punya cita-cita yang sangat mulia, akan memperindah Taman Makam Pahlawan Sidas. ”Tapi itu nanti, karena anggaran kita tahun ini masih sangat terbatas, mungkin tahun anggaran berikutnya, Taman Makam Pahlawan Sidas mendapat perhatian dari Pemda Landak,” imbuhnya.
Seusai melakukan upacara di halaman kantor Bupati Landak, Bupati, beserta peserta upacara lainnya mengunjungi makam pahlawan Ngabang yang terletak tidak jauh dari kantor Bupati Landak. Usai memanjatkan doa, dilakukan tabu bunga. Setidaknya, apa yang telah diperbuat oleh para pahlawan ini, hendaknya dapat menjadi motivasi kita sebagai generasi penerus dalam mengisi dan melanjutkan pelaksanaan pembangunan di segala bidang, ajak bupati.(wan)

Read more...


Powered by www.tvone.co.id