Perayaan Cap Go Meh digelar di Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Perayaan ini dimeriahkan dengan atraksi ketangkasan oleh Tatung. Tatung adalah orang yang dirasuki roh dewa atau leluhur
Acara Robo-robo SMP Negeri 2 Ngabang
Bupati Landak DR Drs Adrianus AS MSi, berhasil menerima penghargaan kategori Program Peningkatan Beras Nasional (P2BN) tahun 2008
Bupati Landak DR Drs Adrianus AS MSi menyerahkan penghargaan kepada pemenang Bujang Dara dalam Festival Budaya Landak tahun 2008
POST-DESCRIPTION-HERE
Kabupaten Landak tahun 2009 akan segera membangun stadion sepak bola

KANTOR BUPATI KABUPATEN LANDAK

Foto kantor bupati kabupaten Landak
IMAGE-TITLE-HERE

PERAYAAN CAP GO MEH

Perayaan Cap Go Meh digelar di Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Perayaan ini dimeriahkan dengan atraksi ketangkasan oleh Tatung. Tatung adalah orang yang dirasuki roh dewa atau leluhur
IMAGE-TITLE-HERE

RIAM MANANGAR

Riam Manangar merupakan slah satu obyek wisata di Kabupaten Landak
IMAGE-TITLE-HERE

BUPATI LANDAK DALAM PANEN RAYA

Bupati Landak DR Drs Adrianus AS MSi, berhasil menerima penghargaan kategori Program Peningkatan Beras Nasional (P2BN) tahun 2008
IMAGE-TITLE-HERE

1 Tahun Lagi Landak Tidak Merasakan Buah Durian

NGABANG- Maraknya penembangan kayu Durian tanpa pengntroalan dari pihak terkait, membuat khwatir Pemerintah Kabupaten Landak. Terhadap kelangsungan hidup pohon Durian beberapa tahun mendatang, ...

7 Tersangka Pengerusakan Mapolsek Mandor Siap Ditangkap/a>

NGABANG- Kapolres Landak AKBP Drs Tony EP Sinambela M.Si menyatakan 7 tersangka dalam kasus pengerusakan Mapolsek Mandor, berinisial Jl, Sr, CC, Ln, Ay, Mr dan Al. Terindikasi kuat dalam pengerusakan, berdasarakan keterangan para saksi.....

Pelajar Harus Meraih Prestasi Setinggi-Tingginya

NGABANG – Pembangunan olahraga merupakan bagian integral dari pembangunan manusia Indonesia seutuhnya yang diarahkan pada peningkatan kesegaran jasmani, mental, dan rohani untuk pembentukan waktak, kepribadian, ...

Siap Mendulang Emas

Siap Mendulang Emas TEKAD untuk meraih prestasi yang paling tinggi, terpacar pada 13 atlet Kempo Kabupaten Landak. Mereka ingin meraih prestasi pada Kejuaraan Kempo Kalbar di Kabupaten Sintang 25-26 Juni 2009, sama dengan hasil di Porprov tahun 2006 ...

Tersangka Ibu Bayi Laki-Laki Tewas Akhirknya Ditemukan

17.18 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses


NGABANG- Teka teki siapa yang tega membunuh bayi jenis laki-laki yang ditemukan Piknasius Zilin warga Dusun Tabe Desa Jelimpo Kecamatan Jelimpo Kabupaten Landak, Sabtu (28/3) sekitar pukul 18.00 wib. Akhirnya terjawab sudah, sebelumnya seorang wanita yang dicurigai sebagai ibu dari bayi laki-laki malang itu, ketika dilakukan pemerksaan secara seksama melalui medis, terkuak bahwa dirinyalah ibu bayi tersebut. Dalam mengungkap kasus ini, polisi terbilang cepat, karena setelah pihak polisi mengambil laporan para saksi-saki, sambil berjalan dilakukan pemeriksaan terhadap seorang wanita yang diduga sebagai ibu dari bayi malang itu.



Sejak awal, pihak kepolisian sempat terkecoh, dari bentuk bandan dan raut wajah sang ibu, tidak terpancar kalau dia adalah pelaku pembuangan bayi itu. Sepintas lalu, ia sehat dan segar, ketika ditanya pihak polisi bicara lantang dan jelas, tanpa ada rasa grogi, dan sikap ini menyakinkan polisi, seolah-olah dia bukan ibu bayi itu. Polsi tidak patah arang, untuk menyakinkan bahwa dia adalah orang yang dicari atau bukan, satu-satu jalan dengan pemeriksaan medis, yaitu pemeriksaan dengan bidan.
Dari hasil pemeriksaan bidan setempat, benar adanya bahwa perempuan yang tadinya tidak meyakinkan tidak melahirkan, ternyata ia beberapa hari lalu melahirkan. Itu dibuktikan dengan hasil pemeriksaan bidan atau kaca mata tim medis, ditemukan kalau dia telah melahirkan bayi berumur sekitar 20 minggu lebih.
Kapolres Landak AKBP Tony EP Sinambela, melalui kapolsek Ngabang AKP. A. Ramdani, didampinggi Kanit Reskrim AIPTU. P. Simanjuntak, menyatakan polisi telah menetapkan tersangka pembunuhan bayi jenis kelamin laki-laki Rn (17 tahun) warga Dusun Tabe Desa Jelimpo Kecamatan Jelimpo Kabupaten Landak. “Tugas kita tidak banyak lagi, boleh dikatakan hampir final. Karena dari keterangan Rn, kita juga telah berhasil mengamankan pasangannya Sn (20 tahun) warga Tubang Raeng,” kata mantan Kapolsek Mandor ini seraya mengaku hasil outopsi bayi sampai saat ini belum diketahui resmi dari laporan Pontianak.
Lebih jauh Ramdani menjelaskan, dalam pengakuan Rn, pembuangan bayi itu dilakukannya pada hari Senin tanggal 23 Maret 2009. Tanpa dibantu orang lain, selesai melahirkan langsung membunuh sang bayi dengan cara mencekik dan memasukkan bayi ke dalam kantung Pampers. “Kebetulan tersangka Rn statsusnya tidak pelajar lagi, dia berhenti tidak tampat SMP. Dia melahirkan dalam kamar, mungkin karena panik, akhirnya memasukkan bayi tersebut ke dalam kantong Pampers,” imbuhnya.
Sebelumnya diberitakan, Piknasius Zilin, saksi mata peristiwa itu, si jabang bayi pertama kali ditemukan dirinya, ketika itu hendak mandi sore sekitar pukul 18.00 wib. Sambil membawa peralatan mandi, handuk dan makanan ikan milik, yang kebetulan kolam ikan milik orang tuanya yang tidak jauh dari rumahnya. Entah bagaimana, tanpa disadari ia mencium bau yang menyengat dan sangat tidak enak yang menghampiri penciuman hidungnya. Karena penasaran akhirnya dicarilah sumber bau yang tidak sedap itu, tidak terlalu lama, tidak jauh dari kolam ikan sekitar 20 meter dari rumanhya, ditemukan bungkusan kantong Pampers “Mamy Poko” berwarah putih dan tercium bau kurang enak.
Merasa ada penemuan aneh ini, Zilin pun meminta pertolongan abangnya bernama Asous (41), yang kebetulan tidak jauh dari di lokasi penemuan bayi. "Saya langsung lapor ke abang saya, dan selanjutny penemuan ini dilaporan ke pengurus desa setempat, dan terakhir lapor polisi," tegas Zilin.
Zilin juga mengakui, sumber bau yang menyengkat hidung itu, dirasakannya sejak hari Kamis lalu, dan akhirnya diketahui sekitar 3 hari kemudian pada Sabtu sore, bahwa sumber bau adalah dari kantong korsek berisikan bayi laki-laki.
Kini mayat bayi itu telah dilakukan visum oleh tim kesehatan tepatnya di RSUD Landak, dan pihak kepolisianpun saat ini sedang melakukan upaya penyelidikan, terhadap beberapa para saksi. (wan)







Read more...

456 Linmas Kecamatan Sangah Tamila Dapat Pelatihan

17.16 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
PAHAUMAN - 456 orang personil Linmas di Kecamatan Sangah Tamila Pahuman, tepatnya di halaman Kantor camat Sengah Tamila Selasa (30/03) kemarin sudah mengikuti pelatihan dalam rangka pembekalan untuk pengaman pemilu yang akan di selenggarakan pada 9 April 2009.
Camat Sengah Temila, Bernadus, kepada Kapuas Post di sela-sela kegiatan tersebut mengungkapkan, kegiatan tersebut merupakan upaya pembekalan bagi para Linmas yang akan bertugas mengamankan TPS di daerah kecamatan Sengah Temila Pahauman.
"Jumlah Linmas kita yang da sekarang ini berjumlah 4.56 orang yang berasal dari 14 desa yang ada di Kecamatan Sengah Temila ini. kegiatan ini juga merupakan peningakatan pengetahuan dasar bagi anggota Linmas yang akan bertugas di TPS-TPS di Desa masing-masing," ujarnya.



karena katanya dalam kegiatan ini para petugas Linmas juga akan di perbantukan oleh para petugas dari pihak kepolisian yang ada di Polsek Sengah Temila.
Selain itu katanya, mengenai persiapan secara umum pelaksanaan pemilu di Kecamatan Sengah Temila sudah tidak ada masalah artinya, berbagai persiapan juga sudah di anggap siap dan hanya menunggu tanggal pelaksanaannya.
"Persiapan kita di Sengah Temila sidah siap, juga mengenai pengamanan Pemilu hari ini (kemarin red) juga sudahdi lakukan,"paparnya.
Untuk itu katanya, dengan adanya kegiatan ini, seraya berharap dan yakin pelaksanaan Pesta Demokrasi mendatang akan tetap aman seperti tahun-tahun yang sudah lalu, yang artinya tetap kondusip. Sedangkan untuk mengantisipasi adanya kecurangan atau pelanggaran pada baik Kampanye maupun pemilu mendatang itu, sudah di tangani oleh Panwascam.
Sementara itu di tempat yang sama, IPDA Laminto Kapolsek Sengah Temila juga mengungakapkan, bhwa persiapan dari pihak kepolisian khususnya di Sengah Temila sudah tidak ada masalah yang artinya sudah di persiapkan jauh hari dari sekarang. sehingga pihaknya tidak kuatir kendati persiapan tersebut memang sudah matang.
"sudah kita persiapkan jauh hari, di mana dari 30 orang personil kita yang ada, itu kita kerahakan sebanyak 21 orng di TPS-TPS terutama TPS yang berada di daerah paling terpenci," katanya.
kendati katanya dalam pelaksanaan Pemilu itu memang ada ketentuan umum yang sudah di tetapkan di antaranya untuk daerah rawan I akan di tempatkan 1 orang tenaga kepolisian 8 Linmas, rawan 2, 1 orang petugas kepolisian 6 orang Linmas dan untuk daerah rawan 3, 1 orang dari kepolisian 2 orang Linmas.
"Artinya begini kalau daerah rawan itu adalah daerah yangjarang atau jangkauannya itu cukup jauh dari ibu kota Kecamatan, kalau di Sengah Temila itu daerah yang paling jauh seperti Dusun Kuala Sengah Desa Sebatih dan daerah inilah yang tergolong rawan 1 juga ada daerah lainnya,"paparnya. Sedangkan untuk tenaga lainnya juga ada bantuan tenaga BKO (Bantuan Keamanan Operasional) dari Polda serta tenaga dari Koramil.
Dalam kegiatan yang di ikuti oleh 456 orang Linmas tersebut juga di hadiri oleh Camat Sengah Temila, Kapolsek, Danramil, maupun undangan lainnya, Kapolsek berpesan agar para Linmas yang ada dapat melaksanakan tugas dengan baik, karena tugas yang berat itu semuanya berada di pundak dan harus siap kapan saja di perlukan.
"tanggung jawab ini sudah berada di pundak kita semua. untuk itu mari kita bergandengan tangan untuk melakukan tugas kita dengan baik agar pelaksanaan pemilu dapat kita laksanakan dengan baik. sebagai warga Negara keamanan dan ketertiban itu adalah tanggung jawab bersama. bukan hanya tanggung jawab petugas semata. (wan)






Read more...

Bupati Minta KONI Baru, Gelar Porkab

17.14 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses


NGABANG- Bupati Landak Adrianus AS mengatakan dalam menetapkan kepengurusan KONI baru Kabupaten Landak. Dicari tim yang solid, mau dan mampu berkerjasama yang baik, dengan Pemerintah Kabupaten Landak, lembaga atau pihak-pihak lainnya. “Olahraga ini tidak terlepas dari sponsor, dan ini sangat penting. Bila pengurus tidak punya sponsor atau donor bisa saja olahraga yang mereka bawa tidak bisa jalan. Termasuklah lobi di DPRD, bupati, supaya dianggarkan dana untuk KONI Kabupaten Landak,” kata bupati, ketika membuka Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) II Komite Olah Raga Kabupaten Landak tahun 2009 di aula Kantor Bupati Landak, Senin (30/3), kemarin.



Hadir dalam kegiatan Musorkab II KONI Kabupaten Landak, Wakil Bupati, Sekda, perwakilan KONI Provinsi Kalbar, Kepengurusan KONI Demisioner, 16 Pengkab Cabang Olahraga, Kepala Dinas, Kepala Kantor, Kepala Badan, dan undangan lainnya.
Digelarnya Musorkab II KONI Kabupaten Landak kali ini, tidak lain memilih kepengurusan KONI baru, yang mana kepengurusan yang lama periode 2002-2006 sudah berakhir.
Bupati juga berharap, pembentukan kepengurusan KONI baru, harus bisa bekerja lebih baik dari kepengurusan KONI terdahulu. Hal pertama yang dilakukan segera menggelar Pekan Olah Raga Kabupaten (Porkab). Pelaksanaan itu diserahkan sepenuhnya kepada KONI, apakah ingin melaksanakan diawal tahun 2010 atau dipertengahan bulan Juni 2010.
“Kalau untuk tahun 2009 mungkin agak berat, mengingat APBD kita sudah diketuk palu. Tapi yang lebih realistis pada tahun 2010, sebelum Porprov, kalau tidak salah bulan September 2010 digelar Porprov,” pinta bupati, seraya menambahkan ini juga termasuk menjadi tugas dari Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Landak.
Ditempat yang sama sebelumnya, Sukarsih, Sekretaris Umum KONI Provinsi Kalbar menambahkan kendati terlambat dalam menentukan kepengurusan KONI baru, KONI Provisni Kalbar memahami karena adanya transisi kepengurusan. “Kami cukup bangga, dari Pengkab Cabang Olahraga yang hadir hari ini, semuanya ada yaitu sebanyak 16 Pengkab,” kata Sukarsih.
Seluruh cabang Olahraga di Kabupaten Landak, menurut Sukarsih, selalu aktif, itu dibuktikan dengan hasi Porkab dan PON, dan bersukur atlit dari Kabupaten Landak bisa menyumbangkan mendali untuk kontingen Kalbar.
Ia menambahkan Musorkab adalah merupakan pemegang kekuasaan tetinggi Komite Olahraga Kabupaten yang diselanggarakan sekali setiap empat tahun. Oleh karena itu, dalam penyelengagrakannya harus berpedoman kepada Anggaran Dasar (AD)/Anggaran Rumah Tangga (ART) KONI, yang telah disesuaikan UU RI No. 3 Tahun 2003 tentang Sistim Keolahragaan Nasional (SKN) dan berwawasan luas kedepan dalam melaksanakan pembinaan dan pengembangan olahraga prestasi di Kabupaten Landak. (wan)




Read more...

Masih Ada Yang Tidak Paham Cara Memilih

17.13 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
PAHAUMAN - Pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) yang hanya beberapa hari lagi, ternyata masih banyak baik petugas Linmas maupun anggota Masarakat yang belum mengetahui cara memilih yang menggunakan pencontrengan bukan cara di jeblos. padahal kalau di lihat dari masa persiapan yang memang jauh hari sebelum pelaksanaan tersebut, seharusnya masyarakat sudah dapat memahami bagaimana cara memilih.


"Saya memang belum mengerti bagaimana cara memilih tahun ini. kalau dulu kita sudah biasa cara di tusuk dengan paku tapi sekarangkan sudah tidak lagi. terus terang kita belum mengetahui ini," kata Imbot (49) warga Desa Sidas yang juga petugas Linmas kepada wartawan senin (30/03) pada saat pelatihan pengaman pemilu kemarin.
Kendati katanya jumlah partai yang memang cukup banyak sehingga sulit untuk di kenali apalagi kalau yang tidak bisa membaca. sementara itu katanya seraya juga mengaku walaupun demikian tetap akan melakukan sesuai dengan apa yang sudah di tentukan karena masalah pemilihan itu kembali pada hati nurani masing-masing. selain itu Seraya juga berharap agar masyarakat juga jangan sampai Golput karena sebagai warga Negara sudah wajib dan harus memberikan hak suaranya untuk menentukan pemimpin yang baik. (wan)



Read more...

Hutan Jalaur II Ngabang Terbakar

17.09 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses


Polsi, Dan Masyarakat Ikut Memadamkan Api
NGABANG- Ketenangan warga sekitar jalur II Ngabang, Senin (30/3) kemarin sekitar pukul 13.00 wib, terusik. Gara-gara lahan tanah yang banyak ditumbuhi pepohonan dan ilalang itu, terbakar olah oluh warga yang tidak bertanggung jawab. Karuan saja, warga sekitar kebakaran hutan memblok kade jalanya api, dengan membawa alat seala kadarnya dengan sebuah pohon kecil yang mana pohon itu digunakan untuk memadam api. Informasi yang dihimpun, kebakaran api berawal dari dekat salah satu rumah warga yang tidak jaub dari kobaran api. Ada juga yang mengatakan sumber api dari anak-anak yang sedang bermain.


Api yang begitu cepat menyebar ke arah kiri, membuat salah seorang warga yang juga tidak jauh dari kobaran api, Heri, harus bersuah paya dibantu pihak kepolisian memadamkan kobaran api. Kobaran api tidak hanya menyapu arah kiri, pelan tapi pasti menyebar kea rah kanan jalan yang aranya turun, karena permukaan tanah agak curam. Setiap sisi api, ada beberapa warga telah menunggu, kadang api begitu besar membuat kewalahan warga dan pihak kepolisian. Wartawan Kapuas Postpun sempat membantu memadamkan api, dengan peralatan dari pohon-pohon kecil api dekat rumah Heri berhasil dipadamkan. Memang sebelumnya ada mobil kebakaran api, dan sempat mengambil air untuk memadamkan api. Sesampai di lahan kebakaran, api sudah berhasil dijinkan warga.
Kepada Kapuas Post, Heri mengatakan, kebakaran api itu sempat membuat dia hampir shok, mengingat sumber api tidak begitu jauh dengan rujamhya, sekitar 4-5 meter saja. Malah ketika kebakaran terjadi dirinya tidak berada dirumah, kebetulan sedang jam dinas kantor. “Saya ditelpon, ketika diluar rumah, dan terkejut melihat api sudah hampir dekat rumah saya,”aku karyawan PLN Ranting Ngabang ini. (wan)


Read more...

Mayat Bayi Laki Laki Ditemukan Dalam Kantong Pampers

00.15 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses

JELIMPO- Sesosok mayat bayi berjenis kelamin laki-laki ditemukan di samping kolam ikan milik Piknasius Zilin (27) warga Dusun Tabe Desa Jelimpo Kabupaten Landak, Sabtu (28/3) sekitar pukul 18/00 wib.


Orok malang itu diperkirakan telah meninggal dunia lebih dari satu hari
lantaran dari jasadnya telah tercium bau busuk yang menyengat.
Menurut Piknasius Zilin, saksi mata peristiwa itu, si jabang bayi pertama kali ditemukan dirinya, ketika itu hendak mandi sore sekitar pukul 18.00 wib. Sambil membawa peralatan mandi, handuk dan makanan ikan milik, yang kebetulan kolam ikan milik orang tuanya yang tidak jauh dari rumahnya. Entah bagaimana, tanpa disadari ia mencium bau yang menyengat dan sangat tidak enak yang menghampiri penciuman hidungnya. Karena penasaran akhirnya dicarilah sumber bau yang tidak sedap itu, tidak terlalu lama, tidak jauh dari kolam ikan sekitar 20 meter dari rumanhya, ditemukan bungkusan kantong Pampers “Mamy Poko” berwarah putih dan tercium bau kurang enak.
Merasa ada penemuan aneh ini, Zilin pun meminta pertolongan abangnya bernama Asous (41), yang kebetulan tidak jauh dari di lokasi penemuan bayi. "Saya langsung lapor ke abang saya, dan selanjutny penemuan ini dilaporan ke pengurus desa setempat, dan terakhir lapor polisi," tegas Zilin.
Zilin juga mengakui, sumber bau yang menyengkat hidung itu, dirasakannya sejak hari Kamis lalu, dan akhirnya ditetahui sekitar 3 hari kemudian pada Sabtu sore, bahwa sumber bau adalah dari kantong korsek berisikan bayi laki-laki.
Kini mayat bayi itu telah dilakukan visum oleh tim kesehatan tepatnya di RSUD Landak, dan pihak kepolisianpun saat ini sedang melakukan upaya penyelidikan, terhadap beberapa para saksi.
Kapolres Landak, AKBP Tony EP Sinambela melalui Kapolsek Ngabang AKP. A. Ramdani mengungkapkan bayi itu diduga sengaja dibuang lantaran di
dekat mayat bayi ditemukan ari-ari yang juga sudah membusuk.
Kapolsek menambahkan, pihaknya melakukan penyelidikan untuk mengungkap
identitas orangtua bayi malang itu. “Sampai sejauh ini kita terus melakukan upaya penyelidikan, memang kita sekarang ada target sebagai tersangka, tapi sejauh ini kita masih memeriksanya, jika dia orangnya maka kasus ini bisa cepat terlacak,” jelas mantan Kapolsek Mandor ini, seraya mengatakan operasi kali ini dipimpin langsung Kanit Reskrim AIPTU P. Simanjuntak dan anggota lainnya. (wan)








Read more...

PKPI Aksi Kampanye Dialogis

00.13 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses

Bersama Satu 7an Menangkan PKPI
NGABANG- Jadwal kampanye hari Kamis (27/3) di Kota Ngabang diisi dengan kampanye dialogis Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). Sekitar seribu kader, seluruh caleg serta simpatisan menyatukan tekad memenangkan partai bernomor urut 7 ini, di Gedung Swadaya Ngabang. Kampanye kali ini terkesan sangat istimewa karena belum saja para Juru Kampanye (Jurkam) dari Provinsi Kalbar dan Kabupaten Landak, memberikan orasinya, gedung swadaya penuh sesak dengan manusia yang rata-rata berpakain merah, tidak heran bila berluber sampai didepan pintu masuk gedung.
Pada kesempatan itu juga telah hadir Ketua DPP PKP Indonesia Kalbar Marselus Utha, S.Sos, Ketua Dewan Kehormatan PKP Indonesia Kabupaten Landak Cornelius Kabon, serta seluruh Caleg dari Dapil Landak 1 Anjiu, Murdin Apui, Susi, Felib Andi Susanto dan Katarina Ida.



Anjiu yang juga Caleg nomor urut 1 ini, sebelum panjang lebar memberikan orasi, ia berpesan kepada masyarakat, agar dalam memberikan hak suara pada tanggal 9 April 2009, jangan salah pilih, bila salah pilih maka pembangunan tidak akan sesuai dengan yang dihrapkan. Makanya, dari seluruh Caleg PKPI Dapil Landak I yang hadir pada kampanye dialogis. Masyarakat diberikan kebebesan untuk memilih, siapapun dia orangnya.” “Bapak Ibu saudaraku yang ada disini boleh saja memilih satu diantara lima Caleg disin, termasuk saya. Karena apa, menurut kami siapapun yang terpilih nanti semunya dari PKPI,” ungkapnya memberikan pilihan kepada masyarakat.
Masyarakat yang hadir yang kebanyakan dari Kecamatan Ngabang dan Jelimpo ini, tidak lupa mendapat ucapan terima kasih dari Anjiu, atas kesedianya hadir dalam kampanye dialogis PKPI.
Dan Anjiu juga mengajak masyarakat untuk memenangkan PKP Indonesia dalam bilik suara pada tanggal 9 April nanti untuk mencotreng nomor urut tujuh. “Apa yang saya katakan sebelum digelar kampanye, kalu kita ingin menang, kita harus bersatu dan perlu kerja keras. Dan kita punya prinsip tidak boleh menjelekkan orang lain atau menjatuhkan Caleg, baik pada Caleg partai kita maupun Caleg-Caleg lain,” ajaknya.
Prinsup lain yang dimiliki PKPI, tambah pemilik usaha penginapan ini, PKPI tidak akan pernah obral janji kepada masyarakat, karena obral janji, akan bisa mengsengsarakan kita semua. Jalan terbaik, berikan pengertian kepada masyarakat, dan logika, bila masyarakat mempercainya duduk di kursi Legeslatif periode 2009-2014, ia punya komitmen memperjuangkan masyarakat Kabupaten Landak baik dalam bidang pendidikan, kesehatan maupun bidang yang lainnya. “Apapun bisa kita lakukan, setelah ada perwakilan di DPRD Kabupaten Landak,” tandas Anjiu seraya menambahkan agar berjuang bersama-sama untuk memenangkan kursi DPRD Landak, jangan saling menyalahkan dan jangan saling menjatuhkan, yang lebih penting PKPI bisa menang. Bersama satu 7an.
Anjiu juga menjelaskan adapun visi dan misi PKPI, adalah Visi :
PKP INDONESIA adalah terwujudnya kehidupan masyarakat, bangsa dan negara yang berkeadilan, bersatu dan berkesejahteraan sosial dengan menjunjung tinggi supremasi hukum.
Visi PKP INDONESIA tersebut pada dasarnya mengacu kepada visi bangsa dan negara sebagaimana tertuang didalam Pembukaan UUD 1945, yaitu: “Menjadi Negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur”.
Sebagai negara merdeka, maka Indonesia tidak boleh dipengaruhi oleh pihak manapun juga untuk mempertahankan eksistensi negaranya dan hubungan dengan negara lain harus dibina sedemikian rupa pada kedudukan yang setara. Untuk itu, maka semangat persatuan bangsa harus terus ditingkatkan sesuai perkembangan jaman dan tetap menjaga kedaulatan bangsa pada pergaulan internasional. Segenap potensi bangsa yang ada hendaknya dapat dikelola sedemikian rupa untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur.
”Melalui Pemilu, visi tersebut harus terus diperjuangkan dan ditingkatkan sepanjang masa. Pada Pemilu 2009 ini, visi tersebut menjadi lebih kuat lagi disuarakan dan diperjuangkan, mengingat kondisi bangsa dan negara yang masih terus menghadapi krisis,” harapnya
Sekitar pukul 13.30 WIB, PKPI memulai kampanye dialogisnya, dan berakhir pada pukul 16.00 WIB. Kegiatan ini juga tampak meriah dengan hadirya hiburan musik orgen tunggal.
Kampanye dialogis ini merupakan pengerahan massa pertama oleh PKPI dalam masa kampanye Pemilu 2009 di Kota Ngabang. (wan/biz)




Read more...

SDN 14 Ngabang Gelar Maulid Nabi Besar Muhammad SAW

00.11 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses

NGABANG- Kegiatan ekstrakulikuler seperti memperiganti Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1430 H di Sekolahnya. Sudah menjadi agenda tetap Sekolah Dasar Negeri 14 Ngabang. Tidak heran bila, kegiatan itu pada tahun 2009, digelar kembali, tepatnya pada hari Sabtu (28/3).



“Kegiatan ini seharusnya kita gelar pada tanggal 9 Maret 2009, tapi kegiatan ini baru bisa kita laksanakan pada Sabtu,” kata Kepsek SDN 14 Ngabang, Lukas Pande. Dikatakannya, kegiatan ekstrakulikuer ini tidak hanya dilakukan untuk umat Islam, melainkan kegiatan-kegiatam umat agama lainpun dilakukan. “Artinya kita tidak membedakan agama, semunya kita tekankan kebersamaan, karena kita hidup bersama, dan tanpa orang lain kita tidak bisa hidup,” kata Lukas Pade.
Lebih jauh dia mengatakan menilai memperiganti Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1430 H di Sekolahnya tersebut merupakan pendidikan yang efektif dalam mendidik prilaku siswa dalam mengenal agama mereka dengan mencontohi tauladan para Nabi. “Peringatan tersebut juga menghadirkan penceramah agama yang disampaikan oleh Ustadz Taufiqurrahman,” jelasnya.
Ia menambahkan dalam rangka peringatan Maulid Nabi ini kita memberikan kepada anak-anak guna menteladani para rasul dengan melakukan perbuatan yang nyata, selain itu siswa juga dapat mempelajari hari besar agamanya masing-masing.
Pantuan koran ini, jumlah siswa beragama Islam yang sekolah di SD tersebut sebanyak 50 persen. Begitu juga dengan peringatan hari besar agama Kristen Katolik maupun Protestan juga dilaksanakan. “Pada peringatan Paska bagi agama katolik nanti, kita juga akan mengelar acara yang sama,” ujarnya.
Ia berharap dengan peringatan hari besar islam tersebut siswa yang beragama Islam agar dapat memahami maknah pringatan kelahiran Nabinya serta sejaarah dan dapat menconto teladan yang diperintahkan. Karena agama mengajarkan kebenaran. Selain itu ia juga menyinggung masalah Ujian Nasional yang tidak lama lagi agar guru yang mengajar pada bidang studi yang akan di UN kan supaya lebih rajin dan aktif.
Sementara itu dalam ceramah yang disampaikan Ustadz Taufiqurrahman. Ia mengajak anak-anak selalu meneladani sifat Rasulullah dan menjadikannya suri tauladan yang baik. Ia juga menyampaikan sejarah kelahiran Nabi Muhammad yang telah menyebarkan ajaran Islam hingga menjadi agama yang besar. “Anak-anak yang saya sayanggi kita sebagai cipataan yang sempurna untuk itu mari kita laksanakan perintah agama yang telah diajarkan oleh Nabi Kita yaitu nabi Muhammad SAW,” katanya. (wan)



Read more...

Bisa-Bisa Tidak Dapat Milih

00.05 Reporter: HERI IRAWAN 1 Response

2 Dusun di Desa Amboyo Selatan Butuh TPS Tambahan
NGABANG - Terpencilnya dua Dusun yang ada di Desa Amboyo Selatan Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak masing-masing, Dusun Babar,Dusun Sabua dan Pagung Tembawang, merupakan salah satu kesulitan yang di hadapi oleh masyarakat yang berada di daerah ini terutama saat akan memberikan Hak suaranya pada Pemilu tanggal 9 April mendatang. kendati ke-3 daerah ini memang sangatlah terpencil dengan TPS yang merupakan tempat memberikan hak suara yang sudah di persiapkan. Menurut keterangan Kepala Desa Amboyo Selatang M.Ibrahim A. kepada Kapuas Post sabtu lalu mengungkapkan, persoalan ini memang sudah di sampaikan jauh hari sebelumnya kepada KPU tetapi hingga saat ini belum ada jawaban yang pasti untuk mengatasi masalah ini.
"3 daerah yang ada di 2 Dusun ini memang cukup terpencil yang cukup jauh dari TPS yang sudah di persiapkan, dan jarak yang cukup jauh ini akan menjadi kendala besar bagi masyarakat untuk memberikan Hak pilih mereka,"ujarnya.



Menurutnya, kalau saja kondisi seperti ini tidak di atasi terutama dengan menyiapkanTPS tambahan sudah tentu masyarakat yang ada akan terancam tidak dapat memberikan hak pilih pada pemilu tahun 2009 ini. kalaupun bisa katanya kemungkinan hanya separuh saja dari jumlah pemilih yang ada yang mencapai ratusan pemilih.
"Kalau Dusun Sebua itu jumlahnya 60 KK, Babar sekitar 40 KK dan Pagung Tembawang sekitar 50 KK jadi memang cukup banyak yang memilih di sini, makanya saya ingin di daerah ini harus ada 1 TPS lagi karena jarak dari TPS 112 itu cukup jauh bahkan sampai 4-6 Km,"ungkapnya.
Untuk itu Seraya mengharapkan adanya kebijakan dari KPU Kabupaten Landak, terutama untuk mengantisipasi agar masyarakat yang ada di daerah ini dapat memberikan hak pilih pada pemilu mendatang.
Sementara itu kalau mengenai keikut sertaan masyarakat pada pemilu yang lalu, katanya, hanya separuh saja masyarakat yang dapat memberikan hak pilihnya karena selain jarak TPS yang cukup jauh juga transportasi yang di butuhkan oleh masyarakat untuk menuju TPS juga tidak di siapkan sehingga bagi masyarakat yang tidak memiliki kendaraan sudah pasti tidak dapat memberikan suara.
"Sebagai Kepala Desa Saya sangat memohon bantuan kepada KPU Kabupaten Landak untuk dapat memberikan solusinya agar masyarakat kita yang ada di daerah ini juga dapat memberikan hak pilih mereka pada pemilu ini dan inilah yang sangatsaya harapkan," pintanya.
Sementara di tempat terpisah Ketua PPK Kecamatan Ngabang Supardi Mengatakan, memang mengenai penambahan TPS memang sudah tidak dapat di lakukan lagi karena hal tersebut sudah final artinya pelaksanaan pemilu sudah di ambang pintu sehigga apa yang di harapkan tentu sudah tidak dapat di lakukan lagi karena mengenai TPS itu sendiri sudah di tentukan oleh KPU.
"Kita inikan hanya sekedar menjalankan tugas yang mana semua kegiatan yang ada sekarang ini memang sudah di tentukan dan berdasarkan peraturan yang sudah di tentukan jadi dalam hal ini tidak ada TPS tambahan dan masyarakat yang ada di sana harus memilih pada TPS yang ada," ungkapnya.
Untuk itu katanya menyikapi adanya informasi dari Kades Amboyo selatan itu , seraya minta hal ini harus di upayakan dengan menyiapkan transportasi untuk mengangkut masyarakat pemilih menuju ke TPS yang sudah di tentukan.
"Saya rasa memang harus di siapkan kendaraannya, ya seperti tahun-tahun yang lalulah bagaimana, kan bisa," imbuhnya seraya menambahkan kepada Kepala Desa Amboyo selatan agar dapat mengajukan penambahan TPS di Desanya jauh hari sebelum pelaksanaan Pemilu. (wan)







Read more...

Camat Jelimpo Ajak Masyarakat Berikan Hak Suara

00.03 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses


JELIMPO- Camat Ngabang Ay Mustafa meminta kepada seluruh masyarakat Kecamatan Jelimpo, dapat memberikan hak suara pada Pemilu yang jatuh pada tangal 9 April 2009. Pemberian hak suara ini sangat penting, terkait dengan hasil pembangunan lima tahun Kabupaten Landak kedepan. “Sebagai Camat saya mengharapkan kepada masyarakat Jelimpo, pada tanggal 9 April 2009, bersama-sama datang di TPS untuk memberikan hak suaranya kepada para Caleg berkwalitas sesuai dengan hati nurani masing-masing, yang bebas dan rahasia, ” ajak Ay Mustafa.



Ia juga meminta kepada masyarakat perlu memiliki kesadaran dalam melaksanakan hak pilihnya dalam pemilihan legislatif dan Pilpres 2009 sehingga diharapkan masyarakat tidak menjadi golput.
Ay Mustafa menjelaskan hak politik dari warga masyarakat berada dalam Caleg selama 5 tahun, karna itu warga harus menentukan pilihannya secara benar dan tepat terhadap orang yang diyakini menjadi calong legislatif. Warga masyarakat, himbaunya, tidak boleh melakukan kesalahan dalam memilih orang.
Dia manambahkan calon legislatif pun harus menyadari bahwa hak politik warga masyarakat berada dalam calon legislatif sehingga ketika ada persoalan baik jadi atau tidak jadi anggota dewan tetap harus bertanggung jawab secara politik terhadap konstituen.
Ia menambahkan, menjelang Pemilu 2009 di Kecamatan Jelimpo, Kamtibmas berlangsung aman dan terkendali. Dan pada tanggal 2 April 2009, akan dilakukan pelatihan Linmas se Kecamatan Jelimpo. Baik untul Linmas Kecamatan, Desa maupu TPS-TPS. “Maka dari itu saya minta tenaga ke Kapolsek Ngabang, untuk melatik Linmas yang ada minimal 2 tenaga,” kata Ay Mustafa seraya mengatakan adapun Linmas yag ikut pelatihan diperkirakan ada sekitar 300 orang. (wan)







Read more...

75 Buah Scuter Club Touring ke Landak

23.33 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses

NGABANG- Sekitar 75 buah motor bejenis Scuter, Minggu (29/3) kemarin memadati lapangan sepak bola Bardan Nadi Ngabang. Kehadiran mereka kali ini tidak lain silahturahhim ke club-club Secuter se Kalimantan Barat. Guna memeraihkan acara pertama kali di Kabupaten Landak ini, rombongan Scuter dari berbagai daerah di Kalbar, seperti Pontianak, Sei Kunyit, Sanggau, Sitang, dan Pemangkat. Pukul 07.00 wib, melakukan kompoi dalam Kota Ngabang, mengambil rute pertama jalan dari Jalan Km 6, Jalaur II Ngabang, Desa Raja, Jembatan Baru Ngabang, Jembatan Lama Ngabang dan terakhir masuk lapangan sepak bola Bardan Nadi Ngabang.


Maka mereka sepakat mengadakan Turing ke Kabupaten Landak. Apa lagi di Landak, Scuter Clubnya baru terbentuk,” kata Suwono, Ketua SLAN’C kepada Kapuas Post, kemarin.
Selain mengadakan Touring, para penunggang Scuter yang kebanyakan kaum adam ini, juga melakukan berbagai permainan di lapangan sepak bola seperti lomba karung, kemudian menghampiri Scuter setelah itu dibawa dengan tidak menghidupkan kendaraan dan berjalan sekitar 6 meter, harus memakan kerupuk yang disedikan panitia perlombaan.
Suwono juga mengatakan, acara ini semakin semarak, ketika ada 2 anggota scuter club pada hari Minggu kemarin berulang tahun, tidak heran yang berulang tahun menjadi bulan-bulanan teman mereka, dengan membawa yang berulang tahun beramain-ramai ke parit. Sehingga yang berulang tahun basah kuyup ditambah dengan Lumpur. (wan)





Read more...

Tak Jera Lakukan Aktivitas Jual Kupon Putih

02.56 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses

Salah Seorang Bandar Ditangkap Polisi
NGABANG- Agen Kupon Putih (Kupu) atau Togel tampaknya tak pernah jera. Kendati Polisi sering merajia mereka, tetap saja masih ada yang berani berjualan. Pengalaman pahit inipun kembali menimpa salah seorang agen Kupu di Ngabang. Kerberhasilan mengungkap kasus ini, dilakukan Tim Reskrim Polsek Ngabang di Pasar Jati Ngabang, Rabu (25/3). Pelaku berinisial AP, 24, tidak berkutik saat ditangkap tidak ada perlawanan kemudian diamankan Mapolsek Ngabang bersama barang bukti (BB) berupa uang berjumlah Rp.210 ribu, satu buku rakap hasil penjualanguna, satu buah HP merek Nokia, selembar bukti transfer setoran, diamankan dan dimintai keterangan.


Kapolres Landak AKBP Drs Tony Ep Sinambela Msi melalui Kapolsek Ngabang, AKP A Ramdani mengatakan, kronologis penangkapan tersangka karena kepolisian mendapat informasi dari masyarakat akan aktipitas tersangka yang menjadi agen kupon puti tersebut. Setelah di selidiki anggota lidik Polsek Ngabang ternyata aktivitas tersangka memang benar. Setelah mendapat informasi yang akurat. Anggota polsek langsung mengerbek kediaman tersangka dan tersangka tidak dapat berkutik saat polisi menemukan tersangka sedang transaksi dengan pembili nomor buntut tersebut. Dengan cepat anggota lidik yang hanya berjumlah tiga orang langsung mengamankan barang bukti. Saat anggota mengeleda tersangka hanya pasrah sedangkan seorang pembeli mengambil kesempatan kabur saat anggota polisi sedang memeriksa tersangka dan mencari alat bukti lainnya. Berselang 30 menit tersangka bersama barang bukti langsung digiring ke Polsek Ngabang untuk dimintai keterangannya. “Informaasi ini sudah lama kita dapatkan namun baru ini kita dapat membuktikannya setelah diselidiki aktivitas tersangka, langsung kita tanggkap,” ujar Ramdani saat ditemui di Ruang kerjanya kemarin. (wan)



Read more...

Distribusi Surat Suara

02.54 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses

KETUA Tim Bidang Logistik KPU Landak Ya’ Dedi Supriadi menegaskan hingga saat ini KPU Landak telah mendistribusikan surat surat ke seluruh kecamatan di Kabupaten Landak.
“Kita sudah mempersiapkan seluruh logistik Pemilu ini. Semua logistik separti surat suara sudah kita distribusikan ke beberapa Kecamatan di Landak ini. Tinggal Kecamatan Ngabang saja yang belum didistribusikan logistiknya. Saya pikir inikan tidak terlalu susah untuk mendistribusikannya karena jaraknya dekat,” ujar anggota KPU Landak yang membidangi logistik Pemilu Ya’ Dedi Supriyadi yang ditemui Jumat (27/3) di sekretariatnya di KM 3 Ngabang.


Menurut Dedi, untuk pendistribusian logistik ke Kecamatan yang jaraknya cukup jauh dari ibukota Kabupaten Landak seperti Air Besar, Kuala Behe dan Sebangki, sejak jauh hari sudah didistribusikan. Namun sampai saat ini KPU Landak masih menunggu informasi dari PPK apakah logistik Pemilu yang didistribusikan itu ada yang kurang atau lebih.
“Jadi kita harap masalah tersebut secepatnya bisa dilaporkan ke KPU,” pintanya.
Sedangkan untuk pendistribusian logistik Pemilu ke Desa-desa yang cukup jauh dari ibukota Kecamatan, ia mengatakan pada dasarnya pendistribusian logistik Pemilu ini memakai sistim berjenjang, seperti dari KPU Kabupaten ke PPK, dari PPK ke PPS dan dari PPS ke KPPS. “Mudah-mudahan dalam pelaksanaan sistim berjenjang ini tidak ada permasalahan. Tapi saya yakin tidak akan terjadi permasalahan, karena memang sudah diatur sesuai dengan relnya masing-masing,” ucap Dedi yakin. (wan)




Read more...

Akibat PETI, Sungai Blantian di Aliri Lumpur Cair

02.52 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
Prihatin Pendangkalan Sungai
NGABANG - Akibat kegiatan Pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) yang sampai hari ini masih cukup marak di lakukan oleh Oknum - oknum tertentu, kondisi sungai belantian yang merupakan salah satu sungai yang melewati sejumlah Desa yang bermuara di sungai Landak sudah sangat memprihatinkan. kendati sungai tersebut saat ini sudah mengalami pendangkalan hebat akibat pasir atau tanah yang di hantarkan oleh PETI pada sungai tersebut. "Saya sama sekali tidak bisalah mengatakan bahwa ini adalah kegiatan masyarakat, tetapi lebih cocok yang melakukan PETI ini adalah ada oknumnya. bukan masyarakat,"ujar A. Mulianto, aktivis LSM Gerak Reformasi Kabupaten Landak. kepada Kapuas Post Jumat (27/03), kemarin.



Kendati katanya kalau saja kegiatan ini adalah kegiatan masyarakat, ternyata cukup banyak masyarakat yang tidak setuju, hanya tidak bisa berbuat apa-apa. Namun yang memprihatinkan akibat ulah kegitan itu, katanya, di mana sungai yang ada saat ini sudah mulai mengalami pendangkalan yang cukup hebat terutama di daerah penghuluan sungai yang notabenenya daerah yang merupakan daerah sasaran pekerja Dompeng atau PETI.
"beberapa hai yang lalu saya coba menelusuri sungai ini mulai dari muara sampai ke penghuluan daerah Ugan, kersik blantian dengan menggunakan pepet atau motor air, ternyata mulai dari daerah muara itu sudah cukup banyak sekali Dompeng sepanjang sungai ini sampai ke hulu itu rata-rata sudah di padati oleh perahu motor yang melakukan kegiatan tambang,"ujarnya.
Hanya memang yang tergolong cukup banyak Mulai dari Hilir sampai di Desa Tebedak berderet sampai di daerah penghuluan tetapi yang cukup banyak itu berada di daerah Ugan sampai ke hulu sudahdi padati oleh perahu motor milik pendompeng. Sedangkan perjalanan dari hilir menuju ke hulu sugai tersebut, menurutnya tidak ada yang mulus di karenakan sungai tersebut sudah banyak di sumbat oleh kayu yang melintang di badan sungai akibat di kegiatan PETI. Sehingga dalam perjalanan tersebut, memang harus mempersiapkan peralatan untuk memotong kayu yang bergelimpangan.
"Seperti itulah kondisi yang ada sekarang. tetapi yang paling mengkwatirkan adalah air sungai ini di daerah penghuluan saat ini sudah cukup dangkal akibat tertimbun pasir dari limbah PETI," paparnya.
Melihat kondisi sungai yang ada, katanya kalau saja kondisi yang da sekarang ini masih tetap di biarkan oleh Pemda maka ini merupakan salah satu ancaman di mana akan selalu terjadi banjir yang di akibatkan oleh ke tidak mampuan sungai menampung air di saat hujan. Sedangkan kalau di lihat dari letak sungai yang ada boleh di katakan penting. tetapi kalau di lihat dari kondisi sungai yang ada pada saat ini kondisinya juga sudah cukup membahayakan, karena sungai tersebut sudah cukup dangkal dan akibat dari pendangkalan sungai itu maka akan terjadi banjir akibat luapan air yang ada.
"Saya rasa Pemda yang dalam Hal ini Dinas terkait harus segera mengambil langkah secepatnya, sebab kalau tidak bagaimanapun ini akan sangat membahayakan dan akan selalu terjadi banjir dan akibatnya akan di tanggung oleh banyak orang terutama yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS)," ujarnya.
Sedangkan upaya lain yang bisa di lakukan untuk mengatasi pendangkalan itu katanya, adalah dengan cara mengeruk dasar sungai dan itu pun apabila kegiatan ini dapat di hentikan. tetapi kalau saja para oknum itu tidak juga sadar tentu saja hal itu tidak bisa du lakukan.
"Saya rasa ini juga menjadi tanggung jawab masyarakat yang ada. terutama aparat pemerintahan Desa yang ada. artinya bagaimana dia kog bisa tidak ambil peduli dengan orang yang sudah nyata merusak lingkungan termasuk sungai yang ada, padahal seharusnya dia tahu kalau akibat dari pekerjaan itu akan memberikan bencana ke depannya banjir sudah pasti ini yang harus kita antisipasi,"ungkapnya.
Untuk itu katanya, seraya meminta agar Dinas terkait segera menangani masalah ini agar jangan sampai berlarut-larut. kendati katanya, dari pengamatanya, kondisi yang ada sekarang, kegiatan PETI ini bukannya berkurang, melainkan semakin bertambah banyak tetapi kontribusi apa yang di berikan kepada Pemda, bahkan sebaliknya kondisi lingkungan yang ada di daerah ini umumnya Landak sudah semakin kritis ulah Peti tersebut. (wan)


Read more...

Bupati Himbau Antisipasi Pertukaran Surat Suara

02.48 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses

NGABANG- Bupati Landak Adrianus AS mengatakan Rapat Kerja (Raker) Camat yang dilakukan akan membicarakan masalah-masalah yang berkaitan dengan Pemilu, baik Pemilu legislatif maupun Pemilu Presiden. “Jadi dalam raker ini akan dibicarakan masalah-masalah yang berkaitan dengan Pemilu legislatif maupun Pemilu Presiden. Terutama yang dibicarakan masalah-masalah yang menyangkut logistik Pemilu yang masih simpang siur. Tapi dari laporan Ketua KPU Landak mengatakan bahwa surat suara sudah siap dan tinggal didistribusikan. Tidak ada yang tertukar dengan Kabupaten lain,” ujar Bupati ketika memberikan arahan dalam Raker Camat se Kabupaten Landak, di aula Kantor Bupati Landak, belum lama ini.

Namun demikian yang perlu dicermati dan diwaspadai, kata Bupati, yakni adanya pertukaran surat suara antara daerah pemilihan. Sebab KPU sibuk mendistribusikan logistik, sehingga surat suara ini tidak terkontrol lagi. “Coba mulai dari Camat, Kades atau tim koordinasi di tingkat Kabupaten bisa melihat apakah sudah benar pendistrian surat suara untuk daerah pemilihannya sendiri. Ada kemungkinan dapil I tertukar dengan Dapil V atau nyasar,” ingatnya seraya menambahakan peran serta Pemerintah Daerah dalam menyelenggarakan Pemilihan Umum (Pemilu) yang berkualitas memang sangat dibutuhkan sekali. Demikian juga pada pelaksanaan Pemilu tahun 2009, pemerintah juga mempunyai tanggungjawab untuk mensukseskan pesta demokrasi itu.
Selain itu bilik suara juga mendapat perhatian Bupati. Apalagi dalam pelaksanaan Pemilu ini berada dikondisi yang serba terbatas, baik dari segi personil maupun dananya. “Kalau personilnya terbatas, dananya cukup atau lebih, kita bisa bayar orang untuk angkut logistik ini. Tapi sekarang ini, sudahlah personilnya terbatas, dananyapun terbatas. Kalau tidak salah sampai saat ini dana KPU belum cair,” katanya. Oleh karena itu, lanjutnya, jika ada kekurangan logistik bilik suara, apakah itu kelompok penyelenggara Pemilu atau pemungutan, apakah Kades atau Camat, bisa mensiasati hal ini. “Barangkali kebetulan ada yang baru beli kulkas, kartonnya besar. Jika ada kekurangan bilik suara, bisa saja karton itu dibuat untuk bilik suara. Yang penting pada saat memberikan pilihan tidak dilihat orang lain,” sarannya.
Ia berharap para penyelenggara Pemilu dibawah KPU jangan terpaku pada logistik yang dibagikan KPU sendiri. Namun demikian yang paling sulit yakni masalah kotak suara. Sebab kotak suara ini sudah baku. “Kalau memang kotak suaranya kurang, segera laporkan ke KPU. Demikian juga yang masih menjadi masalah yakni pakaian hansip yang masih kurang,” katanya. Bupati lantas menjelaskan ada tiga sumber anggaran untuk pengadaan pakaian Hansip ini yaitu dari APBD Kabupaten, APBD Provinsi dan APBD Pusat. “Konon yang masih simpang siur dan belum genah ini adalah kiriman dari Pusat. Di Kantor Pos Ngabang sendiri masih banyak baju Hansip yang belum diambil oleh Camat. Mudah-mudahan pulang dari raker ini Camat bisa mengambil baju Hansip tersebut,” pintanya.
Yang paling riskan sekali, kata Bupati yakni masalah honor dan segala macamnya. Sebab keuangan KPU belum cair. Apalagi dukungan dari Pemkab Landak hanya sebesar Rp. 500 juta. Dana dari Pemkab Landak digunakan untuk mendukung kegiatan tim koordinasi di tingkat Kabupaten. “Aturannya Pemda tidak boleh membiayai. Kalau ada Bupati yang berani-berani membiayai kegiatan KPU, bisa dianggap korupsi. Ini susahnya, kita bantupun masih dianggap korupsi,” ungkapnya.
Selain Camat, hadir juga seluruh Sekretaris Kecamatan (Sekcam), Kepala Desa (Kades), Sekretaris Desa (Sekdes), Ketua Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK) dan Ketua Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) se Landak. Sedangkan sebagai nara sumber selain Bupati Landak dan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Landak Sudianto, juga dari beberapa instansi yang berkaitan dengan penyelenggaraan Pemilu. (wan)




Read more...

Masyarakat Kari-Semosok Dambakan Jalan

02.41 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG - Sejumlah daerah yang yang ada di kawasan Kota Ngabang Kabupaten Landak, yang hanya memiliki jarak beberapa Km saja ternyata masih cukup banyak yang belum memiliki akses jalan bahkan ada yang masih menggunakan jalan setapak karena tidak ada perusahaan yang membangun perkebunan di daerah itu, sehingga jangankan jalan yang permanen badan jalansaja belum ada bahkan yang ada saat ini adalah jalan setapak yang di bangun oleh masyarakat secara swadaya.
"Sebagai masyarakat tentu saja kita sangat menginkan jalan dari Pemda, karena sampai saat ini kami masih menggunakan jalan setapak kalau di lihat letak daerah ini hanya berjarak sekitar 7 Km dari Kota Ngabang yang nota Benenya Ibu Kota Kabupaten Landak," kata Petrus warga setempat kepada Kapuas Post jumat (27/03) kemarin.


Menurutnya pihaknya sebagai masyarakat yang berdominsili di daerah ini sangatlah berharap adanya perhatian dari Pemda Landak, kendati sampai saat ini beberapa daerah yang ada di kawasan ini masih belum ada memiliki jalan yang baik. bahkan badan jalan saja belum ada apalagi jalan yang permanen tentu saja masih sangat jauh dari harapan. padahal kalau di lihat dari kebutuhan masyarakat sudah saatnya Pemda melihat hal seperti ini. karena menurutnya saat ini masyarakat juga masih sangat tertinggal terutama transportsi yang sesuai dengan lagu "Aku Masih Seperti Yang Dulu".
"Kalau saya lihat Kondisi ini bukan hanya di Kari, tetapi juga beberapa daerah di Desa Tebedak dan sekitarnya juga masih sepertii yang dulu belum ada perubahan. artinya kalau saat ini ada jalan yang sedikit bagus itu kerj keras dari masyarakat, sedangkan upaya dari Pemda itu masih belum ada," ujarnya.
Padahal katanya, kalau aja mengenai ada atau tidak mengajukan permohonan, Seraya mengaku upaya tersebut sudah di lakukan bahkan sudah berulang kali hanya saja sampai saat ini belum ada realisasinya dari Pemda. untuk itu Seraya mengatakan agar ada sedikit perhatian dari Pemda terutama mengenai pembangunan jalan yang menghubungi Kari ke Desa Tebedan atau ke jalan Raya, sehingga dengn adanya hal ini maka dengan sendirinya masyarakat yang ada di Kari tidak lagi selalu menggunakan jalan setapak. (wan)

Read more...

Dukung Perangi Jurnalistik yang Tidak Etis

00.44 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses


NGABANG- Dewan Pers mengaku prihatin atas meningkatnya kasus penyalahgunaan profesi wartawan oleh oknum-oknum tertentu. Saking geramnya, Dewan Pers mengirim siaran pers meminta bantuan kepada pemerintah daerah di seluruh Indonesia untuk membantu memerangi praktik-praktik jurnalistik yang tidak etis tersebut.
Dewan Pers berharap masyarakat, terutama pemerintah daerah, di seluruh Indonesia dapat membantu memerangi praktik-praktik jurnalistik tidak etis demi penegakan kemerdekaan pers. Sebab, akhir-akhir ini Dewan Pers menerima sejumlah pengaduan dan keluhan dari berbagai pihak mengenai penyalahgunaan profesi wartawan.
Hal itu dikatakan Wakil Ketua Dewan Pers Sabam Leo Batubara dalam siaran pers tentang Surat Terbuka Dewan Pers kepada Pemerintah Daerah di Seluruh Indonesia, yang diterima hari Minggu (22/3). ”Mereka yang mengaku wartawan itu memeras, memaksa, atau mengancam narasumber,” katanya.


Menanggapi pemberitaan ini, Wakil Ketua Aliansi Reporter Landak (ARL), Kundori mendukung sepenuhnya dan meminta kepada pemerintah daerah, di seluruh Indonesia dapat membantu memerangi praktik-praktik jurnalistik tidak etis demi penegakan kemerdekaan pers.
Ia menjelaskan, pelanggaran etika itu memanfaatkan kemerdekaan pers dengan menyalahgunakan prinsip-prinsip kemerdekaan pers untuk keuntungan atau kepentingan individu. Dengan menyalahgunakan kartu pers, organisasi wartawan, atau institusi pers, sejumlah individu mengidentifikasi diri sebagai ”wartawan” untuk mencari keuntungan tidak etis.
Bahkan menurut Wakil Ketua Dewan Pers Leo Batubara, Dewan Pers tanggal 5 Maret 2008 mengeluarkan pernyataan tentang Praktik Jurnalistik yang Tidak Etis. Pernyataan yang ditandatangani Ketua Dewan Pers Prof Dr Ichlasul Amal MA memuat empat poin.
Pertama, wartawan wajib menegakkan prinsip-prinsip etika, sesuai dengan kode etik jurnalistik (KEJ). Wartawan tidak melakukan pemaksaan dan klaim sepihak terhadap informasi yang ingin dikonfirmasikan
Kedua, wartawan tidak boleh menerima suap (amplop) dari narasumber. Ketiga, masyarakat berhak menanyakan identitas wartawan dan mengecek kebenaran status media tempatnya bekerja. Masyarakat berhak menolak melayani wartawan.
Keempat, Dewan Pers mengimbau agar komunitas wartawan dan pers bahu-membahu bersama masyarakat memerangi penyalahgunaan profesi wartawan dan melaporkan ke polisi. (wan)




Read more...

15 Oknum Polisi Disidang Disiplin

00.26 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses


NGABANG- Lima Belas oknum anggota Polres Landak terpaksa menjalani sidang disiplin yang dipimpin oleh AKBP Tony EP Sinambela, didampingi AKP Cevi Noval, AKP Luki F, dan Sekretaris IPDA Sutiono di Balai Kemitraan Polisi-Masyarakat, Rabu (25/3).
Ke lima belas terperiksa masing-masing diketahui 14 anggota dari satuan Dalmas dan 1 anggota dari Provos dihadapkan dalam persidangan disiplin oleh penuntut Bripka Deni Hermawan. Dalam persidangan itu juga telah hadir beberapa saksi seperti Julian Heriansyah, Guntur Saputra dan Hermiyanto, dan mereka juga ditemani masing-masing orang tuanya.
Dalam persidangan ini, penuntut mengungkapkan kejadian penganiaayan terhadap 3 pelajar pada hari Jumat tanggal 6 Februari 2009 sekitar pukul 21.30 wib, terdapat 2 pertimbangan meringakan, karena para terperikasa masih muda dan masih bisa dibina. Sedangkan yang memberatkan para terperiksa telah terbukti melakukan pelanggaran institusi Polri, melakukan pembubaran kepada kelompok sepada motor pada hari Jumat tanggal 6 Februari 2009 pukul 21.30 wib, di halaman kantor DPRD Kabupaten Landak. Tanpa ada perintah dari unsur pimpinan serta dilakukan dalam tidak terorganisir dan tidak ada laporan tindakan ke pimpinan baik secara lisan maupun secara tertulis. Selanjutnya, kata Deni, untuk terperiksa Bripda EP diperberat dengan telah melakukan pelanggaran lain dengan melakukan pemukulan (sangkaan) kepada salah satu dari saksi korban. Dengan cara mengunakan telapak tangan kanan yang mengenai pelipis salah satu korban.
“Atas kesalahan ini dimohon kepada pimpinan sidang disiplin agar 15 terperiksa dijatuhi hukuman disiplin, beruapa ditempatkan dalam tempat khusus selama 14 hari,” kata Deni. Atas kesalahan pelanggaran disiplin yang dilakukan itu, penuntut memohon kepada pimpinan siding disiplin, agar terperiksa atas nama Brida EP, dijatuhi sangsi hukuman disiplin berupa ditunda kenaikan pangkat selama periode, ditempatkan dalam satu tempat khusus selama 14 hari.
Kapolres Landak Tony EP Sinambela, mengatakan bahwa sidang disiplin ini digelar dalam rangka untuk mengadili oknum anggota polisi yang melakukan pelanggaran disiplin.
Ini kami lakukan untuk memberikan efek jera kepada anggota lain, sehingga dalam persidangan ini disaksikan oleh anggota polisi yang lain dan mereka dapat melihat dampaknya jika tidak disiplin,” kata Kapolres.
Kapolres juga mengungkapkan bahwa sidang disiplin ini menunjukkan kepada masyarakat bahwa polisi transparan menindak terhadap oknum anggotanya yang melakukan pelanggaran disiplin, termasuk yang melakukan pelanggaran atau tindak pidana.
”Sekecil apapun pelanggaran yang dilakukan anggota, tetap kami tindak lanjuti, jika pelanggaran disiplin akan kami sidang disiplin, sedangkan jika melakukan pidana ya kami proses pidana,” ujarnya.
Disinggung keputusan sidang disiplin 15 oknum anggota Polres Landak? Kapolres menegaskan telah ditetapkan 15 oknum anggota Polres Landak ditempatkan dalam tempat khusus selama 14 hari. “Mereka ini berpariasi ada yang kena 7 hari atau selama 14 hari, dilihat dari kesalahan mereka. Sementara untuk terperiksa Bripda EP, akhirnya kita berikan putusan penundaan pendidikan selama 1 tahun, ditambah dengan penempatan khusus selama 14 hari,” jelas Kapolres seraya menambahkan, yang terbukti melakukan pemukulan, kedepan akan diselesaikan lewat sidang pengadilan . (wan)

Read more...

Hidup Prihatin

00.25 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses

Masyarakat Landak tidak khawatir akan kelaparan menghadapi krisis ekonomi global yang saat ini melanda dunia. Sebab Kabupaten Landak saat ini menduduki peringkat ke dua dibidang produksi padi se Kalimantan Barat dengan peningkatan produksi pada tahun 2008 mencapai 176.000 ton lebih. Hal ini disampaikan bupati dihadapan ratusan masyarakat Landak yang menghadiri penutupan Festival Budaya Binua Landak (FBBL) yang berlangsung Jumat malam pekan lalu di lapangan sepakbola Bardanadi Ngabang. “Dari 176.000 ton lebih itu, konsumsi dalam daerah hanya mencapai 54.000 ton lebih. Ini berarti masih ada kelebihan sekitar 122.000 ton yang bisa kita jual. Nah, kalau ada rakyat Landak yang saat ini kelaparan, itu rakyat yang bodoh, itu rakyat yang malas,” tegas bupati.
Oleh karena itu menghadapi krisis ekonomi global, bupati menghimbau kepada masyarakat Landak untuk memanfaatkan apa yang ada disekitar masyarakat itu sendiri. Namun bukan berarti memanfaatkan besi-besi jembatan untuk dijual, tapi memanfaatkan perkarangan untuk ditanami tanaman-tanaman yang berharga dan bernilai jual. (wan)

Read more...

Kasus Pengedar Inex Terus Ditindak Lanjuti

00.24 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses


KAPOLSEK Ngabang AKP. A. Ramdani menyatakan pihak polisi masih mengembangkan 2 (dua) kasus penangkapan pengedar ekstansi atau inex beberapa waktu lalu salah satu Cafe bilangan Desa Tebedak Kecamatan Ngabang. “Saat ini kami sedang mengirim barang bukti (bb) 10 buah inex ke Balai POM Pontianak,”kata mantan Kapolsek Mandor ini.
Ini dilakukan agar kita bisa mengetahui secara seksama jenis atau golongan barang haram, ini, kendati diatas kertas kita memang mengetahui, karena ada saksi ahlinya, maka bb harus diserahkan ke Balai POM Pontianak. (wan)

Read more...

Surat Suara Yang Rusak Hanya 639 Buah

00.22 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses


NGABANG- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Landak Sudianto menegaskan sampai saat ini KPU Kabupaten Landak telah berhasil menyortir dan pelipatan surat suara rusak sebanyak 639 buah. Namun kersuakan ini tidak mempengaruhi pendistribusian surat suara ke kecamatan-kecamatan yang ada di Kabupaten Landak.
“Kerusakan ini terdiri dari empat jenis surat suara seperti untuk DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Provinsi, DPR RI dan DPD, termasuk disitu ada kerusakan surat suara untuk DPRD Kabupaten/Kota masing-masing Dapil ada yang rusak, ” kata Sudianto, kepada Kapuas Post, Kamis (26/3), kemarin disela-sela pengiriman surat suara untuk Kecamatan Sengah Temila, Mandor dan Menyuke.
Menindak lanjuti kerusakan ini, Sudianto sudah melakukan koordinasi dengan KPU Propinsi Kalimantan Barat, minta segera menganti surat suara yang rusak. “Kita tahu ini tidak mempengaruhi dalam proses pendistribusian surat suara ke masing-masing kecamatan. Kita lihat untuk menutupi yang 2 persen adalah daerah yang dekat, makanya kita sambil menunggu kedatangan surat suara,” jelasnya.
Kepastian kapan dikirim surat suara, lanjut pria berkumis tebal ini, bahwa mulai hari Kamis siang (kemarin, red), diperoleh konfirmasi pengirimam barang akan masuk ke dalam Kota Ngabang dan suarat suara harus masuk ke tingkat PPK, kita prediksi paling lambat masuk tanggal 28-29 Maret 2009 sudah ada.
“Beberapa kecamatan sudah kita kirim surat suara, dan untuk hari ini ada tiga kecamatan yang kembali kita kirim surat suaranya untuk Kecamatan Sengah Temila, Mandor dan Menyuke,” ungkapnya.
Sudianto juga menjelaskan, adanya permintaan warga Dusun Senggoang Desa Tahu Kecamatan Meranti, 2 TPS sangat jauh? Bahwa pihaknya tidak bisa berbuat banyak, namun pihaknya hanya bisa memberikan solusi dukungan, berupa angkutan, tapi untuk menarik TPS yang lebih dekat tidak bisa atau menambah TPS baru.
Masih kata Sudianto, menyangkut sosialisasi hingga kini, terus melakukan sosialiasi, baik melibatkan media pers, radio, pemilih pemula, sampailah ke tingkat desa. Hanya, saja kedepan akan ada tindak lanjut sosialisasi serentak yang direncanangkankan pada tanggal 7 April 2009. Oleh seluruh KPPS disekitar tempat pemilihan masyarakat. “Dikabupaten Landak kita harapkan tidak ada masyarakatnya tidak tahu. Dan kita juga berharap dalam kontek sosialisasi, lembaga-lembaga atau LSM atau Tim Koordiansi Pemda Landak, tidak jalan sendiri, mereka harus melibatkan pihak penyelenggaran. Supaya tidak salah mensosialisasikan tata cara pemberikan hak suara, seperti yang di ungkapkan Koordiantor Lapangan Kelompok Independen Pendidikan Politik dari Lembaga Pengkajian Stusi Arus Informasi (LPS AIR), Fahrulrazi,” katanya.
Sudianto menilai, apa yang dikatakannya salah, ini perlu diklarifikasi, tidak mengacaukan pemilu pada tangal 9 April 2009. aturan yang sudah jelas, jangan gara-gara salah pemahaman, akhirnya memberikan pemahaman yang keliru kepada masyarakat,” ungkpanya.
Seperti kata, penandaan yang benar adalah pada partai politik, pada Caleg. Bila ada penandaan orang pada partai dan caleg dianggap sah. Sahnya diberikan pada caleg. Kalau ada tiga penandaan, yakni pada 2 orang Caleg dan partai, maka sah dan suara diberikan pada partai. “Pengertian ini sebenarnya salah, tidak sah bila dalam pemberian suara dengan conreng dilakukan pada 2 nama Caleg. Yang benar adalah Contreng atau Centang pada partai, centang pada nomor urut dan centang pada kolom nama Caleg. Sedangkan untuk DPD cukup centang pada kolom foto Calon Anggota DPD,” beber Sudianto. (wan)

Read more...

Minta Pemda Peduli Kontestan KDI 6

00.22 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG- Audisi KDI-6 telah dilaksanakan di Kabupaten Landak pada Sabtu (21/3) yang lalu. Akhirnya pada audisi yang diikuti 15 kontestan tersebut berhasil memilih 2 (dua) peserta terbaik untuk diloloskan ke Zona bebas Jakarta pada (28/3) nanti. “Kami sangat kecewa dengan Pemkab Landak yang tidak respon dengan kegiatan yang digelar oleh Parfi Kalbar (Pengurus Artis Film Indonesia) dikabupaten Landak,” ujar Farida Ketua Parfi Kalbar kepada wartawan Sabtu (21/3).
Menurut Farida ,sangat disayangkan apabila pemkab tidak merespon kegiatan bergengsioleh TPI. Pada hal, Audisi Kontes Dangdut TPI-6 yang dilakukan ID Bumi Intan Landak itu adalah untukmenggali bakat serta merngembangkannya
hingga ketingklat Nasional. Dan ternyata Kabupaten Landak setelah kita adakan audisi tak kalah dengan Kabupaten lain seperti, Sanggau, Sekadau, Sintang.
Ternyata Kabupaten Landak memiliki putri yang berbakat menjadi bintang Dangdut masa Depan,yaitu Halimah dan Nurul yang berhasil sebagai pemenang pada audisi yang
diselenggarakan di restoran Dangau Landak Ngabang Sabtu lalu.
Selain itu, Farida juga mengharapkan kepada Pemkab Landak untuk mendukung keberangkatan dua Kontestan yang akan mengikuti Zona Bebas Jakarta pada, Sabtu (28/3).
Sekali lagi dikatakan Farida,agar Pemkab Landak dapat mendukung baik moral maupun Dana keberangkatan Kontestan. Dan sangat disayangkan apabila bakat yang dimiliki oleh
Halimah dan Nurul tidak disertai dukungan yang tinggi dari masyarakat beserta pemerintah Kabupaten Landak sendiri untuk hadir ke Jakarta mengikuti Zona bebas sehingga nama Kabupaten Landak tidak kalah dengan kabupaten lain yang ada di
Kalbar, tutur Farida. (wan)

Read more...

PT Cemaru Tanaman Sawit Seluas 400 Ha

00.21 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses

NGABANG- PT. Cemaru Lestari yang merupakan anak cabang dari Bumi Raya Indah Group yang beroperasi di Kecamatan Ngabang persisnya di Desa Amboyo Selatan, Sebirang dan Balai Peluntan awalnya gonjang-ganjing. Perusahaan perkebunan sawit ini dalam beberapa tahun silam dikatakan perusahaan yang tidak akan berhasil.
“Tapi dalam kurun 6 tahun telah dipimpin oleh Menajer Ir.Tobias Muda yang sudah berani bekerja keras, saat ini kebun ini mulai menunjukan hasil dan petani yang mendapat kebun juga merasa sejahtera,” kata Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Ngabang Syaidan Ameng, Selasa (24/3).
Adapun kesejahteraan petani selain mampu mengatasi kebutuhan pangan juga saat ini hampir setiap petani sudah memiliki kendaraan rida dua yang sebelumnya mereka hanya pakai motor air. Selain itu, sebelum dibukanya perkebunan PT Cemaru ini, darah tersebut sangat tertinggal dan sekarang dapat dilihat secara nyata dari RT 05 Dusun Nahayak menuju Desa Sebirang dan Benua Sangku sudah boleh dilewati oleh kendaraan roda empat. “Ini terbukti karena berkat kerjasama Pemkab Landak dengan pihak perusahaan guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat di bidang komunikasi dan transportasi, selain itu untuk tahun ini PT Cemaru juga sudah mengembangkan tanaman sawit seluas mencapai 400 hektara,” kata Syaidan yang mendapat informasi ini ketika Manejer Tobias Muda bertandang di kediamaanya, belum lama ini.
Lebih lanjut, Syaidan memaparkan, pengembangan sawit itu saat ini sudah selesai penanamannya. Rencana tanaman baru ini untuk penambahan kebun inti dan tahun 2010 mendatang akan diadakan penambahan lagi seluas 1000 hektare. “Alasan perusahaan, karena masih banyak penduduk yang baru berkeluarga yang sekarang belum mendapat pembagian kebun sawit,” kata Syaidan.
Sementara Manajer PT Cemaru Lestasi Ir Tobias Muda mengatakan, kerja yang diterapkan adalah tidak terlepas dari koordinasi, baik dengan petani pesarta maupun petugas di dusun dan desa di sekitar kebun yang bersangkutan. Untuk itu ia berharap petani semua dapat bekerja keras guna untuk membangun mereka agar menjadi petani yang handal dan mandiri. “Mudah-mudahan ke depan kebun kita maju lebih baik,” imbuhnya. (wan)

Read more...

Jalan Ngaban-Serimbu Harus Ada Yang Menggiring

06.51 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses


SEKRETARIS DPD Partai Golkar Kalimantan Barat, Nehen mengatakan selama ini pembiayaan jalan yang menghubungkan Ngabang, Serimbu dan Kuala Behen. Masih jauh dari harapan masyarakat, apa lagi setiap tahunya dana yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat hanya berkisar 6-9 miliar. “Selama ini agenda untuk mengiring jalan ini dari anggota Legeslatif khususnya dari putra kecamatan Air Besar belum ada. Jangan heran masalah jalan ini tidak terselesaikan pembangunnya, ” kata Nehen, ketika di Ngabang, kemarin.
Agara masalah jalan ini bisa tuntas, maka harus ada keselarasan dari anggota legeslatif DPRD Kabupaten Landak, termasuk anggota DPP RI, mengiring masalah ini supaya perbaikan jalan Ngabang, Serinbu tuntas. (wan)

Read more...

TPS Jauh Ancam Tak Ikut Pemilu

06.51 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses

TERNYATA masalah jauhnya Tempat Pemungutan Suara (TPS) masih menjadin kendala dalam memberikan hak suaranya pada Pemilu tanggal 9 April 2009 mendatang. Dan masyarakat akan mengancam, bila tidak ada perubahan tempat TPS maka, masyarakat akan melakukan Golongan Putih (Golput) atau tidak memilih. “Karena jauh jarak tempuh untuk memberikan suara di TPS, sekitar 7 Km atau 2 jam perjalanan,” kata Rinto, tokoh masyarakat Kecamatan Meranti kepada Kapuas Post, kemarin.
Desa yang dimaksud adalah TPS di Dusun Senggoang, maka dari itu KPU Kabupaten Landak, harus mengambil langkah yang kongrot, bagaimana caranya supaya masyarakat disana bisa memberikan hak suaranya, dan bila KPU Kabupaten Landak tidak memberikan tanggapan, artinya menghilangkan hak pilih mereka, otomatis masyarakat mengancam tidak akan dating ke TPS 3 Desa Tahu Kecamata Meranti di Dapil Landak 4. “Untuk jumlah KK ada 28 dan pemilih ada 139 orang ini kusus di Dusun Senggoang Desa Tahu Kecamatan Merati,” ungkap Caleg dari Partai Hanura ini. (wan)

Read more...

Kades Diberikan Tugas Menjaga Ketentraman Dan Ketertiban Masyarakat

06.50 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses

DARIT- Orang nomor satu di Kabupaten landak Bupati Landak Adrianus Asia Sidot, beberapa hari terakhir melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) yaitu sari tanggal 20-23 Maret 2009. Dalam Kunkernya itu bupati melantik sejumlah kepala desa (kades) di wilayah Kecamatan Menyuke dan Banyuke Hulu. Diantaranya Kades Untang, A Pera Kamsul, Kades Semade, Ombeng, Kades Padang Pio, Akun, kades Kampet Ardi, kades Gamang Rusni, Kades Ringo Lajok, F Cius dan Kades Tembawang Bale, Paulus Krisono.
Bupati dalam pengarahan mengatakan, Kades sebagai penyelenggara urusan rumah tangga desa di bidang pemerintahan, pembangunan dan pembinaan masyarakat serta penyelanggaraan administrasi desa. “Kades diberikan tugas menjaga ketentraman dan ketertiban masyarakat, melaksanakan kegiatan koordinasi baik tingkat kecamatan maupun kabupaten dalam rangka pelaksananan urusan pemerintah lainnya,”urai Adrianus.
Dikaitkan dengan tugas-tugas Kades, maka sejalan dengan pelaksanaan otonomi daerah dalam arti dapat menerima kritik dan saran dari masyarakat yang bersifat membangun, serta menjalankan berbagai program secara berkesinambungan baik yang sudah maupun yang akan dilaksanakan sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan tugas seorang Kades. “Sebagai seorang pemimpin di desa, Kades harus mampu bertindak sebagai pelayan yang baik, jujur dan transparan, berwibawa yang didukung oleh sikap mental serta berprilaku terpuji yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari baik di lingkungan masyarakat dan keluarga,” pesan Adrianus.
Mantan Kadis Pendidikan ini juga menegaskan, Kades agar lebih memperhatikan tugas-tugas yang menyangkut tertib administrasi dan tertib penggunaan keuangan seperti, pengisian buku register desa, laporan bulanan dan laporan tahunan desa, rencana kerja tahunan desa, menyusul APBDes, membuat peraturan desa bersama Badan Permusyawatan Desa dan mempertanggungjawabkan keuangan seperti alokasi dana desa setiap tri wulan dalam tahun berjalan.
“Kepala mantan Kades, saya atas nama pribadi dan Pemkab Landak mengucapkan terima kasih atas pengabdian yang diberikan selama menjalankan tugas sebagai Kades, semoga amal kebaikan mendapatkan berkat yang setimpal dati Tuhan Yang Maha Kuasa,” tandas Adrianus. (wan/humas)

Read more...

Golkar Gelar Kampanye Dialogis

06.46 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses


Berjuang Demi Terwujudnya Indonesia Baru Yang Maju, Modern
NGABANG– Menyosialisasikan tata cara pencontrengan, mengimbau para kader dan masyarakat agar tidak golput (tidak memilih), dan meminta kepada masyarakat memilih Calon Anggota Legislatif (Caleg) yang disukai sesuai dengan hati nurani. Hal tersebut adalah benang merah dari “Kampanye Dialogis” Dapil Landak I (Ngabang-Jelimpo) yang digelar DPD Partai Golkar Kabupaten Landak, di aula pertemuan Desa Raja Kecamatan Ngabang Senin (23/3).
Kegiatan itu dihadiri para Caleg dari partai berlogo pohon beringin yang mencalonkan diri dari daerah pemilihan DPR RI, Provinsi dan Kabupaten Landak. Mereka yang hadir, Yohanes Nenes, Nehen, Sutrisno, Sri Wahyuni, Klemen Apui, Sudarmo, dan Alosius Galkar, serta seluruh kader, simpatisan dan calon saksi yang berjumlah ratusan orang ini.
Sekretaris DPD Partai Golkar Kalimantan Barat, Nehen , mengatakan adapun visi Partai Golkar berjuang demi terwujudnya Indonesia baru yang maju, modern, bersatu, damai, adil dan makmur dengan masyarakat yang beriman dan bertaqwa, berakhlak baik, menjunjung tinggi hak asasi manusia, cinta tanah air, demokratis, dan adil dalam tatanan masyarakat madani yang mandiri, terbuka, egaliter, berkesadaran hukum dan lingkungan, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki etos kerja dan semangat kekaryaan, serta disiplin yang tinggi.
Dengan visi ini maka Partai GOLKAR hendak mewujudkan kehidupan politik nasional yang demokratis melalui pelaksanaan agenda-agenda reformasi politik yang diarahkan untuk melakukan serangkaian koreksi terencana, melembaga dan berkesinambungan terhadap seluruh bidang kehidupan. Reformasi pada sejatinya adalah upaya untuk menata kembali sistem kenegaraan kita disemua bidang agar kita dapat bangkit kembali dalam suasana yang lebih terbuka dan demokratis. Bagi Partai GOLKAR upaya mewujudkan kehidupan politik yang demokratis yang bertumpu pada kedaulatan rakyat adalah cita-cita sejak kelahirannya.
Dalam rangka mengaktualisasikan doktrin dan mewujudkan visi tersebut Partai GOLKAR dengan ini menegaskan misi perjuangannya, yakni: menegakkan, mengamalkan, dan mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa demi untuk memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia; dan mewujudkan cita-cita Proklamasi melalui pelaksanaan pembangunan nasional di segala bidang untuk mewujudkan masyarakat yang demokratis, menegakkan supremasi hukum, mewujudkan kesejahteraan rakyat, dan hak-hak asasi manusia.
Dalam rangka membawa misi mulia tersebut Partai GOLKAR melaksanakan fungsi-fungsi sebagai sebuah partai politik moderen, yaitu:
Pertama: mempertegas komitmen untuk menyerap, memadukan, mengartikulasikan, dan memperjuangkan aspirasi serta kepentingan rakyat sehingga menjadi kebijakan politik yang bersifat publik.
Kedua, melakukan rekruitmen kader-kader yang berkualitas melalui sistem prestasi (merit system) untuk dapat dipilih oleh rakyat menduduki posisi-posisi politik atau jabatan-jabatan publik. Dengan posisi atau jabatan politik ini maka para kader dapat mengontrol atau mempengaruhi jalannya pemerintahan untuk diabdikan sepenuhnya bagi kepentingan dan kesejahteraan rakyat.
Ketiga, meningkatkan proses pendidikan dan komunikasi politik yang dialogis dan partisipatif, yaitu membuka diri terhadap berbagai pikiran, aspirasi dan kritik dari masyarakat. Untuk itu, ia berharap dalam Pemilu tanggal 9 April 2009 mendatang masyarakat yang cinta dengan pohon beringin harus memenangkan Partai Golkar, sehingga pembangunan di Kabupaten Landak, semakin maju dan berkembang, katanya.
Caleg DPR RI, nomor urut 8, Yohnes Nenes dalam orasi singkatnya, mengatakan kalau dirinya adalah putra asli Kabupaten Landak, lahir di Pahuman. Dan ia meminta kepada masyarakat Kabupaten Landak, dalam Pemilu mendatang, ada putra asli Kabupaten Landak duduk di kursi senayan Jakarta. “Oleh karena itu, pada tanggal 9 April mendatang, Partai Golkar harus kita menangkan,” harapnya seraya menegaskan Pemilu tidak lama lagi, maka kita jangan berpangku tangan, jika kita lengkah maka kita akan disalip partai lain.
Ditambahkan, Klemen Apui Caleg Dapil Landak I, menyatakan hingga saat ini kita dihinggapi sebuah penyakit, dimana para Celeg dipusingkan banyaknya partai, dan Caleg. Bahkan, diantara Caleg itu ada yang dinamakan keponakan, adik, kakek dan ada segala macam. “Mungkin ini para bapak-bapak dan ibu-ibu dengar ketika para Celeg masuk dan keluar kampong. Mungkin mereka membagikan kain sarung, sembako, dan sebagainya, atau mengiminggi uang. Tapi kita dari Caleg Partai Golkar ingin mengatakan sejujurnya, apa sebenarnya tugas anggota Legeslatif,” katanya. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Landak ini juga mengatakan, dalam Kampanye Dialogis kali ini, hadir para Celeg ada 6 orang, mungkin diantara Caleg ini ada masing-masing kelebihannya, dan untuk kelebihan dirinya, mungkin sudah menjabat 2 kali anggota Legeslatif. “Saya serahkan semunya kepada masyarakat untuk memilih siapa yang layak duduk di kusrsi DPRD Kabupaten Landak, saya yakin itu semua ada dihati bapak-bapak dan ibu-ibu,” tegas caleg nomor urut 3 ini. (wan/biz)

Read more...

Wujudkan Pemilu Yang Aman

06.45 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses

Tanamkan Rasa Saling Menghargai
NGABANG - Pelaksanaan kegiatan kampaye di lapangan terbuka yang di lakukan oleh para caleg dari Parpol peserta Pemilu khususnya di Kabupaten Landak yang hingga saat ini Masih berjalan lancar, yang artinya belum ada terdapat pelanggaran yang di lakukan oleh para pelaksana kegiatan kampaye.
"Saya amati hingga saat ini memang belum ada pelanggaran yang di lakukan bahkan kami juga belum ada menemukan adanya indikasi pelanggaran yang di lakukan. dan saya yakin pelaksanaan pemilu nanti sudah dapat di pastikan sangat aman kalau di Landak," kata F.K Heryadi, kepala Sekertariat Panwaslu Kabupaten Landak, kepada Kapuas Post senin (23/03) kemarin.
Menurutnya apa yang di lakukan oleh para caleg pada kegiatan pelaksanaan pemilu, semuanya sesuai dengan peraturan, yang artinya sudah tidak ada maslah sehingga kalau saja pelaksanaan Kempaye ini di lakukan sesuai peraturan maka di jamin sampai pada pelaksanaan pemilu mendatang juga akan dapat terlaksana dengan baik.
"Kita yakin kalau saja mulai dari pelaksanaan kampaye ini semuanya dapat menyadari bahwaketertiban itu sangat penting maka saya yakin semua ini akan dapat aman-aman saja. mulai dari Parpol sampailah pada masyarakat juga harus sama-samalah menjaga ketertiban," pintanya.
Selain itu ia berterima kasih juga kepada masyarakat, di mana tingkat kesadarannya sudah sangat tinggi sehingga hal inlah yang sangat berperan terutama untuk selalu menjaga ketertiban pada saat masa kampaye.
Menyikapi adanya keterlibatan para orang tua yang juga membawa anak-anak kecil bahkan kaum ibu yang menggendong bayi kecil pada saat menghadiri Kampaye, Menurutnya, hal ini memang sudah sangat memprihatinkan karena seharusnya kalangan anak-anak yang masih di bawah umur ini tidak di perbolehkan untuk mengikuti kampaye.
"Memang sulit untuk melarang mereka apalagi yang membawa bayi kecil dengan cara di gendong ibunya, memang ini sudah dapat di kategorikan pelanggaran tetapi ya, mau gimana lagi. kita juga sudah melakukan sosialisasi,"ujarnya.
Tetapi ungkapnya, ketika dalam pealaksanaan kampaye di lapangan yang menghadirkan Artis, tentu kadang akan sangat mengundang masa dari berbagai kalangan, sehingga hal inilah yang sulit di batasi. Hanya saja katanya dalam pelaksanaan ini akan dapat di bedakan, terutama peserta kampaye yang berasal dari kalangan anak-anak di bawah umur.
"Dalam hal ini akan dapat kita bedakan, karena kami sudah menghimbau bagi anak-anak di bawah umur itu tidak boleh memakai baju partai saat di lapangan. karena kalau saja baju itu di pakai bearti ada indikasi di rekrut oleh parpol, atau caleg. tetapi kalau merka itu menggunakan pakaian bebas bearti itu adalah penonton biasa," paparnya.
Namunpun demikian katanya yang namanya haus akan hiburan ini memang sangat sulit untuk di batasi Ia meminta siapapun yang hadir dalam kegiatan kampaye ini supaya dapat selalu menjaga ketertiban sehingga mulai dari persiapan sosialisasi hingga pelaksanaan pemilu mendatang akan dapat berjalan aman lancar. untuk itu seraya tetap berharap agar Parpol, Caleg maupun masyarakat agar dapat senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban sehingga pelaksanaan pemilu di Kabupaten Landak ini akan dapat berjalan aman dan lancar. (wan)

Read more...

Jaga Kemungkinan Data Pemilih Fiktif

06.43 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses

Panwas Awasi Ketat DPT Landak
NGABANG - Ketua Panwas Kabupaten Landak Hardianitus mengatakan, menjaga adanya kemungkinan terjadinya Data Pemilih Fiktip (DPF) khususnya di Kabupaten Landak, dalam hal ini Panwas Kabupten Landak tetap akan mengawai dan mengecek setiap data pemilih yang ada pada setiap daerah pemilihan yang ada di Kabupaten Landak.
"Hingga saat ini mengenai data pemilih tetap (DPT) untuk pemilihan umum 2009 ini Masih sesuai dengan jumlah yang sebenarnya. tetapi ini masih terus menerus kita awasi dengan ketat," ujarnya kepada Kapuas Post Sabtu lalu tanpa menyebutkan rincian pemilih.
Kendati katanya di sendiri tidak terlalu hapal dengan jumlah pemilih di Kabupaten Landak ini berdasarakan Dapil (Daerah Pemilihan) Namun yang pasti sampai saat ini untuk data yang sudah di himpun pihaknya semua data berdasarkan Dapil yang ada dei Kabupaten Landak semuanya masih sesuai dengan jumlah yang sebenarnya.
"Data Per Dapil yang ada itu masih sesuai dengan jumlah pemilih yang ada, hanya saja kita tidak tahu kalau yang akan datang, makanya untuk pengawasan kita terhadap DPT ini terus kita tingkatkan agar jangan sampai terjadi," katanya.
Karena hal ini bukan tidak mungkin akan dapat terjadi sehingga pengawasan ini akan selalu terkordinir dengan baik.
Seraya juga mengungkap, mengenai adanya kemungkinan hal tersebut, seperti yang terjadi di beberapa daerah lain di luar Kalbar, khususnya di Kabupaten Landak ni nampaknya tidak akan terjadi, Sungguhpun demikian katanya, pihaknya juga tetap akan mengawasi dengan ketat sampai selesai Pemilu mendatang.
"Kita Mintalah dengan semua pihak agar dapat bekerja sama dengan baik untuk menyukseskan pelaksanaan pemilu tahun 2009 ini, kalaupun mau bersaing, bersainglah dengan sehat, kita harapkan jangan mengambil jalan pintas karena ini semua untuk keberlangsungan keberhasilan daerah kita," pintanya.
Ia meminta kepada semua lapisan masyarakat maupun para caleg mari bergandengan tangan mensukseskan pemilu 2009 ini sehingga kesuksesan bukan hanya dapat kita raih dalam bidang lain saja tetapi lebih-lebih pada pelaksanaan pemilu mendatang.
"Saya yakin semua pihak dapat memahami, untuk itu yang kita harapkan adalah kerja sama yang baik antar semua elemen yang ada dan yang terpenting adalah semua kegiatan ini akan dapat kita laksanakan sesuai dengan prosodur dan aturan yang ada," imbuhnya. (wan)

Read more...

KAMPANYE BAWA ANAK-ANAK

07.58 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses


Ternyata kampanye Partai PDI Perjuangan di Ibu Kota Kabupaten Landak, Ngabang, Kalimantan Barat Jum'at (20/3), banyak orang tua membawa anak-anaknya dalam kampanye. Tindakan parpol peserta pemilu yang melibatkan anak-anak, maupun yang belum genap berusia 17 tahun dalam kampanye melanggar UU No 10/2008 tentang Pemilu.

Read more...

Lulus Audisi Tingkat Kabupaten Landak

07.54 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses


Halimah-Nurul Masuk Audisi KDI-6 di Jakarta
NGABANG- Impian Halimah, peserta KDI asal Ngabang Kabupaten Landak, untuk masuk menjadi kontestan KDI 6 menjadi kenyataan. Walapun begitu, Halimah, mengaku kendati sudah lolos ke tingkat Kalbar, tapi dirinya masih banyak menyimpan harapan bisa menang ketika dilakukan kembali audisi ke dua pada hari Sabtu (28/3) di Jakarta mendatang.
"Doa kan saja bang, supaya saya bisa berhasil lolos audisi di Jakarta nanti, dan asaya juga minta doa restu masyarakat Kabupaten Landak khususnya dan Kalimantan Barat umumnya,” kata Halimah, yang ketika itu baru saja selesai diumumkan panitia sebagai pemenang satu Audisi Kontes KDI 6 tingkat Kabupaten Landak, Sabtu( 21/3) lalu di Restoran Dangau Landak Ngabang.
Selain dirinya, kata Halimah, juara dua atas nama Nurul Hamalia, atau sering disapa Lia, bersama-sama terbang ke Jakarta pada tanggal 26 Maret 2009, dan 1 hari beristirahat dan mengolah vocal, tangal 28-30 Maret 2009, bertempat di TPI Convention Area. “Audisi di Jakarta ini, perjuangan kita sangat berat, karena ribuan penyanyi terbaik dari berbagai pelosok daerah akan menampilkan oleh vocal terbaiknya. Tapi saya tidak patah arang, melawan penyanyi-penyayi dangdut itu,” katanya sambil bersemangat.
Gadis, kelahiran 1 Februari 1990 ini juga ingin, mengucap banyak terima kasih kepada semua masyarakat yang telah banyak menjadikan dirinya hingga bisa lolus audisi di zona bebas Kontes KDI-6 di Jakarta. Terutama kepada rekan-rekan pemilik organ tunggal seperti Relaxy Keybord (Bang Jaka), Keyboard Sadam (Crue), pak Amir, bah Ay, Wono Km 6, Famili Band, dan Raja Wali. Termasuk di Sosok dan Sanggau, Campur Sari Band, Tohang Keyboard, serta Binaria.
Ia menambahkan, dalam audisi Kontes KDI 6 tingkat Kabupaten Landak, jumlah peserta ada 15 orang. Dari 15 orang ini dicari menjadi 3 pemenang. Tidak sampai disitu, setelah ada 3 pemenang, panitia mencari 2 nama pemenang sekilugus yang menjadi duta Kabupaten Landak untuk masuk audisi di Jakarta.
Selain Kabupaten Landak, udisi serupa juga dilakukan seperti di Kabupaten Sintang, Kabpaten Sekadau, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Kubu Raya, dan Kota Pontianak. Masing-masing kabupaten ini akan diambil 2 pemenang guna mengkikuti audisi di Jakarta. (wan)

Read more...

Ada Indikasi Pencaplokan Lahan

07.43 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses


KEPALA Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Landak Lukas Kanoh menyatakan hingga kini pihaknya masih mendalami kasus pencaplokan lahan makan 10 di Makan Juang Mandor di Kecamatan Mandor, oleh oknum masyarakat Mandor. “Dari pihak kami tidak mau memponis, kalau oknum masyarakat itu mencaplok lahan makam. Cuman dari kita ada indikasi,” kata Lukas Kanoh, Jumat lalu di aula Kantor Bupati Landak.
Maka dari itu, pihkanya meluruskan antara Pemerintah Kabupaten Landak dengan Pemerintah Propinsi Kalimantan Barat, itupun banyak pihak-pihat instansi terkait lainnya ada BPN dan Hutbun, serta pihak-pihak lainnya. “Sekali lagi saya tegsakan memang ada indikasi pencaplokan lahan, dokumen kita cukup lengkap, ada pembakaran, kemudiann masuk pagar-pagar berduri,” jelas mantan Kadis Pendidikan Landak seraya mengatakan ada pihak yang berkompten bila yang menyatakan bersalah,” ujarnya. (wan)

Read more...

Katakan Tidak Terhadap Narkoba

07.42 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses

BAHAYA narkoba atau narkotika telah diketahui secara luas. Namun masih, saja banyak yang doyan menikmati barang laknat itu. Kali ini eL-Ka, menguraikan apa saja sih yang termasuk dalam golongan narkoba dan bahayanya. Agar kita semua menghindarinya.
’Tidak dapat dipungkiri bahwa narkoba merupakan wabah paling berbahaya yang menjangkiti manusia di seluruh pelosok bumi,” kata H. Ya’ Kamarudin, Tokoh Masyarakat Ngabang, kepada Kapuas Post, kemarin.
Tidak diragukan lagi, bahwa kelemahan iman dan ketidakbersimpuhan kepada Allah dalam segala kesulitan merupakan faktor terpenting yang mengkondusifkan kecanduan narkoba.
Manusia yang taat beragama pasti akan jauh dari neraka narkoba. Tidak mungkin dia akan mengulurkan tangannya pada narkoba, baik membeli, mengedarkan, maupun menyelundupkannya. Sebab, jalan narkoba adalah jalan setan dan jalan Allah tidak mungkin bertemu dengan jalan setan.
Tidak diragukan lagi, kata mantan anggota Panwaslu Kabupaten Landak Tahun 2004 ini, bahwa pecandu narkoba pada dasarnya adalah orang mati di tengah orang-orang hidup. “Hanya saja, rohnya masih tetap menempel pada jasadnya dan dia terus bertarung sengit dengannya untuk tetap bertahan hidup,” ujarnya.
Narkoba benar-benar menyia-nyiakan waktu, menghilangkan akal sehat dan memasukkan pelakunya dalam kondisi ketidaksadaran yang menghalanginya untuk melaksanakan shalat dan ibadah lainnya. Bahkan terkadang menyeretnya untuk melakukan berbagai tindak kejahatan dan hal-hal yang diharamkan. Masih mau dibudak narkoba. (wan)

Read more...

Masyarakat Harus Tegakkan Aturan

07.41 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses

Jangan Biarkan PETI Mencemari Lingkungan
JELIMPO - Kondisi air sungai belantian yang sudah seakan - akan hampir mengental saat ini merupakan pelajaran beharga bagi masyarakat yang lain khususnya yang ada di daerah tersebut. Untuk itu di harapkan Kondisi sungai yang ada di Tubang Raeng Seperti Sungai Rentauan dan singai Raya di Jelimpo maupun sungai lainnya di tempai lain yang kondisinya masih cukup bersih untuk tetap terjaga kualitasnya dan jangan sampai di cemari lagi.
"Saya minta kepada segenap masyarakat yang berada di daerah ini supaya dapat menjaga kondisi sungai yang ada. jangan biarkan PETI merajalela lagi coba saja kita lihat kondisi sungai belantian sekarang, apa yang dapat di lakukan di sana karena memang sudah sangat tidak layak lagi di pergunakan," kata A. Mulianto,SE.MM, kepada Kapuas Post Sabtu lalu.
Untuk itu katanya agar sungai yang ada di beberapa daerah yang kebetulan masih belum tercemar oleh limbah PETI maka seraya meminta agar konidisi tersebut dapar di jaga oleh masyarakat yang berada di sekitar kawasan khususnya masyarakat yang ada kampung tersebut. Sehingga dengan adanya penjagaan yang ketat oleh masyarakat maka kondisi sungai yang ada dapat selalu bersih dan dapat memberikan mempaat bagi masyarakat setempat.
"Saya melihat tercemarnya air belantian itu sebenarnya bukan kesalahan Pendompeng dan ini kesalahan Masyarakat yang ada di sekitar. dan ini karena aturan yang ada di masyarakat itu tidak tegas di jalankan. coba saja kalau aturan itu tegas siapa yang melakukan kegiatan ini di panggil dan di proses sesuai dengan hukum adat yang ada di kampung itu,atau siapa yang mencemari sungai ini di berikan sangsi tegas, saya yakin sungai belantian tidak seperti sekarang,"paparnya. Hanya saja karena memang dasarnya aturan yang ada di masyarakat yang berada di daerah DAS tersebut tidak dapat di jalankan secara tegas, maka kondisi air sungai belantian sama sekali sudah tidak dapat memberikan mempaat apa-apalagi kepada masyarakat.
Padahal terangnya, jumlah si Penambang dengan masyarakat yang berdominsili di sekitar DAS itu jauh lebih banyak jumlahnya kalau di bandingkan dengan jumlah orang pendompeng tetapi kenapa akibat perbuatan segelintir orang, ternyata mampu mencemari sungai yang airnya di butuhkan oleh ribuan orang, dan kenapa aturan yang ada di masyarakat tidak mampu di tegakkan oleh masyarakat yang jumlahnya jauh lebih banyak ? maka belajar dari itu Seraya Meminta ke depannya masyarakat yang ada di daerah lain yang kondisi air sungai maupun lahan lainnya masih sangat utuh untuk tetap di pertahankan supaya dapat selalu terjaga dengan baik.
"Saya melihat kelemahannya memang seperti itu, kenapa Hukum adat itu ternyata lemah kalau sudah berhadapan dengan Penambang Emas sehingga akibat ulah itu air tercemar, lahan daratan menjadi danau, kebun karet tergusur kenapa Kog kita tidak melongok ke belakang kalau hutan, Lahan kebun karet dan sungai yang ada sudah tercemar, bagaimana dan apa lagi yang di harapkan ana cucu kita nanti,"kenangnya.
Dengan demikian Aktivis Lsm Gerak ini kembali mengingatkan masyarakat yang ada di daerah ini, agar dapat sedikit melihat ke depan, dan meminta agar aturan serta Hukum Adat itu dapat di fungsikan sesuai dengan fingsinya. karena dengan menegakan aturan yang ada di masyarakat maka, kebebasan yang ada dan yang di lakukan oleh oknum itu dapat di redamkan sehingga keberadaan lingkungan yang ada di sekitar masyarakat dapat selalu terjaga dengan baik. Selain itu kedepannya juga akan dapat selalu memberikan mempaat bagi masyarakat itu sendiri. Karena katanya Kalau bukan kita yang menghargai aturan yang sudah di buat kita, lalu siapa lagi yang akan menghormatinya. (wan)

Read more...

Jalan Ngabang-Serimbu-Kuala Behe Seperti Bubur

07.39 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
SERIMBU- Kerusakan ruas jalan yang menghubungkan ibukota Kecamatan Ngabang, Ngabang dengan ibukota Kecamatan Air Besar, Serimbu nampaknya tidak pernah terselesaikan. Baru saja jalan tersebut dilakukan perbaikan dengan menggunakan pasir, tanah dan batu, namun kini jalan tersebut rusak kembali. Bahkan kerusakan terparah terjadi dibeberapa ruas jalan seperti antara Engkadu dan Tapis. Diruas jalan tersebut kondisinya memang cukup memprihatinkan. Apalagi intensitas curah hujan yang cukup tinggi saat ini di Landak, membuat jalan tersebut semakin merana. “Bayangkan saja, ditengah-tengah ruas jalan tersebut membentuk sebuah parit yang besar dan cukup dalam. Setiap kendaraan mobil yang melintas dijalan tersebut pasti terjebak didalam kubangan lumpur. Bahkan mobil yang terjebak lumpur itu tenggelam, hanya tampak kapnya saja,” ujar salah satu masyarakat Serimbu Anto yang menghubungi Borneo Tribune kemarin.
Yang lebih miris lagi, kata Anto, jika ada kendaraan mobil yang terjebak dalam kubangan lumpur dan sulit untuk keluar dari kubangan lumpur tersebut, terpaksa para pengendara sepeda motor dan kendaraan mobil lainnya harus antri berjam-jam untuk melintasi ruas jalan tersebut. Sebab tidak ada jalan lain lagi untuk melintas dijalan tersebut. “Untuk jalan kendaraan sepeda motor saja susah, apalagi mobil. Jadi terpaksa kita harus menunggu kendaraan mobil yang terjebak lumpur untuk keluar dari jebakan tersebut. Untuk keluar dari jebakan itu, tak jarang memakan waktu berjam-jam. Apalagi kalau kendaraan yang terjebak lumpur membawa muatan seperti kayu yang berlebihan,” ungkapnya.
Menanggapi hal ini, anggota DPRD Kabupaten Landak dari daerah pemilihan (dapil) Landak V (Air Besar, Kuala Behe) Markus Amid meminta supaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar dapat merespon dengan adanya keluhan masyarakat tersebut. Apalagi sudah bertahun-tahun masyarakat merasakan kerusakan ruas jalan Ngabang-Serimbu. “Bayangkan saja, sudah berapa miliar dana yang dikeluarkan untuk perbaikan jalan tersebut, tapi hasilnya tidak memuaskan. Bahkan sekarang sudah ganti kontraktor, tapi hasilnya tetap sama, jalan tersebut tidak pernah baik,” ujar Markus, tiga hari lalu..
Menurut Markus, kerusakan tidak hanya terjadi diruas jalan yang diperbaiki dengan menggunakan pasir, tanah dan batu saja. Ruas jalan yang baru saja diaspal, kini sudah rusak kembali. Bahkan kerusakannya kian parah. “Kita tidak tahu bagaimana cara kontraktor memperbaiki jalan ini. Saya lihat mereka ini kerjanya asal-asalan. Lihat saja aspalnya tipis. Terang saja aspal yang tipi situ terbongkar kembali,” katanya.
Ia menambahkan, masyarakat setempat tidak mengharapkan supaya ruas jalan Ngabang-Serimbu diaspal semua. Paling tidak ruas jalan yang diperbaiki itu kualitasnya cukup baik dan bisa dilalui dengan berbagai macam kendaraan. “Selain itu, tidak hanya jalan Ngabang-Serimbu saja yang harus mendapat perhatian Pemprov, ruas jalan Kuala Behe juga harus mendapat perhatian sama, karena kerusakannya bertambah parah,” pinta calon legislatif (caleg) DPRD Landak Dapil V ini. Apalagi, lanjutnya, ia pernah membaca di koran bahwa Bupati Landak Adrianus Asia Sidot sudah menitipkan beberapa proyek pembangunan yang belum terselesaikan di Landak kepada Pemprov Kalbar melalui Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum (PU) Kalbar Jakius Sinyor. “Jadi jalan ini merupakan PR yang harus dituntaskan Pak Jakius. Apalagi beliau pernah menjadi Kadis PU di Landak. Dengan demikian jalan Ngabang-Serimbu-Kuala Behe harus menjadi prioritas beliau, disamping tidak mengeyampingkan pekerjaan proyek pembangunan di Kabupaten/Kota lainnya,” harapnya. (wan)

Read more...

Berharap Pertumbuhan Ekonomi Kalbar 2010 Ditargetkan 6,30 Persen

07.35 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses

NGABANG- Secara nasional dan bahkan dalam skala regional Kalimantan, kondisi pembangunan di Kalimantan Barat masih jauh tertinggal. Pada tahun 2007 lalu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di bumi Khatulistiwa ini hanya 67,5 atau menduduki peringkat 29 secara nasional dan peringkat akhir di Kalimantan. “Itulah data terakhir kondisi sosial ekonomi di Kalbar dan kita harus mengakuinya. Namun demikian kita perlu berbesar hati karena telah mampu mengurangi jumlah penduduk miskin menjadi 12,91 persen atau dibawah rata-rata nasional 16,58 persen,” ujar staf ahli Gubernur Kalbar bidang politik dan hukum Togi Lumban Tobing yang membacakan arahan Gubernur Cornelis saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Landak, Rabu lalu di aula Kantor Bupati Landak. Bahkan, lanjutnya, upaya Kalbar dalam mengurangi jumlah penduduk miskin tahun 2008 menjadi 12,51 persen, ternyata menurut statistik angkanya 11,07 persen. Demikian juga dengan angka pengangguran yang diprediksi menjadi 6,96 persen pertahun untuk tahun 2008, tapi menurut statistik hanya 5,41 persen.
Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kalbar tahun 2008-2013, pertumbuhan ekonomi Kalbar untuk tahun 2010 ditargetkan mencapai 6,30 persen dan untuk IPM ditargetkan sebesar 73,9 persen. “Dengan tidak mengeyampingkan data yang telah dipublikasikan statistik sebagaimana yang saya ungkapkan tadi, dan tetap konsisten dengan target sasaran yang telah ditetapkan dalam RPJMD Kalbar tahun 2008-2013, pertumbuhan ekonomi dan nilai IPM tadi diharapkan akan menurunkan angka kemiskinan menjadi 11,54 persen dan pengangguran menjadi 6,92 persen,” harapnya.
Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi Kalbar tahun 2010, maka pertumbuhan ekonomi Landak paling tidak didorong agar dapat mencapai angka 5,37 persen.
Oleh karena itu Gubernur mengharapkan kepada agar Pemkab Landak beserta para stakeholder dapat mengoptimalkan sumber-sumber daya yang dimiliki dengan tetap memperhatikan aspek-aspek keadilan, pemberdayaan dan keberlangsungannya. “Sangatlah tidak bijaksana jika mengekploitasi sumber daya alam tersebut secara tidak bertanggungjawab. Hal ini perlu diupayakan agar tidak meninggalkan permasalahan, terutama bagi generasi penerus,” katanya.
Gubernur menyadari bahwa krisis keuangan global yang terjadi sekarang ini telah menjalar ke seluruh dunia, bahkan rakyat Indonesia turut merasakan imbasnya. Walaupun menurut beberapa ahli bahwa krisis tersebut baru akan benar-benar dirasakan pada pertengahan tahun 2009 ini, namun bagi rakyat Indonesia bagaimana mengubah krisis itu menjadi peluang. “Hal ini sangat penting dan mungkin untuk kita lakukan, mengingat krisis yang terjadi adalah krisis pangan dan energi. Artinya adalah krisis ini akan menjadi bencana bagi daerah-daerah yang miskin sumber daya alam, tetapi berkah bagi daerah-daerah yang kaya sumber daya alamnya, termasuk Landak,” tukasnya.
Gubernur mengingatkan bahwa kualitas proses dan hasil perencanaan pembangunan tidak hanya diukur dari kualitas pelaksanaannya, tetapi juga didalam mendapatkan dukungan yang luas dari masyarakat. “Saya yakin apabila masyarakat ikut terlibat dalam proses perencanaan dan didorong punya rasa memiliki terhadap hasil perencanaan pembangunan, maka denagan sendirinya dukungan akan diberikan didalam tahap implemenatsinya,” pungkasnya. (wan)

Read more...


Powered by www.tvone.co.id