Perayaan Cap Go Meh digelar di Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Perayaan ini dimeriahkan dengan atraksi ketangkasan oleh Tatung. Tatung adalah orang yang dirasuki roh dewa atau leluhur
Acara Robo-robo SMP Negeri 2 Ngabang
Bupati Landak DR Drs Adrianus AS MSi, berhasil menerima penghargaan kategori Program Peningkatan Beras Nasional (P2BN) tahun 2008
Bupati Landak DR Drs Adrianus AS MSi menyerahkan penghargaan kepada pemenang Bujang Dara dalam Festival Budaya Landak tahun 2008
POST-DESCRIPTION-HERE
Kabupaten Landak tahun 2009 akan segera membangun stadion sepak bola

KANTOR BUPATI KABUPATEN LANDAK

Foto kantor bupati kabupaten Landak
IMAGE-TITLE-HERE

PERAYAAN CAP GO MEH

Perayaan Cap Go Meh digelar di Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Perayaan ini dimeriahkan dengan atraksi ketangkasan oleh Tatung. Tatung adalah orang yang dirasuki roh dewa atau leluhur
IMAGE-TITLE-HERE

RIAM MANANGAR

Riam Manangar merupakan slah satu obyek wisata di Kabupaten Landak
IMAGE-TITLE-HERE

BUPATI LANDAK DALAM PANEN RAYA

Bupati Landak DR Drs Adrianus AS MSi, berhasil menerima penghargaan kategori Program Peningkatan Beras Nasional (P2BN) tahun 2008
IMAGE-TITLE-HERE

1 Tahun Lagi Landak Tidak Merasakan Buah Durian

NGABANG- Maraknya penembangan kayu Durian tanpa pengntroalan dari pihak terkait, membuat khwatir Pemerintah Kabupaten Landak. Terhadap kelangsungan hidup pohon Durian beberapa tahun mendatang, ...

7 Tersangka Pengerusakan Mapolsek Mandor Siap Ditangkap/a>

NGABANG- Kapolres Landak AKBP Drs Tony EP Sinambela M.Si menyatakan 7 tersangka dalam kasus pengerusakan Mapolsek Mandor, berinisial Jl, Sr, CC, Ln, Ay, Mr dan Al. Terindikasi kuat dalam pengerusakan, berdasarakan keterangan para saksi.....

Pelajar Harus Meraih Prestasi Setinggi-Tingginya

NGABANG – Pembangunan olahraga merupakan bagian integral dari pembangunan manusia Indonesia seutuhnya yang diarahkan pada peningkatan kesegaran jasmani, mental, dan rohani untuk pembentukan waktak, kepribadian, ...

Siap Mendulang Emas

Siap Mendulang Emas TEKAD untuk meraih prestasi yang paling tinggi, terpacar pada 13 atlet Kempo Kabupaten Landak. Mereka ingin meraih prestasi pada Kejuaraan Kempo Kalbar di Kabupaten Sintang 25-26 Juni 2009, sama dengan hasil di Porprov tahun 2006 ...

Masuk Masa Tenang Pemilu 2009

07.59 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses


Dalam Kota Masih Ditemui Alat Peraga Kampanye

NGABANG - Sampai Senin (6/4), kemarin wajah dalam Kota Ngabang masih banyak dijumpai alat peraga kampanye, seperti baliho partai politik, caleg dan bendera bendera partai politik (parpol). Meskipun deadline atau batas waktu sudah di tetapkan Senin dini hari pukul 00.00 wib.
“Baliho dan bendera parpol sudah harus di turunakan oleh parpol masing - masing termasuk caleg yang bersangkutan, tetapi nampaknya juga tidak juga di indahkan. Memang ada juga caleg dan parpol yang sudah menertibkan bendera dan balihonya, tetapi sebagian besar di kota Ngabang masih masih di hiasi oleh bendera parpol dan baliho calegm,” kata Ketua Panwaslu Kabupaten Landak, Hardianitus kepada Kapuas Post melalui selulernya Senin (06/04) kemarin.
Dikatakannya, Panwas masih memberikan toleransi kepada parpol dan caleg untuk menertibkan apa yang menjadi kewajiban mereka, agar membongkar alat peraga kampanye.



Menurutnya, toleransi tersebut adalah masih memberikan batas waktu kepada parpol dan para caleg untuk membongkar baliho maupun bendera parpol sampai dengan hari Senin. Jika sampai dengan hari Selasa tenyata belum juga di bongkar maka, Panwas akan melakukan pembongkaran paksa.
"Batasnya sampai dengan hari Senin saja kalau masih maka selasa besok (hari ini red) kami akan turun membersihkan baliho dan bendera Parpol dan sudah tidak ada toleransi lagi, ujarnya.
Namunpun demikian pihaknya juga akan segera melakukan koordinasi dengan KPU dan juga Satpol PP. Kendati pihaknya hanya sebagai panwas sehingga masalah ini harus selalu di kordinasikandengan pihak yang terkait.
Sementara itu untuk wilayah kecamatan Sengah Temila Pihak Panwascam Sengah Temila sudah menegaskan jauh hari sebelumnya agar para Caleh dan Parpol segera segera menertibkan Atributnya masing - masing sehingga pada Senin pagi di daerah itu sudah tidak terdapat satupun Atribut Partai yang tersisa.
"Saya sudah memberikan informasi kepada parpol agar hari Senin sudah tidak ada lagi atribut yang tersisa. Kalau masih khusus untuk Kecamatan Sengah Temila kami akan melakukan pembongkaran," tegas Domet, Ketua Panwas Kecamatan Sengah Temila.
Hanya memang ternyata pada hari senin sudah tidak ada satupun atribut yang tersisa dan semuanya sudah di bongkar oleh parpol bersama calegnya.
Ia menambahkan sebenarnya parpol sudah mengetahui peraturan yang sudah di tentukan karena tanggal (06/04) pukul 00.00 wib itu semua atribut yang ada harus segera di turunkan. Kalaupun ternyata masih juga ada maka sudah jelas mengabaikan aturan yang ada, sehingga wajib di bongkar paksa.
Sementara itu, Ketua KPU Landak Sudianto, melalui anggotanya Bonifasius menegaskan, memasuki masa tenang tidak diperbolehkan parpol melakukan kampanye, baik secara terbuka maupun dialogis. Dan pihaknya juga sudah mengirimkan surat kepada seluruh parpol se Kabupaten Landak, agar membongkar alat peraga kampanye seperti baliho parpol, caleg dan bendera partai sebelum masuk masa tenang.
“Kami sudah mengirim surat pemberitahuan agar segera membongar alat peraga kampanye, sebelum tanggal 6 April 2009. Dan surat itu sudah kami berikan sebelum masuk masa tenang,” kata Bonifasius.
Bila dalam masa tenang itu masih dijumpai alat peraga kampanye, sudah pasti itu namanya pelanggaran, maka yang berhak menanggani pelanggaran tersebut tidak lain adalah ranah Panwas Kabupaten dan Panwas Kecamatan, dan bukan KPU Kabupaten Landak. “Kami hanya bersifat mengingatkan parpol, dan kami juga sudah membuat tembusan ke Bupati, Satpo PP, Polres, dan Panwas,” katanya. (wan)



Read more...

Kepala BPN RI Serahkan 1000 Persil Srtipikat Tanah Kepada Petani

07.58 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses


NGABANG- Kepala BPN RI Joyo Winoto,Ph.D, dalam waktu dekat ini akan menyerahkan 1000 Persil sertipikat tanah kepada petani tanaman pangan (padi). Pelaksanaan penyerahan tersebut rencananya akan dilaksanakan di “Bukit Soeharto Kecamatan mandor Kabupaten Landak menurut renca pelaksanaanya tanggal 22 April ini.



Demikian dikatakan Kepala Bandan Pertanahan Kabupaten (BPN) Kabupaten Landak Drs.Dom Dom Pangaribuan, kepada Kapuas Post ditemui di kantornya, belum lama ini.
Dikataknnya, sejak awal tahun ini BPN Kabupaten Landak fokus mengukur dan menggarap “Redistribusi tanah (khususs tanah lahan pertanian 1000 bidang yang terletak di Desa kayu tanam dan Ngarak Kecamatan Mandor Kabupaten Landak.
Dalam menggarap 1000 sertipikat ini,” kata lDom Dom.
Ia mengakui sejauh ini pihaknya dibantu sebanyak 10 juru ukur dari kantor wilayah Pertanahan Provinsi dan baru saja selesai diukur setelah data rampung akan di garap BPN Kabupaten Landak setelah itu tanggal 15 April nanti semuanya harus sudah siap dibawa ke kantor wilayah di Pontianak dan selanjutnya pada tanggal 22 april nanti Kepala BPN RI yang akan menyerahkannya langsung kepada para petani. Dalam acara penyerahan di bukit Soeharto nanti Gubernur Kalimantan Barat Drs.Cornelis, MH dan Kakanwil Pertanahan Provinsi Kalimantan Barat Ir.Emiel A.E.Poluan,M.Si juga akan mendampingi Kepala BPN dan sudah dipastikan para Bupati dan wali kota se-Kalbar ikut hadir. Demikian juga semua kepala kantor pertanahan dari kabupaten/kota juga akan hadir menyerahkan sertipikat dari Kabupaten masing-masing dan kepada para petani paling tidak ada yang mewakili.
Setelah acara penyerahan sertipikat langsung oleh kepala BPN nanti barulah kita memulai menggarap 600 persil sertipikat Prona (Proyek Nasional Agraria) sebagai mana kita ketahui di kantor pertanahan Kabupaten Landak tidak ada juru ukur khusus terpaksa kita menugaskan pejabat kantor yaitu Kasubag TU sebagai juru ukur. Karena keterbatasan tenaga sesuai dengan personil yang ada hanya 19 orang sebenarnya idealnya pegawai kantor pertanahan kabupaten menuruty struktur yang di buat oleh BPN pusat seharusnya 41 orang akibatnya banyak jabatan yang kosong tetapi dirangkap oleh personil yang ada sehingga pulang kantor kadang-kadang sampai sore karena menyelesaikan pekerjaan yang harus segera diselesaikan.maka kita hanya sanggup menggarap 600 persil saja karena prona ini merupakan proyek yang disubsidi dari APBN.
Maka program Prona di Kabupaten Landak ini kita programkan sesuai dengan mekanisme dan sesuai dengan kemampuan, setelah di kasi jatah dari kanwil ke-kabupaten/kota maka penybarannya disetiap kecamatan jangan sampai menumpuk di satu kecamatan. Di ruang terpisah Kasi HTPT Rudi Agustiawan,AP tnh. menambahkan untuk tahun 2009 ini ada 10 Desa di 6 Kecamatan mendapat Prona antara lain: Kecamatan Mempawah Hulu 150 persil, yakni,Desa Pahang 50 persil, Desa Tunang 50 persil dan Desa Tiang tanjung 50 persil. Kecamatan Sengan Temila 220 persil: Desa Sidas 100 persil, Desa Tonang 70 persil dan Desa sinakin 50 persil, Kecamatan Air Besar esa Serimbu 30 persil, Kecamatan Mandor Desa Mandor 100 ersil, Kecamatan Sompak Desa Sompak 50 persil, dan kecamatan Jelimpo Desa Tubang Raeng 50 persil. (wan)






Read more...

Ngabang Sudah Punya Kantor KP2KP

07.56 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses


Masyarakat Wajib Mendaftarkan Diri
NGABANG-Dalam rangka untuk lebih memberikan keadilan di bidang perpajakan yaitu antara kesimbangan hak Negara dan hak warga Negara membayar pajak, maka Undang-Undang Perpajakan yaitu tata Cara Perpajakan mengakomudir mengenai hak dan keajiban Wajib Pajak. Sesuai dengan sistim self assessment maka Wajib Pajak mempunyai kewajiban untuk segera mendaftarkan diri ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atau Kantor Penyuluhan dan Pengamatan Potensi Perpajakan (KP4)/ Kantor Pelayanan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) yang wilayahnya meliputi tempat tinggal atau kedudukan Wajib Pajak ntuk diberikan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).



Demikian dikatakan kepala Kantor Pelayanan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Ngabang Yusniarsyah Hakim, SE, MM, kepada Kapuas Post, Senin (6/6), kemarin diruang kerjanya.
Dikatakannya, kehadiran KP2KP Ngabang, merupakan perpanjangan tangan dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Sanggau Kabupaten Sanggau, yang membawahi dua KP2KP yaitu khusus Ngabang dan Sekadau. “Kahadiran kami di Ngabang sekitar hampir 3 bulan, dengan dua orang pegawai ditambah 1 orang tenaga scurity,” aku mantan AR KPP Pasar Rebo Jakarta.
Lebih jauh dikatakan alumni Ubara Jakarta ini, kehadiran KP2KP di Ngabang, memudah warga Ngabang dalam hal pajak, jika selama ini masih berurusan ke KPP Pratama Sanggau, sudah bisa berurusan di KP2KP Ngabang. Namun, kehadiran KP2KP Ngabang, belum bisa memberikan pelayanan yang maksimal yang mana terbentuk dengan sarana dan prasarana, seperti on line.
”Masyarakat Kabupaten Landak bisa mendaftarakan diri guna mendapatkan NPWP, SPT baik masa bulanan dan tahunan. Khusus di Kalimantan Barat ini, merupakan gerbong terakhir dari keseluruhan secara nasional, istilahnya Samsatnyalah disini,” kata ayah 3 anak ini.
Kedepan lanjutanya, keberadaan pegawai KP2KP Ngabang harus segera diisi, tenaga fungsional untuk penyuluhan paling tidak ada 4-5 orang, untuk sementara masih dirangkap kepala PK2KP Ngabang.
Menyinggung kesadaran masyarakat terhadap NPWP di Ngabang? Pria berkamata putih ini, secara umum dirinya belum bisa menjelaskan secara gambling, mengingat mulai kerja baru masuk 3 bulan beroperasi menegasakan, PNS masih menjadi urutan pertama, dan ini tidak membuat terkejut pihak mereka, malah yang diharapkan adalah dari perorangan atau pihak pengusaha, dan khusus di Ngabang, fotensi NPWP dari perorangan. “Kalau dulu sebelum KP2KP, namanya KP4, dan sekarang sudah tidak ada. Kita hanya sifatnya fasit aja, menerima laporan, dan hanya memberikan informasi kepada induk,” imbuhnya seraya mengatakan adapun fungsi NPWP, dadalah untuk mengetahui identitas Wajib Pajak, untuk menjaga ketertiban dalam pembayaran pajak dan dalam pengawas administrasi perpajakan, untuk keperluan yang berhubungan dengan dokumen perpajakan, sehingga semua yang berhubungan dengan dokumen perpajakan harus mencantumkan NPWP, untuk memenuhi kewajiban-kewajiban perpajakan misalnya dalam Surat Setoran Pajak (SSP) dan untuk mendapatkan pelayanan dari instansi-instansi tertentu yang mewajibkan mencantumkan NPWP dalam dokumen-dokumen yang diajukan. Misal : - Dokumen Import (PPUD/ PIUD) - Dokumen Eksport (PEB) - Dan lain-lain. - Untuk keperluan pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) masa atau tahunan. (wan)



Read more...

Ciptakan Pemilu Yang Kondusif

07.55 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
PPK Ngabang Lakukan Pembekalan Kepada Kades dan PPS
NGABANG - Upaya agar pelaksanaan Pemilu yang akan di lakukan pada tanggal 9 April Mendatang betul-betul aman dan kondusif, maka PPK Kecamatan Ngabang memandang perlu memberikan pembekalan atau pemantapan pelaksanaan pemilu kepada Kepala Desa dan ketua PPS Sekecamatan Ngabang. karena berdasarkan peratuaran KPU No.46 Tahun 2008 ini tentang pedoman teknis pelaksanaan rekafitulasi pengitungan hasil suara di kecamatan, kabupaten dan propinsi di PPS dan KPPS.
Menurut Supardi Ketua PPK Kecamatan Ngabang saat memberikanpemaparan kepada seluruh Kades dan ketua PPS yang ada di kecamatan Ngabang Senin (06/04) di Gedung Swadaya Ngabang kemarin, mengungkapnya, hal ini perlu di ketahui agar dalam pelaksanaan pemilu mendatang tidak terdapat kesalahan yang di lakukan akibat ketidak jelasan informasi. sehingga hal ini akan dapat menimbulkan masalah sehingga terkait dengan pelaksanaan tersebut maka di minta Para Kades dan ketua PPS harus dapat memahami dengan baik aturan dan cara mulai dari pelaksanaan sampai pada perhitungan suara.



"Kami rasa ini sangat penting kita lakukan dalam rangka pemantapan pelaksanaan pemilu. kalau perhitungan suara ini saya rasa masih seperti bisa, namun dalam pengitungan itu ada proses awal yang harus kita laksanakan,"katanya.
Kendati dalam pelaksanaan ini adalah kegiatan yang harus di lakukan oleh seluruh masyarakat yang sudah memiliki hak pilih adalah supaya dapat memberikan hak pilihnya dan jangan sampai ada yang tidak memilih. Selain itu sebgagai warga Negara yang baik Seraya juga meminta agar semua pihak dapat menjaga keamanan agar pelaksanaan Pemilu ini dapat di lakukandengan kondusip.
"Mengenai pelaksanaan itu nanti yang pasti harus sesuai dengan peraturan KPU No. 03 Tahun 2008 dan peraturan KPU No 46 Tahun 2008. jadi kita harus saling mengingatkan agar dalam melakukan kegiatan, kita harus sesuai dengan peraturan yangsudah di tetapkan,"ungkapnya.
Sedangkan hal lain menurutnya, para Kades juga di minta agar dapat memberikan laporan seputar persiapan yang ada di desanya masing- masing terutama mengenai masalah kebutuhan pemilu yang kemungkinan saja masih belum lengkap, ataupun kesulitan lainnya.
"kita ingin Kades dapat menyampaikan apa saja yang masih di anggap dapat menjadi keluhan saat pelaksanaan nanti. karena yang merekrut tenaga untuk PPS dan KPPS itu adalah kepala Desa. jadi di harapkan kepala Desa pulalah yang harus dapar memotipasi mereka dalam melakukan tugasnya sehingga dalam pelaksanaan itu dapat lebih baik,"pintanya.
Dengan demikian harapnya dalam pelaksanaan kegiatan Pemilu mendatang agar dapat di lakukan sesuai dengan peraturan yang sudah di tentukan sehingga dalam kegiatan pemilu dapat berjalan baik. Selain itu Seraya juga mengajak Seluruh Elemen masyarakat untuk tetap menjaga keamanan dalam pelaksanaan pemilu, sehingga pelaksanaan tersebut dapat di selenggarakan dengan baik dan kondusif. (wan)





Read more...

Pemda Landak Akan Bangun Jaringan Informasi

07.53 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
Jangkau Daerah Pedalaman Yang Terpencil
NGABANG - Dalam rangka mengatasi keterbatasan Informasi yang di terima masyrakat daerah pedalaman yang paling terpencil khususnya di Kabupaten Landak, Pemda Landak juga berebcana akan segera melakukan pembangunan jaringan Informasi.
jaringan yang di maksudkan adalah agar berbagai Informasi yang saat ini masih sangat terbatas dapat dengan mudah di akses dengan mudah oleh masyarakat pedalaman.
Menurut Alfius,S,Sos, Kepala Bappeda Kabupaten Landak kepada Kapuas Post belum lama ini mengungkapkan, Salah satu penyebab kemiskinan yang ada dimasyarakat adalah termasuk keterbatasan imformasi yang di terima oleh masyarakat.
"Sebenarnya kata miskin itu bukan tidak makan, tetapi paktor kemiskinan ini banyak sekali penyebabnya termasuklah keterbatasan informasi, ini juga salah satu penyebab kemiskinan,"ujarnya.



Untuk itu pihaknya ke depan juga sudah merencanakan pembangunan sistim jaringan informasi perdesaan yang di harapkan dapat menunjang dan emperlancar arus komunikasi kepada masyarakat yang berada di daerah pedalaman.
"Ya, kita bisa saja bekerja sama dengn pihak swasta dengan menggunakan tower-tower yang ada atau menggunakan program dari kementrian dan ini yang harus kita picu,"ungkapnya.
Dikatakannya, mengenai prorgam tersebut saat ini Pemda Landak juga sudah mengajukan sedikitnya 100 Desa dari 156 Desa yang ada di daerah ini yang akan di bangun jaringan informasi perdesaan.
Di sisi lain yang juga merupakan keterkaitan keterbatasan Informasi itu adalah masih terbatasnya penerangan Listrik yang sebenarnya sangat di butuhkan oleh masyarakat pedalaman. sehingga saat akan melakukan atau mengakses informasi itu sendiri tentu masih akan sangat terhambat.
"Ini juga yang menjadi prioritas kita ke depan, kita akan mencoba melihat sejumlah potensi air terjun yang ada. karena tenaga listrik ini juga dapat kita peroleh dengan dari tenaga Surya atau dari air terjun yang ada ini yang akan kita mempaatkan,"paparnya.
Karena kalau hanya mengandalkan PLN tentu sangat terbatas apalagi kalau daerah yang berada di daerah jauh di pedalaman dan walaupun ini msih sebatas rencana tetapi ini merupakan pembangunan prioritas yang harus di lakukan. karena intuk melakukan kegiatan apapun kalau sumber kelistrikan itu terbatas maka semuanya juga akan terhambat.
"Ini yang akan segera kita lakukan. jadi kita ingin masyarakat kita yang berada di daerah pedalaman itu juga harus dapar mengakses informasi dan bidang kelistrikan juga memadai artinya jangan sampai masyarakat kita yang ada di daerah yang terpencil beranggapan dan merasa belum merasakan kemerdekaan,"
Walaupun pembangunan itu tidak dapat di lakukan dengan sekaligus tetapi walaupun secara bertahap semua kegiatan ini tetap akan teralaksana. (wan)





Read more...

Pemerintahan Desa Harap Dapat Memotifasi Masyarakat

07.52 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
Wujudkan Kebersihan di Kota Ngabang
NGABANG - Upaya Pemda Landak untuk melakukan kebersihan Kota Ngabang, tidaklah main-main, di mana di daerah ini juga sudah terjadwal program kebersihan yangh di lakukan bersama setiap haru jumat yang lebih di kenal dengan Jumat bersih. sedangkan dalam kegiatan ini, semua Kantor baik Dinas maupun badan dan Instansi terkait akan bersama-sama turun melakukan kegiatan kebersihan apakah di jalan, Pasar maupun tempat yang di anggap prioritas, "Ini jadwal rutin yang di lakukan oleh Pemda Landak. dan ini di ikuti oleh semua Instansi yang ada di daerah ini," ujar Fransiskus Asius Kakan Kebersihan dan pertamanan Kabupaten Landak kepada Kapuas Post belum lama ini.



Menanggapi kegigihan Camat Ngabang yang akan menertibkan para pedagang Karet yang ada di pasar Ngabang, menurutnya Sepenuhnya Pemerintah Kabupaten Landak sudah jelas sangat mendukung upaya tersebut. apalagi katanya, wacana itu memang sudah ada sejak lama hanya saja pelaksanaannya itu yang selalu belum dapat berhasil.
"Kita dukung sepenuhnya apa yang di rencanakan camat Ngabang itu, karena rencana ini memang sudah sejak lama dan ini harus dapat berhasil dengan baik,"ungkapnya.
Namun berdasarkan hasil kesepakatan yang sudah di lakukan oleh pihak kecamatan, informasinya untuk mendukung upaya ini tampaknya masyarakat yang memiliki usaha itu sudah dapat mengerti dan siap di pindahkan.
"Yang pindah itu bukan ruko nya yang ada sekarang, hanya saja tempat pembelian karetnya saja misalnya mereka melakukan pembelian atau penimbangan karet itu di tempat yang di siapkan, sedangkan kalau mengenai transaksi pembayaran itu masih di pasar yang ada sekarang,"jelasnya.
selanjutnya,mengenai kebersihan di minta kedepannya akan di libatkan secara langsung dari pihak masyarakat yang ada di lingkungan masing-masing dan ini akan di komandoi oleh masing Rt dan dusun termasuk kepala Desanya. Karena pemerintah maupun aparatnya tentu tidak bisa melakukan hal ini secara terus menerus. sedangkan yang di lakukan sekarang ini hanyalah merupakan ransangan belaka.
"nantinya RTnya lagsung yang mengkodinir masyarakatnya di lingkungan itu jadi bukan lagi aparat Pemda termasuk wakil bupati lagi yang turun. tetapi masyarakatlah yang harus bertanggung jawab terhadap lingkungannya masing-masing," tegasnya.
Karena untuk melakukan kegiatan ini bukan karena ada program Adipura, melainakan tanpaada Adi pura pun kegiatan ini juga harus di lakukan. karena sebenarnya lingkungan bersih itu adalah indah dan sehat. (wan)







Read more...

Pemilu Legeslatif Semakin Dekat

07.52 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG- Pemilu legeslatif tinggal empat hari lagi. Ternyata
Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2009 kembali bermasalah.Di sejumlah daerah Tempat Pemungutan Suara (TPS) ditemukan pemilih ganda. Di Dusun Tungkul Desa Hilir Kantor Kecamatan Ngaban, misalnya, ditenemukan ada dua orang nama ganda di TPS 134 A dan TPS 36 A.



Anggota KPPS 134 A, Lukman Dolek mengungkapkan, di Daerah Pemilihan Landak I yang pemilih tetapnya berjumlah 62.800, terdapat pemilih ganda, di TPS 134 A Dusun Tungkul Desa Hilir Kantor Kecamatan Ngabang.
”Khususnya di TPS kami, ada dua nama ganda, yang pertama atas nama Nyemas Dewi Kurani, NIK: 6108015710650001, kelahiran Tenguwe tangal 17 Noveber 1965, dengan nomor urut I. Sementara pada nomor urut 277, kembali ada nama Nye Dewi Kurani, NIK: 6108014107680052, kelahiran Tenguwe tanggal 01 Juli 1968m,” kata Lukman Dolek, terheran-heran.
Selanjutnya guru salah satu sekolah dasar ini membeberkan, pemilih ganda terdapat di TPS 36 A, adalah nomor urut 2, Yudi Agustika, NIK: 8108011608870001, kelahiran Ngabang tanggal 16 Agustus 1987. Sementara nama lainnya adalah Yudi Mursidi, NIK: 61088010107870061, kelahiran Ngabang tanggal 1 Juli 1987. “Saya tidak habis pikir mengapa ada nama ganda, padahal ini tidak perlu terjadi, siapa yang salah saya tidak tahu,” katanya.
Menurut dia, kesalahan ini kebetulan ditemukan di TPS 134 A Dusun Tungkul Desa Hilir Kantor, belum lagi ditempat-tempat lain, bukan tidak mungkin kesalahan ini terjadi pula pada TPS-TPS lain di Kabupaten Landak. Karena itu, agar DPT ini tidak kembali terjadi nama ganda, pihak terkait dalam hal ini KPU Kabupaten landak, harus benar-benar mendata ulang untuk DPT Pilpres mendatang. “Kita harap kesalahan ini tidak kembali terjadi pada Pemilu Presiden,” harapnya.
Ia menambahakan untuk jumlah pemilih di TPS 134 A, 300 orang, dengan rincian jumlah laki-laki 155 orang dan jumlah perempuan 145. Sedangkan jumlah pemilih di TPS 36 A, 300 orang, laki-laki 133 orang dan perempuan 167 orang. (wan)






Read more...

Berharap, Guru Agama Kristen Ada Kabar Dari Menpan

07.50 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG- Beberapa waktu lalu Pemkab Landak, DPRD Landak dan perwakilan guru agama Kristen ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi. Kedatangan guru agama ini tidak lain guna memperjuangkan tuntutan mereka menjadi PNS.
Kepada wartawan, Wakil Ketua DPRD Landak, Klemen Apui yang juga ikut berangkat ke BKD Propinsi Kalbar mengatakan, hasil dari kunjungan tim ke BKD Propinsi Kalbar, tim meminta rekomendasi dari propinsi untuk pengangkatan guru agama Kristen tersebut. "Kemudian, kita juga meminta BKD Propinsi supaya bisa sama-sama berangkat ke Jakarta guna menemui Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) yang akan dilaksanakan setelah Pemilu guna memperjuangkan tuntutan guru agama Kristen tersebut," ujar Apui yang ditemui, Rabu (2/4) di kantornya.



Dikatakan Caleg DPRD Kabupaten Landak ini, para guru agama Kristen ini meminta supaya secepatnya merealisasikan tuntutan tersebut. Sebab para guru agama Kristen ini sudah ada yang bekerja puluhan tahun tapi belum diangkat menjadi PNS. "Tuntutan mereka pun mengatakan bahwa bagi guru yang sudah kelewat umur, kalau bisa dijadikan honor daerah. Tapi dalam aturankan tidak pernah menyinggung honor daerah untuk guru agama. Yang ada hanya bagian penyuluhan," kata Caleg nomor urut 3 ini.
Legislator Partai Golongan Karya (Golkar) ini berharap supaya Pemerintah Pusat bisa mengakomodir tuntutan tersebut sesuai dengan kebutuhan. Namun tentunya harus melalui cara bertahap. "Jadi mereka dilihat dari segi umur dan melalui tes juga. Cuma kita harapkan formasinya lebih banyaklah, jangan satu sampai dua orang," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pelatihan Landak Marcos Lahiran membenarkan bahwa tim Kabupaten memang sudah berangkat ke Provinsi untuk memperjuangkan aspirasi dari guru agama Kristen tersebut. "Guru agama Kristen Protestan dan Katolik ini sudah mendapat rekomendasi dari Bupati Landak yang isinya menyarankan kepada pihak-pihak terkait, baik Pemprop maupun Menpan supaya bisa memfasilitasi para guru agama Kristen ini. Apakah mereka ini nanti bisa diterima menjadi tenaga honor, hal ini sangat tergantung formasi dari pusat," terang Marcos yang ditemui di kantornya.
Setelah dari propinsi, tim Pemkab Landak, tim Pemprop, beberapa anggota DPRD Landak dan beberapa orang perwakilan dari guru agama Kristen akan berangkat ke Jakarta. Di pusat, tim akan mengusulkan supaya Menpan bekerja sama dengan Departemen Agama (Depag) bisa membuka formasi bagi guru agama Kristen ini. "Itu harapan kita, mudah-mudahan Menpan dan Depag bisa membuka formasi bagi guru agama Kristen untuk diangkat menjadi tenaga honor, setelah itu menjadi CPNS, kemudian menjadi PNS," harap mantan Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) Landak ini. Ia menambahkan jumlah guru agama Kristen Katolik dan Protestan itu berjumlah sekitar 241 orang. Sedangkan guru agama Islam belum ada yang mengusulkan. "Waktu menyampaikan aspirasi, memang ada guru agama Islam. Tapi mereka ini dari PGSD Untan. Hal ini merupakan urusan Dinas Pendidikan," imbuhnya. (wan)



Read more...

Angin Puting Beliung Hantam Rumah Warga

08.19 Reporter: HERI IRAWAN 1 Response


Ada Atap Rumah Terbang Jatuh Ke Atap Rumah Warga Lainnya
NGABANG- Hujan yang menguyung Kota Ngabang semalam, Jum’at malam, membuat petaka beberapa rumah warga dalam Kota Ngabang, tepatnya di daerah Pulau Bendu Desa Tebedak Kecamatan Ngabang. Sebagian besar atap rumah rusak, genting pecah beterbangan disapu angin puting beliung. Lebih celakanya lagi, salah satu atap rumah warga terbang dan menghantam jatuh ke rumah warga lainnya, yang ketika itu umumnya warga sedang asik nonton televisi. Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Selain itu, atap bangunan Masjid Babun Nimah beserta bangunan Mebel milik Udin juga mengalami kerusakan rata dengan tanah. Sebelum angina puting beliung itu menghantam apa yang ada disekitarnya, terdengar suara gemuruh bersaut-sautan.



"Suara gumuruh dan langsung menghantam teras warung saya, dan perlahan menyasar ke atap bangunan Masjid Babun Nimah," kata Rejeni (55) warga Pulau Bendu, yang ketika itu terkejut melihat atap ruumahnya sudah terbang ke tempat lain berjakan sekitar 10 meter, tidak jauh dari warung tempat usahanya menyambung kehidupanya, Sabtu (4/4) pagi pukul 08,30 wib.
Selain kerusakan yang menimpa dirinya, lanjut wanita yang punya rumah di Gang Haji 2 ini, angin puting beliung juga berhasil menerbangkan 4 buah seng atap ruko milik H. Andi di Pulau Bendu Ngabang. Termasuk juga atap rumah Cafe milik Pak Makeleng. "Yang agak parah juga mebel milik Udin, bangunnya rata dengan tanah," ujarnya.
Ia mengatakan angin puting beliung terjadi Ju’mat (3/3) malam pukul 21.00 wib hujan datang begitu derasnya. Sebelumnya. Tak seberapa lama, kemudian angin puting beliung atap teras milik dirinya, dan beberapa atap rumah warga lainnya di Pulau Bendu. “Kejadiannya begitu cepat. Tiba-tiba teras warung saya sudah terbang,” jelasnya.
Lusiana (46), saksi lain juga menceritakan, atap rumah milik warga yang bersebelahan dengan rumahnya terbang ke atap rumah sebelah kiri rumahnya, sehingga atap rumah warga tersebut jebol. “Ketika terjadi angin putting beliung, saya bersama dengan anak saya di atap loteng, sambil nonton dan kupas kedodong. Salah seorang anak saya sempat bicara kalau diatas rumah mereka ada suara gemuruh dan bergelegar,” katanya seraya mengatakan tak taunya atap rumah tetangganya sudah jatuh keatap rumah tetangga sebelahnya.
Sementara itu Pak Apuk, rumahnya yang ditimpa atap warga lainnya, tidak bisa berbuat apa-apa, dan ia hanya bisah pasrah, sambil bersama warga membantu membersihkan atap yang ada diatas atap rumahnya. “Saya dan istri ketika itu sedang nonton, dan terkejut ada benda besar menghantm atap rumah saya. Ketika dilihat ternyata atap rumah warga,” katanya dengan raut wajah lesu. Disamping istri dan anaknya, ia pada malam kemarin hatrus rela tidur dirung tengah, karena atap rumah yang kebetulan jebol, persis tepat di bagian dua sisi kamar tidur mereka. “Saya harus tidur dirunag tengah,” ujarnya. Ia berharap agar pihak PLN, sebisa mungkin memadamkan aliran listrik, untuk beberapa jam lamanya. Dalam rangka pembesihan atap rumah.
Pantuan Kapuas Post, hingga kini, warga setempat sangat membutuhkan bantuan bahan bangunan seperti seng dan reng, guna untuk memperbaiki atap bangunan. Gugun, salah seoprang warga lainnya mengaku sampai saat ini belum ada bantuan dari Pemerintah Kabupaten Landak. "Masih didata saja, itupun dari pihak Polisi, sedangkan Pemda belum ada," terangnya.
Ditempat berbeda, ketika dikonfirmasi Kapuas Post, Kapolres Landak melalui Kapolsek Ngabang AKP. A. Ramdani mengatakan, hingga saat ini terdata kurang lebih ada 8 rumah yang rusak akibat angin puting beliung. “Kita sudah data rumah-rumah, dan siap kami, laporkan ke Kapolres Landak,” kata Ramdani. (wan)




Read more...

Polisi Ringkus Lima Specialis Pencuri Warung

08.13 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses



Ternyata Empat Pelaku Masih Bersatus Pelajar
NGABANG- Sepandai-pandai tupai melompat, toh pada akhirnya ia jatuh juga ke tanah. Pribahasa ini paling tepat ditujukan kepada lima pelaku pencurian spesialis warung yang ditangkap jajaran Reskrim Polsek Ngabang, Sabtu (4.4) dini hari kemarin. Kelima pria yang masih bau Anak Baru Gede (ABG) itu bernama JN (16) dan JS (19) warga Dusun Dengon Desa Tebedak. Kemudian RN (20) warga Desa Raja, DL (20) warga Dusun Tungkul Desa Hilir kantor dan KL (17) warga Desa Hilir Tengah 2. Ternyata dari kelima tersangka itu, empat diantaranya masih berstatus pelajar, sementara tersangkan satu lainnya JN, tidak sekolah, ia berhenti ketika duduk di kelas II SMP. Polisi berhasil mengamankan Barang Bukti (BB) beruapa susu, ikan teri, minuman capak kaki tiga, pemetika dan roti.



Kini, kelima tersangka ini ditahan dan harus mendekam dalam Prodeo Polsek Ngabang, guna mempertanggungjawabkan perbutannya.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, tertangkapnya ABG ini, atas laporan korban bernama M. Yunus warga Dengoan Desa Tebedak Kecamatan Ngabang pada pukul 00. 30 wib di Mapolsek Ngabang. Dalam laporannya, ternyata warungnya dibongkar pencuri. Mendapat laporan warga, polisi melakukan olah Tempat Kejadian Perkara dan mencari bukti-bukti dan para saksi. Kerja keras polispun menuai hasil, operasi yang dipimpinan langsung Kanit Reskrim Polsek Ngabang AIPTU. P. Simanjuntak, bersama beberapa anggota Polsek Ngabang.
Pada pukul 02.00 wib, polisi berhasil menangkap dua tersangka JN dan JS. Dari pengakuan tersangka ini, mereka lalu bernyanyi, kalau melakukan pencurian dibantu 3 teman lainnya, yaitu RN, DL dan KL.
“Sekitar pukul 06.00 wib, ketiga tersangka RN, DL dan KL, berhasil kita tangkap dirumahnya masing-masing,” bebernya.
Kepolres Landak AKBP Tony EP Sinambela, melalui Kapolsek Ngabang AKP. A. Ramdani, menyatakan, polisi masih mengembangkan kasus ini. “Kita tetap melacak kasus ini, sejauh mana keterlibtan mereka. Kita juga akan mengembankan apakah mereka juga terlibat dalam kasus-kasus pencurian lain. Karena apa dari laporan warga sekitar TKP, kasus pencurian yang terjadi di daerah mereka sudah yang ke tujuh kalinya, dan yang ketujuh ini terungkap,” jelas mantan Kapolsek Mandor. (wan)


Read more...

Tersangka Pembunuhan Bayi Laki Laki

08.07 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
Mengaku, Terpaksa Membunuh, Karena Panik
TABIK- Rekontruksi pembunuhan bayi laki-laki yang dilakukan Reni Anak Bicuk (17) warga Dusun Tabik Desa Jelimpo Kecamatan Jelimpo Jum’at (3/4) berjalan aman dan terkendali. Tampak satuan Polisi dari Polsek Ngabang, berjaga-jaga baik di TKP maupun di jalan raya. Rekontruksi itu juga sempat menjadi tontonan gratis ratusan warga kampung melihat secara dekat.
Dalam memperagakan adegan per adegan, Reni Anak Bicuk tidak tampak sekalipun raut penyesalan terpancar dari wajahnya, malah ada kesan seolah-olah tidak ada terjadi apa-apa.



Rekontruksi pembunuhan itu dihadiri Kapolsek Ngaban AKP. Ramdani, didampingi Kanit Reskrim Polsek Ngabang. AIPTU. P. Simanjuntak, Kanit II Reskrim Polres Landak AIPDA RDH, Panjaitan Penyidik Pembuat Jalannya Rekontruksi dan Pengacara Tersangka Amir Syarifpudin.
Tak kurang dari 1 jam lebih dan 40 adegan, dengan sempurna dilakukan Reni Anak Bicu, ditambah orang tua korban dan tiga orang saksi yang juga merupakan tetanga Reni Anak Bicuk.
Dalam adegan itu juga terungkap, setelah Reni Anak Bicuk membunuh anaknya dan kemudian memasukan dalam kantong plastik, serta membuangnya disekitar semak-semak belukar dekat rumah Fiknasius Jilin. Pada malam harinya, sekitar pukul 19.00 wib, pergi kembali mengawasi kantong plastik itu dengan membawa sebuah alkitab. “Saya pergi ke tempat itu sambil membawa alkitab, dengan tujuan mendoakan bayi itu, dan saya memohon maaf,” kata Reni Anak Bicuk, dihadapan wartawan dan Kapolsek Ngabang.
Ia juga menceritakan, tewanya bayi hasil hubungan dengan SR (20) kekasinya itu, karena merasa panik, dan tidak bisa berbuat banyak. “Saya waktu itu panik, dan jalan pintas membunuh bayi saya. Memang ada pikiran bayi itu hidup dan diberikan kepada orang, tapi karena merasa panik, sikap hilap saya lakukan,” akunya.
Pacar Tak Pernah Balas SMS
Hubungan suami istri yang dilakukan Reni Anak Bicuk dengan SR (20) kekasihnya, kepada wartawan mengatakan berbuatan dilarang agama itu dilakukannya pertengahan bulan Juni 2008 lalu. Perbutan pertamanya dilakukan hanya oral sex. Tidak puas disitu, sang kekasih mengajak Reni Anak Bicuk berhubungan badan sebanyak 3 kali, dan akhirnya Reni Anak Bicuk mengandung.
“Saya hamil dan melahirkan tidak diketahui olah kekasih saya, termasuk bapak saya. Karena apa, saya sebenarnya ada niat untuk mengasi tau, tapi melalui HP saya kontek dan SMS tidak pernah aktif dan dibalas kekasih saya,” katanya.
Kapolres Landak AKBP Tony EP Sinambela, melalui Kapolsek Ngabang AKP A. Ramdani, menjelaskan kekasih Reni Anak Bicuk, SR (20) sampai saat ini ditahan, ia dikenakan dengan pasal pencabulan, karena Reni Anak Bicuk masih dibawah umur. “SR sampai sejauh ini, belum ada keterlibatan dalam proses pembunuhan bayi, kendati itu adalah anaknya sendiri,” kata Ramdani sapaan akrabnya. (wan)






Read more...

Rekontruksi Pembunuhan Bayi Laki-Laki

00.31 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses

Setelah Lahir Bayi langsung Dicekik Hingga Tewas
NGABANG- Polisi menggelar rekontruksi pembunuhan bayi laki-laki di Dusun Tabik Desa Jelimpo Kabupaten Landak, Jum’at (3/4) sekitar pukul 13.30 wib. Dalam kesempatan itu, tersangka RN (27), melakukan 40 adegan. Turut





hadir menyaksikan proses reka ulang tersebut Kapolsek Ngaban AKP. Ramdani, didampingi Kanit Reskrim Polsek Ngabang. AIPTU. P. Simanjuntak, Kanit II Reskrim Polres Landak AIPDA RDH, Panjaitan Penyidik Pembuat Jalannya Rekontruksi dan Pengacara Tersangka Amir Syarifpudin.
Proses rekontruksi yang dilakukan di rumah korban di Dusun Tabik Desa Jelimpo Kecamatan Jelimpo, menarik perhatian ratusan warga setempat. Mereka berdesak-desakan ingin menyaksikan jalannya rekkonstruksi.
"Sebanyak 40 adegan reka ulang telah dilakukan oleh tersangka. Hal itu sesuai dengan Berita Acara Perkara (BAP) yang telah kami buat bersama dengan tim penyidik," kata Kapolres Landak AKBP Tony EP Sinambela, melalui Kaposlek Ngabang AKP A. Ramdani. Mantan kapolsek Mandor ini menambahkan dilakukannnya rekontruksi ini untuk memperjelas kasus pembunuhan bayi, dan bila semua berkas sudah rampung, maka kasus ini akan dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).”Tersangka dan barang bukti kita amankan, dalam kasus ini kita meminta beberapa saksi, termasuk juga ayah korban,” ungkapnya.
Orang tua tersangka bersama 3 saksi lainnya, juga diikutsertakan dalam rekontruksi.
Dalam rekontruski itu terungkap, sebelum melakukan pembunuhan bayi,
Tersangka RENI Anak BICUK dari dalam kamar keluar membawa handuk warna hijau dan mengambil sabun mandi dari dapur. Dan setelah dari mandi, yang tidak jauh dari rumahnya itu, ia masuk kamar dan tanpa sengaja Tersangka RENI Anak BICUK tidur didalam kamar dengan posisi terlentang dan terbangun karena perutnya sakit, pada saat bangun melihat celana pendek basah dan mengeluarkan darah dan tersangka berjalan ke dapur untuk mengambil handuk dan dililitkan dipinggang dan masuk kamar. Ternyata dari apa yang dirasakannya, bertanda akan melahirkian anaknya. Ini dibuktikan Tersangka RENI Anak BICUK jongkok sambil menahan kesakitan perutnya dan dari alat kelamin mengeluarkan darah, serta melihat kekaca ada barang hitam keluar dari alat kelamin tersangka. Apa yang ditakutkan tersangka, ternyata
melihat ada barang hitam keluar dari alat kelaminnya sambil berteran dan melihat makin panjang keluar ternyata kepala manusia dan tersangka berteran lagi dan keluar kepala bayi sampai leher. Memasuki adegan selanjutnya,
Tersangka RENI Anak BICUK melihat bayi keluar sampai leher dengan kedua tangan tersangka, tangan kanan dan tangan kiri memegang kuat - kuat leher bayi sambil menariknya untuk keluar.
Tersangka RENI Anak BICUK setelah manarik dengan kedua tangan kepada leher bayi tersebut di tarik sampai keluar pada bagian sebatas perut bayi tersebut, tersangka menarik nafas kembali memegang leher bayi dengan kedua tangannya dan menarik dengan kuat dan keluar sampai pinggul bayi.
Dari adegan yang sangat mengerikan, Tersangka RENI Anak BICUK menarik napas dan berteran sambil memegang kembali leher bayi tersebut dengan menggunakan kedua tangannya serta menarik kuat - kuat keluarlah bayi tersebut dan kepala bayi tersebut terbentur kelantai dan bayi dibiarkan terletak di lantai, tersangka menarik tali pusat dan ari - ari yang belum keluar dari Vagina tersangka.
Tersangka RENI Anak BICUK melihat bayi yang terletak dilantai dengan kedua tangannya mencekik leher korban dengan kuat karena ketakutan, setelah mencekik bayi tersebut tersangka membersihkan darah yang keluar dari Vagina menggunakan kain sarung.
Keesok harinya, Tersangka RENI Anak BICUK bangun pagi sekitar jam: 08.00 Wib dan berangkat menuju sungai untuk mandi dan membawa baskom warna hitam yang berisikan mayat bayi yang telah dibungkus plastik warna – warni dan warna hitam dan pada saat menuju sungai tersangka keluar lewat pintu belakang dam memutar langsung menuju kedepan dan melewati jalan raya Ngabang – Sanggau dan masuk melewati jembatan rumah saudara FIKNASIUS JILIN Anak KIMAT dan langsung menuju ke pinggir sungai kecil.
Sementara itu dalam rekontruski yang dilakukan Saksi FIKNASISUS JILIN Anak KIMAT pada hari Sabtu tanggal 28 Maret 2009 Jam. 18. 00 wib menemukan mayat bayi yang pada saat itu hendak mandi dan sambil memberikan ikan makan dan mencium bau dari seberang kolam ada kantong plastik warna hitam dan saksi tidak berani membuka kantong plastik dan pergi memberitahukan Sudara ASAU.
Saksi PAULUS Anak AGEN pada hari Sabtu tanggal 28 Maret 2009 sekitar Jam: 19.00 Wib kedatangan tamu dirumahnya yaitu Sdr. ASAU Anak JIKIM yang pada saat itu mengatakan bahwa Sdr. FIKNASIUS JILIN menemukan kantong plastik yang berbau busuk dan setelah mendengar berita tersebut Sdr. PAULUS Anak AGEN langsung menuju kerumah Sdr. FIKNASIUS Anak JILIN dan langsung mengecek dimana keberadaan kantong plastik tersebut dan saya juga tidak bisa memastikan 100 % bahwa yang berada dikantong plastik tersebut adala mayat bayi. (wan)









Read more...

Distan Landak Bentuk UPP Peternakan

00.26 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG - Kurang berhasilnnya petani ternak yang ada di daerah kabupaten Landak Sebenarnya bukan terletak hanya pada salah tehnis semata, melainkan itu terjadi pada beberapa aspek. Sehingga dalam pengelolan bidang peternakan itu ke depan, Pemerintah Kabupaten Landak khususnya Distan yang dalam hal ini sudah akan mengambil dan melakukan 4 kebiajakan yang meliputi pembibitan ternak, di mana bidang ini merupakan kegiatan awal yang dapat menunjang keberhasilan kegiatan yang ada di masyarakat.

Kabid Peternakan dan Perikanan Distan Kabupaten Landak Gst. Basrun kepada Kapuas Post Jum’at (03/04) kemarin mengungkapkan, pembibitan itu sendiri sangatlah memegang peranan peting bagi masyarakat yang artinya jika bibit yang ada itu baik maka hasilnya juga akan dapat lebih baik. sementara itu pembibitan itu sendiri ada 2 versi yaitu ada pembibitan di pemerintah dan ada juga pembibitan di masyarakat. Sedangkan upaya ini merupakan upaya menunjang kebutuhan yang ada di masyaraka. sedangkan yang ke dua adalah membangun UPP peternakan baik UPP babi, sapi maupun UPP lainnya. "Mengenai UPP lainnya ini masih kita jejaki, artinya kita lihat bagaimana prospek kebutuhan di masyarakat, karena kalau sapi dan babi ini itukan sangat di butuhkan apalagi kalau pada saat hari raya," jelasnya.
Karena menurutnya seperti tahun yang sudah lalu terjadi lonjakan harga pada daging, dan ini memang di sebabkan oleh kekurangan persediaan stok yang ada di pasaran dan menyebabkan kenaikan harga.
Melihat kondisi seperti ini, maka menurutnya ke depannya di Kabupaten Landak tetap akan berupaya agar stok yang di miliki ini tidak dapat sampai menimbulkan kekurangan yang berimbas pada kenaikan harga saat hari raya.
"Ya kitakan tidak mungkin harus selalu mengandalkan pasokan kebutuhan daging itu selalu dari luar. setidaknya kita juga harus mampu memenuhi kebutuhaan masyarakat kita," katanya.
Sedangkan mengenai pola-pola pelaksanaan juga harus di atur sedemikian rupa sehingga dalam penerapannya itu tidak terjadi kegagalan. terutama penataan kelompok maupun pola-pola kegiatan dan setealah itu barulah pola kegiatan produksi dapat berjalan. karena untuk sekarang ini peluang tersebut juga sudahterbuaka lebar hanya tergantung dari kejelian petani untuk melihat kesempata itu terutama pada penambahan modal usaha apakah itu di lakukan dengan Bank maupun dengan CU.
Dikatakan kalaupun untuk saat ini pihaknya secara lagsung akan melakukan Caneling dengan pihak Bank atau pihak lainnya, Seraya kuatir kondisi tersebut tidak akan berhasil maksial mengingat ketersediaan bibit ternak masih belum tersedua dengan baik.
"Meamang bibit ini yang harus kita persiapkan dulu kalau ini sudah tersedia maka kita akan berupaya memfasilitasi para petani dengan pihak Bank dan kita harapkan upaya ini akan dapat berjalan baik," harapnya.
Apa lagi menurutnya untuk mendapatkan bibit ternak dari Pemerintah Sekarang ini bukan seperti beberapa tahun yang lalu, tetapi sekarang para petani harus mengajukan permohonannya melalui Musrenbang yang di lakukan awal tahun anggaran. adapun hal ini di lakukan adalah jangan sampai ada tanggapan Kelompok Siluman yang artinya kelompok petani yang di prioritaskan.
"Sekarang ini petani yang akanmendapatakanbantuan bibit ternak, tidak dapat lagi mengajukan permohonan secara langsung kepada Distan, permohonannya harus di ajukan pada Kadesnya masing-masing yang akan di bahas melalui Musrenbang. dan di Landak tidak ada lagi Istilah Kelompok siluman semuanya harus melalui pengajuan lewat musrenbang,"paparnya.
Sehingga dengan adanya hal ini akan dapat di ketahui daerah mana saja yang sudah menerima bantuan bibit ternak baik sapi, kambing,Babi, maupun bibit lainnya. Selain itu juga dalam halpemantauannya juga akan dapat dengan mudah di lakukan. (wan)






Read more...

Terus Lakukan Upaya Peningkatan

00.22 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG - Setelah melakukan kegiatan try out yang di magsudkan upaya mensosialisasikan pelaksanaan UAN mendatang, ternyata di SMPN 2 Ngabang hasilnya terus mengalami peningkatan. Walaupun hasil itu sendiri tidaklah terlalu meningkat jauh, tetapi dari hasil perolehan Nilai yang di raih oleh siswa itu sudah dapat menunjukan peningkatan nilai kalau di bandingkan pencapaian nilai pada tahun lalu.
Kepala SMPN 2 Ngabang Mariani, kepada Kapuas Post Jumat kemarin menjelaskan kegiatan try out itu sendiri merupakan gambaran pelaksanaan Ujian Nasional yang akan di laksanakan nanti.



"Inikan gambaran UAN dan ini juga merupakan salah satu kegiatan sosialisasi UAN yang secara langsung di ikuti oleh siswa pada satu sekolah. karena memang dalam UAN mendatang yang harus di capai siswa itu adalah standar Nilai kelululsan yang harus di raih oleh siswa dan untuk tahun ini mereka harus dapat mencapai 5,50,"ujarnya.
Sementara itu di sisi lain memang kondisi inilah yang harus dapat di raih, sehingga siswa dan pihak sekolah ini harus berupaya maksimal di samping juga keterlibatan orang tua siswa.
"Yang harus di perhatikan itu memang jumlah Nilai. artinya, dari 4 mata pelajaran yang di ujikan itu harus memperoleh jumlah 5,50 walaupuh ada di antara mata ujian itu yang meraih 4 tetapi jumlah itu harus 5,50 asal jangan ada yang 3 itu tetap tidak lulus," paparnya.
Karena katanya, siswa yang lulus adalah jika sudah memenuhi standar kelulusan dengan memiliki nilai rata-rata 5,50 dari semua mata pelajaran yang di ujikan dengan nilai minimal 4. sedangkan jumlah perolehan nilai 4,25 pada mata pelajaran paling banyak 2 mata pelajaran sedangkanyang lain harus memiliki jumlah di atas itu.
"Artinya begini kalau misalnya Matematika itu nilainya di bawah maka mata pelajaran yang lainnya harus mempu memperoleh nilai di tas supaya nilai yang di peroleh tetap berjumlah 5,50, " jelasnya.
Kalaupun mengenai perolehan Nilai try out yang kurang memuaskan pada try out ini, sebenanrnya tidaklah terjadi pada keseluruhan, melainkan ini tergantung pada masing-masing sekolah. yang jelas katanya untuk SMPN 2 Ngabang pada tahun ini ada peningkatan di mana pada tahun yang lalu sekitar 47 persen sedangkan tahun ini usudah dapat meraih 57 persen.
"Memang kenaikan itu tipis tetapi kemampuan siswa kita mengalami kenaikan. walaupun demikian kita tidak terpaku dengan adanya peningkata itu, tetapi kita tetap berupaya bagaimana ke depannya kita dapat lebih baik lagi," pintanya.
kendati kenaikan itu senidiri bukan lantas membuat puas, tetapi pihaknya juga akan secara terus menerus melakukan terobosan untuk mencapai kemampuan siswa dan tingkat kelulusan saat UAN mendatang dapat lebih baik yang bukabn hanya pada kuantitasnya saja melainkan kualitasnya juga akan dapat lebih baik. (wan)



Read more...

Kecurangan Bisa Terjadi Pada Bilik Suara

00.13 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG- Pemilu pada tanggal 9 Aprl 2009, tinggal menghitung hari. Para calon legislatif (caleg) terus melakukan kampanye baik secara kampanye dialogis atau terbuka. Namun dari sekian banyak dilakukan kampanye atau sosialisasi ke kampung-kampung. Caleg merasa dirugikan karena masyarakat pemilih belum banyak yang memahami soal memberikan tanda contreng pada surat suara. Akibatnya masyarakat bisa saja melakukan golput alias tidak mempergunakan hak suara dalam Pemilu nanti. Hal inilah yang membuat kekhawatiran sebagian caleg yang akan bertarung pada Pemilu nanti. Sebab dibenak mereka, satu suara rakyat sangat berharga sekali bagi caleg bersangkutan untuk melenggang ke kursi legislatif.

“Apalagi adanya timbul antipati terhadap anggota legislatif. Masyarakat pemilih pasti mengatakan untuk apa memilih anggota legislatif, toh apa yang kita rasakan juga tidak ada. Bahkan cerita-cerita buruk seperti korupsi dan segala macam singgah di anggota legislatif,” ungkap Kata Wakil Ketua DPRD Landak, Klemen Apui kepada wartawan, belum lama ini di kantornya.
Ia mengatakan dengan adanya gejala demikian para caleg pasti akan dirugikan dalam Pemilu nanti.
Caleg nomor urut 3 DPRD Kabupaten landak ini merasa khawatir dengan adanya kecurangan-kecurangan yang terjadi pada saat Pemilu nanti. Ia menilai kecurangan yang pasti akan terjadi pada saat pemilih menentukan pilihan. “Pada saat surat suara itu diambil, pemilih akan masuk ke bilik suara. Nah, pada saat itulah akan terjadi kecurangan. Sebab masyaerakat akan terpengaruh dengan banyaknya nama caleg dan parpol pada saat membuka suara. Pada awalnya pemilih sudah menentukan pilihannya, tapi kemudian malah memilih yang lain,” jelas caleg dari Partai Golkar.
Namnu kalau ditahapan lainnya, kecil kemungkinan untuk terjadinya kecurangan.
Ungkapan yang sama datang pada caleg lainnya, Syahdan dari PKB. Ia khawatir akan terjadinya golput pada Pemilu nanti. Sebab masih banyak masyarakat pemilih yang belum memehami soal cara mencontreng. “Ini yang kita khawatirkan. Padahal kita sudah melakukan sosialisasi sejelas-jelasnya kepada masyarakat bagaimana cara memberikan hak suara pada surat suara dengan cara mencontreng. Tapi pada kenyataannya masih banyak masyarakat yang belum memahaminya,” kata caleg dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.
Namun demikian dirinya tetap terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya di daerah pedalaman bagaimana cara-cara memberi tanda contreng pada surat suara. Hal ini dilakukan karena hari pemilihan sudah semakin dekat. “Bayangkan saja, hari pemilihan sudah diambang pintu. Oleh karena itu kita tetap melakukan sosialisasi terus kepada masyarakat,” katanya. Selain itu, lanjutnya, saat inipun masih terjadi kesimpang siuran soal daftar pemilih tetap. Sebab masih banyak masyarakat yang mengaku belum terdaftar sebagai pemilih. “Ini juga akan merugikan kami sebagai caleg,” ucapnya. (wan)




Read more...

FBBL Aset Pariwisata Datangkan Wisatawan

00.10 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG- Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Landak Lukas Kanoh mengatakan Kabupaten landak, kaya akan Potensi objek pariwisata dan itu sangat potensial untuk dijual. “Diantaranya air terjun Riam Melanggar, Rumah Betang, Keraton Kerajaan Landak dan objek pariwisata lainnya. Demikian juga dengan sumber kebudayaannya,” katanya.



Di Kabupaten Landak sendiri, lanjuta dia, ada dua etnis yang terbesar yakni Dayak dan Melayu. Masing-masing etnis tentunya punya kegiatan yang bersifat budaya. Seperti etnis Dayak yang terkenal dengan upacara adat Naik Dango dan etnis Melayu yang terkenal dengan upacara adat Tumpang Negeri. Kedua acara adat tersebut setiap tahunnya pasti digelar karena sudah menjadi kalender pemerintah setempat. Namun demikian, meskipun sudah menjadi agenda tetap, tapi kedua acara adat tersebut belum dikemas dengan apik. Termasuk juga objek pariwisata belum digarap secara maksimal.
Lebih juha dia menjelaskan kegiatan kebudayaan ini nantinya akan dikemas dalam suatu even yang diberi nama Festival Budaya Bumi Landak (FBBL). Apalagi FBBL ini sudah menjadi agenda tetap tahunan Pemkab Landak. “Jadi semua kegiatan budaya dan potensi pariwisata yang sudah digarap akan ditampilkan dalam FBBL ini. Kita juga masih mau koordinasi dengan etnis Tionghua even budaya apa yang bisa ditampilkan dalam FBBL ini dari etnis Tionghua sendiri,” ujarnya.
Selain itu kegiatan budaya Robo-robo yang ngetop di Mempawah juga bisa dikembangkan di Landak sendiri. Sebab setiap melaksanakan ritual adat robo-robo di Landak, belum dikemas dengan apik. “Saya juga sudah mendorong supaya kegiatan ini lebih ditingkatkan lagi. Apalagi kegiatan ini berkaitan dengan kerajaan. Oleh karena itu saya minta supaya Keraton Landak bisa mengundang kerajaan-kerajaan yang ada di Landak maupun kerajaan yang ada di luar Kalbar dan diluar Indonesia. Demikian juga dengan upacara adat Tumpang Negeri,” harapnya.
Sedangkan objek pariwisata yang ada di Landak ini dimulai dari makam juang Mandor, gunung sehaq, rumah betang Saham, Keraton Landak, makam kerajaan Landak dan air terjun Riam Melanggar. “Tapi sebenarnya untuk air terjun Riam Melanggar kita belum yakin bisa menyeodot kunjungan wisatawan. Tapi tetap kita masukan juga. Demikian juga dengan air terjun Tikalong yang dulunya pernah digarap pemerintah. Tapi pemerintah harus menggandeng pihak swasta. Sebab untuk menggali objek wisata ini, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri,” papar mantan Kepala Dinas Pendidikan Landak ini. Ditambahkannya, seperti air terjun Riam Melanggar menemui kendala soal jalan yang belum tembus sampai ke riam tersebut. Jika hendak ke riam tersebut, masyarakat harus menempuh jalan sungai yang cukup jauh. “Jadi tidak ada jalannya. Masalah ini urusan Dinas PU yang membuatnya. Demikian juga dengan kerajin tangan yang bisa kita jual. Yang menggerakan kerajinan tangan inikan Koperindagkop,” katanya. Pihak pemerintah, kata Lukas, terus berupaya untuk menggandeng pihak ketiga seperti investor supaya bisa menggarap potensi-potensi wisata tersebut. Namun investorpun harus ada kepastian hukumnya.
Namun demikian menurut Lukas, untuk saat ini Landak belum bisa dijadikan terminal bagi masyarakat yang hendak berkunjung ke Kabupaten ini. Palingan Landak bisa dijadikan halte bagi para pengunjung. “Jadi Landak ini hanya tempat persinggahan saja. Oleh karena itu kita perlu kerja ekstra keras untuk menggarap objek pariwisata dan kebudayaan di Landak ini secara optimal. Sehingga para pengunjungpun akan betah berlama-lama di Landak,” imbuhnya. (wan)






Read more...

Warga Landak Jangan Golput

07.40 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses



ENAM hari lagi masyarakat Indonesia akan menghadapi pesta demokrasi, Pemilihan Umum.Warga Landak pada khususnya sudah diimbau untuk memanfaatkan hak pilihnya dengan baik alias jangan golput.
"Jadilah warga yang baik dengan menggunakan hak pilihnya. Jangan golput," kata Anggota Komisi II DPR RI, Nehen, kepada Kapuas Post, kemarin di kediamamnya Jalaur Ngabang.



Menurut Caleg DPRD Provinsi Kalbar dapil Kalbar 5 ini, warga Landak tidak lama lagi akan menghadapi pemilu. Maka itu, imbauan agar tidak golput kembali disampaikan Nehen kepada konstituennya dan simpatisannya.
Pelaksanaan pemilu yang tinggal enam hari lagi, ia berharap, agar semuanya dapat berjalan dengan baik dan aman. Caleg nomor urut 1 pun mengimbau kepada warga untuk menaati segala peraturan yang ada.
Pemilihan Umum Legislatif dijadwalkan berlangsung pada 9 April 2009. Praktis, satu minggu lagi pelaksanaan pesta demokrasi untuk memilih anggota dewan itu akan berlangsung, kata Caleg yang punya prinsp bila terpilih menjadi anggota DPRD Kalbar, siap memberikan 20 % dari penghasilan DPRD untuk beasiswa bagi putra-putri Landak, yang berprestasi dan Asuransi Kesehatan bagi masyarakat Landak yang kurang mampu. (wan)


Read more...

521 Orang Linmas Pemilu di Kecamatan Ngabang Ikuti Latihan

07.34 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses


NGABANG - Dalam rangka upaya peningkatan pengamanan pada pelaksanaan Pemilu yang akan di laksanakan pada 9 April mendatang, setidaknya 521 orang Linmas yang akan di tugaskan pada TPS-TPS yang tersebar di seluruh wilayah kecamatan Ngabang, kamis (02/04) kemarin telah mengikuti pelatihan dalam rangka pengamanan pemilu mendatang. pelatihan yang di pusatkan di halaman Kantor camat Ngabang tersebut di ikuti oleh seluruh Hansip/Linmas Pemilu yang berasal dari seluruh desa yang ada di kecamatan Ngabang yang juga di hadiri oleh Camat Ngabang Jelimus dan juga di hadiri oleh Setda Kabupaten Landak Drs,Ludis,M.si.



Dalam sambutannya Camat Ngabang mengharapkan kepada 5.21 Linmas yang akan bertugas mengamankan pemilu di masing-masing TPS yang da di Desanya masing-masing, agar para linmas dapat bertugas sebaik mungkin dan secara bertanggung jawab terhadap tanggung jawabnya.
"Pesan kami agar para tenaga yang sudah di latih ini dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan bertanggung jawab,"pintanya.
Karena katanya, dalam melakukan tugas jangan sampai ada yang di titipkan oleh kepentingan tertentu yang dapat memyebabkan terjadi hal yang kurang menguntungkan. kendati hal tersebut justru akan dapat menjadi pemicu keributan. Seraya juga mengharapkan, agar para petugas yang ada harus dapat memberikan rasa aman dan dapat menjadi penuntun bagi orang lain yang artinya dapat menjadi pemilih yang cerdas.
"artinya kita sebagai petugas, jangan sampai menjadi alat atau menjadi objek kepentingan tertentu. kita sebagai petugas Negara, kita harus Netral dan bertanggung jawab kita jangan sampai memihak pada salah satu kepentingan," pintanya.
Yang mana menurutnya agar para petugas yang ada dapat melakukan tugasnya di TPS maupun di KPPS masing-masing sesuai dengan aturan yang ada.
Sementara itu menurut Drs,Ludis M.si Setda Landak mengungkapkan, agar para petugas Linmas yang yang saat ini mengikuti latihan, juga dapat mensosialisasi pelaksanaan pemilu yang akan di laksanakan pada tanggal 9 April mendatang dengan baik kepada anggota masyarakat lainnya.
"Yang kita harapkan adalah, keamanan, semua masyarakat yang ada itu selalu mengharapkan keamanan. jadi lakukanlah tugas dengan baik. jadi lakukan tugas dengan baik,"pintanya.
Oleh karena itu, dalam bidang tugas memang sudah di tetapkan sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing berdasarkan ketentuan yang sudah di atur oleh Undang-Undang, maka di sarankan agar dalam pelaksanaan kegiatan pemilu mendatang dapat aman dan lancar.
"tidak menutup kemungkinan, para caleg yang sudah bekorban banyak ternyata tudak terpilih maupun pendukung yang jagonya tidak terpilih itu bisa berprilaku aneh dan ini akan memicu masalah dan inilah yang harus di di cegah,"paparnya. Sehingga kepada para Linmas yang sudah mengikuti pelatihan, agar dapar selalu siap dalam hal apapun untuk mewujudkan pengaman pemilu, yang bukan hanya pada saat pelaksanaan pemilu semata melainkan sampai pada penghitungan hasil suara juga harus selalu di kawal ketat.
Ia percaya dengan adanya persiapan yang sudah di lakukan, maka pelaksanaan pemilu yang akan datang akan dapat berjalan aman. kendatipun demikian seraya juga berharap untuk menjaga keamanan itu adalah tugas dan tanggung jawab masyarakat semua bukanhanya tanggung jawab petugas atau pejabat tetapi mari ciptakan kondisi yang aman dan kondusip agar kemajuan di daerah ini akan selalu tercapai dan berjalan sesuai yang di inginkan. (wan)




Read more...

Sudah Saatnya Jalan Di Kawasan Kota Ngabang 2 Jalur

07.33 Reporter: HERI IRAWAN 1 Response


NGABANG - Melihat kondisi perkembangan Kota Ngabang yang saat ini semakin pesat dan kepadatan lalu kendaraan juga semakin padat, maka memang sudah saatnya jalur jalan yang ada di dalam kota Ngabang saat ini yang masih menggunakan satu jalur dapat di tambah menjadi 2 jalur. karena dengan adanya penambahan jalur yang di maksud maka, kepadatan arus kendaraan yang ada itu aan dapat berjalan sesuai dengan jalurnya masing - masing.



"Upaya ini akan dapat mengurangi angka kecelakaan lalu lintas. apalagi kalau saat ini, laju kendaraan yang ada itu di pacu semaunya dan ini akan rawan kecelakaan di tambah lagi jalan yang ada itu masih satu jalur," ujar Jelimus Camat Ngabang kepada Kapuas Post di ruang kerajanya kamis (02/04) kemarin.
Di katakannya, hal tersebut bukan hanya semata-mata sebagai wacana sendiri atau keinginan semata, melainkan hal ini juga sudah di bicarakan dengan pejabat terkait di Pemda Landak, termasuk dengan Wakil bupati Landak,
"Ini sudah kita bicarakan dengan Wakil bupati Landak, termasuk Setda, asisten dan Dinas PU dan dari hasil rencana tersebut beberapa kalangan juga menyambut baik dan mendukung sekali kegiatan ini,"katanya.
Kendati pada pelaksanaan kegiatan ini menurutnya, Pemda Landak hanya berupaya membebaskan lahan pada kiri-kanan jalan sepanjang 2,5 Meter, sedangkan mengenai anggaran dan kegiatan lainnya merupakan kewenangan propinsi.
"Saya pikir kalau sekarang ini kondisinya masih sangat tepat, karena kalau saja kegiatan pelebaran jalan ini selalu di tunda-tunda nanti. yang kita pikirkan itu adalah masalah tingkat kesulitannya semakin tinggi,"ungkapnya.
karena bangunan yang di miliki oleh masyarakat itu akan semakin padat dan ini akan menjadi tantangan yang harus di hadapi. sedangkansekarang ini kondisi masih belum begitu padat tentu tidak akan begitu sulit.
"Mengenai harga Tanah itukan sesuai dengan ketentuan pemerintah yang ada. artinya kita tidak bisa menambah atau mengurangi. makanya kita harus selalu melakukan pendekatan," ungkapnya.
Karena kalau saja jalan ini sudah di bangun menjadi 2 jalur maka yang merasa mudah dan aman juga dalah masyarakat bukan perorangan. artinya pembangunan itu memang demi dan ntuk mencapai kemudahan bagi masyarakat. Sehingga upaya untuk menuju ke arah tersebut, Seraya mengharapkan agar semua kalangan yang ada di Kota Ngabang ini dapat mendukung agar peaksanaan kegiatan pembangunan itu dapat tercapai dengan baik yang gunannya untuk memperlancr semua kepentingan masyarakat. (wan)




Read more...

Berharap, Tingkat Kelulusan SMK Terpadu Ngabang Meningkat

07.32 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG- Kepala SMK Terpadu Ngabang Paulus Djbudjang sempat cemas, dari hasil “Tray Out I”, dengan jumlah murid 111 orang. Dimana pelaksanaan tray out ini dilakukan dari tanggal 11-13 Februarai 2009. Tidak ada satupun anak didiknya mencapai angka target kelulusan. Adapun mata pelajaran yang diujikan yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika.
Artinya Kepsek ini harus kerja keras dan banting tulang, dengan harapan ketika kelulusan UN diumumkan, anak didiknya lulus semua. “Memang ada rasa kecemasan yang kami alami, ketika “Tray Out I” tak satupun anak didik kami mencapai angka kelulusan 5.00,” kata Paulus Djbudjang.



Menurutnya, untuk hasil Tray Out II, yang mana dilaksankan dari tanggal 18-20 Maret 2009, dengan mata ujian sama seperti “Tray Out I” sampai saat ini pihak sekolah masih menunggu hasil pengumuman nilai tray out. “Kita tidak tahu kapan hasil itu bisa diketahui, mudah-mudahan dalam waktu yang tidak lama kami sudah bisa mengetahui haslnya,’ kata pria berbadan tambun ini.
Ia juga mengatakan, dengan sisa waktu efektif belajar tidak sampai 1 bulan pelaksanaan ujian nasional, pihaknya akan mempermantap pengatahuan anak didiknya dengan pembahasan naska soal ujian beberapa tahun sebelumnya. Langka ini diharapkan bisa menaikkan standar rata-rata kelulusan pada ujian tahun sebelumnya.
"Dengan sisa waktu yang sudah semakin mepet ini, pilihan terbaik untuk meningkatkan kapasitas anak-anak dalam persiapan ujian adalah memperbanyak mengerjakan soal-soal tahun sebelumnya. Yaitu dengan nama “Sistim Block“. Sistim ini khusus tidak ada penambahan jam belajar, artinya dari jam pagi 1 mata pelajaran dan siangnya 1 jamS mata pelajaran. Resikonya adalah sekolah harus banyak menyiapkan lembaran soal dan jawaban,” jelasnya.
Dikatakannya juga, selain itu pihak dewan guru melaksanakan les tambahan, yang akan dilakukan adalah merupakan metode yang sudah sering dilakukan, dimana didalamnya dilakukan pembahasan materi secara detail sehingga siswa memiliki pengetahuan yang lebih baik dan membekas didalam ingatan mereka. Ia memisalkan pelajaran matematika, siswa diajari tidak hanya bagaimana mendapatkan hasil yang benar secara singkat tetapi diberikan pengetahuan proses untuk mendapatkan hasil, sehingga walaupun terjadi perbedaan antara yang dipelajari dengan yang ditampilkan dalam soal ujian nantinya, tidak menjadi masalah karena siswa mengetahui cara memecahkannya.
Ia juga menghimbau kepada orang tua murid, agar dapat mengawasi anak-anaknya, terlebih masa ujian nasional tinggal menghitung hari. Selain itu orang tua juga diharapkan tidak bosan membimbing anaknya ketika belajar baik pada sore hari dan malam hari. “Orang tua jangan lepas mengontrol anak, bila ingin anaknya lulus dengan angka yang baik. Kami disekolah sudah berbuat semaksimal, peran orang tua yang lebih besar lagi ketika anak-anaknya berada di rumah,” imbuhnya. (wan)




Read more...

Suara Tidak Sah Diprediksi Tinggi

18.44 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses


WAKIL Ketua DPRD Kabupaten Landak Klemen Apui, meminta kepada seluruh masyarakat Kabupaten Landak, dapat memberikan hak suaranya pada Pemilu tanggal 9 April mendatang. “Karena ini Pesta Demokrasi lima tahun sekali, manfaatkanlah pemberian suara ini dengan baik, jika salah pilih maka akan mempengaruhi pembangunan bangsa ini lima tahun kedepan,” pinta Caleg dari Partai Golkar Kabupaten Landak ini.



Klemen sapaan akrabnya melihat, dari pengalaman masuk keluar kampung di wilayah Dapil Landak I, ada kekhawatiran pada masyarakat dalam memberikan hak suara. Dimana dalam melipat surat suara yang cukup besar itu, jangan untuk mencontreng, mereka agak susah. “Kalau ada 10 orang yang melipat suara paling-paling yang bisa hanya 1-2 orang saja, selebihnya mereka tidak bisa. Kalaupun kita lakukan 3 kali ulang, mereka tetap tidak bisa,” ungkap Caleg nomor urut 3 ini.
Melihat gejala ini, ada kemungkinan, jika dari 4 lembar surat suara, satunya saja mereka agak susah membuka surat suara sebesar surat kabar ini, bisa saja mereka mengabaikan 3 surat suara yang ia miliki. “Ini pengalaman kami sambil kampanye dikampung-kampung, sambil kita peragakan tata cara melipat surat suara,” tegas Klemen. Masyarakat dikampung-kampung, tambah dia, selalu bingung melihat jumlah Partai Politik yang ikut Pemilu tahun 2009. Saya yakin kalau pemilih itu pasti tidak langsung melihat nomor partai tapi, selalu dari mulai nomor urut satu atau angka berapa, ini terutama untuk ibu-ibu dan bapak-abapak umur diatas 50 tahun,” katanya seraya menambahkan kemungkinan suara tidak sah pada Pemilu 2009 tingggi. (wan)


Read more...

Pantau Barang Milik Daerah

18.42 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses


BUPATI Landak Adrianus AS membuat Surat Edaran Nomor 027/798/Um.C, dimana mengacu PP No. 6 tahun 2007, Permendgri No. 17 Tahun 2007, tentang pedoman teknis pengelolaan barang milik daerah , ditegaskan bahwa barang milik daerah adalah semua barang yang dibeli atau diperoleh atas beban APBD atau perolhan lain yang sah. Sedangkan pengunaan adalah kegiatan yang dilakukan penguna/kuasa penguna dalam mengelola dan menatausahakan barang milik daerah sesuai tugas pokok dan fungsi SKPD yang bersangkutan. Berdasarkan pantuan dilapangan banyak ditemukan barang milik daerah, seperti bangunan, tanah dan kendaraan dinas yang tidak dipergunakan untuk menunjang tugas pokok (operasional) diantaranya dipergunakan untuk kepentingan pribadi.


“Sehubungan hal tersebut, diminta kepada pimpinan SKPD, lebih meningkatkan pengawasan terhadap barang milik daerah terutama yang berada dilapangan,” kata bupati dalam isi surat edaran itu .
Apabila ditemukan pengunana barang milik daerah tidak digunakan sebagai ketentuan agar diambil tindakan teguran baik secara lisan atau tertulis bila perlu dilakukan penarikan pengunaanya dari PNs yang bersangkutan. (wan/humas)


Read more...

Prioritas Kabupaten Landak Tahun 2001

18.42 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG - Selain upaya peningkatan perekonomian dan membuka lapangan kerja melalui pihak Investor yang dalam hal ini perusahaan perkebunan maupun sektor lainnya yang dapat memberikan lapangan kerja bagi masyarakat yang ada di daerah Kabupaten Landak, Bidang Infrastruktur juga akan dapat mengurangi jumlah angka kemiskinan pada masyarakat. karena Indikator Kimiskina itu bukan hanya semata-mata terjadi karena lapangan kerja semata, tetapi dari sisi kelancaran transportasi ini juga merupakan salah satu penyebab kemiskinan.



"Saya rasa ini merupakan Faktor yang paling mendasar yang menjadi penyebab kemiskinan, kita lihat sebenarnya kemiskinan itu bukan tidak makan saja, tetapi banyak indikator yang menyebabkan kemiskinan itu terjadi," ungkap Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Landak (Bappeda) Alpius, kepada Kapuas Post Rabu (01/04) kemarin.
Untuk itu melihat kondisi tersebut, Pemda Landak juga sudah merecanakan prioritas pembangunan untuk tahun 2010 tetap berupaya membuka Infrastruktur perdesaan.
"Mengenai strategi kedepan mengenai upaya pengentasan kemiskinan ini memang sudah merupakan perencanaan terutama berupaya membuka inprstruktur perdesaan yang juga akan di topang dengan peningkatan pada pendidikn yang dalam hal ini adalah wajar," katanya.
Sementara dari sisi pendidikan menurutnya, ini juga harus selalu di tata yang artinya, mengenai sarana dan prasarana ini juga harus selalu di pantau sehingga kalau saja hal ini membutuhkan perbaikan maka harus segera di perbaiki.
di sisi lain bidang kesehatan juga tetap akan harus menjadi prioritas, karena bagaimana pun jugafaktor ini tetap merupakan hal utama yang harus selalu di tangani.
Apalagi katanya, masalah kesehatan ini tentu akan sangat berpengaruh pada peningkatan kualitas SDM yang ada di masyarakat.
"Istilahnya kesehatan inikan merupakan pelayanan yang paling mendasar bagi masyarakat dan ini harus terpenuhi, kan ada pepatah "di dalam Tubuh yang Sehat, terdapat jiwa yang kuat, dan ini harus dapat kita capai," ujarnya.
Sedangkan di bidang peningkatan perekonomian, juga merupakan hal yang sangat penting harus secara terus menerus di galakan. karena di dala satu daerah itu pasti memiliki potensi yan dapat di kembangkan apakah perkebunan Karet Rakyat maupun perkebuna kelapa sawit selain bidang pertanian khususnya tanaman pangan.
"Saya lihat beberapa potensi ini harus dapat di jadikan potensi andalan, yang artinya dapat di kelola oleh masyarakat. karena kedepannya ini akan dapat lebih menjanjikan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat," pintanya.
Sedangkan di sisi lain memang menurutnya bidang transportasi ini juga akan selalu memiliki pranan penting di mana hal ini tetap akan menjadi tolok ukur keberhasilan masyarakat yang ada. terutama pada sisi pemasaran hasil produk masyarakat tetap akan membutuhkan transportasi. sehingga bagaimana pun bidang ini tetap akan menjadi yang utama.
"Ya, kita bersukur di mana untuk mengentas kemiskinan yang ada di daerah kita itu bukan hanya upaya dari Pemda semata tetapi juga ada beberapa proyek seperti P2KP,PISEW, kemudian yang sudah lalu-lalu itu ada sejumlah proyek yang juga bergerak pada upaya penurunan angka kemiskinan. dan ini memang sangat memberikan hasil yang cukup Fositif," katanya.
Karena menurutnya dalam pembangunan Infrastruktur itu ada istilah halan Negara, jalan propinsi sedangkan untuk jalan perdesaan itu di harapkan akan dapat di bangun melalui kegiatan program ini. Kendati untuk melihat masalah kemiskinan ini bukan hanya dapat di lihat dari satu aspek semata melainkan di berbagai aspek juga harus dapat di kaji.
"Makanya program kita sekarang ini lebih banyak kita arahkan pada daerah pedalaman. karena yang namanya kita membangun tidak bisa kita lakukan secara sekaligus, tetapi akan di lakukan secara bertahap apalagi kemampuan daerah kita yang masih sangat terbatas, sehingga ini membutuhkan proses yang artinya masyarakat juga harus dapat bersabar karena pembangunan ini juga akan berkesinambungan," pintanya. (wan)





Read more...

5 Anggota Dewan dari PSI Siap PAW

18.39 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG- 5 (lima) anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Landak dari Partai Serikat Indoneia (PSI), yaitu: Alidin, Mingku.S, Yohanes dan Devinawati. Harus legowo melepaskan jabatan sebagai penyambung lidah masyarakat Kabupaten Landak. Pasalnya, ke lima anggota dewan ini dalam waktu yang tidak lama lagi akan segera di Pengganti Antar Waktu (PAW). Nantinya, Alidin akan digantikan Sinawati, Mingku.S digantikan Rosita, Yohanes digantikan Suhanto dan Indah mengantikan Devinawati.


“Untuk menentukan kapan pasti pelaksanaan PAW, pada tanggal 2 April 2009. Panitia Musyawarah (Panmus) akan melakukan rapat, guna menentukan jadwal pelaksanaan PAW,’ kata Plt. Kepala bagian tata Hukum, DPRD Kabupaten Landak, B. Sudiro, kepada Kapuas Post, Rabu (1/4), kemarin diruang kerjanya.
Dia mengatakan adapun dasar PAW ini, adalah pelaksanaan Keputusan Gubernur Kalimantan Barat Nomor : 114, 115, 123 dan 124 Tahun 2009 masing-masing, Tentang Peresmian Pemberhentian dan Peresmian Pengangkatan Pengganti Antar Waktu Anggota DPRD Kabupaten Landak dari Partai Sarikat Indonesia.
Sedangkan Pra Anggapannya, kata B.Sudiro, berdasarkan Undang-Undang Nomor : 22 Tahun 2003 Tentang Susunan dan Kedudukan MPR, DPR.DPD,dan DPRD pasal 96 ayat (5) yang berbunyi : Penggantian Anggota DPRD Kabupaten / Kota antar waktu tidak dilaksanakan apabila sisa masa jabatan anggota yang diganti kurang dari empat bulan dari masa jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70.
Pasal 70 berbunyi : Masa Jabatan anggota DPRD Kabupaten / Kota adalah lima dan berakhir bersamaan pada saat Anggota DPRD Kabupaten / Kota yang baru mengucapkan sumpah / janji.
Lebij jauh dikatakan pria tegas ini, fakta dan data yang berpengaruh terhadap persoalan.
Tenggang waktu perhitungan kurang dari empat bulan masa jabatan DPRD yang akan diganti tidak perlu diadakan Pengganti Antar Waktu, kursi bagi Anggota DPRD tersebut dikosongkan sampai pengucapan Sumpah / Janji anggota DPRD Kabupaten / Kota hasil Pemilihan Umum Tahun 2009.
“Kesimpulan dari PAW ini, adalah penerapan Pasal 96 ayat (5) masa jabatan anggota DPRD Kabupaten / Kota adalah 5 (lima) Tahun, jika dilihat dari pengucapan sumpah / janji Anggota DPRD Kabupaten Landak pada tanggal 28 September 2004 dengan demikian berakhirnya masa jabatan DPRD Kabupaten Landak pada tanggal 28 September 2009, untuk itu terhadap Pengganti Antar Waktu tersebut masih punya tengggang waktu selama 6 (enam) bulan, terhitung sejak bulan April 2009 dengan demikian Pengganti Antar Waktu Partai Sarikat Indonesia tetap dapat dilantik sebagai Anggota DPRD Kabupaten Landak meneruskan sisa jabatan Anggota DPRD Periode 2004-2009,” katanya.
Ia menambahkan, terhadap pasal 70 berakhirnya masa jabatan bersamaan dengan Pengucapan sumpah / janji hasil Pemilu Tahun 2009 artinya jika pengucapan / sumpah Anggota DPRD hasil Pemilihan Umum Tahun 2009 direncanakan / dijadwalkan berdasarkan keputusan KPU Nomor : 20 Tahun 2008 tanggal 4 Juni 2008, pada bulan Juli 2009 maka berakhirlah juga masa jabatan Pengganti Antar Waktu Partai Sarikat Indonesia tersebut. (wan)




Read more...

Potensi Kayu Dapat di Kelola Masyarakat

18.37 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG - Persoalan Potensi perkayuan yang ada di lahan milik perusahaan, terkadang sering kali menjadi pemicu kesalah pahaman antara masyarakat dengan pihak perusahaan. kendati di sisi lain masyarakat yang merasa ingin mengelola potensi tersebut sudah tidak di ijinkan oleh pihak perusahaan sehingga akan timbul satu permasalahan.
Menanggapi hal tersebut Plt Kadis Bun-hut (Perkebunan dan Kehutanan) Kabupaten Landak Vinsensius,S,sos,MMA kepada Kapuas Post rabu (01/04) kemarin mengungkapkan, Sebenarnya potensi kayu yang ada pada lahan milik Investor atau perusahaan perkebunan dapa di kelola hanya memang harus melakukan cek inricek mengenai potensi kayu oleh Dinas pekebunan yang dalam hal ini bidang kehutanan yang mana hasil pemeriksaan tersebut akan di usulkan agar menjadi salah satu ijin untuk pengelolaan kayu (IPK).



Menanggapi hal tersebut Plt Kadis Bun-hut (Perkebunan dan Kehutanan) Kabupaten Landak Vinsensius,S,sos,MMA kepada Kapuas Post rabu (01/04) kemarin mengungkapkan, Sebenarnya potensi kayu yang ada pada lahan milik Investor atau perusahaan perkebunan dapa di kelola hanya memang harus melakukan cek inricek mengenai potensi kayu oleh Dinas pekebunan yang dalam hal ini bidang kehutanan yang mana hasil pemeriksaan tersebut akan di usulkan agar menjadi salah satu ijin untuk pengelolaan kayu (IPK).
"IPK inikan memerlukan legalitas, maka kita sarankan kepada pihak perusahaan untuk mengurus IPK, yang bukan bearti pihak perusahaan itu dapat atau boleh mengelola Kayu,"ujarnya.
Karena menurutnya, berdasarkan UU No 18 Tahun 2004 kepada pihak perusahaan tidak di perbolehkan untuk mengelola kayu. kendati dalam hal tersebut katanya dalam hal ini memang ada dualisme di mana untuk pengelolaan kayu yang ada di dalam areal perusahaan itu akan dapat di kelola sesuai dengan peraturan, di mana Investor dapat membantu menyiapkan ijin pengelolaan kayu, sementara pengelolaan kayu yang ada itu dapat di serahkan kepada kelompok-kelompok masyarakat maupun pihak ke-3.
"Memang kalau kita lihat kayu yang ada inikan memiliki potensi yang cukup baik, artinya dari pada kayu yang ada itu di buang begitu saja, di gusur dan di timbun dengan tanah, kan lebih baik di kelola sehingga ini akan dapat memberikan nilai tambah,"katanya.
Menurutnya, kondisi seperti ini tetap sah yang penting antara pihak perusahaan dapat bekerja sama dengan pihak ke-3 atau kelompok masyarakat yang ada untuk mengelola kayu yang ada yang di fasilitasi oleh pihak pemerintah daerah.
"Pihak ke-3 ini bisa saja perusahaan kayu,penghimpunan pekerja kayu Indonesia bisa, LSM yang secara khusus menangani kayu juga bisa termasik Koperasi serba usaha juga termasuk kelompok masyarakat yang ada di areal perusahaan sepanjang sudh memiliki aturan yang jelas,"paparnya.
kendati menurutnya dengan adanya pengelolaan kayu yang ada itu akan dapat memberikan kontribusi kepada pemerintah, yang dalam hal ini melalui pembayaran PSHDR dari pada potensi yang ada di buang begitu aja, sepanjang tidk melanggar aturan yang sudah di tetapkan oleh pemerintah.
"Kalau mengenai perusahaan perkebunan yang ada di Kabupaten Landak itu rata sudah memiliki IPK. seperti IGP,Natalisa Idola, Wilmar,Condong Garut Maiska dan perusahaan perkebunan lainnya itu sudah memiliki IPK," ungkapnya.
Dikatakannya, perusahaan yang wajib mengajukan IPK ini adalah bagi perusahaan yang memiliki potensi kayu, sedangkan bagi perusahaanyang tidak memiliki potensi kayu, perusahaan yang bersangkutan hanya wajib mengajukan rekomendasi LC (Leand Cliring) atau pembersihan lahan.
"nah sekali lagi kita ingatkan bagi pihak perusahaan tetap tidak boleh mengelola kayu mereka hanya memfasilitasi yang boleh mengelola kayu adalah pihak masyarakat atau kelompok masyarakat dan ini harus melalui kemitraan antara perusahaan dengan pihak yang dapat mengelola kayu, supaya kayu ini dapat memberikan nilai tambah. sedangkan PSHDR ini tetap harus di bayar oleh pihak perusahaan,"tegasnya. (wan)




Read more...

2 Polsek Dan Polres Dapat Bantuan Seperangkat Alat Komputer Lengkap

18.29 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG- Berbahagialah 2 (dua) Polsek, yaitu Polsek Mandor dan Polsek Menyuke serta Polres Landak mendapat bantuan berupa seperangkap lengkap komputer dari Badan Pemberdayaan Perempuan (PP) dan Keluarga Bencara (KB) Kabupaten Landak . Penyerahan ini langsung dipimpinan Hj. Nyemas Srikandi, Kepala Badan PP dan KB, Rabu (1/4), kemarin, didampinggi perwakilan Polsek Mandor Bripka Dahroni, Polsek Menyuke Briptu Dian Kristianto dan Polres Landak Brigadir Sarly.



Nyemas, mengatakan adapun latar belakang penyerahakan bantuan untuk Ruang Pelayanan Khusus (RPK) guna mengantisipasi khasus kekerasaan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Landak. Hal yang perlu disiapkan dalam menanggani khasus tersebut dengan mempersiapkan RPK yang dapat memberikan perlindungan bagi korban. “Bentuk perhatian dari UNFPA kepada PP adalah salah satunya dengan memfasilitasi pemberian bantuan kepasa Polsek Mandor, Polsek Menyuke dan Ruang Pelayanan Khusus Polres Landak,’ kata Nyemas Srikandi, kemarin.
Bantuan-bantuan yang diberikan itu seperti 1 set computer, I unit printer, 1 buah meja computer, 1 buah meja tulis/kerja, 1 buah dispenser, 1 buah filing cabinet, 1 buah kipas angina dan 1 buah kursi kerja/kursi putar.
“ Yang mana pemberian ini bertujuan, antara lain agar korban dapat dilayani dengan baik selama korban melapor. Selain itu kerahasian korban dapat dijaga,” kata Nyemas seraya menagatakan tujuan lainnya adalah petugas pada level unit pelayanan di itga RPK dapat bekerja secara prima dan secara rutin dapat melapor secara triwulan setiap kasus kekerasan perempuan dan anak kepada bidang Pemberdayaan Perempuan untuk dilanjutkan ke Kementerian Pemberdayaan Perempuan RI. (wan)



Read more...

Minimal 10 Ha Harus Ada Polhut 20 Orang

07.56 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses


PLT. Kadis Hutbun Landak Vinsensius menegaskan hingga saat ini Polisi Hutan (Polhut) yang dimiliki Kabupaten Landak hanya ada 3 orang. Minimal, katanya dalam kawasan 100 Ha minimal, harus dijaga Polisi Hutan 20 orang.


“Kenyataannya sekarang masih jauh dari harapan kita untuk memenuhi jumlah Polisi Hutan Kabupaten Landak,” kata Vinsensius, kemarin dikatornya.
Untuk mengatasi masalah ini, lanjut dia, pihaknya telah beberapa kali mengajukan pertambahan anggota Polisi Hutan, misalnya diajukan ke bupati, jawaban bupati itu wewenang pusat, jawaban pusat di pusat masih kekeurangan tenaga. “Padahal kalau kita mau jujur di Kalimantan harus dipenuhi anggota Polisi Hutannya, karena daerah kita ini rawan sekali dengan aktivitas Illegal Loging,” jelasnya. (wan)




Read more...

Seni Ukir Landak Banyak Diminati

07.55 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses


KEUNIKAN seni ukir yang di miliki oleh para pengeajin di daerah Kabupaten Landak memang cukup membanggakan bahkan tidak kalah dengan yang di miliki oleh daerah yang sudah mengalami kemajuan. Apalagi produk ukiran yang di hasilkan oleh para pengerajin di daerah ini cukup di minati sehingga dapat merupakan salah satu bukti bahwa hasil tersebut sudah dapat di terima oleh masyarakat maupun pasar dengan baik. “Ini merupakan bukti bahwa apa yang di hasilkan oleh pengerajin kita khususnya di bidang seni ukir itu sudah mampu menembus pasaran dengan hasil yang memuaskan. Dan sekarang tinggal kita saja mampu tidak memenuhi permintaan pasar, ” kata Masda Kabid Industri Disprindagkop Kabupaten Landak kepada Kapuas Post.



Dikatakannya, bahan baku yang di butuhkan oleh pengerajin di daerah ini memang tidak mengalami kesulitan kendati semua bahan sudah tersedia cukup sehingga para pengerajin tidak harus bersusah lagi mendatangkan bahan dari luar, karena kebanyakan bahan tersebut menggunakan tunggul kayu yang sudah di tebang yang kemudian di oleh sedemikian rupa sehingga berbentuk barang-barang funiture maupun hiasan lainnya yang di butuhkan oleh masyarakat. “Kita lihat hasil yang di pamerkan beberapa waktu lalu di Pontianak itu cukup di minati bahkan stok yang di siapkan habis terjual bahkan juga kita mendapatkan pemesanan yang cukup banyak. Inikan artinya upaya dan kerja keras para pengerajin kita itu tidak sia-sia. Sekarang kan tergantung kita saja lagi mampu tidak memenuhi pesanan tersebut,”katanya. (wan)



Read more...

Minta Benahi Irigasi Anyang

07.53 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
Puluhan Hektar Sawah Menanti Sentuhan
NGABANG - Kondisi Irigasi yang berada di Dusun Anyang Desa Amboyo Selatan Kecamatan Ngabang, saat ini memang sangat menantikan perhatian dari Pemda Kabupaten Landak, pasalnya paling sedikit 50 an lebih lahan persawahan milik masyarakat yang berada di kawasan tersebut, memang sangat membutuhkan air yag berasal dari irigasi yang ada di yang sudah di bangun sejak Ngabang masih berada di Kabupaten Pontianak.



"Memang sudah lama sekali, irigasi itu tidak di perbaiki sekarang irigasi itu sudh tidak berpungsi lagi dan masyarakat yang mempunyai sawah di lokasi itu sudah tidak dapat mempergunakan air dari irigasi itu,"kata M.Ibrahim A Kepala Desa Amboyo Selatan Kecamatan Ngabang kepada Kapuas Post belum lama ini.
Padahal katanya, di areal tersebut terdapat satu hamparan lahan sawah yang sudah digarap oleh masyarakat namun sekarang lahan tersebut sudah tidak dapat di mempaatkan secara maksimal oleh masyarakat karena sumber air yang ada tidak dapat mengaliri sawah dengan baik.
"memang masih di garap oleh masyarakat, hanya sudah tidak optimal lagi lah karena irigasinya sudah tidak berpungsi lagi. tetapi kalau irigasi di areal itu dapat di pungdikan kembali maka saya yakin itu akan dapat Normal kembali,"ujarnya.
di katakannya, ketika irigasi itu dahulu masih cukup bagus, hasil yang di peroleh oleh masyarakat juga cukup bak bahkan sudah terkenal lumbung padi Binua Sapari. hanya lataran irigasi itu sudah mengalami kerusakan dan tidak ada pembenahan maka kondisi itu juga tenggelam bersama sang waktu dan kerusakan tersebut.
"Keinginan kita sekarang ini adalah bagaimana untuk mengoptimalkan kembali lahan yang da agar dapat berfungsi seperti dulu ini yang kita inginkan. terutama irigasinya lancar dan baik karena kalau saja ini di benahi maka saya yakin semua harapan masyarakat yang memiliki lahan persawahan di daerah ini akan dapat tercapai,"tandasnya.
Untuk itu katanya, Seraya mengharapkan untuk menciptakan agar keberhasilan petani dalam menggarap sawah miliknya dapt berhasil seperti beberapa tahun yng lalu itu dapat kembali tercapai bahkan dapat lebih meningkat kalau di bandingkan yang sudah ada, maka di harapkan Pemda Landak dapat membantu membangun irigasi yang ada di Dusun Anyang. karena apabila irigasi yang ada di daerah ini di bangun kembali maka seraya yakin keberhasilan para petani yang ada di kawasan itu akan tercapai.
"Saya optimis, lahan-lahan inikan memang sudah jadi dan hanya irigasinya saja yang sudah tidak ada karena irigasi yang ada inikan semasa masih berada di Kabupaten Pontianak. Sedangkan sampai sekarang belum ada mendapat perhatian dari Pemda Landak. jadi ya wajar saja kalau ini rusak,"katanya.
Menurutnya, dengan kobndisi yang ada, maka seraya tetap berharap agar permintaan dari masyarakat agar Pemda Landak dapat kembali membangun irigasi yang ada. karena selain akan membuka kembali lahan tersebut juga di harapkan akan dapat meningkatkan penghasilan masyarakat yang memiliki lahan sawah di areal tersebut,. (wan)






Read more...

Kembangkan Olahraga Di Bumi Intan

07.51 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
Peran Serta Perusahan Swasta Diharapkan
NGABANG- Sukarsih, Sekretaris Umum KONI Provinsi Kalimantan Barat mengatakan bahwa pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Landak harus bersifat mandiri. Ini sesuai diamanahkan dalam Pasal 40 UU RI No. 3 Tahun 2005 yang mana menerangkan bersifat mandiri da tidak terkait dengan kegiatan jabatan structural dan jabatan publik, jo PP No. 16 Tahun 2007 pasal 56 (1).



“Seperti jabatan eselon dan jabatan public Bupati, Wakil Bupati dan anggota DPR,” kata Sukarsih, ketika membacakan sambutan ketua KONI kalbar, H. Usman Jakfar, membuka Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) II Komite Olah Raga Kabupaten Landak tahun 2009 di aula Kantor Bupati Landak, Senin (30/3).
Dikatakannya, dalam menuntaskan masalah bisa dilanjutkan dalam siding komisi, dan yang jelas dari arahan Gubernur Kalbar Cornelis, kita jangan melanggar undang-undang, dan kalau dapat kita tunduk terhadap undang-undang itu, dan dimana kebijakan itu bisa kita ambil. “Tugas utama Kominte Olahraga Kabupaten menurut Pasal 39 UU Ri No. 3 tahun 2005, tentang Sistim Keolahragaan Nasional, adalah membantu Pemda dalam membuat kebijakan daerah dibidang pengelolaan pembinaan dan pembinaan olahraga prestasi,” katanya.
Mengacu apa yang telah diungkapkan Ketua Harian KONI Landak Syahdan Anggoi, di KONI Landak aa 19 Pengkab Cabang Olahraga. Kedepannya, Sukarsih berharap anggota KONI Landak semakin bertambah. “Dalam kita rapat komisi nanti saya dapat informasikan kebijakan-kebijakan yang diambil oleh Provinsi Kalbar, berdasarkan hasil rakes yang lalu di Jakarta,” katanya.
Selanjutnya mengkoordinasikan induk cabang olahraga prestasi dan organisasi fungsional, seperti Perwosi, maupun DPOC.
Sementara itu Bupati Landak Adrianus menyatakan persoalan yang dihadapi dunia olahraga umumnya tidak lepas dari tiga faktor, misalnya Sumber Daya Manusia (SDM), pelatih dan atlit, pendanaan dan sarana dan prasarana olahraga.
“Persoalan ini menjadi kelasik, karena sejak lama kita masih dihadapkan hal yang sama. Dan kondidi ini diperburuk dengan krisis ekonomi yang berkepanjangan, serta disusul dengan krisis finansial yang berimbas kepada semua pembangunan,” jelas bupati murah senyum ini.
Ia menambahkan, potensi yang terkandung didalam Bumi Intan Landak, sepert hutan, tambang, belum terbukti memberikan kontribusi yang berarti untuk pengembangan dunia olahraga kita.”Kita berharap ada peran serta dari swasta, misalanya perusahaan kebun kelapa sawit PTPN 13, atau perusahana lainnya, untuk bisa membina apakah menyediakan fasilitas atau sebagainya,” harapnya. (wan)



Read more...

Dirikan Souwmel Atas Nama Kelopok Tani

07.49 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses


Masyarakat Kecamatan Mandor Berang

MANDOR- Kehadiran Souwmel yang tidak jauh dari makam juang Mandor, atau sekitar 1,2 Km, milik warga Mandor berinisial MT, dikecam masyarakat disana. Pasalnya MT membuat usaha itu mengataskan nama kelompok tani “Mitra Mandor”. Tidak heran bila masyarakat disana mengecam tindak MT.



Diperoleh juga, kalau MT mendirikan somel didaerah tersebut ia telah mendapat ijin dari warga Kecamata Mandor berinisial MM. Selanjutnya MM memminta MT untuk mendirikan Souwmel di daerah tersebut dengan dalih ijin dari masyarakat Mandor sendiri dengan mengatas namakan tiga kelompok tani yang terdiri dari 170 orang.
“Sebelumnya dua orang tersebut pernah menjadi tahanan Polsek Mandor kasus Ilegal Loging. Tidak kapok mereka kembali mendirikan somel dengan mengatas namakaan warga mandor,” ungkap Tarsisius, kepada wartawan, salah seorang warga Mandor, didampinggi Jamaan, Suratman, H Efendi, dan Manan, yang memberikan kesaksian di Polres Landak Minggu (29/3).
“Selama ini kita tidak mengetahui aktifitas mereka yang mengatas namakan warga, yang kita ketahui mereka hanya membuka somel di dalam hutan makam mandor,” ungkapnya.
Ia juga mengatakan aktifitas yang dilakukan dua orang MM dan MT sudah hampi satu tahun berjalan setelah mereka ditangkaap Polisi baru diketahui selama ini mereka telah mencemaarkan nama baik masyarakat. “Saya sebagai masyarakaat Mandor tidak terima apa yang telah mereka lakukan, mereka telah mencemarkan nama baik kami, untuk itu kami meminta aparat memperoses secara hukum,” tegas da.
Ditambahkannya sebagai masyarakat asli Mandor tidak pernah berbuat demikian berani mengatas namakan orang lain demi kepentingan pribadi apa lagi pendatang baru.
Masih kata dia, awal tercantumnya nama kelompok tani yang dimiliki oleh MM dan MT dulu pernah ada perusahaan sawit yang akan berdiri di Mandor masyarakat setuju akan didirikannya perusahaan sawit namun perusahaan tersebut tidak jadi berdiri. jadi nama-nama kelompok tani yang dipegang oleh MM yang sudah ditandatangani disa;lah gunakan. “Ia telah menyalah gunakan hak masyarakat dan sekarang somel miliknya beserta barang bukti kayu diamankan kepolsek Mandor,” ujarnya seraya berharap kasus yang mencemarkan nama baaik warga tersebut harus diperoses secaara hukum agar dikemudian hari tidak terjadi lagi penyalahgunaan hak. (wan)






Read more...

Minta Pengawasan terhadap kerjaan Kontraktor di Perketat

07.48 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG - Menyikapi masih banyaknya hasil kerja kontraktor terutama di bidang pembangunan fisik Seperti jalan dan pembangunan Gedung Sekolah yang sangat tidak memuaskan, A.Mulianto, Aktivis LSM Gerak Reformasi Kabupaten Landak mengatakan kondisi ini hanya semata-mata karena masih lemahnya pengawasan yang di lakukan oleh pihak terkait. karena katanya, yang sangat mengetahui bagaimana hasil kerjaan para kontraktor di lapangan itu adalah pengawas yang sudah di bentuk oleh Pemda maupun Instansi terkait. Sedangkan masyarakat terkadang tidak dapat berbuat apa-apa walaupun sebenarnya masyarakat juga sudah di minta untuk mengawasi kerja kontraktor yang ada di Desa yang bersangkutan.



"Saya Menilai begini, ini sebenarnya lemah pengawasan. apalagi kalau proyek yang ada itu berada di daerah yang cukup jauh dan terpencil. tentu saja semakin tidak serius di laksanakan dan hasilnya juga jauh dari yang kita harapkan," ungkap pria jebolan Trisakti ini.
Karena sudah banyak contoh yang terjadi di masyarakat, di mana bangunan sekolah yang tidak dapat rampung di kerjakan padahal di tinjau dari anggaran yang sudah di terima jelas bahkan sangat mencukupi untuk sebuah bangunan. Sedangkan begitu di tanya kondisi tersebut di sebabkan dana yang tidak mencukupi.
"hal ini akan dapat kita lihat dan kita dengar apabila beberapa bulan setelah Proyek APBD maupun APBN turun rasa tidak puas masyarakat terhadap hasil kerja kontraktor yang ada di daerah mereka ini akan terdengar. dan kita tidak puas ingin membuktikan benar tidak, ternyata itu benar ini yang sangat mengkuatirkan,"katanya.
Hanya yang menyedihkan katanya, bagaimana bisa laporan pertanggung jawaban terhadap pembangunan tersebut dapat di terima bahkan anggarannya pun dapat di cairkan sampai habis, padahal kalau di lihat dari hasil yang ada di lapangan tidak mungkinlah uang dapat di cairakan begitu saja kalau tanpa adanya laporan hasil kerja akhir dari kontraktor. Selain itu kenapa Pihak terkait dapat percaya seratus persen tanpa ada pemeriksaan terlebih dahulu ?
Padahal yang di harapkan pihak terkait dapat melakukan pengawasan sebelum anggaran proyek pembangunan tersebut di cairkan. hal tersebut di lakukan agar kondisi pembangunan yang di lakukan oleh pihak kontraktor itu dapat berimbang dengan jumlah dana yang sudah di persiapkan oleh pemerintah baik pusat maupun daerah.
"Yang kita harapkan adalah untuk kedepannya bagaimana Pemerintah Daerah ini dapat lebih memperketat pengawasan pada hasil kerjaan para kontrktor. jadi jangan hanya menerima laporan yang serba sudah oke, sudah beres tetapi hasilnya di lapangan jauh dengan yang di harapkan,"pintanya.
Karena katanya sangat lah di sayangkan apabila kamampuan Pemda yang masih sangat terbatas ini ternyata tidak di gunakan dengan sebaik-baiknya. sedangkan dari luar daerah itu masih cukup banyak masyarakat yang membutuhkan pembangunan.
"Kita minta Pemda harus tegaslah menangani masalah ini ke depan. artinya untuk 2009 ini semua hasil pembangunan yang ada bukan hanya di daerah perkotaan saja yang hasil pembangunan itu baik tetapi di daerah terpencil juga harus demikian,"pintanya.
Ia menambahkan agar Pemda Landak Segera membentuk Tim yang dapat di percaya agar dapat melakukan tugas untuk mengawasi kerjaan para kontraktor yang artinya dapat menilai hasil kerjaan tersebut baik atau buruk. sehingga kalau semua ini di biarkan terus menerus maka yang rugi adalah semua pihak terutama masyarakat yang sudah sangat percaya dan mengharapkan pembangunan dari Pemerintah selalu berkualitas. (wan)





Read more...


Powered by www.tvone.co.id