NGABANG - Dalam rangka menseragamkan pakaian siswa dalam satu sekolah, saat ini kebanyakan pakaian sekolah secara langsung di kelola oleh pihak sekolah. kendati dari sisi bahan dan potongan serta penampilan maupun warna di harapkan tidak ada perbedaan antara siswa yang satu dengan siswa yang lain. sementara bagi siswa yang sudah memiliki pakaian seragam sendiri memang agak kesulitan untuk lataran apakah dari warna, model potongan dan penampilan dari seragam tersebut sama dengan yang sudah di rancang oleh pihak sekolah atau tidak.
Kadis Pendidikan Kabupaten Landak Aspansius, S,Ip kepada Kapuas Post Selasa lalu mengungkapkan, bagi siswa yang sudah memiliki pakaian seragam sekolah sendiri, itu sangat tergantung dari hubungan orang tua dengan pihak sekolah.
"Ini sangat tergantung komonikasi orang tua dengan pihak sekolah. yang artinya, kalau orang tua ini ada komunikasi dengan pihaksekolah maka dapat terjadi seperti itu hanya kalau saja tidak ada jelas, karena di sekolah inikandi berlakukan untuk umum,dan ini semua tergantung bagaimana" ujarnya.


Hanya saja menurutnya, dari pakaianyang sudahada di miliki oleh siswa apakah sama persis atau bagaimana. karena katanya kalau saja dari pakaian yangsudah di miliki oleh siswa tersebut ada perbedaan warna sedikit serta model yang juga sedikit berbeda dengan yang lain, ini juga akan dapat menimbulkan faktor Fisikologis kepada anak yang bersangkutan karena pada dasarnya pendidikan itu adalah memanusiakan Manusia, sehingga jangan sampai ada terganggu oleh faktor yang di akibatkan oleh salah satu perbedaan rambu-rambu yang sudah di tentukan di mana yang lainnya sipatnya sama sementara punya dia sendiri memiliki sedikit berbeda.
"Kita tidak ingin terjadi seperti itu, katakanlah ada warna pakaiannya itu sedikit berbeda dari teman yang lainnya, sehingga ini akan sering dapat pertanyaan dari yang lain. dan pertanyaan ini lama kelamaan akan menjadi beban bagi si anak itu. dan tentu pikiran itu akan terselip dalam faktor kejiwaan anak," paparnya.
Sehingga ini akan menjadi salah satu beban yang akan selalu di bawa oleh si anak ketika di sekolah. Untuk itu katanya, dalam dunia pendidikan secara langsung dari Departemen pendidikan mengatakan harus ada pakaian seragam sekolah yang harus di berlakukan secara Nasional. Sehingga ketika siswa berada dalam lingkungan sekolah, tidak akan dapat di bedakan bahwa siswa itu berasal dari keluarga yang mampu atau yang miskin sekalipun karena dalam penampilan tidak ada perbedaan.
"Ya siapapun dia kalau sudah masuk dalam lingkungan sekolah itu harus sama tidak ada kaya,miskin tidak ada anak pejabat,petani dan pemulung semuanya sama jadi intinya di situ bahkan sampai dengan sepatu juga di batasi dan sudah di atur,"terangnya.
Dikatakannya, adapun tujuan Pemerintah dalam hal ini adalah tidak lain agar dalam lingkungan sekolah tidak ada hal yang mencolok dan menimbulkan perbedaan. karena pada satu sisi bisa saja anak yang memiliki ekonomi mampu akan memakai pakaianyang baik sementara yang tidak mampu akan merasa tersisih. sehingga dalam dunia pendidikan mengharapkan siapapun dia tetap sama dan memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan.
Memang, dari satu sisi Pakaian seragam sekolah memang tidak mutlak di kordinir oleh sekolah. tetapi karena beberapa faktor pertimbangan itu tadi maka agar ada keseragaman dan tidak ada perbedaan maupun hal-halyang dapat menimbulkan beban bagi siswa hanya gara-gara perbedaan yang terjadi.
Selain itu katanya, selain menimbulkan tekanan terhadap kejiwaan terhadap siswa yang tidak mampu, hal ini juga akan berpengaruh pada potensi kepintaran yang di miliki oleh siswa tersebut, karena lataran merasa terbeban maka potensi ini tidak akan muncul.
"Iya ini bisa saja, misalnya dari sisi pakaian bebas sehingga karena faktor ketidak mampuaan yang dari rumah sampai di sekolah juga demikian maka faktor ini akan mempengaruhi kejiwaan siswa dan dia akan minder, kalau sudah beginikan susah. makanya, ketika sekolah mengelola pakaian seragam ini sebenarnya sudah ada kajian," ungkapnya.
Dia juga mengungkapkan, ketika sekolah mengelola pakaian seragam sebenarnya tidak ada unsur proyek atau bisnis lainnya. karena bagaimanapun juga pungsi sekolah adalah untuk mendidik dan menuntun serta memanusiakan manusia. (wan)
You can leave a response, or trackback from your own site.

Powered by www.tvone.co.id