Perayaan Cap Go Meh digelar di Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Perayaan ini dimeriahkan dengan atraksi ketangkasan oleh Tatung. Tatung adalah orang yang dirasuki roh dewa atau leluhur
Acara Robo-robo SMP Negeri 2 Ngabang
Bupati Landak DR Drs Adrianus AS MSi, berhasil menerima penghargaan kategori Program Peningkatan Beras Nasional (P2BN) tahun 2008
Bupati Landak DR Drs Adrianus AS MSi menyerahkan penghargaan kepada pemenang Bujang Dara dalam Festival Budaya Landak tahun 2008
POST-DESCRIPTION-HERE
Kabupaten Landak tahun 2009 akan segera membangun stadion sepak bola

KANTOR BUPATI KABUPATEN LANDAK

Foto kantor bupati kabupaten Landak
IMAGE-TITLE-HERE

PERAYAAN CAP GO MEH

Perayaan Cap Go Meh digelar di Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Perayaan ini dimeriahkan dengan atraksi ketangkasan oleh Tatung. Tatung adalah orang yang dirasuki roh dewa atau leluhur
IMAGE-TITLE-HERE

RIAM MANANGAR

Riam Manangar merupakan slah satu obyek wisata di Kabupaten Landak
IMAGE-TITLE-HERE

BUPATI LANDAK DALAM PANEN RAYA

Bupati Landak DR Drs Adrianus AS MSi, berhasil menerima penghargaan kategori Program Peningkatan Beras Nasional (P2BN) tahun 2008
IMAGE-TITLE-HERE

1 Tahun Lagi Landak Tidak Merasakan Buah Durian

NGABANG- Maraknya penembangan kayu Durian tanpa pengntroalan dari pihak terkait, membuat khwatir Pemerintah Kabupaten Landak. Terhadap kelangsungan hidup pohon Durian beberapa tahun mendatang, ...

7 Tersangka Pengerusakan Mapolsek Mandor Siap Ditangkap/a>

NGABANG- Kapolres Landak AKBP Drs Tony EP Sinambela M.Si menyatakan 7 tersangka dalam kasus pengerusakan Mapolsek Mandor, berinisial Jl, Sr, CC, Ln, Ay, Mr dan Al. Terindikasi kuat dalam pengerusakan, berdasarakan keterangan para saksi.....

Pelajar Harus Meraih Prestasi Setinggi-Tingginya

NGABANG – Pembangunan olahraga merupakan bagian integral dari pembangunan manusia Indonesia seutuhnya yang diarahkan pada peningkatan kesegaran jasmani, mental, dan rohani untuk pembentukan waktak, kepribadian, ...

Siap Mendulang Emas

Siap Mendulang Emas TEKAD untuk meraih prestasi yang paling tinggi, terpacar pada 13 atlet Kempo Kabupaten Landak. Mereka ingin meraih prestasi pada Kejuaraan Kempo Kalbar di Kabupaten Sintang 25-26 Juni 2009, sama dengan hasil di Porprov tahun 2006 ...

Landak Terdapat 12.571 Unit Usaha Berasal dari Luar Sektor Pertanian

16.04 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
DALAM rangka Sensus Ekonomi Tahun 2006 (SE06), pada bulan Mei-Juni 2006 telah dilakukan kegiatan pendaftaran (listing) perusahaan/saha diseluruh lapangan usaha tidak termasuk lapangan usaha pertanian. Pendaftaran perusahaan/usaha tersebut mengunakan 2 (dua) macam kuesioner, yaitu SE06-L1 dan SE06-L2.
Heri Irawan, Ngabang
DAFTAR SE06-L1 digunakan untuk mendaftar perusahaan/usaha diloaksi tidak permanent yaitu peruashaan/usaha yang berada diluar atau didalam bangunan tetapi bukan bangunan tempat usaha (seperti usaha keliling, usaha kaki lima, ijek motor dipangkalan, pedagang, pedagang di los pasar/koridor pertokan/fasilitas umum). Sedangkan daftar SE06-L2 digunakan untuk mendaftar peruashaan/usaha di lokasi permanent yaitu perusahaan/usaha di lokasi permanent yaitu perusahaan/usaha yang berada di dalam bangunan usaha sendiri dan lokasi tetap.
Dikatakan Kepala BPS Landak, Rosihan Anwar, S.Cdp, mengatakan pada dasarnya cakupan target SE06 tidak hanya menyajikan populasi peruashaan/usaha, namnun lebih luas lagi. Secara umum, katanya, dari hasil listing SE06 akan diperoleh data base perushaan/usaha Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Usaha Besar (UB); seta peta perusahaan/usaha menurut katagori lapangan usaha, skala usaha dan wilayah. Laporan kali ini, akan menyajikan populasi peruashaan/usaha dan jumlah tenaga kerja menurut katagori lapangan usaha dan skala usaha. “Dalam data terlihat usaha kecil baik, untuk tidak permanent 235 dab permanent 2.080 dengan jumlah total 2.315 buah. Sedangkan usaha mikro 1838 dab permanent 7708 dan jumlah 9546 buah,” kata Rosihan Anwar, belum lama ini kepada sejumlah wartawan.
Darai hasil sementara, berdasarkan SE06-RBS tercatat sebanyak 12.273 perusahaan/usaha. Setelah dilakukan pengelohan secara rinci, validasi serta dilakukan penelusuran kembali keberadaan perusahaan/usaha dan penyisiran perusahaan/usaha yang lewat cacah, tercatat jumlah perusahaan/usaha sebanyak 12.571 perusahaan/usaha yang dikelompokkan dalam 13 katagori lapangan usaha sesuai menurut lokasi tempat berusaha. “2714 perusahan (21.59 persen) berusaha pada lokasi tidak permanent dan 9.857 perusahaan (78.41 persen) berusaha pada lokasi perusahaan yang ada di Kabupaten Landak masih sangat didominsi oleh usaha mikro yaitu mencapai 10.051 perusahaan atau 79,95 persen dari total usaha non pertanian di Kabupaten Landak. “Perusahaan/usaha lainnya yang mencakup besar jumlahnya adalah usaha berskala kecil yaitu 2.451 perusahaan/usaha atau 19.49 persen. Sedangkan usaha besar hanya berjumlah 22 perusahaan/usaha dan jumlah usaha berskala menengah hanya 47 perusahaan/usaha atau 0.37 persen,” jelasnya.
Distribusi Perusahan/Usaha Menurut Sektor Usaha
Lebih jauh Rosihan Anwar mengatakan hasil pendataan SE06 menunjukkan distribusi peruashaan/usaha menurut sector.lapangan usaha, didominasi olehs ektor/lapangan usaha perdagangan, hotel dn restoran sebanyak 7.595 perusahaan/usaha atau 60.42 persen dari seluruh perusahaan/usaha yanga ad di Kabupaten landak. Kemudian katanya, diikuti oleh sector/lapangan usaha angkutan dan komunikasi dan industri pengolahan yang mencapai angka masing-masing 11.63 persen dan 11.25 persen. Sementara itu, sisanya sekitar 16.70 persen merupakan lapangan usaha lainnya.
Ditambahkannya SE06 meruapakan kegiatan yang berskala besar sehingga pelaksanaan dilakukan secara bertahap. Kegiatan pendaftaran (listing) perusahaan/usaha yang dilakukan pada tahun 2006 merupakan tahap awal dari SE06. berdasarkan hasil listing tersebut diperoleh kerangka sample perusahaan/usaha berskala mikro dan kecil, serta direktori peruashaan/usaha berskala menengah dan besar. Pada tahun 200 lalu, telah dilaksankan kegiatan SE06 lanjutan, beruapa pencacah terhadap Usaha Mikro, Kecil Menengah dan Bsar. Pencacahan terhadap UKM akan dilakukan secara sample, sedangkan UMB dilakukan secara lengkap sesuai dengan direktori perushaan/usaha berskala menengah dan besar. “Pencacahan ini dilakukan untuk memperoleh informasi yang lebih rinci mengenai struktur ketenegakerjaan struktur biaya dan produksi, prospek usaha dan lainnya,” ungkapanya. ***

Read more...

Pemda Landak Siapkan Lahan Untuk Industri Hilir

16.03 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses

SENAKIN – Selain membuka berbagai peluang usaha baik di bidang
pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan termasuk Industri Hulu
maka, Pemda Kabupaten Landak juga berencana mempersiapkan lahan untuk
Industri Hilir yang bertujuan agar para pengusaha atau Investor yang
ingin menanamkan investasinya di kabupaten Landak dalam bidang Industri
hilir tidak lagi susah mencari lahan untuk penempatan pabrik yang di
butuhkan. “Mengenai lahan akan kita siapkan sebesar 200 Ha di mandor dan
mereka (Investor) nantinya tidak perlu bersusah payah lagi mencari lahan
karena lahan sudah kita siapkan,” kata Drs Adrianus M.Si, Bupati Landak, kemarin di Senakin.
Dikatakannya adapun alasan untuk memilih kawasan Mandor untuk lahan
Industri Hilir, karena lokasi mandor lebih dekat dengan beberapa
pelabuhan yang ada baik dari Pontianak maupun dari mempawah yang bisa di
gunakan untuk keperluan bongkar muat.
Karena menurutnya dalam perencanaan memang sudah seharusnya melihat dari
berbagai sisi sehingga kedepannya dalam mengembangkan kawasan tersebut
juga akan adat berdaya pungsi dalam arti dalam penataannya bisa di
lakukan beberapa zona termasuk zona pabrik pemasaran dan zona
lainnya. “Jadi kita dalam mengembangkan pembangunan tidak hanya sampai
di sini kita ingin membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi masyarakat
dan ini sudah menjadi komitmen kita dan ini juga harus ada kerja sama
yang baik supaya kedepannya akan lebih baik,” harapnya. Karena
menurutnya, kedepan Kabupaten Landak bukan hanya bisa di jadikan
penyedia bahan mentah (Industri Hulu ) saja tetapi harus ada Industri
hilirnya. Ditegaskan, Pemda berharap agar apa yang sudah di peroleh dari
daerah ini harus dapat di olah di Landak sehingga para pengusaha tidak
perlu mengeluarkan anggaran untuk pengiriman bahan untuk di olah di
tempat lain. Serara juga mengatakan tidak mau hasil yang ada di landak
harus di angkut ke daerah lain tetapi harus di oleh sampai menjadi bahan
jadi di daerah Landak. “Tujuan kitakan agar hal ini bisa memberikan
lapangan kerja pada masyarakat dan memberikan kontribusi pada daerah
tapi kalau kita hanya sebagai penyedia bahan setengah jadi mempaat apa
yang ada, dan ini juga harus kita upayakan,” harapnya. (hers)

Read more...

Bupati: Tinggalkan Prinsip Cukup Makan, Jadilah Petani Sukses

15.57 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses

SENAKIN – Kebiasaan masyarakat yang cendrung masih menggunakan pola lama,menyebabkan para petani selalu berada dalam berbagai ketertinggalan. Kendati dengan selalu berprinsip cukup makan,maka akan membuat para petani tidak akan berkembang bahkan terkesan tidak mempunyai rencana untuk mengembangkan bagaimana peningkatan hasil pertanian yang lebih besar. “Kalau kita lihat masyarakat kita 80% petani tetapi petani yang bagaimana dulu, mungkin ini hanya petani yang hanya
di KTP saja bukan petani yang sebenarnya karena kalau petani yang sebenarnya itu adalah petani yang sukses, mandiri dan petani yang sudah berhasil ini yang bisa di sebut petani tetapi kalau petani yang hanya berprinsip cukup makan ini yang harus di rubah supaya jadi petani yang modern tidak lagi menganut prinsip cukup makan,” kata Drs.Adrianus M.Si, Bupati Kabupaten Landak dalam acara Pencangan Agrabisnis di KUAT Senakin Kompleks Kecamatan Sangah Temila, Kamis (27/03 ).

Kegiatan yang di ikuti selain jajaran Dinas Pertanian juga di hadiri Bupati Landak para Camat sekabupaten Landak, badan Kantor, para tokoh masyarakat,agama,adat maupun pihak terkait lainnya. Menurutnya, prinsip cukup makan memang sudah semestinya harus di hilangkan karena sudah tidak sesuai dengan tataran perkembangan saat ini. Lagi pula sebagai petani juga sudah semestinya mempunyai perencanaan yang besar sehingga
akan mampu membangkitkan semangat dalam mengembangkan usaha di bidang
pertanian yang pada dasarnya bukan hanya untuk mencukupi kebutuhan sekeluarga tetapi semestinya harus dapat mendukung kebutuhan pangan daerah lain.

“Ya kalau prinsip jaman dulukan itu cukup makan cukuplah padahal belum tentu cukup kurang malahan dan ini yang harus kita antisipasi karena kebutuhan kita bukan hanay makan saja masih jauh lebih banyak lagi kebutuhan kita yang lainnya dan ini yang harus kita pikirkan, selain itu kita juga ingin bagaimana menciptakan petani yang berhasil di Landak,”ungkapnya.

Untuk itu diminta dalam mengolah usahanya di bidang pertanian diharapkan kepada masyarakat dapat betul-betul berprinsip membangun petani yang sukses sehingga dapat menopang berbagasi kebutuhan selain pribadi juga mampu mendukung daerah khususnya Landak. Karena sector pertanian merupakan sector utama yang akan di kembangkan karena sesuai dengan Visi dan Misi daerah ini. Selain itu
menurutnya, dalam mengembangkan usaha di bidang pertanian, bukan hanya
petani saja yang harus di tekan tetapi pranan para petugas penyuluh pertanian juga mestinya harus lebih di tingkatkan. “Yang terpenting kan itu harus ada kerja sama yang baik bukan hanya petani saja yang kita minta berusaha sementara para PPL (petugas penyuluh Lapangan) tidak di giatkan karena banyak yang mengatakan paling-paling Lewat (PPL) dan ini juga harus di rubah supaya apa yang menjadi keinginan pemerintah daerah dapat tercapai,” paparnya.

Sementara itu menurut Pa’du Palimbong Kadis Pertanian Kabupaten Landak
mengatakan, dalam rangka memantapkan serta meningkatkan pembangunan
pertanian di Kabupaten Landak sebagaimana yang di harapkan oleh Pemda Landak,di mana pertanian bukan hanya sebagai upaya untuk menghasilkan produksi yang hanya memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, akan tetapi lebih menjadi salah satu bentuk usaha untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat dalam arti luas. “Usaha pertanian yang akan kita lakukan sejak pencanagannya imflementasinya memakai system
agrabisnis dan Agroindustri di daerah ini.

Dan ini haruslah berorientasi pada produktifitas,kualitas dan orientasi pasar. Dan itu artinya para
pelaku di sector pertanian harus mengelola usaha taninya secara
professional sesuai dengan tehnik budidaya yang baik dan memilih
komoditi yang laku serta memiliki daya saing tinggi di aspek
pemasaran,”katanya. Untuk itu menurutnya, sesuai dengan rencana tersebut
maka Pemda Landak tetap berupaya sedemikian rupa untuk memfasilitasi
tumbuh kembangnya usaha agrabisnis sector pertanian di daerah ini melalui penyediaan komponen produksi baik di sub system hulu mauupun hilir pengolahan dan pemasaran. Selain itu di katakana, kebijakan pertanian melalui sistim Agrabisnis dan agroindustri di daerah ini, tidak hanya pada komoditi tanaman pangan dan holtikultura akan tetapi
meliputi komoditi perikanan,peternakan,perkebunan dan kehutanan. Ini
upaya kita yang harus kita giatkan maka untuk mendukung kegiatan itu
sudah di pandang perlu berbagai kebutuhan petani akan di Bantu melalui
kelompok dan ini harus di mempaatkan serta di pelihara dengan baik,” harapnya.

Selain pencanangan Agrabisnis Pemda melalui Distan Landak, juga menyerahkan sejumlah bantuan secara simbolis Hand traktor kepada 33 kelompok tani, benih padi sebanyak 247,5 ton kepada sejumlah kelompok tani,benih jagung hibrida sebanya 3,750 Kg untuk 250 Ha pada 28 poktan, Hand spayer 160 Unit pada 32 kelompok penangkar benih dan penghargaan pada petani yang berhasil dalam bidang pertanian. “Ini salah satu bentuk kepedulian Pemda Pada masyarakat dan kita berharap apa yang sudah di Bantu oleh pemerintah itu dapat di pergunakan sebaik-baiknya supaya dapat menciptakan keberhasilan walaupun masih terbatas tetapi ini akan berkelanjutan dan akan kita lakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan daerah,” harapnya. (hers)

Read more...

DPC. Partai Damai Sejahtera Kabupaten Landak Serahkan Bantuan

16.50 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses

SEBATIH- Dalam merayakan Paskah Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Damai Sejahtera Kabupaten Landak. Dua hari lalu, tepatnya tanggal 23 Maret 2008. Melakukan kegiatan sosial berupa jalinan kasih Paskah. Aksi ini merupakan wujud kepedulian pertai berlambangkan salib dan burung merpati putih ini,serta berinteraksi langsung dengan lingkungan dan masyarakat terutama bagi masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus sebagai partai Nasionalis dan yang bernafaskan nilai-nilai kristiani tetap eksis serta komitmen untuk melaksanakan Visi dan Misi nya dan arah perjuanganya jelas, ini terbukti menghantarkan pertai damai sejahtera ( PDS ) menduduki peringkat ke tiga partai besar peserta pemilu 2009.

Sebagai wujud kepedulian partai ini dalam memperingati hari kebangkitan Tuhan Yesus Kristus ( Paskah), pengurus DPC dan DPRan Partai Damai Sejahtera Kabupaten Landak mengunjungi penderita TB. Paru, bernama Portus (12 tahun), warga Dusun Nilas Desa Sebatih Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak.

Dalam kunjungan itu Ketua dan Pengurus DPC. PDS menyerahkan bantuan serta bingkisan Paskah untuk membantu meringankan beban keluarga penderita TB. Paru yang selama ini menjadi perdebatan persepsi dan analisa seperti yang di beritakan media beberapa waktu yang lalu. Tentang gizi buruk yang sebenarnya menderita TB Paru, setelah DPC-PDS langsung mengadakan kunjungan ke dusun Nilas.

Seperti yang di ungkapkan oleh ketua RT Dusun Nilas, yang biasanya disapa Pak Udak, ketika mendampingi pengurus DPC-PDS Kabupaten Landak, saat berkunjung ke rumah keluarga Portus (penderita TB.Paru).
Ia mengucap syukur atas kunjungan dan kepedulian PDS terhadap warga yang di pimpinnya.

“Ini merupakan hal yang luar biasa sebagai pengurus RT, kami merasa masih diperhatikan walaupun didaerah yang yang cukup terpencil tidak ada kata-kata lain selain ucapan terima kasih kami kepada DPC. PDS Kabupaten Landak yang peduli dengan keadaan warganya,” ungkapnya sambil tak henti-henti mengucapkan terimakasih.
Sementara itu Minadinata mengatakan bantuan ini jangan dilihat berapa besar nilainya. Tetapi lihatlah, dari ketulusan dan keikhlasan sesama manusia. “Saya berharap kunjungan ini tidak terbutus begitu saja, semoga ditahun-tahun mendatang, bantuan ini bisa terus mengalir, ” katanya seraya mengucapkan selamat Paskah kepada seluruh umat Krtistiani yang merayakannya.

Ia juga menambahkan PDS adalah partai yang terbuka dan milik semua dan biarlah lewat jalinan kasih Paskah ini kita semakin mempererah tali persaudaraan sebagai saudara seiman dan sebagai mahluk ciptaan -Nya. kita merasa bertanggung jawab dan Berdamai dengan Tuhan, Sesama, Diri Sendiri dan Lingkungan. Ini merupakan pilar dasar Partai Damai Sejahtera dan tebarkan kasih itu dengan damai.

Ditambahkan Sekretaris DPC PDS Landak, Morii mengatakan hari TBC se dunia, tepatnya pada tanggal 24 Maret. Masyarakat Kabupaten Landak, dihimbau untuk lebih menjaga kesehatan, bak pepatah mengatakan, lebih baik mencegah dari pada mengobati. “Kita ketahui negara kita, masih menduduki peringkat ke tiga dunia, setelah Cina. Warning ini menjadi PR kita bersama, sehingga memberantas atau mengobati penedeita TB, harus benar-benar tuntas,” harap pria alumni Unaki Semarang, didampinggi Wakil Ketua DPC PDS Landak Asman Budai Sadji. (hers/*)

Read more...

PLN Ngabang Harus Sosialisasikan Tarif Baru

16.37 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG- Bila PT PLN di Jakarta beberapa hari belakangan ini terus mengumumkan rencana pemberlakukan tarif listrik baru kepada pelanggan. Tarif ini bukan menaikan harga listrik lama, tetapi tariff listrik baru yang rencananya akan diberlakukan mulai 1 April 2008, justru bertujuan untuk mengimbau masyarakat pelanggan PLN dan pengguna listrik untuk hemat penggunaan energi listrik. PLN ranting Nagbangpun diharapkan untuk sesegera mungkin mensosialisasikan tarif baru tersebut. Masyarakat juga meminta
PT PLN memberikan bonus atau insentif (keringanan) pembayaran listrik setiap bulannya, jika masyarakat atau pelanggan melakukan penghematan energi listrik dari rata-rata nasional. Sebaliknya akan mengenakkan biaya kemahalan kepada pelanggan yang memakai boros atau melebihi rata-rata nasional.
‘’Kita minta kepada PLN Ranting Ngabang segera kita sosialisasikan kepada masyarakat Landak khususnya pelanggan PLN,’’ ungkap Agus, warga Ngabang, kemarin.
Dikatakannya, PL N harus menyebarluaskan informasi ini melalui media massa maupun dengan menebarkan brosur-brosurnya kepada masyarakat terutama yang menjadi pelanggan.
Sebagaiman diketahui, pemberlakuan program baru tersebut dilatarbelakangi kondisi PLN pada 2008 yang memerlukan BBM sejumlah 10,6 juta liter secara nasional. Naiknya harga BBM yang mencapai 90 dolar AS per barel, biaya BBM yang mengalami kenaikan hingga mencapai Rp65 triliun serta faktor lainnya.
Yang dimaksudkan dengan insentif disini adalah pengurangan tagihan rekening listrik terhadap pelanggan yang dapat berhemat 80 persen di bawah rata-rata nasional, dan dis-insentif adalah penambahan tagihan rekening listrik terhadap pelanggan yang tidak dapat berhemat sebesar 80 persen rata-rata nasional atau di atas. (hers)

Read more...

Penyuluhan Narkoba Masuk Program Utama MKKS

16.35 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG – Upaya peningkatan baik mutu maupun kualitas dalam dunia pendidikan memang tidak akan ada habisnya. Hanya saja tinggal bagaimana menyikapi serta upaya mengurangi maupun membentengi berbagai pengaruh yang sudah maupun yang akan muncul. Apalagi dengan berbagai kecanggihan teknologi seperti sekarang ini akan sangat mudah di akses oleh para generasi khususnya kalangan pelajar. “Ini memang tidak bisa kita pungkiri lagi karena memang merupakan sudah merupakan buah dari perkembangan salah satu daerah. Hanya saja tinggal bagaimana cara kita untuk membentengi atau memberi filter untuk menghadapi semua itu,” kata Jongki S.Pd, ketua MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) tingkat SMP se-Kabupaten Landak kepada Kapuas Post belum lama ini.
Diungkapkannya, dalam menghadapi hal seperti ini hendaknya semua elemen dapat selalu memahami akibat dari perkembangan sehingga dalam menciptakan hal ini harus memerlukan filter atau saringan sehingga dapat mengantisipasi berbagai kemungkinan pengaruh yang akan muncul. Apalagi menurut manager tinju Kabupaten Landak ini, tanggung jawab guru yang mendidik para siswa di tingkat SMP boleh di kategorikan cukup berat kendati dalam usia seperti ini merupakan usia yang paling dominan untuk menyerap berbagai pengaruh. “ Kita mendidik anak-anak yang dari SD dan mereka ini dalam pertumbuhannya, mereka akan mudah menyerap berbagai hal yang muncul terutama pengaruh narkoba atau pengaruh lainnya, dan ini harus membutuhkan barbagai bekal yang kita berikan supaya mereka dapat membentengi diri mereka sendiri,” katanya. Dengan demikian untuk mengantisipasi pengaruh Narkoba dikalangan pelajar khususnya tingkat SMP, sebagai sebuah lembaga Kelompok kerja kepala sekolah MKKS yang ada di Kabupaten Landak tetap menempatkan penyuluhan terhadap bahaya Narkoba pada program utama yang harus selalu di lakukan oleh setiap sekolah terhadap para siswanya yang ada di sekolahnya masing-masing. “Memang kalau secara lembaga hal ini tidak kita lakukan, tetapi dalam setiap pertemuan atau rapat kerja masalah ini selalu kita tekankan supaya setiap kepala sekolah mengimpormasikan kepada semua guru yang ada di sekolahnya masing,” katanya.
Kendati kalau penyuluhan masalah bahaya Narkoba ini di secara langsung di lakukan kepada masyarakat khususnya kalangan orang tua siswa sudah pasti membutuhkan anggaran.
Menurutnya, sebaiknya upaya pemberian pemahaman tentang bahaya Narkoba pada siswa sebaiknya juga melibatkan orang tua siswa hanya saja karena keterbatasan anggaran maka hal ini untuk sementara dapat di lakukan di sekolah saja, terutama di lakukan pada upacara setiap senin atau pengarahan setiap pagi sebelum siswa masuk kelas.
Menurutnya,selain bahaya Narkoba pihaknya juga akan selalu memberikan berbagai bekal yang dapat menjadi filter bagi peserta didik sehingga dalam mengakses berbagai informasi baik yang langsung maupun tidak langsung terjadi, para siswa ini akan mampu membentengi diri. “Untuk hal ini kita selalu bekerja sama dengan pihak orang tua siswa karena tanggung jawab mendidik anak-anak ini bukan hanya tanggung jawab guru saja tetapi pendidikan dari orang tua itu yang terpenting. Kita tahu kalau jam siswa berada di sekolah itu sangat terbatas sedangkan yang terbanyak itu di lingkungan keluarga dan masyarakat di sinilah letak tanggung jawab orang tua mendidik dan memberikan arahan kepada anak-anak mereka, Apalagi peluang terjadinya berbagai kemungkinan juga ada di sini,” katanya.
Ditambahkannya, untuk menciptakan keberhasilan dalam mensukseskan dunia pendidikan khususnya di kabupaten Landak, mesti selalu membutuhkan kerja sama ataupun keterlibatan semua elemen yang ada. Seperti pepatah mengatakan berat sama di pikul ringan sama di jinjing dalam arti selalu ada kebersamaan dan kekompakan baik antara guru di sekolah maupun dengan masyarakat khususnya orang tua sisw. Sehingga apapun pengaruh yang terjadi tidak langsung di terima begitu saja melainkan harus di pilah dan di cerna sehingga bisa membedakan mana yang memiliki resiko atau tidak.
“Dengan adanya kerja sama yang baik tersebut, seraya optimis keberhasilan pendidikan akan dapat di capai dengan baik,” ujarnya. (hers)

Read more...

Pembangunan Jalan Tembawang Terbentur Dana

15.52 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses

NGABANG- Proyek yang dikerjakan oleh multiyes pada pembangunan jalan Tembawang yang dianggap sampai sekarang belum selesai-selesai, kini dikalrifikasi oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Ir Jakius Sinyor melalui Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Irawadi, MM.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan Jalan Jelimpo Angan Tembawang yang panjangnya 12 Kilo meter tersebut bukan ditidak dikerjakan akan tetapi proyek tersebut kekurangan dana. “Permasalahan pembangaunan jalan Tembawang itu karena dananya masih terbatas, kalau pembangunan jalan itu bisa bagus akan memerlukan dana sebanyk 12 milyar sementara dana yang tersedia baru 1,4 milyar jadi masih ada kekurangan 10 milyar kalau pekerjaan tersebut sampai diaspal,” ungkapnya kepada wartawan saat ditemui diruang kerjanya, belum lama ini.

Dijelaskannya pekerjaan pembangunan jelimpo angan tembawang yang dikontrak oleh multiyes tersebut 2 tahun anggaran yakni Tahun 2006-2007 dengan nilai kontrak sebesar Rp 1.440.346000 yang terdiri dari Tahun 2006 sebesar Rp 695.912.700 dan tahun anggaran 2007 sebesar Rp 745.433.300 dana sebesar tersebut diatas pekerjaan yang dilaksanakan adalah lapis pondasi agreget kelas C sepanjang 3 Kilo meter pembangunan jembatan sebanyak dua yunit, pembangunan Batcalvers, pasangan batu sebanyak 11 yunit dan galian tebing sepanjang 15 meter yang telah dikerjakan.

Lanjutnya masih adalagi yang belum dikerjakan yakni jembatan sebanyak dua yunit yang pertama bentangnya sembilan meter dan yang satunya lagi bentangnya 20 meter. “Jadi pekerjaan tersebut sudah dikerjakan, pembangunan jalan ini masi memerlukan dana lagi sebesar 1,5 milyar lagi, dan jembatan yang akan dibangun nanti itu adalah jembatan beton bertulang bukan jembatan kayu lagi,” tegasnya seraya menambahkan proyek tersebut masih belum selesai dan akan dilanjutkan kembali ditahun 2008, dan akan dialokasikan dana 1,5 milyar melalkui dana Dana Alokasi Khusus (DAK) tidak lagi bersipat multiyes.

“Mudah-mudahan tidak ada halangan dalam jangka lima tahun ini pembangunan jalan tersebut sudh selesai diaspal, ini juga tergantung dana dan mudah-mudahan dananya semankin bertambah,” harapnya. (hers)

Read more...

Sudarmono Belum Terima Bonus

15.49 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG- Dalam sebuah kegiatan olahraga yang berbagai sebutan seperti
pertandingan, perlombaan Porseni, Poppda, Turnamen ataupun Porprov
maupun PON sering kita dengan keluhan-keluhan para atlit yang merasa
kurang idperhatikan oleh pihak-pijak yang seharusnya bertanggung jawab.
Bagaimanapun juga para atlit tersebut seharusnya diperlakukan sebagai
Raja karena harus berjuang sekuat tenaga untuk membela pihak mana saja
yang diwakilinya.
“Seharusnya perlu diperhatikan seperti apa saja yang berhubungan dengan hak-hak atlit tersebut antara lain; uang transporasi, uang saku, akomodasi dan konsumsi sampailah pada bonus bagi atlit berprestasi,” kata Amat Dasa, pengurus Cabang INKAI Kabupaten Landak, kepada Kapuas Post, kemarin.

Salah satu contoh Sudarmono salah satu atlit Karate Cabang INKAI Kabupaten
Landak dari siswa SMP Negeri 2 Ngabang Juara Porseni Tingkat Kabupaten
Landak dan Juara Porseni Tingkat SMP Propinsi Kalimantan Barat di sambas
bahkan meraih juara III dalam Porseni SMP Tingkat Nasional di Makasar
Sulawesi Selatan pada bulan Nopember 2007 lalu. Tetapi tang sangat kami
sesalkan sampai saat ini bonus sebagai Juara III sampai saat ini belum
diterimanya dari panitia Porseni Tingkat nasional maupun dari Pemerintah
Propinsi Kalimantan Barat.

Hal tersebut kami ketahui, lanjut Amat Dasa, ketika orang tua atlit yang bersangkutan menanyakan kepada kami bahwa anaknya yang katanya dulu juara III di Porseni SMP tingkat Nasional belum terima bonus dari panitia kontingen yang membawanya ke Makasar. “Sehubungan dengan peristiwa seperti ini kami dari pengurus cabang INKAI Kabupaten Landak mohon perhatian terhadap atlit tersebut supaya imejnya tidak menjadi kesan yang negative terhadap atlit agar dapat memotivasi atlit tersebut dan memotivasi rekan-rekannya,” katanya.

Ditambahknnya, pada hari Sabtu 22 Maret 2008 (hari ini, red), di Auditorium UNTAN diadakan Open Turnamen Harian BERKAT yang diikuti ratusan atlit Karate se-Kalimantan Barat. “Mohon kepada panitia bertindak adil terhadap atlit dan tidak memandang dari pergurruan mana maupun kabupaten mana karena bagaimanapun juga ini upaya Pemerintah Propinsi dalam mencari para atlit berprestasi untuk mewakili Provinsi Kalimantan Barat di tingkat nasional,” harapnya. (hers)

Read more...

Manager Tinju Landak Dapat Kepercayaan

15.44 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG-Dalam rangka mengikuti kejuaraan Indonesia yang memperebutkan Sarung Tinju emas dan Piala Bergilir Bupati Tabanan Bali yang akan di adakan pada tanggal 30 Maret sampai 8 April 2008. Manager tinju Kabupaten Landak, Jongki.S.Pd ternyata mendapat kepercayaan untuk mendampingi manager Pertina tingkat propinsi Kalbar. Walaupun pada kegiatan tersebut kabupaten Landak sendiri tidak dapat mengikut sertakan wakilnya, tetapi kepercayaan untuk mendampingi tim yang akan berangkat ke bali mengikuti acara itu sudah merupakan penghargaan yang bearti. “Yang berangkat atau yang bisa mengikuti kegiatan inikan hanya mereka yang lolos pada prapon kemarin, sedangkan kita dari landak kemarin tidak lolos sehingga ya untuk kegiatan ini terpaksa landak tidak bisa ikut,” kata Jongki manager Tinju Kabupaten Landak kepada Kapuas Post jumat (21/03) kemarin. Menurutnya,adapun Atlit tinju yang akan di kirim mengikuti kejuaraan tersebut sebanyak 2 orang masing-masing Leni Marlina dari Ketapang dan Agus Cobra dari Kota Pontianak. Karena pada prapon yang di selenggarakan beberapa waktu lalu dari sejumlah atlit yang ikut hanya 2 orang tersebutlah yang dapat berhasil lolos, sehingga punya kesempatan perebutan piala bergilir di Tabanan bali. “Sebenarnya kita juga berkeinginan supaya Kabupaten Landak bisa ikut tapi ya mungkin belum bagian kita. ya, mau bagaimanakan. Tapi kita berharap kedepannya upaya ini akan dapat terwujud,” harapnya. Namun demikian harapan ini juga bukan hanya sekedar keinginan tetapi untuk menuju kearah tersebut mesti harus di dukung upaya yang gigih terutama mengenai tenaga pelatih yang melatih para atlit karena keberhasilan itu sangat tergantung pada tenaga pelatih yang ada, sehingga kemampuan maupun tehnik yang di kuasai oleh seorang atlit awalnya akan berasal dari tenaga pelatih yang ada.
Kendati kalau melihat dari potensi atlit yang ada di Kabupaten Landak seraya yakin bidang olah raga cabang tinju ini akan mampu memberikan kontribusi dan nama baik daerah hanya saja bagaimana cara Pemda membina para atlit yang ada sehingga mampu bersaing baik di tingkat propinsi maupun nasional.”ya kita berharap olah raga ini akan bisa berkembang dan kita selalu siap kapan saja untuk membina dan melatih para generasi kita yang ada apalagi kalau di kabupaten Landak potensi ini cukup besar jadi sayang kalau tidak kita mempaatkan,”harapnya. (hers)

Read more...

Saatnya Pembentukan Dan Menata Kembali SOPD Kabupaten Landak

15.34 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses

NGABANG- Sebagaiman kita ketahui, dengan persetujuan bersama DPRD Kabupaten Landak dan Bupati Landak. Telah ditetapkan Peraturan Daerah Kabupaten Landak No. 1 Tahun 2005 tentang Susunan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) Kabupaten Landak. Sebagaiman telah diubah dengan Peraturan Daerah Kabupaten Landak No.9 Tahun 2007 tentang Susunan Orgainasi Perangkat Daerah Kabupaten Landak, yang disusun berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 8 Tahun 2003 tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah. “Pemerintah Pusat telah menetapkan Pemerintah Pusat Republik Indonesia No. 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. Salah satu dasar pertimbangan perlunya dikeluarkan PP itu adalah, karena PP No. 8 Tahun 2003 tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah belum cukup memberikan pedoman yang menyeluruh bagi penyusunan dan pengendalian Organisasi Perangkat Daerah yang dapat menangani seluruh urusan pemrintahan,” kata Bupati Landak Drs. Adrianu AS, kemarin di ruang sidang DPRD Landak.

Dikatakannya, sehingga perlu dicabut dan dibentuk peraturan pemerintah yang baru, sedangkan untuk ketentuan teknisnya diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 57 Tahun 2007 tentang Petunjuk teknis Penataan Organisasi Perangkat Daerah. “Dengan adanya ketentuan baru itu, maka perlu untuk pembentukan dan menata kembali SOPD Kabupaten Landak yang ditetapkan dengan Perda yang sebagaimana dimantapkan dalam Pasal 2 Ayat (1) Peraturan Pemerintah RI No. 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah,” tegasnya.

Masih kata bupati, dalam pidato nota pengantar terhadap 5 (lima) raperda, mengawali pidatonya tentang, yang salah satunya tentang Susunan Organisasi Perangkat Daerah. Lebih jauh ia mengatakan adapun subtansi materi yang diatur dalam raperda daerah ini, antara lain adalah menegani susunan, kedudukan, dan tugas pokok organisasi perangat daerah. Sedangkan rincian tugas, fungsi dan tata kerjanya akan diatur lebih lanjut dengn Peraturan Bupati.

Seubungan dengan penetapan besaran organisasi perangkat daerah sekurang-kurangnya mempertimbangkan factor keunangan, kebutuhan daerah: cakupan tugas yang meliputi sasaran tugas yang diwajibkan: jenis dan banyaknya tugas: jumlah dan kepadatan penduduk: potensi daerah yang bertalian dengan urusan yang akan ditingkatkan: serta sarana dan prasarana penunjang tugas.

Oleh karena itu, kata mantan Asisten II Landak ini, kebutuhan akan organisasi perangkat daerah bagi masing-masing daerah tidak senantiasa sama atau seragam. (hers)

Read more...

Bupati Sampaikan Nota Pengantar Terhadap 5 (lima) Raperda

15.31 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG- Akhirnya, Bupati Landak Drs. Adrianus AS, M.SI, menepati janjinya, untuk penyampaian nota pengantar terhadap 5 (lima) raperda kepada Dewan Perwakil rakyat daerah (DPRD) Landak, Senin (17/03), kemarin di ruang rapat sidang paripurna DPRD.

Ketua DPRD Landak, Minsen, SH, didampinggi Wakil Ketua Klemen Apui, S.IP, Wakil Ketua Ketua M. Jimi Ridwan, dan Sekwan Drs. Marius. Memimpin rapat langsung rapat di ruang siding DPRD Landak. Kehadiran puluhan anggota DPRD kemarin, memenuhi qorum, sehingga rapat dilanjutkan.

Bupati dalam pidato nota pengantar terhadap 5 (lima) raperda, mengawali pidatonya tentang, Penyelenggaraan usaha perkebunan, Restribusi izin usaha dan ijin trayek angkutan umum, Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Landak tahun 2006-2026, Susunan organisasi perangkat daerah, dan Restribusi pelaynan kesehatan.

Bupati mengatakan dalam nota pengantar penjelasan terhadap 5 (lima) raperda ini meruapakan kewajiban konstitusional dirinya sebagai Bupati Landak yang mempunyai arti penting dan strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan di Kabupaten Landak.

Kusus rancangan peraturan daerah tetang penyelenggaraan usaha perkebunan. Bupati menegaskan perlunya rancangan peraturan daerah tetang penyelenggaraan usaha perkebunan ini disusun oleh pemerintah daerah antara lain, bahwa usaha perkebunan yang berorientasi komuditi unggulan daerah perlu dijamin berkelanjutannya, serta ditingkatkan fungsi dan peranannya dalam rangka mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara berkeadilan. Kemudian naskah kedua, kata bupati, rancanagan pemerintah daerah tehtang Restribusi izin usaha dan ijin trayek angkutan umum. Dikatakannya, dalam rangka meningkatakan pelaksanaan pembangunan dan pemberian pelayanan kepada masyarakat, serta peningkatan pertumbuhan perekonomian di daerah diperlukan pnyediaan sumber-sumber pendapatan asli daerah yang dihasilkan memadai. “Dalam hal ini, upaya yang dapat dilakukan antara lain dengan meningkatkan kinerja pemungutan, penyempurnaan dan penambahan jenis restribusi, serta pemberiaan kelel;uasaan bagi daerah untuk menggali sumber-sumber penerimaan khususnya dari sector restribusi daerah,” katanya.

Sebagaiman telah diamanatkan dalam UU No. 18 Tahun 1997 tentang pajak daerah dan restribusi daerah sebagaiman telah diubah dengan UU No. 34 Tahun 2000. Naskah ketiga, lanjut bupati, yaitu Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Landak tahun 2006-2026. Dengan terbitanya Undang-Undang No. 25 Tahun 2004 tentang sitim perencanaan pembangunan nasional telah membawa paradigma baru dalam proses perencanaan pembangunan baik pada tingkat pusat maupun daerah. Undang-undang itu telah diatur tentang tata cara perencanaan pembangunan jangka panjang (RPJP), perencanaan pembangunan jangka menengah (RPJM), dan perencanaan pembangunan tahunan yang dilaksanakan oleh unsur penyelenggara negara dan masyarakat baik di tingkat pusat maupun daerah.

Kemudian, Restribusi pelayanan kesehatan. Mantan Kadis Pendidikan Landak ini menambahkan latar belakang dan tujuan perlunya rancanagan peraturan daerahs ini disusun antara lain bahwa peraturan daerah Kabupaten Landak Nomor 04 Tahun 2001 tentang “Restribusi Penyediaan Tempat Dan Tarif Pelayanan Kesehatan
”Didalam pelaksanaanya sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan saat ini,” tegas bupati, seraya memohon kiranya persetujuan penetapan untuk menjadi peraturan daerah Kabupaten Landak, sesuai dengan mekanisme yang berlaku. (hers)

Read more...

Uang Diberikan Tiga Bulan Sekali

16.10 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
KADIS Pendidikan Kabupaten Landak, Drs Lukas Kanoh, MM, mengaku, tiga bulan terakhir mahasiswa asal Kabupaten Landak, menuntut ilmu di luar Kalbar, diantaranya Uiversitas Kristen Satya Wacana Sala Tiga Semarang, Universitas Negeri Yogjakarta, belum menerima bantuan uang dari Diknas guna memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. “Saya akui memang belum diberikan dana sejak bulan Januari, Februari dan Maret 2008. Termasuk biaya pendidikan di universitas tempat mereka belajar mennnuntut ilmu,” kata Lukas Kanoh, akhir pekan lalu di ruang kerjanya.

Menurut Lukas Kanoh, kebiasaan universitas menganut tahun pelajaran 2007/2008 atau tahun pelajaran 2008/2009. Untuk tahun ajaran 2007, dihitung masuk bulan Juni dan Juli 2007. Beda halnya dengan tahun anggaran 2008, Desember, Januari. “Kami sudah jelaskan kepada pihak mahasiswa dan pihak sekolah di luar Kalbar,” kata Lukas Kanoh.
Namun, Lukas Kanoh tidak menapik, SP2D sudah keluar, dan dirinya sudah memerintahkan kepada setafnya untuk segera membayar kepada pihak mahasiswa, selanjutnya baru biaya kepada universitas. “Saat ini kita fokus dulu pada biaya hidup. Kalau universitas sih masih bisa kita tunda dulu,” kata Lukas Kanoh, seraya mengatakan untuk setiap bulan mahasiswa kita diberikan uang Rp. 500.000.
Uang sebesar itu, kalau dicermati bisa membiayai kebutuhan mereka selama sebulan. Itupun tergantung pandai atau tidaknya mahasiswa pandai menghembat uang. Kadang menjadi hambatan, pihak kami menyalurkan kepada orang bersangkutan tiga bulan sekali. Begitu mereka menerima uang, bersamaan juga mendapat uang buku Rp. 500.000. Artinya setiap bulan mendapat uang Rp. 1.000.000, dikalikan selama 3 bulan, totalnya Rp. 3.000.000. (hers)

Read more...

Banjir Bandang Menyuke, Tewaskan 1 Korban Jiwa

16.09 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
DARIT- Hujan melanda Kota Darit dan sekitarnya, sejak tiga hari lalu. Menyebabkan arus jalur darat putus total. Akibatnya, warga setempat tidak bisa berpergian jauh, karena harus menunggu rumah-rumah mereka yang terendam banjir, terutama bagi mereka yang tempat tinggalnya ditepian sungai Menyuke.
Sejak Sabtu pagi, lalu, bajir itu sudah mulai surut, aktipitas sehari-hari warga sudah seperti biasanya, karena jalur darat bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Malah banjir bandang, ketinggian hampir 1 meter itu, Jumat (14/03), pukul 14. 00 Wib, telah menewaskan 1 korban jiwa. Bocah malang itu bernama Ropik Bin Nasit (4 tahun), warga Dusun Betung Desa Tubang Bale Kecamatan Menyuke Kabupaten Landak. Ia lahir dari pasangan Nasit dan Sumane.

Kerja keras keluarga, bersama warga dan pihak kepolisian setempat, akhirnya membuahkan hasi, Minggu (16/03), kemarin sekitar pukul 09.000 wib, jasad korban berhasil ditemukan. Kini, jasad korban dibawa kerumah duka, untuk dimakamkan.
Informasi dihimpun Kapuas Post dilapangan menyebutkan, banjir bandang seperti banjir-banjir didaerah lainnya, tidak terlepas dari hiruk pikuk akan-anak bermain di air. Pada hal mereka tidak menyadari bahaya selalu mengancam nyawanya. Sebelum korban hanyut terbawa arus, pada awalanya ia bermain bersama dua temannya dengan umur sebaya, main di tepian sungai, yang pada saat itu arus sungai sangat deras sekali. Identitas teman korbon, disebutkan satu teman korban kira-kira berumur 4 tahun dan satu teman lainnya berumur 7 tahun.

Ketika sedang mencoba bermian ditepian sungai, korban tergelincir, menyebabkan korban jatuh di arus sungai deras. Suasana ketika itupun terasa panik, mau membantu, tetapi dua temannya masih belia. Akhirnya, kedua temannya hanya bisa melihat gapaian tangan korban, dan akhirnya kedua teman korban melaporkan kejadian itu kepada orang tua korban. Pada saat itu juga bersama keluarga dan warga sekitar melakukan pencarian, sambil menyelusuri alur sungai, bahkan menyelam mengunakan alat kompresor milik salah satu warga.

Alidin, SH, tokoh masyarakat Menyuke, berharap kepada pihak Pemerintah Kabupaten Landak, secepatnya mencikapi musibah banjir bandang , apa lagi banjir tersebut menewaskan 1 korban jiwa. “Kita ingin Pemda Landak, melalui Bagian Sosial peduli terhadap bencana banjir di Menyuke. Lebih-lebih terhadap kedua orang tua korban yang sedang berduka, karena anaknya tewas terbawa arus sungai Menyuke,” tegas anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Landak ini.

Tak hanya itu, Alidin juga mengetuk kepada masyarakat Kabupaten Landak, apa bila ada diantara warga punya lebih bisa memberikan bantuan kepada pihak orang tua korban. Ungkapan yang sama dikatakan Suparman, warga Darit lainnya. Ia meminta kepada Tim Sakorlak yang sudah terbentuk di Kabupaten Landak. Segera mengakomudir dan memberikan himbauan kepada masyarakat terhadap bencana banjir. “Kita minta Tim Sakorlak harus bisa berbuat, jangan hanya atas nama saja. Buktikan kalau tim ini benar-benar membela masyarakat, dan mau membela orang banyak, ” tambahnya. (hers)

Read more...

Persilan Juara Kompetisi U-15 Se Kalbar

16.05 Reporter: HERI IRAWAN 1 Response
NGABANG — Perseilan Landak akhirnya berhasil mengalahkan Persikat dalam partai final Kompetisi Sepak Bola U-15 se Kalbar yang dilaksanakan di lapangan sepakbola Tumpak Kaputing Armed Ngabang, Minggu (16/3) sore. Pertandingan berlangsung ketat dan penuh dengan tekanan kedua tim. Persilan menang dengan skor akhir 2-1.

Ketatnya pertahanan kedua tim membuat babak pertama, semkain kian panas. Kedua tim saling menyereng. Namun, menit ke 4 babak pertama. Anak Ale-Ale asa Ketapang lengah dalam bertahan, sehingga Persilan mampu mengoyak jala mereka. Skor 1-0 untuk Persilan, gol indah itu tendangan keras kiri, Rengga Siam Pratam. Merasa tertinggal, anak asuhan Henddy Sibuea, terus melancarkan serangan, sehingga gol balasanpun tercipta melalui kaki kanan nomor punggung 6, atas nama M. Ikbal, pada menit ke 12. angka 1-1, itu ternyata bertahan hingga peluit panjang babak pertama.

Masuk babak kedua, serangan dikuasai oleh tim Persikat, tak henti-henti tim ini menusuk jantung pertahanan Persilan. Tendangan bertubi-tubi, bisa ditangkap dengan baik oleh penjaga gawang Persilan yaitu Beni Purwanto.

Pelatih Persilan Berlin Siahaan, melihat anak-anak asuhannya tertekan, langsung memutar otak, menerapkan strategi baru. Hasilnya luar biasa, pada menit ke 69, Yuna Agrika Layo, berhasil mengecoh penjaga gawang Persikat yang saat itu dijaga Geli Riandi. Kedudukanpun berubah menjadi 2-1. gol itu ternyata tak berubah hingga pluit panjang yang dibunyikan Yakob. SPD.

Dengan hasil ini, Persilan akhirnya dinobatkan sebagai juara pertama Kompetisi Sepak Bola U-15 Se kalbar, dan berhak atas uang tunai dan piala, yang diserahkan Bupati Landak Drs. Adrianuas As, M.SI, melalui Sekda Landak Drs. Ludis, M.SI. Juara kedua Persikat Ketapang, disusul juara tiga bersama Persipon dan PS. KKR. Sedangkan tim terbaik disandang PS. KKR, Top Scor 3 gol, yaitu Jaka Fantabak dan Rengga Siam Pratama (keduanya dari Persilan), dan pemain terbaik penjaga gawang Persilan Beni Purwanto.
Dan secara langsung kemarin Sekda menutup turnamen tersebut. Dalam sambutan ringkasnya diharapkan perkembangan olahraga di Kabupaten Landak khususnya dan kalbar umumnya terus mendapat tempat di hati masyarakat. Sehingga geliat olahraga benar-benar memiliki tempat tersendiri.
Ludis mengatakan, tentunya salah satu bentuk memupuk rasa cinta akan olahraga dan program Pengda PSSI Kalbar adalah dengan mengadakan kompetisi. Dan apa yang sudah ditunjukkan oleh panitia Kompetisi Sepak Bola U-15, dikatakan berhasil dan sukses. Tentunya hal ini merupakan langkah baik yang harus terus dilaksanakan. “Tak lupa saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Dan Yon Armed Ngabang, Panitia, Pengurus Persilan, Wasit, Hakim Garis, KONI Landak, Bupati Landak, Pengawas Pertadingan. Tanpa ada kerjasama yang baik, kompetisi ini tidak akan sukses,” kata Ludis.

Sementara itu Menejer Persilan FX. Ferry Sak mengucap banyak terimakash kepada masyarakat Kabupaten Landak, atas doanya menjadikan Persilan juara pertama. “Tak lupa kami mengucapkan banyak terimakasih kepada Dan Yon Armed Teddy Surachmat atas kebaikannya, untuk menyediakan lapangan sepak bola dalam Kompetisi Sepak Bola U-15 se Kalbar di Ngabang,” katanya.

Ungkapan yang sama dikatakan Pelatih Persilan Berlin Siahaan, dukungan selama ini diberikan dan Yon Armed Teddy Surachmat, tidak bisa dibalas dengan materi. “Hanya Tuhan Saja Yang bisa membalasanya,” tuturnya.

Usai menerima piala, seluruh pengurus Persilan, melakukan pawai keliling dalam Kota Ngabang. Puluhan kendaraan roda dua, dan sebuah pick up dan truck Armed Ngabang. Larut dalam kegembiraan itu, dan yel-yel hidup Persilan, kelur dari seluruh mulut pemain Persilan. Piala diarak, hingga menuju kantor Bupati Landak di Km 3 Ngabang. (hers)



Read more...

Persilan Dan Persikat Maju Ke Final Kompetisi Sepak Bola U-15

10.09 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses

NGABANG- Persilan dan Persikat, memastikan diri maju di babak final dalam Kompetisi Sepak Bola U-15 Se Kalbar. Kemenangan, di hari Sabtu kemarin, berkat kedua dua tim berhasil mengalahkan lawan-lawannya. Persilan harus bersusah payah, maju ke final, menang tipis 1-0 atas laskar Elang Khatulistiwa. Sementara pasukan Persikat, satu-satunya gol yang dihasilkan mengatasi PS. KKR 1-0.

Bagi kemenangan Persilan, Rengga Siam Pratama, pemian asal Senakin ini memastikan kemenangan Persilan dari tendangan jarak jauh pada menit ke 39, guna mengalahkan Persipon 1-0 dalam 80 menit pertandingan di lapangan sepakbola Armed Ngabang, sore kemarin.

"Persilan dan Persikat adalah dua tim yang hebat.
"Namun pertandingan antara dua kabupaten di Kalbar besar di laga final Kompetisi Sepak Bola U-15 di Ngabang merupakan sejarah baru." kata Berlin Siahaan, pelatih Persilan.

"Ini merupakan hasil yang luar biasa kami berhasil maju ke final Kompetisi Sepak Bola U-15. Untuk saat ini tidak ada pertandingan yang lebih besar lagi di kalender sepakbola Kalbar, dan bisa melakukannya di Ngabang, sebagai tuan rumah, dan itu prestasi membanggakan bagi masyarakat Kabupaten Landak, serta pengurus Persilan,” katanya lagi.

Menurut Berlin, dalam laga semifinal kemarin, bila tuan rumah ingin maju ke fnal, pertandingan harus dimenangkan Persilan, dan terbukti berkat kerjasama tim, akhirnya tim kita menang.

Ia berharap keberhasilan mereka maju ke final membuatnya lebih bermotivasi untuk berprestasi lebih baik di kejuaraan atau kompetisi kalender Pengda PSSI Kalbar.
Ketua Umum Persilan Ir. Jakius Sinyor mengatakan, maju ke babak final, merupakan dambaan setiap tim. Dan akhirnya, Persilan maju melawan Persikat. “Sebagai tuan rumah, saya ucapkan selamat kepada tim maju ke babak final. Tapi, bagi saya kemenangan ini masih jauh, artinya, satu misi berat kagi yang harus kita selesaikan, yaitu memenangkan pertandingan melawan Persikat pada Minggu sore besok,” kata Jakius Sinyor, didampinggi Sekda Landak Drs. Ludis, M.SI, Drs. Hendrikus Ngadan, Ketua Harian Persilan Cahya Tanus.

Sementara itu, dalam laga sebelumnya, Persikat versus PS. KKR. Nasib beruntung masih berpihak kepada Persikat, lewat nomor punggung 11, atas nama Herdiandi, berhasil memasukan bola ke gawang PS. KKR, lewat tendangan adu finalty. Sebelum terjadinya gol ini, salah satu pemain mereka nomor 20, diganjal oleh pemain PS.KKR. sehingga wasit menunjuk titik putih finalty.

Kemenangan itu menempatkan Persikat melaju ke partai final melawan Persilan Landak di lapangan sepakbola Tumbak Kaputing, Minggu 16 Maret 2008, pukul 15.00 Wib.
Dilaporkan juga, pada penutupan acara Kompetisi Sepak Bola U-15 Sekalbar, panitia akan memberikan hadiah dan tropy kepada tim sepak bola terbaik, pencetak gol terbanyak dan pemain terbaik. (hers/*)

Read more...

Banjir Bandang Menyuke, Tewaskan 1 Korban Jiwa

10.05 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
DARIT- Hujan melanda Kota Darit dan sekitarnya, sejak tiga hari lalu. Menyebabkan arus jalur darat putus total. Akibatnya, warga setempat tidak bisa berpergian jauh, karena harus menunggu rumah-rumah mereka yang terendam banjir, terutama bagi mereka yang tempat tinggalnya ditepian sungai Menyuke.

Sejak Sabtu pagi, kemarin, bajir itu sudah mulai surut, aktipitas sehari-hari warga sudah seperti biasanya, karena jalur darat bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Malah banjir bandang, ketinggian hampir 1 meter itu, Jumat (14/03), pukul 14. 00 Wib, telah menewaskan 1 korban jiwa. Bocah malang itu bernama Ropik Bin Nasit (4 tahun), warga Dusun Betung Desa Tubang Bale Kecamatan Menyuke Kabupaten Landak. Ia lahir dari pasangan Nasit dan Sumane. Kini, pihak keluarga, bersama warga dan pihak kepolisian setempat, masih melakukan pencarian jasad korban, hingga diturunkan berita ini.

Informasi dihimpun Kapuas Post dilapangan menyebutkan, banjir bandang seperti banjir-banjir didaerah lainnya, tidak terlepas dari hiruk pikuk akan-anak bermain di air. Pada hal mereka tidak menyadari bahaya selalu mengancam nyawanya. Sebelum korban hanyut terbawa arus, pada awalanya ia bermain bersama dua temannya dengan umur sebaya, main di tepian sungai, yang pada saat itu arus sungai sangat deras sekali. Identitas teman korbon, disebutkan satu teman korban kira-kira berumur 4 tahun dan satu teman lainnya berumur 7 tahun.

Ketika sedang mencoba bermian ditepian sungai, korban tergelincir, menyebabkan korban jatuh di arus sungai deras. Suasana ketika itupun terasa panik, mau membantu, tetapi dua temannya masih belia. Akhirnya, kedua temannya hanya bisa melihat gapaian tangan korban, dan akhirnya kedua teman korban melaporkan kejadian itu kepada orang tua korban. Pada saat itu juga bersama keluarga dan warga sekitar melakukan pencarian, sambil menyelusuri alur sungai, bahkan menyelam mengunakan alat kompresor milik salah satu warga.

Hingga Sabtu siang kemarin belum ada tanda-tanda penemuan jasad korban. Pihak keluarga bertekad akan berusaha sekuat mungkin, dibantu pihak aparat keamanan, mencari korban.

Alidin, SH, tokoh masyarakat Menyuke, berharap kepada pihak Pemerintah Kabupaten Landak, secepatnya mencikapi musibah banjir bandang , apa lagi banjir tersebut menewaskan 1 korban jiwa. “Kita ingin Pemda Landak, melalui Bagian Sosial peduli terhadap bencana banjir di Menyuke. Lebih-lebih terhadap kedua orang tua korban yang sedang berduka, karena anaknya tewas terbawa arus sungai Menyuke,” tegas anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Landak ini.

Tak hanya itu, Alidin juga mengetuk kepada masyarakat Kabupaten Landak, apa bila ada diantara warga punya lebih bisa memberikan bantuan kepada pihak orang tua korban. Ungkapan yang sama dikatakan Suparman, warga Darit lainnya. Ia meminta kepada Tim Sakorlak yang sudah terbentuk di Kabupaten Landak. Segera mengakomudir dan memberikan himbauan kepada masyarakat terhadap bencana banjir. “Kita minta Tim Sakorlak harus bisa berbuat, jangan hanya atas nama saja. Buktikan kalau tim ini benar-benar membela masyarakat, dan mau membela orang banyak, ” tambahnya. (hers)

Read more...

Camat Mesti Ajukan Permohonan PPATS

19.02 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG – Dalam rangka membantu kelancaran tugas dan pelayanan kepada
masyarakat yang berada di wilayah perdesaan yang memiliki jarak jauh
dengan Kantor BPN (Badan Pertanahan Nasional ) terutama dalam hal
pembuatan Akta Tanah. Maka untuk bisa melakukan hal tersebut diharapkan
Camat harus dapat mengajukan permohonan untuk menjadi PPATS (Pejabat
Pembuat Akte Tanah Sementara). Karena hingga saat ini memang belum
semuanya Camat yang ada di Kabupaten Landak menjadi
PPATS.

“Untuk menjadi PPATS Camat ini kan harus mengajukan permohonan
kepada BPN, dan memang saat ini belum semua camat yang bisa melakukan
hal itu apalagi banyak Camat-camat yang baru,kalau sebagai camat dia
bertanggung jawab pada Bupati tetapi kalau di PPATS dia bertanggung
jawab pada BPN,” ungkap Drs.DD. Pangaribuan, Kakan BPN, melalui Rudi
Agustiawan. AP.tnh, kepala Seksi HTPT BPN, kepada Kapuas Post, Jum’at (14/03), kemarin.

Dikatannya hingga saat ini hanya beberapa Camat saja yang sudah bisa membuat akte tanah sementar. Sedangkan untuk Camat Mandor dan Camat Air Besar pelantikannya menjadi pejabat PPATS akan di lakukan pada bulan maret ini. Menurutnya di akui memang, terkadang masih banyak Camat yang belum memahami masalah ini sehingga, sebagai mitra kerja pihaknya dari BPN merasa berkewajiban membinanya.
Kendati dengan di lantiknya Camat-camat tersebut menjadi pejabat PPATS
dengan sendirinya akan sangat mempermudah dalam memberikan pelayanan
kepada masyarakat terutama mengenai transaksi jual beli yang akan di
lakukan oleh masyarakat, dapat di lakukan melalui camatnya masing-
masing, sehingga tidak harus menghubungi BPN yang mungkin jaraknya
cukup jauh dengan pemungkiman masyarakat tersebut. “Ya, kalau mereka
sudah menjadi PPATS Camat ini kan sudah dapat membuat akte tanah
sementara serta menangani masyarakat yang akan mengadakan transaksi jual
beli jadikan intinya mempermudah pelayanan serta memperpendek arus
pelayanan kepada masyarakat,” terangnya.

Karena menurutnya kalau selama ini umumnya pelayanan bidang pertanahan hanya dapat di lakukan langsung ke BPN maka kedepannya pelayanan tersebut akan dapat lebih mudah di lakukan oleh masyarakat. Apalagi seiring dengan perkembangan yang semakin pesat di daerah Kabupaten Landak saat ini maka dengan sendirinya akan mendorong perkembangan kemajuan baik terhadap pemikiran masyarakat maupun kebutuhan akan berbagai kepentingan. “Ini dapat kita lihat kalau beberapa tahun yang lalu keinginan masyarakat untuk memiliki sertifikat atau menyertifikatkan tanah mereka itu masih sangat minim tetapi sekarang sudah cukup meningkat dan inikan bearti kesadaran masyarakat kita sudah cukup tinggi,” imbuhnya.

Dengan demikian tambahnya, di harapkan kedepan bukan hanya 6 atau 7 camat saja yang bisa menjadi PPATS tetapi di harapkan semua camat yang ada di wilayah Kabupaten Landak dapat menjadi PPATS yang intinya dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat terutama yang berada pada wilayahnya masing-masing sehingga mempermudah melayani kebutuhan pelayanan kepada masyarakat. Apa lagi dengan adanya pemekaran atau kecamatan baru yang secara otomatis akan sangat membutuhkan perkembangan perluasan kota dalam kecamatan sudah pasti membutuhkan barbagai kepentingan yang berkaitan dengan lahan atau tanah. Sehingga kalau kecamatan tersebut belum punya kewenangan untuk membuat PPATS maka dengan sendirinya akan mempersulit pelayanan dalam arti urusan tersebut harus di lakukan melalui BPN namun sebaliknya, jika kewenangan itu sudah ada pada pihak kecamatan maka akan mempermudah sekaligus mempercepat pelayanan. (hers)

Read more...

Hujan Seharian, Darit Bajir

19.00 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG - Hujan deras yang menguyur Ngabang, sejak Kamis hingga Jum’at pagi kemarin, membuat sebagian besar pemukiman di Ngabang dan Darit mengalami banjir. Bahkan, sejumlah ruas jalan utama, seperti biasanya, juga tergenang air dan menyebabkan kemacetan. Daerah yang tergenang air itu, antara lain Steher Pulau Bendu, Tanjung, Sungai Buluh, dan yang lebih parah air daerah pasar Darit Kecamatan Menyuke, air melebihi lutut orang dewasa.
Sementara di Ngabang dan sekitarnya air hujan menggenangi halaman rumah
warga.

"Sudah melebihi lutut orang dewasa, kalau hujan terus sampai pagi, bisa masuk ke rumah," kata Suparman, warga Darit, Kecamatan Menyuke, Jum’at (14/03/2008 ).
Sementara sebagian rumah di tepian sungai Menyuke sudah dimasuki air. "Kalau hujan sampai tengah malam atau besok pagi, ya, ketinggian air masih naik. Kami terpaksa mengangkat barang-barang ke atas meja," kata Suparman lagi.


Daerah lain terkena banjir, Steher Pulau bendu Ngabang, air sungai sudah mencapai jalan masuk rumah warga. "Kami sudah mengalami banjir sejak hujan
kemarin. Air sudah masuk setinggi betis ke dalam rumah. Ya, kami tidak
terkejut. Ini musibah tahunan," kata Ana, warga setempat.


Bila air terus naik, maka bisa diramalakan, khusus didalam Kota Ngabang, jalan yang tergenang dan menimbulkan kemacetan kendaraan antara lain jalan Raiy, Pesayangan, depan masjid Hilir Tengah, Jalan depan Kantor Pos, jalan Jalur Dua arah Desa Raja, Jalan Sungai Buluh serta Jalan Hilir Kantor.

Seperti tahun-tahun sebelumnya Pemerintah Kabupaten Landak, menjelang musim banjir, selalu memberikan masukan himbauan untuk selalu waspada terhadap bajir. Namnun, hingga kini, belum ada tanda-tanda kearah tersebut. “Kita ndak tahu, apakah ada satkorlah bencana, soalnya kalau dulu yang menjadi ketua Asisten II Landak. Sekarang jabatan itu kosong,” tanya Dagot warga Ngabang. ( hers )

Read more...

Sertifikat HGU PTPN XIII, Over Live Terhadap Tanah Hak Milik

18.58 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG- PTPN XIII Kalimantan Barat, dalam masalah. Pasalnya lahan mereka seluas 58.527 M2. Didalamnya termasuk lahan seluas kurang lebih 5, 8 Ha, milik Gusti Mahmud Hamid. Sebagaimana diketahui tanah tersebut sudah punya Sertifikat Hak Milik Nomor 233 Tahun 1983.

Menindak lanjuti masalah ini, belum lama lalu di ruang rapat BPN Landak telah dilakukan pertemuan mediasi permasalahan/sengketa tanah antara pemegang SHM No 233 Tahun 1983 /Ampar Saga an. Gusti Mahmud Hamid dkk. Dengan pemegang SHGU No. 1/1991 an. PTPN XIII Kalbar.

Kepada Kapuas Post, salah seorang ahli waris Ir. H. Gusti Hardiansyah, M.Sc, QAM , mengucap banyak terima kasih kepada BPN Kalbar, melalui BPN Kabupaten Landak. Mau memfasilitasi pertemuan pihaknya dengan PTPN XIII Kalbar. Apa lagi, dari perwakilan PTPN XIII Kalbar, dalam pertemuan mendatangkan beberapa perwakilan mereka. “Kendati dalam pertemuan kemarin belum ada titik temu, tapi ini merupak satu awal yang baik. Mengingat pertemuan ini baru pertama kali kita dilakukan, dan itu merupakan hasil yang wajar, dari pada tiba-tiba sepakat, akan menjadi sebuah pertanyaan,” aku Hardiansyah.

Ia juga mempertayakan, bagaimana bisa terjadi pemegang SHGU No. 1/1991 an. PTPN XIII Kalbar. Padahal, tanah yang termasuk dalam SHGU itu adalah Tanah Hak Milik orang lain. “Kita ingin bertanya, kapan mereka melakukan sosialisasi, kok tiba-tiba sudah dapat pemegang SHGU No. 1/1991 an. PTPN XIII Kalbar,” katanya heran.

Dalam hal penyelesaian masalah ini, Hardiansyah, ingin lebih mengarah semangat kekeluargaan. Sehingga, kedepannya, tidak terjadi masalah yang berlanjut-lanjut, dan memakan waktu yang lama. Katakanlah disini, bak pepatah mengatakan menang jadi arang, kalahpun jadi abu. “Kita tidak mau seperti itu, kita ingin yang menang tidak merasa mereka menang, dan yang kalah tidak merasa mereka kalah. Itulah win win, artinya kita menang semuanya,” jelas pria yang sebentar lagi mendapat gelar Doktor ini.

Ia berharap, dalam penyelesaian masalah ini, pihak PTPN XIII Kalbar, dapat lebih cepat memberi kabar, sebelum tanggal 31 Maret 2008. “Masalah ini diselesaikan lebih cepat lebih baik. Kami tetap membuka diri, dimanapun dan kapanpun kita siap melakukan pertemuan,” ungkapnya.

Sementara itu Kakan BPN Landak Drs. DD Pangaribuan mengatakan, pihaknya tetap pada jalur mempasilitasai antara kedua belah pihak. “Kebetulan saya yang memimpin rapat itu, dan pertemuan kemarin belum ada titik temu,” katanya.
Ia berharap, setelah ada titik temu antara kedua belah pihak, BPN Landak, siap mempasilitasi pertemaun-pertemuan berikutnya. “Kedua belah pihak masing-masing sedang rembuk, PTPN XIII tentu rapat dengan petingginya, dan pihak satunya tentu rembuk bersama ahli waris lainnya. Bila semuanya kelir, maka siap melakukan pertemuan berikutnya,” kata DD Pangaribuan. (hers)

Read more...

Kadis: Masyarakat Jangan Cemas Terhadap Hasil Try Out

18.55 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses

NGABANG- Kadis Pendidikan Kabupaten Landak Drs. Lukas Kanoh, MM, mengaku, hingga sampai saat ini, pihaknya belum menerima hasil rekapan Try Out bagi tingkat SMA/Sederajat. Namun, masyarakat diharapkan tidak terlalu cemas terhadap hasil Try Out. “Masyarakat jangan terlalu cemas terhadap hasil Try Out, yang terpenting kita dijajaran pendidikan selalu siap,” kata Lukas Kanoh, kemarin di runang kerjanya.

Bagaimana agar bisa siap, dilakukanlah sosialisi di jajaran pendidikan, dari dinas kabupaten, dilanjutkan ke pengawas, kepala sekolah, guru dan terakhir di masyarakat. Setelah itu, dilakukan persiapan ditingkat masing-masing sekolah, untuk lebih mengintensifkan mata pelajaran yang menjadi Ujian Nasional, tanpa mengabaikan KBM secara utuh, termasuklah les, atau penambahan jam mata pelajaran, termasuk uji coba (try out). “Ini artinya kita ingin melihat sejauh mana kesiapan kita kita selama melakukan pembinaan dalam rentang waktu tertentu. Dari segi pelaksanaan juga kita ingin uji, kesiapan panitia, kesiapan anak mengunakan LCK, kemampuan anak mengisi jawaban, ini semua diuji sampai ke keadmistrasian hasil,” katanya.

Kendati ini pekerjaan rutin, lanjut Lukas Kanoh, ternyata ditingkat sekolah masih dijumpai kesalahan, seperti pengaturan ruangan ujian, pengaturan nomor, pengaturan atau pengisian berita acara, serta daftar hadir. “Pokonya kita ingin uji semuanya, dari hasil ini harus ada tindak lanjutnya, dari segi pelaksanaan bagaimana. Artinya kita benar-benar bisa menetralisir kesalahan, begitu juga hasil ujian anak,” jelasnya.
Lukas Konoh, mulai mewanti-wanti seluruh sekoloh di Kabupaten Landak. Ia tidak ingin, hanya gara-gara mengejar hasil, tetapi seolah-oleh bagus, padah tidak bagus. “Katanalah disini jangan curang, bila hasilnya jelek, kita harus katakan apa adanya. Berdasarkan informasi saya diterima dari Diknas maupun Dimen sampai sekarang belum turun pemeriksaanya, karena menumpuk di provinsi,” beber pria kelem ini.

Bagimana dengan Try Out ke dua? Ia mengatakan Dikmen, ujian bulan April, apakah masih sempat mengejar awal bulan April. Kalau tingkat Sekolah Dasar, ujian bulan Mei, masih bisa kita usahakan. “Rencana kita semula uji coba ini 2 kali, itu adalah yang mempasilitasi Diknas Kabupaten Landak. Adapun Uji Coba, ditingkat sekolah atau penyelenggara ujian, kita mendorong, tidak hanya mengandalkan kabupaten, karena apa uji coba ini tidak bisa dua kali, makin sering semakin baik,” pintanya, seraya mengatakan itupun tergantung biaya yang ada di sekolah, dan tergatung kreatipitas para kepala sekolah bersangkutan.

Yang paling berat, tambah Lukas Kanoh, adalah mempertahankan predikat kelulusan tingkat satu untuk SMP dan peringklat empat untuk SMA. “Mempertahanakan predikat itu susah, seperti olahraga, makanya kita harus berupaya sebaik mungkin untuk lebih baik dari yang sudah ada,” harapnya. (hers)

Read more...

* Hari Ini Digulir Semifinal Kompetisi Sepak Bola U-15

18.50 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG- Setelah melalui perjuangan panjang dan melelahkan, akhir empat tim yang berlaga di Kompetisi Sepak Bola U -15 Tahun 2008 yaitu Persilan (tuan rumah), PS. KKR, Persipon serta Persikat berhasil masuk ke babak semifinal satu dan semifinal dua.

Pertandingan semifinal satu dan semifinal dua pertama akan dilangsungkan hari ini, pukul 14.00 wib, di lapangan Tumbak Kaputing Armed Ngabang, saling berhadapan PS. KKR melawan Persikat. Sementara pertandingan semifinal kedua dilangsungkan tempat yang sama pukul 16.00 wib, Persilan versus Persipon.

Sementara itu pertandingan memperebutkan tempat ketiga akan digelar pada Minggu (15/12), pukul 14.00 wib. Dan pertandingan puncak memperebutkan gelar jawara akan dilangsungkan hari yang sama, main pukul 16.00 wib.

Ketua Panitia Pelaksana Kompetisi Sepak Bola U-15, Vincensius mengatakan bahwa sejak digulirkan pada 9 Maret lalu, telah dilangsungkan sebanyak 9 pertandingan yang diikuti oleh 7 tim peserta. “Dengan dua pertandingan semifinal, ditambah pertandingan final dan perebutan juara III, maka total pertandingan seluruhnya adalah 13,” paparnya.

Dia menjelaskan bahwa 7 tim peserta tersebut awalnya dibagi dalam dua grup. Mereka kemudian diadu dalam pertandingan dengan sistem setengah kompetisi. “Yang maju ke semifinal adalah para juara grup dan runer ap,” ujar Vincensius.

Vincensius, mengatakan bahwa empat kesebelasan yang bertanding disemifinal ini adalah tim-tim terbaik dari seluruh tim yang ikut kompetisi.

Untuk penutupan partai final nantinya, Vinsencius mengatakan bila tidak ada halangan, akan dihadiri langsung oleh Ketua Umum Pengda PSSI Kalbar, Zulfadhli beserta jajaran pengurus PSSI Kalbar lainnya. Sebelumnya pada saat pembukaan kompetisi Sepak Bola U-15 tanggal 9 Maret lalu, hadir Ketua Harian Pengda PSSI Kalbar Jhon Pangki.

Ditempat berbeda pelatih Persilan, Berlin Siahaan mengatakan, menghadapi Persipon dalam laga semifinal dua, Sabtu sore, sudah punya taktik jitu untuk meredam permainan Persipon. “Kita patut bersyukur anak-anak kita dalam kondisi yang fit. Bagaimana taktik bermain dilapangan, saya sudah punya cara jitu untuk meladeni Persipon,” janji pelatih berdarah dingin ini.

Apalagi, kata Berlin, pemain berbakat Persilan sudah bisa main, yaitu Jaka Fantabak. Sebelumnya, Jaka terkena kartu kuning, sehingga pertandingan melawan PS. Sanggau, pencetak 3 gol terbanyak sementara pada saat itu tidak dimainkan.
Harapan menang melawan Persipon, dilontarkan Ketua Harian Persilan Cahya Tanus. Ia ingin anak-anak asuhan Berlin bermain tenang dan selalu bermain lepas. ”Jangan terburu-buru, olah bola dengan baik, lihat posisi pemain lainnya,” harap anggota Komisi C DPRD Landak ini.

Tanus, yakin, pelatih Persilan sudah menyiapkan trik khusus untuk mengatasi perlawanan Persipon. ”Sama seperti babak penyisihan pelatih kita berpikir untuk memenangkan pertandingan. Berusaha memang pilihan yang bagus. Tapi, itu tidak mudah karena main di babak semifinal Persipon punya pertahanan yang kuat,” kata Tanus. (hers/*)

Read more...

Utamakan Rasa Kesadaran Dan Memiliki

10.35 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG – Dengan semakin berkembangnya pembangunan di berbagai sector
terutama di daerah Kabupaten Landak termasuk juga perkembangan
pembangunan kasawan pasar yang ada di kota Ngabang dari hari ke hari
terus menunjukan peningkatan. Hanya saja dari perkembangan tersebut
hingga saat ini, apa yang di katakan tertib dan teratur masih belum
dapat hasilkan terutama letak bangunan pasar maupun penempatan antara
pedagang sembako,elektronik,bengkel dan pedagang lainnya. “Kondisi yang
ada sekarang ini kan masih membaur jadi kita belum ada melihat bahwa di
sini khusus pedagang sembako kemudian di sana elektronik,pakaian
semuanya masih menjadi satu, dan ini memang membutuhkan penataan yang
baik terutama untuk menciptakan ketertiban itu sendiri. ”kata Alpius
Kadis Prindagkop kepada Kapuas Post belum lama ini. Kondisi yang ada
sekarang ini menurutnya memang sulit di lakukan karena sangat berkaitan
sekali dengan masyarakat yang ada terutama rasa memiliki yang ada pada
masyarakat khususnya para padagang di harapkan dapat muncul. Karena
kalau upaya itu hanya di lakukan oleh pemda tentu akan sulit di lakukan.
Apalagi katanya, sejumlah bangunan yang ada sekarang memang sudah
berdiri kokoh sejak sebelum Landak menjadi Kabupaten sehingga untuk
menertibkan kawasan tersebut mesti membutuhkan anggaran yang cukup
besar. “Maunya kita seperti itu kota Ngabang ini memang harus tertib
sesuai dengan status pedagang, tapikan sulit kita lakukan. Apalagi untuk
memindahkan kawasan tersebut kita mesti punya cukup anggaran supaya
mereka bisa tertib,”katanya. Untuk itu dengan kondisi yang ada sekarang
serta berpijak pada ketertiban maupun rasa kesadaran maka pihaknya
sangat berharap agar rasa memiliki dan kesadaran yang tinggi dari
masyarakat mutlak sangat di butuhkan. Apalagi,katanya kalau dalam konsep
pengembangan kawasan pasar bukan hanya di buat asal-asalan tetapi harus
sesuai dengan apa yang tertera dalam Tata Ruang kota yang merupakan
acuan baik dalam perluasan kota maupun pembangunan bangunan yang ada
dlalam kawasan pasar. Namun kalau di lihat dari realita yang ada
sekarang, apa yang di harapkan masih jauh dari kenyataan. Hanya saja
dalam rangka mewujutkan hal tersebut pihaknya tetap berupaya agar Kota
Ngabang kedepannya dapat seperti yang di harapkan. “Kalau hal ini kan
sudah kita sosialisasikan pada para pedagang tapikan hasilnya seperti
yang kita lihat sekaranglah dan kita sekarang bukannya tidak berusaha
tetapi secara perlaha-lahanlan yang penting ketersedian kebutuhan
masyarakat di pasar tersedia karena kalau kita ngotot inikan kembalinya
ke masalah dana yang di miliki Pemda, ”ungkapnya.
Untuk itu menurutnya, bagi daerah baru saja di mekarkan menjadi
kecamatan baru ketertiban bangunan pasar ini sangat mitlak di perhatikan
dan harus sesuai dengan letak dalam tata ruang kota. Karena kalau dalam
pembangunan awal saja sudah tidak sesuai dengan apa yang sudah di atur
maka kedepannya akan sulip di tertipkan. “Kenapa saya katakan demikian
yang namanya masyarakat (pedagamg) kita inikan seperti itu dimana tempat
yang di anggap strategis maka di situlah di kerumuni walau sudah ada
tempat yang di siapkan. Prinsipnya walaupun easilitas itu sudah
disiapkan kalau menurut mereka kurang menguntungkan maka tempat itu akan
di tinggalkan,” ungkapnya.
Ditambahkannya, dalam mengoftmalkan kondisi tersebut di harapkan pada
pihak pedagang memang harus mempunyai rasa saling mengerti dan rasa
kesadaran yang tinggi karena hanya bermodal dari kesadaran itulah
pembangunan baik masalah ketertiban, keindahan maupun kebersihan akan
dapat tercapai. “Pemerintah dalam hal ini hanya sebagai mediator
dan regulator namun yang menjadi pelaksana dan merasakan justru
masyarakat itu sendiri. Sehingga untuk menciptakan kondisi tersebut
memang harus pranserta dari masyarakat sehingga upaya tersebut akan
dapat dicapai,” ungkapnya. (hers)

Read more...

Masyarakat Angan Tembawang Damba Listrik dan Jalan

10.32 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
JELIMPO – Paktor utama penyebab ketertinggalan masyarakat yang ada di
daerah pedalaman adalah dengan belum tersedianya jalur transportasi yang
memadai. Kendati sarana tersebut merupakan salah satu kebutuhan utama
bagi pergerakan berbagai aktifitas masyarakat, termasuk sektor
perekonomian. “Saya pikir ini keinginan yang logis lagi pula juga
merupakan kebutuhan masyarakat yang memang harus di penuhi karena
merupakan sumber kemajuan. Ya,istilahnya bagaimana masyarakat kita mau
maju dalam barbagai bidang kalau jalan saja masih memprihatinkan,” kata
Sukrisno S.Th, Kepala Desa Angan Tembawang Kecamatan Jelimpo kepada
Kapuas Post, Senin kemarin.
Sukrisno mengakui, selama ini masyarakatnya masih merasa apa yang di
harapkan belum dapat terpenuhi, kalaupun ada kondisinya masih jauh dari
yang di harapkan. Kendati adapun jalan yang sudah bisa di katakan, baik
di daerah tersebut hanya sepanjang 3 Km sedangkan lebih dari itu
kondisinya sudah memprihatinkan. “Kondisi yang dapat di katakana baik
itu hanya dari Jelimpo sampai dengan desa Kayuara dan setelah itu masih
jalan tanah sampai saat ini, ”ungkapnya. Dikatakan, jalan sepanjang 12
Km tersebut saat ini memang sangat membutuhkan perhatian apalagi dengan
kondisi yang sangat parah apalagi di saat musim penghujan seperti
sekarang ini. Menurutnya, dengan kondisi yang ada saat ini sebagai
kepala Desa, seraya merasa masih belum bisa di katakan berhasil karena
sampai saat ini apa yang menjadi keinginan masyarakat masih belum dapat
terjawab, walaupun usulan tersebut sudah sering kali di ajukan pada
Pemda Landak. “walaupun sudah sering mengajukan tapi hasilnya masih
tetap seperti ini, saya tidak menyerah dan tetap akan berusaha bagaimana
permintaan kita dapat di kabulkan oleh Pemda. karena sebagai pelayan
masyarakat saya tetap berusaha berbuat yang terbaik untuk masyarakat dan
ini sudah merupakan tekat saya,” paparnya.
Selain jalan, tidak kalah penting adalah pasilitas penerangan Listrik
yang juga menjadi prioritas namun, ternyata hingga saat ini juga masih
tetap membutuhkan perjuangan yang exstra bagaimana supaya listrik dapat
menjangkau dan bisa di nikmati oleh masyarakat yang berada di Desa Angan
Tembawang. Kendati menurutnya, permohonan pengajuan agar listrik dapat
masuk di daearh tersebut sudah di ajukan beberapa kali namun hingga
sekarang upaya tersebut masih belum juga membuahkan hasil sesuai dengan
yang di harapkan. “Saya sudah berulang kali mengajukan tapi alasan
mereka (pihak PLN red) saat ini masih belum bisa menambah jaringan baru
karena kondisi kemampuan mesin masih belum mampu, dan tunggakan rekening
yang masih mencapai 3 milyar maupun keadaan PLN yang masih gonjang
ganjing inilah alasan mereka,” bebernya.
Selain itu hal pokok yang juga menjadi perhatiannya, sebagai Kepala Desa
pihaknya juga merasa prihatin terhadap dunia pendidikan yang ada di
daerah tersebut terutama SMPN. 7 Angan Tembawang yang sampai saat ini
hanya memiliki 2 orang guru tetap yang harus melayani siswa lebih dari
70 Ha. Sehingga dengan melihat kondisi yang ada masyarakat juga
berinisiatif untuk membantu 2 orang tenaga yang ada dengan guru Honor
yang di angkat oleh masyarakat dan itupun hanya 1 orang. “Sebenarnya
kalau kita berbicara masalah sekolah, inikan cukup luas terutama SDM.
Karena bagaimana mungkin SDM yang nantinya kita hasilkan bisa berhasil
dan punya kemampuan kalau yang mendidiknya saja terbatas. Untuk itu kita
tetap berharap agar ada penambahan tenaga pengajar di sekolah kita,”
katanya.
Di tambahkannya, dalam kontek pembangunan yang lebih mengarah pada
pembangunan kemasyarakatan sebagai Kepala Desa, tetap berusaha dan
berkomitmen untuk melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya serta
memperjuangkan berbagai pasilitas yang di butuhkan oleh masyarakat baik
bidang imfrastruktur jalan, sekolah, dan air bersih yang juga merupakan
kebutuhan utama masyarakat. Walapun keberadaan air yang ada di daerah
tersebut cukup walaupun di terpa oleh kemarau panjang sekalipun hanya
saja dari tingkat pencemaran yang di lakukan oleh masyarakat masih cukup
tinggi sehingga santat berpengaruh pada kebersihan air. “Umumnya
ketersediaan yang ada sangat cukup ya itu tadi masyarakat kita masih
kurang sadar dan ini memang memerlukan sosialisasi dan pemahaman karena
mereka masih belum tahu akan tingkat kebersihan sehingga membangun MCK
masih semaunya termasuk di sungai,” katanya.
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih pada masyarakat di daerah tersebut
pihak nya tetap mohon bantuan kepada Pemda sehingga apa yang menjadi
keinginan masyarakat dapat terpenuhi baik masalah jalan, pendidikan
maupun sarana air bersih. (hers)

Read more...

KB-PKS Landak Akan Adakan Sosialisasi Pada Sekolah

10.26 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG – Upaya peningkatan pemahaman masyarakat tentang arti penting
baik sebagai peserta KB maupun peserta Aktip Pasangan Usia Subur PA PUS
di Kabupaten Landak hingga saat ini terus mengalami peningkatan. Hal
tersebut terlihat pada angka yang di capai untuk tahun 2007 saja angka
tersebut sudah mampu mencapai 51.728 orang peserta atau 68,66 %
sedangkan target untuk tahun 2008 ini di harapkan akan mampu mengapai
61.580 orang atau sekitar 63,27% PA PUS. Secara keseluruhan
pencapaian dicapai daerah ini setiap tahunnya terus
mengalami peningkatan.
Menurut Yosef. SE.Kepala seksi pembinaan keluarga
Berencana Kantor KB-PKS Kabupaten Landak ketika di kunjungi Kapuas Post
selasa (12/03) kemarin, mengatakan, pencapaian tersebut menunjukan bahwa
tingkat kesadaran masyarakat akan arti penting baik terhadap kesehatan
terutama untuk pasangan usia subur (PUS) maupun kesehatan ibu, bayi dan
anak. “Kita bersukur bahwa tingkat kesadaran masyarakat kita ternyata
cukup tinggi terutama akan bahaya penyakit menular seksual (PMS) serta
kesehatan pasangan usia subur bagi remaja maupun kesehatan balita, Ibu,
bayi dan anak dan sosialisasi ini akan terus kita tingkatkan supaya
masyarakat kita kedepannya akan lebih memahami hal ini,” katanya.
Menurutnya, dalam rangka membantu pelaksanaan kegiatan KB-PKS, pihaknya
juga saat ini sudah mempunyai perwakilan yang ada di tingkat perdesaan
atau BPKBD yang tersebar pada 156 desa yang ada di Kabupaten Landak
sedangkan untuk yang berada pada tingkat Dusun pihaknya juga di Bantu
oleh sub-BPKBD yang mengapai lebih dari 500 san dusun. “Memang kalau
untuk kegiatan sosialisasi kita memang memilih desa-desa yang belum
terjangkau oleh sasaran program. Namun kita juga akan melihat bagaimana
kondisi daerah tersebut. Misalnya daerah yang bersangkutan sangat
berpotensi akan terjadi pengaruh narkoba maka materi yang akan kita
sampaikan tentu hal yang mangarah pada bahaya Narkoba, jadi dalam
penyampaian materi tidak akan sama tetapi sesuai dengan kondisi
daerah,” ungkapnya.
Dikatakannya, setiap daerah yang ada hal-hal yang
akan terjadi itu tidak mungkin sama namun, untuk daerah yang masih
sangat terpencil materi penyampaian akan lebih di titik beratkan
mengenai KIBA (Kesehatan Ibu dan Anak) dalam arti, bagaimana upaya untuk
menciptakan serta membina kesehatan dari bayi hingga anak mereka tumbuh
dewasa. Di sisi lain untuk remaja pihaknya juga akan tetap melakukan
sosialisasi tentang pentingnya pemahaman akan kesehatan re produksi
remaja. Kendati dengan menjaga kesehatan reproduksi maka setelah yang
bersangkutan bekeluarga maka selain kesehatan tetap akan terjamin, juga
apa yang di hasilkan oleh keluarga tersebut juga akan menjadi yang
terbaik. “Umumnya kalau kita berbicara masalah sex bebas,masalah alat
kelamin maupun pergaulan bebas kadang-kadang selalu di anggap tabu
padahal kita ingin agar generasi kita yang ada sekarang ini bisa
mengetahui akibat dari semua ini, apalagi sekarang dengan kecanggihan
teknologi gambar-gambar porno itu semakin mudah di akses dan ini yang di
kuatirkan terutama orang tua. Untuk itu kita berharap selain pemahan
yang di berikan oleh instansi terkait, para orang tua juga harus
memberikan pemahaman kepada anak-anak mereka,”pintanya.
Lebih jauh mengenai sosialisasi tentang kesehatan reproduksi remaja
termasuk bahaya HIV/Adis dan narkoba?, Ia mengakui akan di lakukan
pada tingkat sekolah hanya saja sasaran kegiatan tersebut akan di
lakukan pada tingkat SMA dan yang sederajat. Kendati usia untuk kelas 2
dan 3 SMA, merupakan usia yang sudah harus memahami arti penting baik
masalah kesehatan Re-produksi remaja maupun bahaya yang di timbulkan
oleh pergaulan bebas. “Sebenarnya kalau remaja sudah memahami akibat
pergaulan bebas,obat-obatan seperti narkoba tentu mereka akan berpikir
jauh bahkan tidak mudah terpengaruh, belum lagi berbicara kesiapan
mental karena terkadang banyak yang belum siap menerima kenyataan dan
ini akan berpengaruh pada SDM nya. Untuk itu mengatasi hal ini memang
harus ada bimbingan serta pemberian pemahaman, ”ungkapnya.
Hanya saja tambahnya, yang sangat di sayangkan hingga saat ini ternyata
masih banyak yang berpikiran bahwa keberadaan KB-PKS masih di anggap
kurang penting. Padaahal, selain mengatur angka kelahiran,penyediaan
alat kontrasepsi tetapi instansi ini juga sangat berperanan penting
dalam rangka mencegah berbagai pengaruh serta dampak yang akan di
timbulkan oleh pergaulan bebas terhadap para generasi yang ada melalui
berbagai kegiatan baik segara langsung maupun tidak langsung.
(hers)

Read more...

Atasi PS Sanggau, Persilan Juara Grup

10.23 Reporter: HERI IRAWAN 1 Response

NGABANG- Nilai sempurna ditoreh pasukan Bala Ria Sinir, dalam babak penyisihan di Grup A, Kompetisi Sepak Bola U-15, Rabu (12/3), kemarin di lapangan sepakbola Tumpak Kaputing Armed Ngabang. Pasukan Persilan berhasil mengatasi PS Sanggau, dengan skor meyakinan 3-0. Dengan kekalahan ini, maka tidak ada peluang lagi bagi pasukan Bumi Dara Nanti, maju babak berikutnya, dan mereka menjadi tim pertama harus angkat koper pada kompetisi bergengsi ini.

Pasalnya, pada pertandingan sebelumnya, anak asuhan Bambang Suro, kalah telah 4-0, atas PS KKR. Main kedua, melawan PS Persita harus puas berbagi mata 0-0. Dengan nilai 9 sempurna ini, menjadikan anak asuhan Berlin Siahaan, duduk sebagai juara Grup A. Pada pertandingan antara Persilan duel PS Sanggau, wasit memimpin Zulkarnain.

Bagi Persilan kemenangan luar biasa ini, kendati tanpa pemian kunci mereka Jaka Fantabak, tetap menyuguhkan permainan cantik mereka. Setelah mereka berhasil mengalhkan PS KKR, 2-1, menambah semangat timPersilan utuk lebih banyak menciptkan gol di pertandingan ketiga kemarin.

Dalam 39 menit pertama, pertandingan itu memang tampak alot, namun setelah Erwin membuat gol di menit ke-39, keadaan menjadi lebih mudah buat Persiulan. Namun gol 1-0 untuk Persilan itu, tidak bertambah, hingga wasit meniup pluit, bertandanya babak pertama berakhir.

Memasuki babak kedua, Persilan terus melancarkan serangan, kendati lapangan sepak bola mulai diguyur hujan lebat, tidak membuat Persilan susah bermian, mereka nampanya punya semangat untuk menanag. Pertandingan baru saja berjalan 68 menit, lagi-lagi gawang PS Sanggau dijaga Hendra Cahya nomor punggung 20, harus merebut bola dijalanya untuk yang kedua kali. Tendangan keras kaki kiri Rengga Siam Pratama, mengarah bola ke kanan gawang tidak bisa ditangkap Hendra Cahya, kedudukan berubah menjadi 2-0 untuk sementara Persilan unggul.

Melengkapi keunggulan Persilan, pemain nomor punggung 11, Pranata Sianturi, dua menit berselang gol kedua bagi Persilan. Ia berhasil mengecoh kiper PS Sanggau menit ke 70, tendangan kaki kanannya mengetarkan gawang PS Sanggau untuk yang ketiga kalinya, kedudukan menjadi 3-0. Gol ini ternyata menjadi gol terkahir, bagi Persilan, wasit meniup pluit berakhirnya babak kedua.
Kemenangan Pesilan, disambut suka cita oleh masyarakat Kabupaten Landak, terlebih bagi Ketua Harian Persilan Cahya Tanus. Menurutnya, kemenagan ini atas doa dan dorongan semangat masyarakat Kabupaten Landak. “Kita mengucapkan terimakasih, anak-anak dalam bermian, mau mengikuti perintah pelatih. Prestasi ini terus dipertahakan dan lebih ditingkatkan, demi menuju ke babak semi final nantinya,” kata Cahya Tanus, didampinggi Lewi, Udin Leves, dan Ismail (Pak Lek).

Ia juga mengakui, dalam pertandingan, anak-anak masih terlihat ada kekurangan disana sini. Bagi Cahya Tanus, itu hal yang bisa dan akan dilakukan perbaikan secara betahap, sehingga kekurangan itu nantinya akan tertutupi. “Kemenangan ini jangan menjadikan kita lengah, tapi kita harus bebuat lebih baik lagi, untuk mendapatkan presati yang gemilinga, minimal kita harus masuk final, apa lagi menjadi juara Kompetisi Sepak Bola U-15 Se Kalbar di Ngabang,” doanya.

Pada pertandingan sebelumnya, juga menyuguhkan permainan cantik, antara Ketapang melawan Bengkayang. Berkesudhan kemenagan bagi Ketapang, dengan angka 2-1. Gol-gol tercipta bagi PS Ketapang, Sumatri menit ke 29 dan Supiandianto menit 71. Sedangkan gol hiburan, satu-satunya untuk PS Bengkayang dihasilkan dari kaki Eko. W, menit ke 80.

Sementara itu untuk pertandingan hari Rabu ini, main pertama pukul 14.00 Wib, bentrok Persita melawan PS KKR, dan pukul 16.00 Wib, main kedua Persipon melawan PS Bengkayang. (hers/*)

Read more...

Utamakan Rasa Kesadaran Dan Memiliki

14.22 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses

NGABANG – Dengan semakin berkembangnya pembangunan di berbagai sector
terutama di daerah Kabupaten Landak termasuk juga perkembangan
pembangunan kasawan pasar yang ada di kota Ngabang dari hari ke hari
terus menunjukan peningkatan. Hanya saja dari perkembangan tersebut
hingga saat ini, apa yang di katakan tertib dan teratur masih belum
dapat hasilkan terutama letak bangunan pasar maupun penempatan antara
pedagang sembako,elektronik,bengkel dan pedagang lainnya. “Kondisi yang
ada sekarang ini kan masih membaur jadi kita belum ada melihat bahwa di
sini khusus pedagang sembako kemudian di sana elektronik,pakaian
semuanya masih menjadi satu, dan ini memang membutuhkan penataan yang
baik terutama untuk menciptakan ketertiban itu sendiri. ”kata Alpius
Kadis Prindagkop kepada Kapuas Post belum lama ini.
Kondisi yang ada
sekarang ini menurutnya memang sulit di lakukan karena sangat berkaitan
sekali dengan masyarakat yang ada terutama rasa memiliki yang ada pada
masyarakat khususnya para padagang di harapkan dapat muncul. Karena
kalau upaya itu hanya di lakukan oleh pemda tentu akan sulit di lakukan.

Apalagi katanya, sejumlah bangunan yang ada sekarang memang sudah
berdiri kokoh sejak sebelum Landak menjadi Kabupaten sehingga untuk
menertibkan kawasan tersebut mesti membutuhkan anggaran yang cukup
besar. “Maunya kita seperti itu kota Ngabang ini memang harus tertib
sesuai dengan status pedagang, tapikan sulit kita lakukan.

Apalagi untuk memindahkan kawasan tersebut kita mesti punya cukup anggaran supaya
mereka bisa tertib,”katanya. Untuk itu dengan kondisi yang ada sekarang
serta berpijak pada ketertiban maupun rasa kesadaran maka pihaknya
sangat berharap agar rasa memiliki dan kesadaran yang tinggi dari
masyarakat mutlak sangat di butuhkan. Apalagi,katanya kalau dalam konsep
pengembangan kawasan pasar bukan hanya di buat asal-asalan tetapi harus
sesuai dengan apa yang tertera dalam Tata Ruang kota yang merupakan
acuan baik dalam perluasan kota maupun pembangunan bangunan yang ada
dlalam kawasan pasar.

Namun kalau di lihat dari realita yang ada sekarang, apa yang di harapkan masih jauh dari kenyataan. Hanya saja dalam rangka mewujutkan hal tersebut pihaknya tetap berupaya agar Kota Ngabang kedepannya dapat seperti yang di harapkan. “Kalau hal ini kan sudah kita sosialisasikan pada para pedagang tapikan hasilnya seperti
yang kita lihat sekaranglah dan kita sekarang bukannya tidak berusaha
tetapi secara perlaha-lahanlan yang penting ketersedian kebutuhan
masyarakat di pasar tersedia karena kalau kita ngotot inikan kembalinya
ke masalah dana yang di miliki Pemda, ”ungkapnya.

Untuk itu menurutnya, bagi daerah baru saja di mekarkan menjadi
kecamatan baru ketertiban bangunan pasar ini sangat mitlak di perhatikan
dan harus sesuai dengan letak dalam tata ruang kota. Karena kalau dalam
pembangunan awal saja sudah tidak sesuai dengan apa yang sudah di atur
maka kedepannya akan sulip di tertipkan. “Kenapa saya katakan demikian
yang namanya masyarakat (pedagamg) kita inikan seperti itu dimana tempat
yang di anggap strategis maka di situlah di kerumuni walau sudah ada
tempat yang di siapkan. Prinsipnya walaupun easilitas itu sudah
disiapkan kalau menurut mereka kurang menguntungkan maka tempat itu akan
di tinggalkan,” ungkapnya.

Ditambahkannya, dalam mengoftmalkan kondisi tersebut di harapkan pada
pihak pedagang memang harus mempunyai rasa saling mengerti dan rasa
kesadaran yang tinggi karena hanya bermodal dari kesadaran itulah
pembangunan baik masalah ketertiban, keindahan maupun kebersihan akan
dapat tercapai. “Kendati Pemerintah dalam hal ini hanya sebagai mediator
dan regulator namun yang menjadi pelaksana dan merasakan justru
masyarakat itu sendiri. Sehingga untuk menciptakan kondisi tersebut
memang harus pranserta dari masyarakat sehingga upaya tersebut akan
dpapat tercapai,” ungkapnya. (hers)

Read more...

Aswan: Atlit Berprestasi Punya Masa Depan

19.05 Reporter: HERI IRAWAN 1 Response

NGABANG-Lahirnya Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang mengatur tentang olahraga teruama para atlit yang berprestasi dalam salah satu cabang olahraga yang ditekuni. Pemerintah pusat telah membentuk salah satu Badan Pemuda Pelajar olahraga dan pemberdayaan perempuan (Bappora-PP) untuk menangani para atlit yang berprestasi.

Demikian dikatakan ketua Harian INKAI Kabupaten Landak Aswan Merri, kepada Kapuas Post, belum lama ini.

Aswan Merri menjelaskan Sudarmono, salah satu atlit karate dari perguruan INKAI asal Kabupaten Landak, pada tanggal 4 Maret lalu dipanggil oleh Bapora-PP dan di test selama 2 hari tanggal 5-6 maret lalu dan telah dinyatakan lulus oleh pihak Bappora-PP. Selanjutnya setelah lulus ujian SMP tahun 2008. Sudarmono berhak masuk di SMA vaforit yaitu SMA 7 Pontianak salah satu sekolah unggulan yang disiapkan untukpara atlit yang berprestasi. “Sudarmono salah satu atlit nasional karate siswa kelas IX SMP Negeri 2 Ngabang. Ia muncul pada PORSENI SMP tingkat Kabupaten Landak pada bulan Juni 2007, sebagai Juara I dan juara I PORSENI SMP tingakt Propinsi di Sambas. Pada PORSENI SMP di tingkat nasional, bulan Nopember 2007 di Makasar meraih Juara III (tiga).

”Sejak menyandang juara III tingkat Nasional Sudarmono termasuk katagori atlit Nasional. Untuk menghargai jasa dan prestasinya Pemerintah propinsi Kaliantan Barat sudah merekrut semua atlit yang berprestasi untuk memperkuat Kontingen Kalimantan Barat menghadapi even-even ditingkat nasional seperti PON dan kejuaraan lainnnya,” kata Aswan.

Untuk itu dia mengimbau kepada para atlit-atlit karate lainnya supaya benar-benar dalam latihan untuk menjadi atlit yang berprestasi.

Sementara itu ditempat terpisah Sudarmono di sekolahnya di SMP 2 Ngabang mengatakan, sebanyak 8 karateka yang dipanggil di Bappora-PP, ada 4 laki-laki dan 4 orang perempuan. “Kami di test kesehatan/fisik satu persatu setelah itu test. Berikutnya kami disuruh komite sistim keliling,” akunya.

Setelah ditest langsung dumumkan ternyata dirinya dinyatakan lulus untuk masuk di SMA 7 Pontianak.Bagaiman dengan wanitanya? Rekannya bernama Desi, asal Kabupaten Sambas dinyaakan lulus. “Kita tinggal menunggu panggilan dari pihak Bappora-PP maupun pihak sekolah,” ungkapnya. (hers)

Read more...

Shopia: Tidak Benar Ada Penderita Gizi Buruk Asal Pahuman

18.58 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses

NGABANG- Plt. Kadis Kesehatan Kabupaten Landak, Shopia Tjakre membantah, pasien dirujuk ke RSUD Rubini Mempawah, beberapa waktu lalu, bukanlah pasien penderita Gizi Buruk. Melainkan pasien tersebut menderita kena penyakit TBC.
Bukan hanya itu saja, ia juga ingin meluruskan, sebelumnya diberitakan di harian Kapuas Post, Sabtu 4 Maret 2008, pasien penderita yang dimaksud bukan penderita asal Pahuman melainkan warga Dusun Tapis Desa Sebatih Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak. “Pemberitaan itu tidak benar, kalau melihat dari hasil dilapangan, penderita itu bukan tergolong gizi buruk. Melainkan pasien itu diduga kena penyakit kuman TBC, yang tidak diobati secara teratur atau sama sekali tidak diobati,” aku Shopia.
Bagaimana ciri-ciri atau gejala orang terserang penyakit TBC? Shopia mengatakan adapun cirri-cirinya batuk berkepanjangan, menurunya napsu makan, bobot badan sipenderita menurun yang drastis, disertai sesak dan pembengkakan kelenjar getah bening. “Itu yang ditemukan dilapangan,” tegas Shopia.
Lebih jauh dikatanya, penderita TBC, harus membutuhkan pengobatan secara kontinyu dan harus telaten. Bilamana dalam pengobatan tidak dilakukan secara terus menurus, misalnya dalam pengobatan tinggal 1 kali, maka proses penyembuhan, bisa dikatakan gagal, harus diulang dari pertama lagi. “Dari sejumlah keluarga pasien kebetulan dia adalah anak yang paling bungsu, badanya berbeda, 4 kakaknya berbadan gemuk-gemuk, karena itu tadi terkena penyakit TBC,” ulasnya.
Pada kronlogis di lapangan, Sophia menceritakan, pasien masuk di Puskesmas Pahuman pada tanggal 15 Februari 2008, dengan keluahan diderita batuk-batuk, sakit tengorokan, sering deman, hilang timbul, terutama pada malam hari, kemudian mual, sesak napas dan muntah. “Itu gejala pertama ditemukan, dari hasil pemeriksaan, kelopak mata cekung, paru-para pada kiri kanan penuh lender,” diaknosa banding adalah Tuberkolosisi Paru, katanya seraya mengatakan
pasien dibawa ke RSUD Rubini Mempawah, hasil dari rujukan.
Maka dari itu, ditegaskan Shopia, jika dalam koran dijelaskan jika pihak terkait tidak segera melapor seketika melapor ke dinas, hal ini dikarenakan puskesmas merupakan perpanjangan tangan dari Dinas Kesehatan Landak, dan diberikan kewenangan untuk memutuskan segala seuatunya. “Perlu kami tegaskan kembali, yang mengantar atau merujuk ke Puskesmas bukanlah inisiatif orang tuanya, melainkan inisiatif pihak sekolah. Sedangkan pada berita Koran, seolah-olah pihak sekolah melantarkan, jelas ini bertolak belakang dengan kenyataan,” tukasnya. (hers)

Read more...

Penempatan GERHAN Landak Sudah Jelas

15.11 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG – Program GERHAN (Gerakan Rehabilitasi Hutan dan Lahan ) yang
sudah berjalan beberapa tahun silam khususnya di Kabupaten Landak,
ternyata sempat juga mendapat sorotan dari anggota DPRD Kabupaten
Landak, terutama mengenai masalah penempatan atau areal yang tidak
jelas.

Menanggapi hal tersebut, menurut Ir. Burhanudin yang membidangi
Program Gerhan di Dinas Hutbun Kabupaten Landak mengatakan, mengenai
masalah penempatan gerhan yang tujuannya tidak lain untuk memperbaiki
atau merehabilitasi kawasan hutan atau yang sudah mengalami kerusakan.
Karena kalau lahan kritis yang ada ti daerah ini dapat di atasi tentu
saja mempaatnya akan sangat besar baik secara ekologis maupun ekonomis
bak\ik pada masyarakat yang ada di sekitar kawasan maupun daerah Landak
secara umum.

“Saya rasa kalau tujuan Gerhan itu kita sudah tahulah Cuma
kalau mengenai masalah penempatan, memang kita akui mungkin kita kurang
sosialisasi kepada rekan-rekan yang ada di DPRD Landak secara lembaga,
karena kadang-kadang memang hal ini kita sampaikan pada saat sherring
atau dengar pendapat dengan pihak DPRD dan ini pernah kita lakukan pada
kegiatan gerhan tahun 2005 pelaksanaan tahun 2006 dan ini langsung kita
sampaikan pada pihak DPRD, ” katanya.

Diakuinya untuk kegiatan Gerhan 2006 memang sampai saat ini belum ada menyampaikan laporan atau dengan pendapat dengan Pihak DPRD Landak. Kendati khusus penempatan alokasi Gerhan pada tahun 2006/2007 sebesar 2.25 Ha. dimana penempatan 100 Ha
berada di Dusun Soren Desa Ladangan,di Sidik Sinyong 100 Ha serta di
Singkut Durian sebanyak 25 Ha. Sedangkan untuk penempatan Gerhan tahun
2007 baik dalam maupun luar kawasan hutan juga sudah jelas. “untuk yang
1.100 Ha penempatan nya ada pada kecamatan Jelimpo, sengah Tamila dan
Kecamatan Menyuke, kemudian untuk yang 1.200 Ha ini menyabar di beberapa
Kecamatan. Tapi ya memang hal ini masih perlu kita beritahukan dengan
kawan yang ada di DPR supaya jelas mengenai penempatan yang sudah kita
laksanakan dan tidak jadi pertanyaan,” ungkapnya.

Kendati apa yang saat ini merupakan upaya menanggulangi lahan kritis
maupun hutan yang sudah rusak memang sudah di lakukan sesuai dengan
aturan dengan penempatan yang juga sudah jelas. Dengan tujuan untuk
mengembalikan pungsi maupun kelestarian hutan sesuai dengan pungsinya
dan sesuai yang di harapkan. (hers)

Read more...

UPR Babanto Pertanyakan Anggaran Petani

15.05 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG – Selain mampu mendongkrak perkembangan perekonomian masyarakat, sektor perikanan khususnya budi daya ikan air tawar untuk saat ini
merupakan salah satu sector yang cukup menjanjikan apa bila usaha
tersebut terkelola dengan baik dan terarah. Hanya saja upaya untuk
mengembangkan sector tersebut ternyata selalu saja mendapat kendala
sehingga upaya ini senantiasa akan mendapat ganjalan dan tidak berjalan
sesuai yang di harapkan. “Inilah kendala yang saat ini kita hadapi
sehingga usaha ini tidak dapat berkembang dengan baik. Apalagi upaya
untuk mengembangkan usaha ini hanya mengandalkan kemampuan kita,jelas
saja tidak mampu karena tidak di topang dengan bantuan dari Pemda
khususnya Dinas Pertanian,” kata Jaidu, ketua Unit Perbenihan
Rakyat (UPR) Babanto, kepada Kapuas Post Kamis (06/03), kemarin.

Dikatakan Jaidu,, bagi kelompok tani UPR, bantuan atau
dukungan dari Pemerintah Daerah atau dari dinas terkait mutlak sangat di
butuhkan, kendati hal tersebut menyangkut masalah perkembangan dan
keberhasilan di bidang pengembangan perbenihan bibit ikan yang ada di
daearh ini. Sementara, apa yang di harapkan oleh masyarakat sama sekali
tidak di anggarkan oleh dinas yang bersangkutan. “Ini yang akan kita
pertanyakan kenapa dana untuk pembinaan masyarakat di bidang perikanan
tidak di anggarkan, padahal ini sangat penting inikan untuk
masyarakat,lalu kalau saja ini tidak di anggarkan bagaimana untuk
melakukan berbagai kegiatan terutama membina para petani yang
ada,” katanya.

Apalagi saat ini, anggaran untuk kegiatan petani sama sekali
tidak di anggarkan oleh dinas yang bersangkutan. Sedangkan yang di
anggarkan hanya untuk kegiatan BBI (Balai Benih Ikan) sebesar Rp
2.219.842.590. sementara untuk kegiatan yang sipatnya lebih pada
pembinaan masyarakat terutama pada UPR sama sekali tidak ada
anggarannya.

Untuk itu pihaknya sangat berharap bagaimana dinas yang bersangkutan
bisa menyikapi hal ini. Kendati tujuannya ingin agar upaya untuk
memajukan bidang perikanan terutama dalam bidang pengembangan Unit
perbenihan Rakyat ini bisa mengelami kemajuan dan peningkatan. “Ini yang
kita pertanyakan kenapa petani UPR ada tidak di anggarkan padahal untuk
mengembangkan usaha pada kelompok ini kan mutlat sangat di butuhkan, ”
ungkapnya seraya berharap sesuai dengan realita yang ada maka pihaknya berharap pada Distan Landak agar bisa mengambil solusi atau
upaya untuk pengembangan UPR ini dapat juga di dukung,
kedepannya UPR yang juga merupakan kelompok untuk mengembangkan sector budidaya perikanan darat atau air tawar dapat berjalan sesuai keinginan.
(hers)

Read more...


Powered by www.tvone.co.id