Perayaan Cap Go Meh digelar di Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Perayaan ini dimeriahkan dengan atraksi ketangkasan oleh Tatung. Tatung adalah orang yang dirasuki roh dewa atau leluhur
Acara Robo-robo SMP Negeri 2 Ngabang
Bupati Landak DR Drs Adrianus AS MSi, berhasil menerima penghargaan kategori Program Peningkatan Beras Nasional (P2BN) tahun 2008
Bupati Landak DR Drs Adrianus AS MSi menyerahkan penghargaan kepada pemenang Bujang Dara dalam Festival Budaya Landak tahun 2008
POST-DESCRIPTION-HERE
Kabupaten Landak tahun 2009 akan segera membangun stadion sepak bola

KANTOR BUPATI KABUPATEN LANDAK

Foto kantor bupati kabupaten Landak
IMAGE-TITLE-HERE

PERAYAAN CAP GO MEH

Perayaan Cap Go Meh digelar di Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Perayaan ini dimeriahkan dengan atraksi ketangkasan oleh Tatung. Tatung adalah orang yang dirasuki roh dewa atau leluhur
IMAGE-TITLE-HERE

RIAM MANANGAR

Riam Manangar merupakan slah satu obyek wisata di Kabupaten Landak
IMAGE-TITLE-HERE

BUPATI LANDAK DALAM PANEN RAYA

Bupati Landak DR Drs Adrianus AS MSi, berhasil menerima penghargaan kategori Program Peningkatan Beras Nasional (P2BN) tahun 2008
IMAGE-TITLE-HERE

1 Tahun Lagi Landak Tidak Merasakan Buah Durian

NGABANG- Maraknya penembangan kayu Durian tanpa pengntroalan dari pihak terkait, membuat khwatir Pemerintah Kabupaten Landak. Terhadap kelangsungan hidup pohon Durian beberapa tahun mendatang, ...

7 Tersangka Pengerusakan Mapolsek Mandor Siap Ditangkap/a>

NGABANG- Kapolres Landak AKBP Drs Tony EP Sinambela M.Si menyatakan 7 tersangka dalam kasus pengerusakan Mapolsek Mandor, berinisial Jl, Sr, CC, Ln, Ay, Mr dan Al. Terindikasi kuat dalam pengerusakan, berdasarakan keterangan para saksi.....

Pelajar Harus Meraih Prestasi Setinggi-Tingginya

NGABANG – Pembangunan olahraga merupakan bagian integral dari pembangunan manusia Indonesia seutuhnya yang diarahkan pada peningkatan kesegaran jasmani, mental, dan rohani untuk pembentukan waktak, kepribadian, ...

Siap Mendulang Emas

Siap Mendulang Emas TEKAD untuk meraih prestasi yang paling tinggi, terpacar pada 13 atlet Kempo Kabupaten Landak. Mereka ingin meraih prestasi pada Kejuaraan Kempo Kalbar di Kabupaten Sintang 25-26 Juni 2009, sama dengan hasil di Porprov tahun 2006 ...

Deklarasi dan Kampanye Dialogis Tim JK-Wiranto

17.57 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG – Segenap pengurus DPC Partai Golkar dan DPC Partai Hanura Kabupaten Landak yang tergabung dalam Tim JK-Wirato menyatakan siap memenangkan pasangan Capres dan Cawapres JK-Wiranto pada Pilpres tangal 8 Juli 2009 nanti. Bahkan mereka juga tak tanggung-taggung dalam pesta terakbar se Indonesia ini, akan siap merekrut sebanyak 1800 saksi untuk ditempat di 900 TPS se Kabupaten Landak, dan mereka juga adalah orang-orang yang berpengalaman pada Pemilu Legeslatif 9 April lalu.
Penegasakan ini disampai dalam Deklarasi dan Kampanye Dialogis Tim JK-Wiranto, Sabtu (27/06), di aula pertemuan Hotel Hanura Ngabang, dihadari sekitar 500 an masa.

Dalam kesempatan itu juga telah hadir Korda Pilpres JK-Wiranto Wilayah Kabupaten Landak Yohanes Nenes, SH (Partai Golkar), ketua Dewan Pengarah Tim Pemenang Kampanye JK-Wiranto Kabupatenn Landak Nehen, S.Pd, MM (Partai Golkar),, ketua Tim Pemenang Kampanye JK-Wiranto Kabupatenn Landak, Klemen Apui, S.IP (Partai Golkar), Sekretaris Tim Pemenang Kampanye JK-Wiranto Kabupatenn Landak Sutrisno (Partai Golkar), Wakil Ketua I Tim Pemenang Kampanye JK-Wiranto Kabupaten Landak, Surahmanto, ST, M.Si, (Partai Hanura)
Menurut ketua Tim, Klemen Apui berdasarkan pengalaman Pemilu Legeslatif yang lalu, ada beberapa partai bermasalah dengan perolehan suara, sehingga harus diselesaikan di Mahkamah Konstitusi (MK). Dan persoalan ini, tidak menutup kemungkinan bisa terjadi pada Pilpres nanti.
“Seperti untuk berkas C1, saksi kita harus memilikinya. Kadang-kadang di TPS, walaupun dalam undang-undang berkas C1 harus diserahka kepda para saksi tidak mereka lakukan, sehingga terjadi perkara di MK, kita kelabakan,” kata Legeslator partai Golkar dari Landak I ini.
Disisi lain, Wakil Ketua DPRD Landak ini juga menyatakan visi dan misi Capres dan Cawapres pada dasarnya tidak lepas dari visi dan misi bangsa dan Negara Indonesia. Hal ini tidak asaja untuk melaksanakan amanah UUD 1945 dan UU Nomor 17 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional ( 2005-2025), tapi juga harus mampu mengaktualisasikan Visi dan Misi Bangsa dan Negara. Ia menambahkan kebijakan antara pemerintah harus mengacu perkembangan yang terjadi di lapangan. Kesimabungan ini sangat dibutuhkan agar apa yang sudah dicapai oleh pemerintah sebelumnya dapat ditersukan dan dikembangkan oleh pemerintah sesudahnya. Kesinambungan ini, tegas Klemen, kelak yang diharapkan terakumulasi menjadi modal sosial agar bangsa ini dalam menjalnkan perjalannya sanggup mencapai posisi keseimbangan baru menuju satu bahasa yang kuat, modern, dan bermartabat. Ditempat yang sama Wakil Ketua I, Surahmanto, menyatakan sebagaimana diketahui, Pilpres tinggal menghitung hari lagi, dan suara Tuhan adalah suara rakyat. “Bagimana cara kita berusaha merebut simpati masyarakat, karena ada rumor mengatakan bahwa di Landak adalah basis suara A atau basis suara B, bisa saja benar atau tidak, tergantung bagaimana kita memenetnya dilapangan,” ajaknya.
Jika tim kita bisa menarik simpatik masyarakat, dan bisa menyakinkan pigur JK-Wiranto, bukan tidak mungkin,pada tanggal 8 Juli nanti, masyarakat akan menjatuhkan pilihannya kepada JK-Wiranto. “Pilpres nantipun berbeda dengan Pemilu lalu, kalau sekarang cukup cetang sekali, bisa dinomor, nama pasangan dan gambar,” katanya seraya mengajak supaya tim benar-benar solid dan berusaha membut kesalahan sekecil mungkin. (wan)





Read more...

Angkat Guru Honorer Tamantan SD

17.54 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
Kepsek SDN 19 Empesak Entoro Serimbu Diprotes Warga
NGABANG – Dunia Pendidikan Kabupaten Landak, ternyata masih menyimpan segudang masalah. Dari hal sarana dan prasarana sekolah, hingga mutu kwalitas tenaga pendidiknya. Salah satu contoh yang terjadi di SDN 19 Empesak Entoro Kecamatan Air Besar (Serimbu, red). Masyarakat disana mengelukan kebijaksanaan yang diambil oleh Kepsek SDN 19 Empesak Entoro, dimana telah merekrut 2 tenaga honorer yang tidak memenuhi standar sebagai kualitas tenaga pendidik, dua tenaga honorer ini hanya berbekal tamat Sekolah Dasar. Celakanya lagi, dua tenaga honorer ini masih ada hubungan keluarga dengan Kepsek SDN No. 19 Empesak Entoro.
“Atas nama masyarakat saya berbicara disini, dan apa yang terjadi disini adalah kenyataan,” kata ketua Komite SDN No. 19 Empesak Entoro, Markus Linyo, kepada Kapuas Post, belum lama ini.

Ia menilia, tindakan Kepsek SDN No. 19 Empsak Entoro dalam merekrut dua tenaga honorer salah, karena tidak berkonsultasi dengan komite sekolah, bahkan yang dilakukan Kepsek SDN No. 19 Empsek Entoro, menurut Markus Linyo, adalah wewenangnya demi kemajuan pendidikan. “Usaha memajukan pendidikan siapapun boleh, tapi lihat dulu, sejauh mana kulitasnya, tamatannya apa. Boro-boro, tamatan S1, ini tamatan Sekolah Dasar,” jelasnya.
Untuk tenaga honorer, Markus Linyo menjelaskan, di SDN No. 19 Empesak Entoro, guru honorer ada tiga orang, dua orang masih keluarga Kepsek dan satu orang luar, tamatan SMA/SMK. “Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diberikan pemerintah pusat untuk sekolah ini, memang ada untuk gaji mereka. Khusus nama Iwan guru honorer tamatan SMA/SMK, dia layak mengajar di sekolah tersebut. Kita minta dana yang ada itu kalau bisa diberikan tambahan kenaikan gaji kepada saudara guru Iwan, mengingat gaji dia sekarang kurang layak diambil tri wulan Rp. 300.000/bulan. Gaji sebesar itu zaman sekarang saya kira tidak wajar,” katanya mengulas bagiman mau menegakkan UU No. 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen, jika Kepseknya hanya bisa berbuat semau gue, dan tidak mau mendengarkan apa keluhan masyarat atau komite sekolah.
Ia menyarankan kenaikan gaji kepada saudara Iwan atau mencari dua guru penganti honorer minimal tamatan SMA/SMK, kalau bisa tamatan S1 pendidikan.
Selain itu ia juga meminta kepada kepala Dinas Pendidikan Landak, untuk segera mengkaji ulang penempatan Kepsek SDN No. 19 Empesak Entoro. Mengingat selama ini, Kepsek ini sudah bertugas selama 27 tahun. Sepengetahuan dia, jika guru sudah mengabdi sekitar 8 tahun di salah satu sekolah, bisa mengajukan pindah ke sekolah lain. Tapi kenyataan di SDN No. 19 Empesak Entoro, Kepseknya tidak mau pernah meninggalkan sekolah ini. “Ini juga menjadi pertanyaan masyarakat, kok betah dia tingal didaerah terpencil seperti ini. Apa yang kami katakana ini adalah kenyataan dan bisa dicek langsung ke sekolah ini,” tegasnya. (wan)




Read more...

Angkat Guru Honorer Tamantan SD

17.52 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
Kepsek SDN 19 Empesak Entoro Serimbu Diprotes Warga
NGABANG – Dunia Pendidikan Kabupaten Landak, ternyata masih menyimpan segudang masalah. Dari hal sarana dan prasarana sekolah, hingga mutu kwalitas tenaga pendidiknya. Salah satu contoh yang terjadi di SDN 19 Empesak Entoro Kecamatan Air Besar (Serimbu, red). Masyarakat disana mengelukan kebijaksanaan yang diambil oleh Kepsek SDN 19 Empesak Entoro, dimana telah merekrut 2 tenaga honorer yang tidak memenuhi standar sebagai kualitas tenaga pendidik, dua tenaga honorer ini hanya berbekal tamat Sekolah Dasar. Celakanya lagi, dua tenaga honorer ini masih ada hubungan keluarga dengan Kepsek SDN No. 19 Empesak Entoro.
“Atas nama masyarakat saya berbicara disini, dan apa yang terjadi disini adalah kenyataan,” kata ketua Komite SDN No. 19 Empesak Entoro, Markus Linyo, kepada Kapuas Post, belum lama ini.

Ia menilia, tindakan Kepsek SDN No. 19 Empsak Entoro dalam merekrut dua tenaga honorer salah, karena tidak berkonsultasi dengan komite sekolah, bahkan yang dilakukan Kepsek SDN No. 19 Empsek Entoro, menurut Markus Linyo, adalah wewenangnya demi kemajuan pendidikan. “Usaha memajukan pendidikan siapapun boleh, tapi lihat dulu, sejauh mana kulitasnya, tamatannya apa. Boro-boro, tamatan S1, ini tamatan Sekolah Dasar,” jelasnya.
Untuk tenaga honorer, Markus Linyo menjelaskan, di SDN No. 19 Empesak Entoro, guru honorer ada tiga orang, dua orang masih keluarga Kepsek dan satu orang luar, tamatan SMA/SMK. “Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diberikan pemerintah pusat untuk sekolah ini, memang ada untuk gaji mereka. Khusus nama Iwan guru honorer tamatan SMA/SMK, dia layak mengajar di sekolah tersebut. Kita minta dana yang ada itu kalau bisa diberikan tambahan kenaikan gaji kepada saudara guru Iwan, mengingat gaji dia sekarang kurang layak diambil tri wulan Rp. 300.000/bulan. Gaji sebesar itu zaman sekarang saya kira tidak wajar,” katanya mengulas bagiman mau menegakkan UU No. 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen, jika Kepseknya hanya bisa berbuat semau gue, dan tidak mau mendengarkan apa keluhan masyarat atau komite sekolah.
Ia menyarankan kenaikan gaji kepada saudara Iwan atau mencari dua guru penganti honorer minimal tamatan SMA/SMK, kalau bisa tamatan S1 pendidikan.
Selain itu ia juga meminta kepada kepala Dinas Pendidikan Landak, untuk segera mengkaji ulang penempatan Kepsek SDN No. 19 Empesak Entoro. Mengingat selama ini, Kepsek ini sudah bertugas selama 27 tahun. Sepengetahuan dia, jika guru sudah mengabdi sekitar 8 tahun di salah satu sekolah, bisa mengajukan pindah ke sekolah lain. Tapi kenyataan di SDN No. 19 Empesak Entoro, Kepseknya tidak mau pernah meninggalkan sekolah ini. “Ini juga menjadi pertanyaan masyarakat, kok betah dia tingal didaerah terpencil seperti ini. Apa yang kami katakana ini adalah kenyataan dan bisa dicek langsung ke sekolah ini,” tegasnya. (wan)


Read more...

Jembatan Lama Darit Segera Dibangun

09.26 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses

Telah Biaya 2 Miliar Lebih
NGABANG – Pemerintah Kabupaten Landak diingatkan untuk selalu belajar dari pengalaman dalam membangun sebuah jembatan. Terutama menyangkut masalah sosial yang selama ini dihadapai masyarakat penyelesaiannya lamban. Seperti yang terjadi di pembangunan jembatan Tebedak Kecamatan Ngabang. Padahal pembangunan itu sudah lama selesai, dan babaru-baru ini sudah diselesikan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kalimanatan Barat. Menyangkut pembangunan jembatan ini, kembali Pemerintah Kabupaten Landak melalui APBD Tahun 2009, dana Pasca Bencana Alam untuk rehabilitasi/rekontruki jembatan, yakni akan membangun jembatan lama Darit di Kecamatan Menyuke, menelan dana sekitar 2.068.00.000. “Kita minta kepada Pemda Landak, jangan terulang kembalilah kejadian yang sama menimpa pembangunan jembatan di Desa Tebedak. Kita minta adanya penyelesian sosial di masyarakat, setelah semuanya genah dan tidak ada masalah lagi, Pemda Landak boleh membangun, artinya harus ada analisis dampak lingkungan dari pembangunan ini,” kata Wakil Ketua DPRD Landak Klemen Apui, S.IP, belum lama ini.

Legeslator Paratai Golkar ini tidak ingin setelah dibangun jembatan ini, masyarakat disekitar jembatan itu, masalah sosialnya belum ada titik temu. ‘Kita inigin jemabatan Tebedak ingin menjadi satu pelajaran buat kita semuanya. Bahwa ini, bukan hanya untuk diwacanakan, tetapi penyelesaiannya tidak pernah genah,” katanya. Selama ini yang terjadi, berita dikoran dana sudah ada, tapi bukti dilapangan tidak ada realisasi. Bahkan dikoran juga dijelaskan, tugas Kabupaten Landak melalui Dinas PU dan Perumahan Kabupaten Landak menyelesikannya, tiba-tiba lalu ada penyelesainnya dari Dinas PU Provinsi Kalbar, dan itu cerita.
Pakta dilapangan, jembatan itu tidak bisa dimanfaatkan untuk masyarakat banyak, dan jika memang pengerjaan jembatan itu sudah rampung, sudah pasti ada yang dinamakan pengaspalan baki dari arah Pontianak maupun arah Sanggau. “Kita minta cepatnya kapan, apakah cepatnya enam bulan, atau segera itu satu minggu atau satu bulan,” pintanya.
Klemen melihat, niat baik Pemerintah Kabupaten Landak dan Kalbar, apakah namanya tim Sembilan atau tim lain penyelesainnya sosialnya harus jelas. “Saya kira untuk membangun jembatan lama Darit ini, nantinya akan ditinggikan. Sudah pasti akan mengena rumah penduduk sekitar jembatan, di sekitar itu ada rumah Abet atau Parman,” imbuhnya. (wan)





Read more...

Besok Masyarakat Pasang Bendera Setengah Tiang

09.04 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG - Bupati Landak DR. Adrianus Asia Sidot mengeluarkan Surat Edaran (SE) No.019.1/469/Kesra-/A tentang himbauan pengibaran bendera merah putih setengah tiang pada 28 Juni mendatang dalam rangka memperingati Hari Berkabung Daerah (HBD) Kalimantan Barat. SE ini didasari Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Kalbar No.5 tahun 2007 tentang Peristiwa Mandor sebagai Hari Berkabung Daerah dan Makam Juang Mandor sebagai Monumen Daerah Kalbar.

Maka dari itu pemasangan bendera setengah tiang ini dalam rangka menghormati dan mengenang jasa perjuangtan para tokoh dan rakyat Kalbar dari berbagai elemen masyarakat yang menjadi korban fasisme tentara Jepang di Kalbar pada tahun 1942-1945, telah ditetapkan setiap 28 Juni sebagai HBD. Maka, pada HBD tersebut wajib dilaksanakan pengibaran benedra merah putih setengah tiang selama satu hari di lingkungan instansi vertikal, pemerintah daerah, lembaga pendidikan baik negeri maupun swasta, BUMN dan BUMD serta di setiap rumah tempat tinggal penduduk. Untuk itu, kepada Camat agar memerintahkan para kepala desa di lingkungan kerjanya untuk menghimbau dan mengajak masyarakiat memasanag bendera merah putih setengah tiang ini. (wan)




Read more...

H- 5 Semua Logistik Sudah Sanpai Kedaerah

08.51 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG – Devisi Logistik dan Keuangan KPU Landak Ya’ Dedi Supriyadi, SP menyatakan hingga saat ini KPU Landak sudah menyelesaikan pelipatan surat suara. Dan KPU Landak, tinggal menunggu hasil sortir dan selanjutnya kan di kirim ke masing-masing PPK.

“Kita targetkan barang-barang ini sudah sampai ke PPK seluruh Kapuas Post Kabupaten Landak, minimal H-5 sudah datang,” kata Ya’ Dedi Supriyadi, kepada kPuas Post, kemarin.
Dia mengatakan, hari inipun KPU Landak masih menunggu kedatangan surat sampul dari KPU Provinsi Kalimantan Barat. Jika semua barang-barang ini rampung pada Jum’at siang, maka secepatnya kita kirim logistic ke PPK setiap kecamatan di Kabupaten Landak. “Dalam sampul tadi, yang dikirim adalah segel dan formulir,” katanya.
Pria kalem ini juga menyatakan untuk pelipatan ini terbagi menjadi 2, yaitu pelipatan dan penyortiran, pelipatan diberikan kepada masyarakat dan penyortiran dilakukan orang dalam. Dan berapa kerusakan surat suara kita belum tahu, paling tidak kita prediksi yang rusak surat suara sekitar puluhan saja. “Jumlah surat suara untuk Pilpres tahun 2009 di Kabupaten Landak adalah 248.000 buah, udah temasuk tambahan 2 persen,” akunya. (wan)



Read more...

Raih Rengking 1 SMP Selandak

22.08 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses

SMPN 2 Ngabang Lulus 100 Persen
NGABANG - Kepala SMPN 2 Ngabang Mariani A,Md kepada Kapuas Post Rabu (24/06) kemarin mengatakan setelah siswa berhasil lulus dari tingkat SMP khususnya dari SMPN 2 Ngabang Kabupaten Landak. Ia mengharapkan terutama kepada pihak orang tua siswa agar dapat memberikan pendidikan yang lebih baik kepada anak-anaknya. Untuk itu ia meminta agar jangan sampai terjadi kawin pada usia dini, karena hal ini justru akan memberikan hal yang kurang baik terhadap generasi bangsa.
"Kita berharap agar orang tua siswa betul-betul memberikan dorongan dan pengawasan kepada anak-anak kita yang ada kita ingin mereka dapat melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi. Untuk itu Saya mengharapkan jangan sampai ada yang kawin pada usia dini," ungkapnya pada kegiatan pembagian amplop kelulusan di SMPN 2 Ngabang.

Karena bagaimanpun siswa yang ada saat ini merupakan generasi penerus yang harus memiliki pendidikan yang cukup.
Dikatakannya, untuk tahun ajaran 2008/2009 kali ini, kelulusan yang di raih oleh SMPN 2 Ngabang berhasil 100 persen bahkan dari hasil kelulusan UAN yang lalu SMPN 2 Ngabang berhasil memegang rekor Rengking pertama untuk tingakat SMP se-Kabupaten Landak.
"Kita pantas berbangga, di mana untuk tahun ini kita berhasil meraih Nilai A untuk tingkat Kabupaten Landak. Kita lulus 100 persen,"ujarnya.
Karena untuk lulusan dengan nilai tertinggi di SMPN 2 Ngabang pada tahun ini mendapat nilai 35,40 atas nama Utin Fitria Syafiatul Zahwa rengking pertama, untuk Rengking ke-2 atas naman Rita Sri Wahyuni mendapat Nilai 34,30, rngking ke-3 Lidya Rosanti dengan Nilai 34.03, rengking ke-4 atas nama Yanti dengan Nilai 33,85 dan rengking ke-5 atas nama Dian Aprianti dengan Nilai 33,75
"Siswa kita yang mengikuti UAN berjumlah 180 orang sementara dari jumlah tersebut ada 5 orang yang dapat meraih nilai tertinggi,"paparnya.
Untuk itu katanya, dengan realita kelulusan terbaik sekabupaten Landak saat ini, bukan lantas memberikan terlena akan tetapi ini justru merupakan tantangan agar ke depannya dapat lebih baik. Sehingga pihak SMPN 2 Ngabang akan terus mengadakan upaya terutama untuk meningkatkan prestasi siswa dan di upayakan dapat semakin baik.
Sebelumnya Kadis Pendidikan Landak Aspansius, S.IP menyatakan secara serentak besok (kemarin ini red) seluruh SMP/MTs dan SMP terbuka akan menerima amplop hasil kelulusan yang di upayakan harus di lakukan secara serentak. Dia mengatakan untuk kelulusan tahun ini, Kabupaten Landak meraih posisi rengking ke-2 setelah rengking pertama di rebut oleh Kota Pontianak. "Tahun ini kita memang sedikit mengalami penurunan di mana kelulusan kita berada pada 95,78 persen sedangkan rengking pertama yang di raih Kota Pontianak mereka meraih 99,15 persen untuk tahun ini," ujarnya.
Namun demikian secara global hasil kelulusan dari 4.726 siswa SMP Landak yang mengikuti UAN masih mengalami peningkatan yaitu mencapai 99 persen memang katanya dari sisi kelulusan Kabupaten Landak mengalami peningkatan tetapi pada posisi rengking Kabupaten Landak berada pada peringkat ke-2 setelah Kota Pontianak.
"Ini artinya dari jumlah siswa kita yang mengikuti UAN itu masih ada yang gagal namun tidak terlalu banyak," ungkapnya.
Karena kalau di lihat dari angka kelulusan Kabupaten Landak, lanjutnya, selalu mengalami peningkatan kalau di bandingkan pada tahun lalu.
Dikatakannya juga, untuk siswa secara keseluruhan di daerah Kalbar untuk tahun pelajaran 2008/2009 ini mencapai 12.164 atau mengalami kenaikansebesar 6 persendari tahun lalu.
"Kalau tahun lalu Kalbar secara keseluruhan meraih 72,32 persen tetapi untuk tahun ini sudah mencapai 77,90 persen artinya ada kenaikansekitar 6 persen," ujarnya.
Kadis juga tak lupa berrterima kasih kepada seluruh guru yang ada dan sudah berupaya keras meningkatakan kemampuan siswa di sekolahnya masing-masing dan hal ini harus senantiasa di upayakan sehingga ke depannya akandapat lebih baik dan meningkat lagi. (wan)






Read more...

Siap Mendulang Emas

22.04 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses

Siap Mendulang Emas
TEKAD untuk meraih prestasi yang paling tinggi, terpacar pada 13 atlet Kempo Kabupaten Landak. Mereka ingin meraih prestasi pada Kejuaraan Kempo Kalbar di Kabupaten Sintang 25-26 Juni 2009, sama dengan hasil di Porprov tahun 2006.

“Kami mohon doa dari masyarakat Kabupaten Landak bisa meraih mendali emas di Sintang,” kata pelatih Kempo Landak Soeroso, didampinggi Manager Cipta Kariyadi, dan dua official Gusti Eriyusnanda dan Andika.
Soeroso mengatakan adapun kelas yang diikuti atlet Kempo Landak meliputi kelas Randori Putara (Perkelahian Benas), 45, 50, 55, 60 dan 65, sedangkan kelas Randori Putri, meliputi 42, 45, 47, 49 dan 51. Guru salah satu SD di Kecamatan Ngabang ini juga menyatakan Gashuku (ujian) pengprov mendatangkan guru (sensei) dari PB Perkemi 2 orang. “Kejuraan di Sintang ini juga dalam rangka persiapan diri pada Kejuaraan International Indonesia Open di Provinsi Bali,” ungkapnya. (wan)


Read more...

Berikan Hak Suara

22.00 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses

WAKIL Bupati Landak A. Sukiman, SH menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Landak, pada tangal 8 Juli 2009, mengunakan hak suaranya pada Pilpres nanti.
Pengsakan itu disampikan Wakil bupati, disela-sela pembukaan Popda Landak, Selasa lalu di lapangan sepakbola Bardan Nadi Ngabang.
span class="fullpost">
Kendati yang dihadapi itu adalah pada umumnya pelajar yang belum cukup umur untuk memberikan hak suara Pemilu Presiden dan Wakil Presiden. Namun, Wabup, meminta adanya peran serta para pelajar untuk mengingatkan orang tua dan saudaranya. “Tahun ini ada tiga pasang Capres dan Cawapres, berikan hak suaranya sesuai dengan hati nurani,” pinta bos Pangkalant ini. (wan)

Read more...

Hari ini Pengumuman Kelulusan SMP

21.24 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
Kelulusan SMP Landak Raih 95,78 Persen
NGABANG - Setelah menunggu beberapa lama, siswa SMP yang ada di Kabupaten Landak hari akan menerima hasil kelulusannya setealah menempuh UAN beberapa waktu lalu. Aspansius S,IP, kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Landak mengungkapkan, secara serentak besok (hari ini red) seluruh SMP/MTs dan SMP terbuka akan menerima amplop hasil kelulusan yang di upayakan harus di lakukan secara serentak. kendati katanya untuk kelulusan tahun ini, Kabupaten Landak meraih posisi rengking ke-2 setelah rengking pertama di rebut oleh kota Pontianak. "Tahun ini kita memang sedikit mengalami penurunan di mana kelulusan kita berada pada 95,78 persen sedangkan rengking pertama yang di raih Kota Pontianak mereka meraih 99,15 persen untuk tahun ini," ujarnya.

Namun demikian secara global hasil kelulusan dari 4.726 siswa SMP Landak yang mengikuti UAN masih mengalami peningkatan yaitu mencapai 99 persen memang katanya dari sisi kelulusan Kabupaten Landak mengalami peningkatan tetapi pada posisi rengking Kabupaten Landak berada pada peringkat ke-2 setelah Kota Pontianak.
"Ini artinya dari jumlah siswa kita yang mengikuti UAN itu masih ada yang gagal namun tidak terlalu banyak," ungkapnya.
Karena kalau di lihat dari angka kelulusan Kabupaten Landak selalu mengalami peningkatan kalau di bandingkan pada tahun lalu.
Dikatakannya, untuk siswa secara keseluruhan di daerah Kalbar untuk tahun pelajaran 2008/2009 ini mencapai 12.164 atau mengalami kenaikansebesar 6 persendari tahun lalu.
"kalau tahun lalu Kalbar secara keseluruhan meraih 72,32 persen tetapi untuk tahun ini sudah mencapai 77,90 persen artinya ada kenaikansekitar 6 persen,"ujarnya.
Untuk itu seraya mengatakan berterima kasih kepada seluruh guru yang ada dan sudah berupaya keras meningkatakan kemampuan siswa di sekolahnya masing-masing dan hal ini harus senantiasa di upayakan sehingga ke depannya akandapat lebih baik dan meningkat lagi.
"Saya minta kepada para kepala sekolah agar dalam kesempatan pembagian Amplop besok supaya dapat kondinasi dengan kepolisian setampat artinya kita minta juga harus ada di saat pembagian amplop ini demi keamanan kita bersama,"harapnya. Walaupun jumlahnya ketidak lulusan itu kecil tetapi bukan tidak mugkin siswa yang tidak lulus itu merasa kecewa. sehingga untuk mengantisifasi hal ini maka pihak sekolah juga harus bersiap-siap.
Selain itu realita yang ada seperti kebiasan yang sudah membudaya seperti kebut-kebutan di jalan raya yang mana kegiatan ini adalah merupakan luapan kegembiraan karena sudah merasa lulus, namun di harapkanuntuk tahun ini kegiatan ini jangan sampai ada lagi. kendati sebaiknya hal-hal yang bersipat merugikan itu jangan sampai di lakukan oleh siswa.
"Saya tekankan supaya jangan sampai terjadi kebut-kebutan lagi di jalan. kepada pihak sekolah hal ini harus di jaga ketat. tolong jangan sampai siswa kita yang ada melakukan hal-hal yang berpotensi melahirkan kerugian," katanya.
Ia meminta kepada pihak sekolah agar pada tahun yang akan datang untuk melakukan rencana atau kesepakatan bagaimana saat melakukan pengumuman, siswa adalagi yang melakukan corat-coret pakaian atau kegiatan lainnya. sehingga hal ini perlu di sepakati agar dapat lebih baik dan bisa melupakan tradisi seperti yang lalu. (wan)




Read more...

7 Tersangka Pengerusakan Mapolsek Mandor Siap Ditangkap

16.05 Reporter: HERI IRAWAN 2 Responses

NGABANG- Kapolres Landak AKBP Drs Tony EP Sinambela M.Si menyatakan 7 tersangka dalam kasus pengerusakan Mapolsek Mandor, berinisial Jl, Sr, CC, Ln, Ay, Mr dan Al. Terindikasi kuat dalam pengerusakan, berdasarakan keterangan para saksi, mereka melakukan pengerusakan dan bila cukup bukti akan dilakukan penahanan. “Berdasarkan hasil penyelidikan mereka ini sudah sebagai tersangka, dan akan dilanjutkan proeses penyidikan, dan sekarang mereka kita lakukan status penangkapan,” kata kapolres kemarin di Ngabang, menjawab wartawan, usai mengikuti kegiatan Popda di lapangan sepakbola Bardan Nadi Ngabang, Selasa (23/06), kemarin di Ngabang.

Kapolres menjelaskan, setelah dilakukan pemanggilan kepada tersangka itu, bila dalam proses penyidikan kuat, adanya pelangaran pidana, maka kita lakukan penangkapan selam 24 jam, dan setelah itu baru penahanan. “Dari keterangan Aj lah, kita bisa mendapatkan 7 tersangka lainnya, siapa-siapa yang terlibat. Dan sekarang ini juga kita masih melakukan pengembangan kasus ini,” jelasnya.
Menyangkut kerusakan Mapolsek Mandor? Kapolres mengaku, sudah dilakukan perbaikan-perbaikan seperti kaca yang pecah atau kerusakan-kerusakan lainnya. Oleh pihak penyidik, 3 tersangka Jl, Sr dan Cc adalah propokator dan sekaligus perusak Mapolsek Mandor. Ketiga orang ini juga yang mendalanggi masa dari Anjungan, Meranti, Tanah Rantak Pasiran Mandor. “Kini tersangka Aj, sudah ditahan di Mapolda Kalbar, mudah-mudahan dalam waktu tidak lama akan terungkap siapa-siapa yang terlibat,” harap kapolres. (wan)

Read more...

Cari Solusi Masalah PETI

15.58 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses

Pemda-Dewan Gelar Rapat Bersama
NGABANG – Agar masalah Pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) tidak berlarut-larut. Dalam hal ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Landak melakukan usaha mencari jalan keluar. Salah satu usaha yang dilakukan adalah menggelar pertemuanantara pihak Eksekutif dan Legeslatif. Buktinya, Selasa (23/6) kemarin DPRD Landak mengundang instansi terkait di jajaran eksekutif. “Jadi kalau kita ingin membentuk Perda WPR, tentu menunggu keluar PP terlebih dahulu yang informasinya baru dibahas oleh pemerintah pusat Juli mendatang,” kata Wakil Ketua DPRD Klemen Apui. S.IP, ketika memimpinan rapat didampingi anggota dewan lainnya seperti Heri Saman, SH, MH, Markus Amid, S,Th, M.Div, Mohzai, SP, Cahyatanus, SH, J Bahari, Among, Amd, dan lainnya.

Menurut legislator Partai Golkar ini, sambil menunggu PP keluar dan Perda WPR, saat ini mencari solusi tentang apakah diperbolehkan masyarakat melakukan kerja tambang “Nah, ini aspirasi masyarakat, maka kita undang eksekutif untuk membahas ini, kalau memang Perda belum bisa kita bentuk, pastinya sementara ada solusi,” katanya.
Dia menjelaskan, selama ini yang menjadi masalah tentang tambang emas adalah soal faktor lingkungan. Jika Bupati Landak selama ini sudah sering menghimbau atau menyatakan pemerintah tidak melarang masyarakat menambang asal bertanggungjawab secara hukum dan sosial, itu pastinya membuat masyarakat merasa tak jelas. “Jadi apakah Bupati tidak bisa mengeluarkan semacam surat, apakah bentuknya SK atau lainnya isinya menekankan kalau masyarakat menambang agar dampaknya tidak ada, dibuat lobang khusus untuk pembuangan limbah hanya diperbolehkan alat tradisional dan lain sebagainya,” ujar Apui.
Selain itu, pihak Pemkab bisa saja minta bantu konsultan tentang lingkungan untuk mencari solusi bagaimana agar dampak dari pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Landak ini tidak merusak lingkungan terutama air sungai yang menjadi masalah.
“Nah ini yang harus di kita cari solusi bersama, karena kita bukan hanya memikirkan penikmat tambang saja, tapi warga lain yang tidak ikut menikmati tambang tapi terkena dampak ini juga harus kita pikirkan,” tegas Apui.
Senada diutarakan anggota dewan lainnya, Cahyatanus. Jika masyatakat menuntut akan tetap kerja PETI. Sementara Perda WPR belum bisa dibahas karena terkendala PP dari pusat belum keluar, maka Bupati agar bisa mengeluarkan surat terkait aturan para petambang. “Mungkin penambang harus secara tradisional tidak boleh menggunakan alat mesin dompeng dan lainnya,” ujat Tanus.
Heri Saman, anggota dewan dari PDIP juga memberikan saran kepada eksekutif, sambil menunggu Perda WPR dibentuk. Pemkab bisa minta bantu dengan konsultan,bahkan pihaknya mendapat kabar di Fakultas Teknik Untan Pontianak bisa menciptakan mesin seperti dompeng yang ramah lingkungan. “Nah, mungkin ini bisa kita hadirkan untuk mencari solusi,” ujar Heri Saman.
Lain hal ungkapan Markus Amid, legislator dari Daerah Pemilihan Landak IV (Kuala Behe, Air Besar) malah mengupas soal masyarakat pekerja tambang adalah untuk mencari kehidupan. Bahkan di daerah perhuluan tidak adalah istilah kerja pakai cukong, tapi dikerjakan masyarakat sendiri. “Kecuali di Mandor, kerja PETI ada cukongnya,” ujar Markus Amid.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Landak, Andi Ali mengaku dari hasil pertemuan dengan anggota dewan yang banyak menyarankan agar bupati membentuk semacam SK tentang pertambangan rakyat sambil menunggu Perda dibentuk.
Klemen juga menambahkan kalau masalah Raperda Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), dewan belum berani membahas, karena dasar hukum yang diatas belum keluar. Jika UU No 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batu bara sudah terbit sejak Januari lalu, tapi Peraturan Pemerintah (PP) belum keluar. (wan)




Read more...

Pelajar Harus Meraih Prestasi Setinggi-Tingginya

15.54 Reporter: HERI IRAWAN 3 Responses

NGABANG – Pembangunan olahraga merupakan bagian integral dari pembangunan manusia Indonesia seutuhnya yang diarahkan pada peningkatan kesegaran jasmani, mental, dan rohani untuk pembentukan waktak, kepribadian, disiplin dan sportivitas yang tinggi serta meningkatkan prestasi yang dapat membangkitkan rasa kebangsaan.
Demikian dikatakan Bupati Landak DR Adrianus AS, melalui Wakil Bupati A. Sukiman, SH, dalam pembukaan Popda di lapangan sepakbola Bardan Nadi Ngabang, Selasa (23/06), kemarin di Ngabang.

Dikatakannya, meningkatnya usaha pembibitan dan pembinaan oleh salah satu mata rantai terpenting dalam pembinana olahraga yang diarahkan pada kegiatan penggalian bibit atlet berbakat. “Populasi pelajar sangat besar dan meruapakan bagian dari generasi muda yang memiliki kemampuan dasar fisi yang kuat,” katanya.
Apabila mereka-mereka dibina optimal dan berkesinabungan, akan menjadi modal dasar bagi Kabupaten Landak dalam rangka meningkakan prestasi prestasi ditingkat yang lebh tinggi. Harapan masa depan olaharga ita letakkan pada pundak anak-ana kita, atlet pelajar terbaik kabupaten ini.
“Kita terus berupaya kesempatan-kesmepatan yang ada dan para pelatih harus berlomba meraihnya, ada yang terjaring dan ada yang harus lebih meningkatkan kemapuan dirinya,” katanya.
Kesempatan tak datang setiap waktu karena usia tak bias bergerak mundur. Berbagai event kejuaran olahraga tingkat pelajar daerah digelar dengan berbagai persyaratan yang mengacu pada event keolahrgaan pelajar pada tingkat yang lebih tinggi. Kesinambungan penyelengaraan menjadi sangat penting untuk memetik prestasi atlet dari tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional.
Ia juga mengatakan Popda yang dilaksanakan ini adalah meruapkan salah satu implemtasi dari UU No. 3 Tahun 2005 sebagaimana tertulis pada Pasal 1 ayat 13 bahwa olahraga prestasi adalah olahraga yang membinan dan mengembangkan olahraga secara terencana, berjenjang, dan berkelnajutan melalui kompetisi untuk mencapi prestasi dengan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi keolhragaan. Bupati berharap selama mengikuti kegiatan ini pelajar harus meraih prestasi yang setinggi-tingginya, tapi ingat, lanjut bupati, anak-anak agar dapat menciptkana kondisi kompetitif secara sehat, latih sifat sportivitas dan tanggungjawab, kembangkan bakat dan minat dalam bidang olahraga.
Sehingga nantinya akan terpilih pelajar terbaik dibidang olahraga serta bibit unggul atlet dan pelajar berbakat untuk mewakili Kabupaten Landak dalam Popda tingkat Provisni Kalbar yang akan dilaksanakan pada awal bulan Agustus 2009. (wan)

Read more...

Hari ini Pengumuman Kelulusan SMP

15.51 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
Kelulusan SMP Landak Raih 95,78 Persen
NGABANG - Setelah menunggu beberapa lama, siswa SMP yang ada di Kabupaten Landak hari akan menerima hasil kelulusannya setealah menempuh UAN beberapa waktu lalu. Aspansius S,IP, kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Landak mengungkapkan, secara serentak besok (hari ini red) seluruh SMP/MTs dan SMP terbuka akan menerima amplop hasil kelulusan yang di upayakan harus di lakukan secara serentak. kendati katanya untuk kelulusan tahun ini, Kabupaten Landak meraih posisi rengking ke-2 setelah rengking pertama di rebut oleh kota Pontianak. "Tahun ini kita memang sedikit mengalami penurunan di mana kelulusan kita berada pada 95,78 persen sedangkan rengking pertama yang di raih Kota Pontianak mereka meraih 99,15 persen untuk tahun ini," ujarnya.

Namun demikian secara global hasil kelulusan dari 4.726 siswa SMP Landak yang mengikuti UAN masih mengalami peningkatan yaitu mencapai 99 persen memang katanya dari sisi kelulusan Kabupaten Landak mengalami peningkatan tetapi pada posisi rengking Kabupaten Landak berada pada peringkat ke-2 setelah Kota Pontianak.
"Ini artinya dari jumlah siswa kita yang mengikuti UAN itu masih ada yang gagal namun tidak terlalu banyak," ungkapnya.
Karena kalau di lihat dari angka kelulusan Kabupaten Landak selalu mengalami peningkatan kalau di bandingkan pada tahun lalu.
Dikatakannya, untuk siswa secara keseluruhan di daerah Kalbar untuk tahun pelajaran 2008/2009 ini mencapai 12.164 atau mengalami kenaikansebesar 6 persendari tahun lalu.
"Kalau tahun lalu Kalbar secara keseluruhan meraih 72,32 persen tetapi untuk tahun ini sudah mencapai 77,90 persen artinya ada kenaikansekitar 6 persen,"ujarnya.
Untuk itu seraya mengatakan berterima kasih kepada seluruh guru yang ada dan sudah berupaya keras meningkatakan kemampuan siswa di sekolahnya masing-masing dan hal ini harus senantiasa di upayakan sehingga ke depannya akandapat lebih baik dan meningkat lagi.
"Saya minta kepada para kepala sekolah agar dalam kesempatan pembagian Amplop besok supaya dapat kondinasi dengan kepolisian setampat artinya kita minta juga harus ada di saat pembagian amplop ini demi keamanan kita bersama,"harapnya. Walaupun jumlahnya ketidak lulusan itu kecil tetapi bukan tidak mugkin siswa yang tidak lulus itu merasa kecewa. sehingga untuk mengantisifasi hal ini maka pihak sekolah juga harus bersiap-siap.
Selain itu realita yang ada seperti kebiasan yang sudah membudaya seperti kebut-kebutan di jalan raya yang mana kegiatan ini adalah merupakan luapan kegembiraan karena sudah merasa lulus, namun di harapkanuntuk tahun ini kegiatan ini jangan sampai ada lagi. kendati sebaiknya hal-hal yang bersipat merugikan itu jangan sampai di lakukan oleh siswa.
"Saya tekankan supaya jangan sampai terjadi kebut-kebutan lagi di jalan. kepada pihak sekolah hal ini harus di jaga ketat. tolong jangan sampai siswa kita yang ada melakukan hal-hal yang berpotensi melahirkan kerugian," katanya.
Ia meminta kepada pihak sekolah agar pada tahun yang akan datang untuk melakukan rencana atau kesepakatan bagaimana saat melakukan pengumuman, siswa adalagi yang melakukan corat-coret pakaian atau kegiatan lainnya. sehingga hal ini perlu di sepakati agar dapat lebih baik dan bisa melupakan tradisi seperti yang lalu. (wan)





Read more...

1 Tahun Lagi Landak Tidak Merasakan Buah Durian

15.40 Reporter: HERI IRAWAN 4 Responses

NGABANG- Maraknya penembangan kayu Durian tanpa pengntroalan dari pihak terkait, membuat khwatir Pemerintah Kabupaten Landak. Terhadap kelangsungan hidup pohon Durian beberapa tahun mendatang, malah jika tidak ada yang bisa mengawasi, lambat kaun dan pasti pohon Durian akan musnah, karena tidak ada penanaman secara masal. “Selama ini di Landak hanya ada 12 desa yang diberikan hak Surat Keterangan Asal Usul Kayu (SKAU),” kata Wakil Bupati Landak A.Sukiman, SH, kemarin di Ngabang.

Dia mengatakan ke 12 desa yang diberikan keistimewan itu adalah Kades Raja Raja Kecamatan Ngabang, Serimbu Kecamatan Air Besar, Angan Tembawang Kecamatan Jelimpo, Pak Kumbang Kecamatan Sompak, Kayu Tanam Sebadu, Mandor, Kayuara Kecamatan Mandor, Saham, Senakin, Tonang, Sidas Kecamatan Sengah Temila. “Ada yang menyatakan ijin ini atas SK bupati, yang benar berdasarkan Menteri kehutanan, memeberikan hak kepada Kades,” kata Wabup.
Ia juga menjelaskan sebenarnya yang diberikan hak untuk SKAU itu ada 14 jenis tanaman buah-buhan yang berstatus tidak produktif, misanya Durian, Tengkawang, Asam, Cempedang dan lain-lain, artinya disini yang tidak menghasilkan buah. Kenyataan dilapangan di Kabupaten Landak, telah terjadi penebangan secara liar, buah-buahn yang masih produktuf sudah ditebang ada juga buah-buahan yang sedang berbungga ditebang. “Ini menjadi tugas kita memberikan pemahana kepada orang tua kita, untuk tidak menebang pohon Durian atau Tengkawang secara sembarangan. Bisa-bisa tahun depan kita tidak bisa lagi merasakan buah Durian atau Tempoyak, karena sudah susah mencarinya,” kata Wabup, disela-sela pembukaan Popda Landak tahu 2009, di lapangan sepak bola Bardanadi Ngabang.
Sebelumnya kepala Dinas Pertanian Ir. Pa’ du Palimbong mengatakan komoditi Durian adalah merupakan tanaman yang memiliki peran penting dalam kehidupan ini. Peranan tersebut selain menghasilkan buah yang dapat di olah oleh masyarakat, juga konservasi tanah dan air maupun menjaga kualitas udara. “Dari waktu ke waktu sudah dapat di lihat keberadaan pohon durian yang memiliki potensi ini sudah semakin kritis atau sudah berada di ambang kepunahan,” katanya.
Pa’du melihat dari aspek konservasi dan aspek ekonomis dari buah durian. Secara kontinyu dapat memberikan pendapatan masyarakat apa bila di olah dengan baik.
Disisi lain buah Durian yang ada saat ini, dapat di olah masyarakat menjadi berbagai makanan yang memiliki nilai cukup tinggi sehingga dari olahan itu akan dapat memberikan tambahan pendapatan kepada masyarakat. "Seharusnya demikian harus mendapat perhatian. Tetapi fakta di lapangan khususnya di daerah Kabupaten Landak, Masyarakat yang ada di daerah ini ramai-ramai melakukan penebangan pohon durian dengan tanpa mau peduli apakah masih produktif atau tidak," ungkapnya.
Dengan realita yang ada, ia berharap kepada semua pihak, terkait dengan kebiajakan ini agar dapat berpikir lebih rasional agar tanaman ini tidak punah. karena sudah dapat di pastikan kalau saja tanaman durian ini sudah berada di kepunahan maka masyarakat yang ada akan kesulitan untuk mendapatkan buah tersebut.
"Kalau memang sudah punah kan masyarakat harus membeli Durian dari Pontianak dan di makan di Landak, padahal yang ada sekarang ini ternyata harus di tebang," ungkapnya. (wan)




Read more...

Perlu Langkah Antisipasi

07.04 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses

Durian di Ambang Kepunahan
NGABANG - Kepala Dinas Pertanian Ir. Pa’ du Palimbong mengatakan komoditi Durian adalah merupakan tanaman yang memiliki peran penting dalam kehidupan ini. peranan tersebut selain menghasilkan buah yang dapat di olah oleh masyarakat, juga konservasi tanah dan air maupun menjaga kualitas Udara yang ada. Tetapi dari waktu ke waktu sudah dapat di lihat keberadaan pohon durian yang memiliki potensi ini sudah semakin kritis atau sudah berada di ambang kepunahan.

"Saya melihat inikan dari aspek konservasi dan aspek ekonomis dari buah durian. kalau kita lihat buah durian inikan secara kontinyu dapat memberikan pendapatan masyarakat apa bila di olah dengan baik," ujarnya kepada awak koran ini, kemarin di Ngabang.
Karena di sisi lain buah durian yang ada saat ini, dapat di olah masyarakat menjadi berbagai makanan yang memiliki nilai cukup tinggi sehingga dari olahan itu akan dapat memberikan tambahan pendapatan kepada masyarakat.
Sehingga kalau di lihat dari potensi tanaman komoditi ini lanjutnya, Tanaman Duruan ini sudah semestinya mendapat perhatian dan tetap terpelihara dengan baik serta di kembangkan.
"Seharusnya demikian harus mendapat perhatian. tetapi fakta di lapangan khususnya di daerah Kabupaten Landak, Masyarakat yang ada di daerah ini ramai-ramai melakukan penebangan pohon durian dengan tanpa mau peduli apakah masih produktif atau tidak," ungkapnya.
Dengan realita yang ada, Seraya berharap kepada semua pihak, terkait dengan kebiajakan ini agar dapat berpikir lebih rasional agar tanaman ini tidak punah. karena sudah dapat di pastikan kalau saja tanaman durian ini sudah berada di kepunahan maka masyarakat yang ada akan kesulitan untuk mendapatkan buah tersebut.
"Kalau memang sudah punah kan masyarakat harus membeli durian dari pontianak dan di makan di Landak, padahal yang ada sekarang ini ternyata harus di tebang," ungkapnya.
Karena di sisi lain menurutnya program pemerintah juga berharap agar masyarakat dapat menanam dan melestarikan serta melindungi tanamn durian. dan ini tidak lain hanya untuk kepentingan masyarakat semata. tetapi di sisi lain ternyata tanaman yang di minta di lindungi ini ternyata juga harus di babat oleh oknum-oknum dengan tidak memperhatikan aspek potensi yang ada.
Sementara itu pendapat yang sama juga di ungkapkan oleh A.Mulianto SE.MM, di mana menurutnya, kondisi yang ada sekarang ini memang seharusnya di buatkan aturan yang intinya tidak memperjual belikan kayu buah-buahan. karena kalau saja kondisi ini tetap saja di biarkan maka ke depannya daerah ini akan kembali menjadi daerah yang serba mendatangkan hasil dari daerah luar.
"Kalau saya lihat bagaimanapun Pemda harus mengambil langkah. karena kalau di biarkan bagaimanapun ini akan langka dan ini demi tersedianya buah-buahn yang cukup dan serba ada di daerah kita sendiri bukansealalu mendatangkan dari daerah luar," pintanya.
Ia melihat kehadiran SKAU (Surat keterangan Asal usul) yang di keluarkan oleh Kepala Desa sebagai syarat yang dapat di pergunakan untuk mengolah kayu yang berasal dari hutan hak dan kayu yang berasal dari kayu buah-buahan. hanya memang di satu sisi ini adalah hal yang terbaik yang artinya dapat memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk menjual hasil hutannya kepada siapa saja, tetapi mestinya ini juga harus di buat filter oleh Pemda karena dengan SKAU ini akan dapat di jadikan sebagai alat yang membuka peluang kebebasan.
"Ini tidak salah, artinya Pemda Kita di Landak khususnya Bunhut ada kebijaksanaan dalam melihat kepentingan masyarakatnya. tetapi jangan lupa ini juga harus ada aturan yang memberikan teguran agar tanaman atau pohon durian atau buah-buahan lainnya itu tidak di jarah yang pada akhirnya punah," ujar Aktivis LSM Gerak Reformasi Kabupaten Landak ini.
Ia menambahkan dengan adanya SKAU ini secara otomatis sudah membuka pasaran untuk kayu buah-buahan dan sejenisnya sehingga bukan tidak mungkin, setelah jenis kayu kelas satu dan dua habis maka pohon buah-buahan juga akan ikut terbabat habis yang akhirnya langka. (wan)




Read more...

Hari Ini Bupati Buka Popda Landak

07.00 Reporter: HERI IRAWAN 1 Response
NGABANG - Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Tingkat Kabupaten Landak Tahun 2009 akan dibuka langsung Bupati DR Adrianus AS di lapangan sepakbola Bardanadi Ngabang, hari ini, pukul 08.00 WIB. Popda yang mempertandingkan 2 cabang olahraga (cabor) akan dimulai dengan pertandingan Atletik dan Renang.
“Direncanakan Pak Bupati membuka Popda dan kita sekarang sedang breefing persiapan,” ujar Kadis Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata, Drs. Lukas Kanoh, MM, kemarin.

Dikatakannya, untuk tahun gajil, seperti tahun-tahun sebelumnya melaksanaan Popda hanya 2 cabang olahraga, dan kali ini yang di pertandingkan adalah Atletik dan Renang. “ Sampai siang kemarin dipastikan hanya dari 13 kecamatan di Kabupaten Landak, ada 10 kecamatan yang hadir. Tiga kecamatan yang tidak mengirimkan atlitnya adalah Kecamatan Kuala Behe, Menjalin dan Sompak. Sementara itu untuk 10 kecamatan yang memastikan hadir adalah Kecamatan Ngabang ada 31 orang dengan cabang olahraga Ateletik dan Renang, kemudian Kecamatan Sengah Temila ada 31 orang dengan cabang olahraga Ateletik dan Renang. Kecamatan Jelimpo hanya menurunkan 27 orang dengan cabang olahraga Ateletik.
Menyusul Kecamatan Air Besar dengan jumlah peserta 28 orang dengan cabang olahraga Ateletik dan Renang. Kecamatan Sebangki ada 30 orang, cabang olahraga yang digeluti Ateletik dan Renang, dan Kecamatan Mandor 27 orang, dengan cabang olahraga Ateletik.
Mempawah Hulu ada 27 orang dengan cabang olahraga Ateletik dan Renang dan Kecamatan Menyuke 27 orang, hanya cabang olahraga Ateletik. Serta Kecamatan Banyuke Hulu dan Meranti Cabang olahraganya adalah Ateletik 25 orang dan 22 orang, dengan jumlah total keseluruhan ada 302 peserta.
Mantan Kadis Pendidikan Landak ini juga mengatakan Popda juga termasuk even pertama kalinya ditangani Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayan dan Pariwisata Kabupaten Landak. Dan, dari dari even ini juga diharapkan akan menjadi cikal-bakal atlet Kabupaten Landak.
“Mereka adalah calon atlet masa depan kita, dan semoga atlit ini bisa mengharumkan nama Kabupaten Landak baik ditingkat daerah maupun nasional,” ungkapnya. wan)





Read more...

Air Sungai Landak Kembali Keruh

07.11 Reporter: HERI IRAWAN 1 Response
Nantinya Akan Ada Razia Bersama Polres dan Kodim
NGABANG – Masalah Pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) di Kabupaten Landak, tidak ada habis-habisnya. Jika beberapa minggu lalu air sungai Landak sempat jernih. 1 minggu terakhir, airnya kembali keruh seperti air susu coklat. Bahkan kemarin ada gelombang aksi demo dari masyarakat umum di daerah Karangan, terhadap pekerja PETI. Menanggapi masalah ini, Bupati Landak DR Adrianus AS, menegaskan sudah melakukan kontek dengan pihak kepolisian, agar polisi bisa mengambil tindakan tegas.
“Saya sudah bicara dengan Kapolres Landak , nantinya kita turun dalam 1 tim yang terpadu. Tidak hanya kepolisian, tetapi Kodim, dan Pol PP,” kata bupati, kepada wartawan, Kamis kemarin di Ngabang.

Terkait air sungai Landak kembali berubah warna bak seperti air susu coklat, dirinya sebelumnya sudah menyatakan tegas dalam pertemuan dengan Tim 10 di aula Bupati Landak, beberapa hari lalu, bahwa dirinya tidak pernah melarang masyarakat untuk menambang. “Ada 2 syarat yang harus dipatuhi masyarakat, bila mereka mau menambang. Karena Negara kita ini adalah negara hukum, maka aturan hukum itu harus ditegakkan. Syarat pertama masyarakat harus bertanggung jawab, dan kedua memikirkan kepentingan orang lain,” jelas bupati.
Bertanggungjawab itu, lebih rincinya masyarakat wajib mematuhi aturan yang telah ada, dan bertanggungjawab secara sosial. “Kita ingin penambang jangan hanya memikirkan anda saja, tapi pikirkan masyarakat lainnya. Orang lain juga ingin air bersih, orang lain ingin hidup sehat. Bahkan rakyat saya juga bukan hanya penambang, tapi rakyat saya yang tidak menambang, dan jumlah rakyat saya yang tidak menambang lebih banyak,” bebernya.
Bupati juga kembali mengingatkan, ungkapan ketua Tim 10, Abi Kusno Borneo, hidup atau mati kami akan menambang terus. “Ungkapan ini harus dipertanggungjawabkan. Kalau mereka menambang lagi, mereka harus mau bertanggungjawab,” pinta mantan Asiten II Landak ini.
Disinggung tentang ajuan Raperda tentang Pertambangan Umum dari Eksekutif? Mantan alumnus S3 Universitas Padjajaran Bandung ini, menambahkan sudah mengajukan Raperda, mungkin kesibukan para anggota dewan, Raperda ini belum sempat dibahas. “Perubahan undang-undang kita sesuaikan dengan ketentuan, seperti Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR). Kita berharap Raperda ini fokus kepada WPR. Karena, pertambangan umum sudah ada undang-udangnya yang baru nomor 4 tahun 2009,” jelas bupati seraya meminta masukan-masukan dari masyarakat untuk Pemerintah Kabupaten Landak, dalam rangka kesempurnaan Raperda ini.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Landak sudah mempunyai kuasa hukum, dalam penangguhkan penahan belasan pekerja pertambangan yang dipenjara dalam sel Polres Landak. “Kita sudah lakukan, tinggal ditangguhkan atau tidak, itu hak polisi,” imbuhnya.
Cukong PETI Mandor Ditangkap
Sejalan dengan perkembangan kasus penangkapan dua belas pekerja PETI di berbagai Daerah Kabupaten Landak. Kabar terbaru dari Mapolres Landak, Rabu (18/06) kemarin pukul 20.15 wib, telah berhasil ditangkap Tw (37), seorang cukong PETI di Kabupaten Sintang.
Dalam pelariannya, kepada wartawan di Mapolres Landak,Tw mengaku, tidak enak makan dan minum, selalu dihantui rasa bersalah. Bahkan dalam pelariannya dia selalu pindah-pindah tempat.
”Kalau tidak salah ada sekitar tiga atau empat tempat saya mengasingkan diri, dan dalam pelarian ini saya ingin mencari ketenangan,” kata Tw dengan raut aut -autan.
Sementara itu Kapolres Landak AKBP. Tony EP Sianambela melalui Kasat Reskrim AKP. Hujra Soumena menyatakan dalam pengasingan itu Tw selama 22 hari. “Operasi ini dipimpin Kanit I Reskrim Polres Landak AIPTU. Plugensius,” imbuhnya. (wan)




Read more...

Program IPA Landak Rengking I Se Kalbar

23.02 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses

NGABANG - Raut wajah pelajar di Kota Ngabang, tampak bahagia, pasalnya Rabu (17/06), kemarin masing-masing sekolah membangikan amplop tanda kelulusan kepada orang tua atau walinya. Tidak heran, kemarin setelah mengetahui kelulusan, kendati sudah ada larangan dari pihak Diknas Kabupaten Landak, pelajar ini telah melanggar komitmen itu dengan melakukan budaya corat coret mengunakan spidol temasuk menyemprot mengunakan cat pilok warna warni dibaju mereka, bahkan ada kelompok kecil melakukan kompoi dijalan raya.
Memang kemarin adalah hari yang teramat bahagia bagi pelajar di Kabupaten Landak, tahun ini angka kelulusan SMA/SMK/Sederajat mencapai angka 98, 65 persen, jika dibandingkan tahun lalu baru mencapai 94 persen lebih. Sedikit sekali dari mereka yang tidak lulus.

Kepala Dinas Pendidikan Landak Aspansius, S.IP mengucap syukur atas keberhasil anak-anak pelajar SMA/SMK/Sederajat se Kabupaten Landak meraih predikat kelulusan angka 98, 65 persen tahun ini. “Ini tidak terlepas atas kerja keras dari dewan guru, orag tua murid, pihak dinas, termasuk para wartawan, mengiring tentang dunia pendidikan di Kabupaten Landak,” katanya.
Ia juga mengatakan untuk tahun 2009, khsusu pelajar tingkat SMA program IPA mengikuti ujian sebanyak 514 orang, tidak lulus 7 orang dan yang lulus 507 orang dengan jumlah presentasi kelulusan mencapai 98, 64 persen. “Dengan nilai rata-rata 4, 25, memposisikan rengking satu di tingkat Kalimantan Barat,” katanya.
Masuk di program IPS, yang mengikuti ujian ada 1.903 orang, yang tidak lulus 30 orang dan lulus 1.873 orang, prosentase kelulusan mencapai angka 98,42 persen, dengan nilai rata-rata mencapai 39,03, meraih rengkin ke empat di Kalimantan Barat. Selanjutnya progam bahasa, mengikuti ujian ada 30 orang, tingkat kelulusan dengan presentase 100 persen, dengan rata-rata nilai 37, 81.
Untuk MAN, lanjut Aspansius, program IPA mengikuti ujian ada 18 orang, lulus 100 persen, rata-rata nilai 41, 13, meraih rengking dua se Kalimantan Barat dan program IPS lulus 100 persen, nilai rata-rata 38,21, meraih peringkat empat se Kalimantan Barat. “Khusus untuk kelulusan tigkat SMK, karena ada nilai yang belum dimasukan, maka bisa kontek pak Erik Yohanes, Sekretarais Dinas Pendidikan Landak,” katanya.
Tempat berbeda, kepala SMAN 1 Ngabang Drs. Asoardi Ador kepada wartawan menyatakan SMAN 1 Ngabang, meraih predikat lulus 100 persen, dimana anak didik yang mengikuti ujian sebanyak 197 orang itu, ada diantara lulus memuaskan, dan jangan heran bila tahun ajaran 2009/2010 ini, 26 siswa mereka berhasil masuk ke perguruan tinggi negeri tepatnya di Untan Pontianak, tanpa melalui tes, bahkan 1 diantara masuk ke Fakultas Kedoktoran.
“Ke 26 pelajar kita itu masuk diantaranya di jurusan MIFA, FKIP, Pertanian, Kehutanan, Ekonomi, dan Hukum,” kata Asoardi Ador, kemarin, sebelum membagikan amplop kelulusan kepada orang tua murid, menjawab kepada awak koran ini.
Jika dibandingkan tahun ajaran 2008, pelajar SMAN 1 Ngabang yang berhasil masuk ke Untan tanpa jalur tes hanya 19 orang. “Ini memandakan adanya peningkatan, dari 19 menjadi 26, naik 7 orang. Kita sih berharap tahun depan penerimana itu menjadi lebih dari 30 orang,” harap dia.
Disinggung sebagai sekolah penyelenggara ujian? Ia mengatakan dari 3 sekolah yang menginduk, yaitu SMA Santo Tomas Ngabang, SMA Pelita Ngabang dan SMA Retawan Jelimpo, hanya di SMA Pelita Ngabang, 4 siswa/i mereka tidak lulus, 3 dari program IPS dan 1 siswa dari program IPA. “SMA Santo Tomas lulus 100 persen, dan SMA Rentawan Jelimpo lulus juga 100 persen, sedangkan SMA Pelita Ngabang lulus hanya 96 persen,” jelasnya.
Salah seorang pelajar SMA Pelita Ngabang Suhaini, ketika berhasil dijumpai Kapuas Post, mengucap puji syukur atas kelulusannya, dan bagi temanya yang tidak lulus anggap saja ini adalah satu prestasi yang tertunda.
“Setelah lulus ini saya berencana melanjutkan ke Untan Pontianak, soalnya beberapa minggu lalu saya sudah ikut test di Pontianak, saya juga berharap kesuksesan saya berlanjut kuliah di Untan,” harap pelajar yang ingin kuliah FKIP jurusan Bahasa Indonesia. (wan)



Read more...

Kesehatan Bukan Tanggung jawab Din-kes Semata

22.42 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG - Bupati Landak DR Adrianus AS mengatakan, upaya untuk penyehatan lingkungan maupun peningkatan deajat kesehatan masyarakat yang ada di daerah Kabupaten Landak, sebenarnya bukan hanya menjadi tanggung jawab Pemda yang dalam hal ini dalah Dinas Kesehatan semata melainkan sudah menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat termasuk keluarga karena keluarga ini yang paling strategis perannya.

"Kalau kita lihat di sekitar kita belum ada kesadaran masyarakat tentang lingkungan ini mulai dari hal yang kecil misalnya sampah-sampah domestik di daerah perdesaan ini di buang sembarangan tidak ada pola yang di lakukan oleh masyarakat karena di anggap sampah seperti ini tidak mempengaruhi kesehatan sehingga kondisi lingkungan rumah di perdesaan di perkampungan itu sangat buruk," ujarnya, dua hari lalu di aula Bapeped Landak, ketika membuka kegiatan Rakernasda yang bertema Dengan Rakernasda Kita Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Menuju Kabupaten Landak Sehat 2010 dua hari lalu di Ngabang.
Dikatakannya, selain dari segi teknis kesehatan dari segi pelayanan,pembinaan, pengobatan yang paling terpenting dalam hal ini adalah, merubah sikap mentalmasyarakat terhadap prilaku hidup sehat ini.
"Artinya perubahan ini memang harus bermula dari dalam keluarga dan yang di tekankan di sini adalah peran Posyandu, PKK ini sangat penting karena inilah yang secara langsung bersentuhan langsung dengan Ibu-ibu di perdesaan yang sehari-harinya lebih banyak memperhatikankondisi rumah dan lingkungan bahkan mungkin bapak-bapaknya tidak memiliki kepedulian terhadap lingkugan dan sikap mental ini yang harus di rubah," ujarnya
Menurutnya tugas untuk menjaga kebersiha, kesehatan lingkungan masyarakat bukan hanya tugas dari petugas kesehatan, dan bukan semata tugas leading Sektor melainakan sudah tanggung jawab seluruh elemen masyarakat termasuk keluarga.
Untuk itu pembangunan di bidang kesehatan bukan hanya membangun polindes, puskesmas Pembantu, menyediakan obat dan alat kesehatan yang lain termasuk tenaga kesehatan tetpi yang terpenting di sini adalah bagaimana cara merubah maished yang sudah terlanjur enjoy dengan kondisi yang ada di sekarang ini. memang hal ini bukan pekerjaan yang gampang.
"Saya selalu mengatakan kalau membangun pukesmas dan puskesmas pembantu dan perlengkapannya ini relatif. Relatif lebih gampang, dari pada merubah sikap mental masyarakat. tetapi kalau ada duit untuk memenuhi kebutuhan pada 72 puskesmas yang ada dan 47 kondisinya yang baik dan sisanya yang kurang baik ini akan dapat kita bangun baik lagi tetapi kalau kita merubah sikap mental masyarakat ini jauh lebih sulit dan tidak di beli dengan duit," imbuhnya.
Dengan kondisi seperti ini harus di rubah walau dirinya sadar kalau kondisi seperti ini tidak dapat di rubah dengan secepat mungkin, tetapi harus ada proses yang sipatnya berkesinambungan. karena prilaku hidup sehat ini juga dapat di terapkan melalui sektor pendidikan karena yang paling efektif. apalagi pada jalur pendidikan ini akan mendidik anak mulai dari kelas 1 Sekolah Dasar sampai pada jenjang yang lebih tinggi. sehingga kondisi ini secara perlahan akan dapat di serap dengan baik. (wan)





Read more...

Penghidap HIV/AIDS Landak 18 Orang

07.19 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses

PENYAKIT mematikan seperti HIV/AIDS tidak boleh lagi dianggap remah masyarakat di Kabupaten Landak. Pasalnya, berdasarkan hasil laporan Dinas Kesehatan Kabupaten Landak, penderita HIV/AIDS di Landak telah mencapai 18 orang.
“Penyakit ini jangan kita anggap remeh, saya melihat penderita ini terdata hanya 18 orang. Dan ini puncak sebuah gunung es, kita tidak tahu ada berapa dibawah gunung es ini. Mungkin dibawah ini 4000, 5000 atau 10.000 orang,” kata Bupati Landak DR Adrianus AS, ketika membuka Rapat Kerja Kesehatan Daerah, Selasa (16/06), kemarin di aula Bappeda Landak.

Bupati meminta ada kepedulian dari seluruh elemen masyarakat dengan peran masing-masing dan saling mengingatkan. Parahnya nanti, jika kondisi ini makin bertambah akan menghancurkan masyarakat kita. “Ini musuh kita yang tidak kelihatan, tapi yakinlah sangat epektif, satu generasi bisa musnah atau hancur gara-gara penyakit ini,” tegas bupati.
Dan ini memang surga yang dijanjikan oleh Lusiver, jadilah HIV/AIDS. Untuk mengatasinya diperlukan sumber daya manusia yang tidak sedikit, dan memerlukan dana yang tinggi. (wan)



Read more...

Tingkat Kelululusan SMA/SMK/ Sederjat Mencapai 98 %

07.12 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses

NGABANG - Bupati Landak DR Adrianus AS, menyatakan tingkat kelulusan pelajar SMA/SMK/Sederajat tahun ajaran 2009, mengalami peningkatan yaitu sebesar 98 %, sementara tahun lalu 94 %.
“Ini artinya ada peningkatan, tahun lalu untuk tingkat kelulusan SMP di Kabupaten Landak, daerah kita tertinggi tingkat kelulusan di Kalimantan Barat,” kata bupati, ketika membuka Rakerkesda di aula Bappeda Landak, kemarim.

Ia berharap tahun 2009, tingkat kelulusan SMP di Kabupaten Landak, masih tinggi dan yang tertinggi di Kalimantan Barat.”Ini bukan bearti kulitas pendidikan kita baik, itu belum tentu, anak-anak kita untuk meraih kwalitas masih terbirit-birit,” katanya. Minggu lalu, kata bupati, dirinya ke Jogjakarta monitoring kepada anak-anak asal Kabupaten Landak yang diberi biasiswa oleh Kabupaten Landak, bersama anggota DPRD Landak. Manta Kadis Pendidikan Landak ini bersyukur diantara yang menerima biasiswa itu ada IPKnya mencapai 3, 45 di Biologi. “Ini barometer kita, jika anak-anak kita IPKnya diatas 3, maka bisa kita simpulkan satu peningkatan kualitas di Kabupaten Landak.
Demikian juga, di Sala Tiga, masih harus dipacu adalah di Bandung, karena mereka-mereka ini memang dipersiapkan yang sulit-sulit, dipersiapkan untuk menjadi guru SMK, program studi sipil tehnki, dan sipil elektro. (wan)




Read more...

Kebanyakan Dokter Enggan Bertahan Lama

07.10 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG - Plt Kadis Kesehatan Kabupaten Landak Sopia Tjakrie mengatakan, berdasarakan hasil Evaluasi yang di lakukan menunjukan beberapa tenaga Dokter tidak dapat bertahan lama di daerah Kabupaten Landak di karenakan fasilitas yang belum memadai baik itu perumahan, peralatan maupun sarana transportasi. Selain itu juga kesenjangan insentif antara Dokter PTT dengan Pegawai Negeri.
"Kalau kita di sini hanya Dokter Puskesmas yang berada di daerah yang terpendil yang mendapat Insentif dan penambahan gaji. dan tergantung Dokterlah kalau kog saya gajinya kecil dan disini besar dan ini tergantung kreteria puskesmannya," ujarnya.

Menurutnya memang saat ini terjadi beberapa kendala dalam pembangunan Puskesmas yang ada di Kabupaten Landak ini. terutama masih kurangnya peranserta masyarakat dalam bidang kesehatan di Kabupaten Landak, juga sering ada keterlambatan laporan-laporan dari puskesmas sehingga menyebabkan Dinas kesehatan sering terlambat menerima Informasi yang juga mengarah pada kekurangan tenaga ahli baik di dinas maupun puskesmas sehingga terdapat beberapa pekerjaan yang harus di kerjakan oleh yang bukan Ahli atau bidangnya.
"Masih banyak yang di kerjakan oleh orang yang bukan bidangnya seperti Apotekker, tenaga analis kesehatan tenaga gizi yang masih sangat kurang dan tengaga lainnya. di samping Dinas kesehatan juga masih terdapat job-job yang masih belum memiliki tenaga seperti kepala seksi gizi,keluaraga,pencegahan dan pemberantasan penyakit juga beberapa sub-sub yang masih kosong," paparnya
Ia mengakui beberapa di antara bidang yang masih kosong masih memerlukan tenaga yang betul-betul ahlinya. Salah satu solusi pemecahan permasalahan tersebut adalah dengan meningkatkan pranserta masyarakat dengan menghidupkan kembali posyandu yang ada di daerah Kabupaten Landak.
Selain itu katanya, pihaknya juga melakukan bimbingaan kepada puskesmas agar dapat meningkatkan kegiatan di bidang kesehatan serta dapat melaporkan perkembangan dengan segera kepada Dinas Kesehatan.
Ia berharap agar kepada pihak puskesmas agar dapat bekerja lebih baik sehingga pada setiap kegiatan yang sudah di lakukan dapat di evaluasi. untuk itu di harapkankeraja sama yang baik ini harus dapat di lakukan demi peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang ada di daerah Kabupaten Landak. (wan)




Read more...

Pilpres di Ngabang Belum Terasa

08.24 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses

NGABANG – Jika di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, maupun Medan. Saat ini, aura Pilpres nya sangat terasa, tidak heran bila disudut kota-kota itu menjamur dan terpampang jelas Baliho 3 pasang Capares dan Cawapares. Jika dikota besar sangat terasa suasana, tidak berlaku di Kota Ngabang, malah ada kesan Pilpres di Ngabang tidak terasa, alias adem-adem saja. Ini bisa dibuktikan, biasanya ditempat-tempat strategis dalam Kota Ngabang pemasangan baliho atau sepanduk, kali ini tidak untuk Baliho Capres dan Cawapres.

Masyarakat akan merasa masuk dalam suasana Pilpres ketika, sedang menonton acara Pemilu Presiden di acara televisi. Selebihnya usai menonton, masyarakat sepertinya tidak merasa di tanah airnya sedang berlangsung Kampanye Capres dan Cawapres , mereka usai menonton tentang Pilpres, kembali melaksanakan tugas rutinya sehari-hari.
Kepada Kapuas Post, ketua Tim Kampanye SBY-Boediono , A. D. Aheng, SH. MH menyatakan hingga saat ini pihaknya masih melakukan koordinasi dengan DPD PD Kalimanatan Barat. Ia berharap dalam waktu yang tidak lama, DPC PD Kabupaten Landak sudah bisa ection dilapangan, apalagi saat ini sudah masuk masa Kampanye. “Sampai hari ini atribut bahkan SK Tim Kampanye SBY-Budiono belum turun dari pusat,” akunya dengan jujur melalui SMS via hp, kemarin pagi.
Hal yang sama diakui Sekretaris Pemenang Kampanye JK-Wiranto Kabupaten Landak, Sutrisno, bahwa tim mereka belum mendapatkan atribut Kampanye untuk ditempat di Kabupaten Landak. “Saat ini saya sedang berada di Pontianak, menanaykan malasah ini di tingkat Tim Pemenang Kampanye JK-Wirato Provinsi Kalimantan Barat,” katanya via Hp, kepada Kapuas Post, kemarin.
Ia juga berharap, usai dari Pontianak, akan mendapat jawaban dan siap melaksanakan tahapan Kampanye di Kabupate Landak. Apakah bentuk dalam dialogis, kampanye terbuka dan sebagainya. Tidak hanya Tim Pemenang Kampanye JK-Wirato mengalami nasib serupa, kandidat lainnya, Tim Kampanye Mega- Prabowo Kabupaten Landak, tidak bisa berbuat banyak untuk memeraihkan masa Kampanye Capres dan Cawapres di Kabupaten Landak. “Apakah bentuk baliho, maupun stiker, kami belum mendapatkannya dari Provinsi Kalbar. Kalau untuk tingkat Posko, sih ada, itupun hanya sedikit,” kata Tanpanus Tapat, SH, MH, ketua Kampanye Mega-Prabowo, seraya berharap dalam minggu ini, semua atribut kampanye sudah datang di Kabupaten Landak. (wan)

Read more...

Galeri Seha Mestinya Harus di Fungsikan

08.21 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG - Setelah di resmikan oleh Bupati Landak beberapa waktu lalu, galeri Seaha yang awalnya merupakan tempat yang dapat di gunakan untuk memajang dan menampung berbagai jenis kerajinan dari masyarakat yang ada di Kabupaten Landak, ternyatasaat ini masih belum dapat di fungsikan sesuai dengan fungsinya. Kepala Bappeda Kabupaten Landak menuturkan kepada Kapuas Post di ruang kerjanya Senin (15/06) kemarin mengungkapkan, sangat di sayangkan jika gedung yang sudah di buat itu tidak dapat di pungsikandengan baik.

"Tujuan kita ketika membangun galeri itu dulukan agar tempat untuk menjual hasil kerajinan masyarakat yang ada. Karena dulu kita belum memiliki tempat khusus galeri ini adalah yang memang kita buat khusus untuk menjual hasil pengerajin,"ujarya. hanay saja yang sangat di sayangkan adalah saat ini tmpat yang sudah di bangun ternyata belum dapat di fungsikan dengan baik.
Menurutnya, jika tempat yang sudah di bangun ini dapat di mempaatkan dengan baik maka Seraya optimis ini akan dapat mendukung dan memberikan nilai tambah kepada masyarakat yang merupakan pengerajin.
“Disatu sisi memang untuk memberikan hasil yang optimal pasti membutuhkan waktu yang panjang artinya tidak mungkin kerajinan yang ada itu dapat terjual habis. Tetapi inikan harus di mulai dari sekarang, sebab kalau tidak maka apa yang kita miliki sampai nanti juga tidak akan dapat di pasarakan dengan baik karena tidak di kenal orang luar," ungkapnya.
Industri kerajinan ini bagaimanapun pastti akan membutuhakan kesabaran. Sehingga katanya dalam rangka memberikan arah pasar yang lebih baik maka hal ini memang harus di butuhkan keterpaduan yang artinya di Seha juga selain sudah di bangun galeri kerajinan, juga ke depannya daerah ini harus dapat di bangun kawasan wisata alam yang juag di lengkapi dengan berabagai fasilitas usaha dari masyarakat.
"Hal ini harus ada keterpaduan, memang rencana kita daerah seha ini akan kita jadikan sebagai daerah wisata alam dan juga ada berabagai perlengkapan lainnya yang di butuhkan oleh pengunjung dan kalau memang sudah ada hal ini maka kita yakin bagaimanapun galeri ini akan dapat di kenal orang yang berasal dari luar ," ungkapnaya.
Ia mengharapkan agar apa yang sudah ada saat ini semestinya harus dapat di mempaatakan dengan baik terutama untuk mengembangkan usaha dan kerajinan masyarakat apalagi tempat ini adalah merupakan salah satu aset pemerintah daerah yang sangat di sayangkan kalau saja tidak di mempaatkan. (wan)






Read more...

Pembelian Gabah dan Produksi Beras Berkualitas Tujuan Utama

08.19 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
PAHAUMAN - Berdasarkan hasil rapat kerja Perpadi Kabupaten Landak yang di lakukan padaha Minggu (14/06) kemarin. Akan disusun rencana kerja oleh Perhimpunan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Kabupaten Landak (Perpadi).
Menurut Victor Yogiwicahya Piet,S,Si kepada Kapuas Post mengatakan, Perpadi adalah salah satu lembaga yang akan menangani baik pembelian gabah sampai pada tingkat pengolahan produksi hasil pertanian terutama beras. Sehingg ke depannya para petani yang ada di daerah ini secara langsung akan menjadi mitra Perpadi.
"Tujuan utama kita adalah pembelian gabah para petani kita yang ada di seluruh kawasan Kabupaten Landak. sehingga ke depan petani kita tidak susah lagi kemana akan menjual gabahnya," ujarnya.

Dikatakannya, dengan berdirinya Perpadi di daerah ini sekaligus akan membuka kemudahan bagi masyarakat tani yang bergerak di bidang tanaman pangan khususnya Padi. Perpadi juga selain membeli gabah, langsung melakukan pengolahan dan pengepakan beras sampai pada pemasarannya.
"Ini sudah komitmen kita, jadi kita juga akan memproduksi beras hasil petani kita di daerah ini. sehigga kita tidak lagi harus menjual dan mengolah hasil pertanian ke luar daerah tetapi cukup di dalam daerah kita saja," ujarnya ketika di dampingi Herwan yang merupakan Dewan Pakar di lembaga tersebut.
Tujuan lain katanya, juga membina dan mengembangkan kerja sama dengan pemerintah daerah dalam arti meningkatkan hubungan kemitraan yang harmonis guna melindungi dan memajukan usaha para petani, dengan membina dan mengembangkan komunikasi timbal balik dengan organisasi, Asosiasi usaha baik dalam daerah, bahkan sampai pada tingkat Nasional dalam upaya menciptakan kesempatan dan peluang kerja sama yang saling menguntungkan.
"Yang jelas dalam melakukan pembelian gabah kita berupaya dapat lebih tinggi dari harga yang ada, artinya kita berupaya menciptakan peluang yang lebih baik,"paparnya. Karena di satu sisi sekarang saja daerah Kabupaten Landak merupakan salah satu daerah yang kegiatan pertaniannya sudah semakin meningkat dan ini terbukti dengan hasil yang di raih oleh para petani baik jagung maupun padi. sehingga sangatlah di sayangkan apabila hal ini selalu di olah di luar daerah padahal jika pengolahan hasil petani dapat di lakukan dalam daerah ini dapat di lakukan maka ini akan jauh lebih baik.
"Memang di satu sisi kita masih sangat memerlukan dukungan dari Pemda karena peralatan yang kita miliki saat ini masih belumlah memadai dan kerja sama inilah yang memang harus kita lakukan karena di Pemda sendiri sudah memiliki mesin yang dapat juga mendukung operasional kita agar dapat menunjang dan mendukung kegiatan ini," paparnya.
Seiring dengan perkembangan dunia usaha yang mengarah ke globalisasi usaha,di samping fungsi dan kegiatan pengolahan padi dan gabah menjadi beras, Perpadijuga akan melakukan diversifikasi usaha di bidang pengolahan sampai pada Industri pengolahan sekam (pasca pengolahan beras) yang akan dapat di mempaatkan menjadi pakan ternak artinya secara langsung akan menjadi industri hilir dari profesi inti penggilingan padi.
"Dalam produksi yang kita inginkan ini adalah produksi beras yang berkualitas ini akan kita upayakan dan sudah harus. karena hasil produksi perpadi ini ke deapannya harus mampu memenuhi kebutuhan beras terutama bagi PNS dan Masyarakat yang ada di daerah Kabupaten Landak," ujarnya.
Ia optimis, dengan melihat kondisi keberhasilan pertanian masyarakat di daerah ini, maka rencana besar ini akan dapat di lakukan sehingga produksi beras yang akan di lakukan tidak akan mengalami kekurangan bahan baku. di sisi lain pihaknya juga sudah merencanakan upaya pengolahan jagung yang juga dari tahun ke tahun semakin mengalami peningkatan. dan ini merupakan hal yang harus di lakukan dengan baik yang tujuan akhirnya akan dapat memberikan kesejahteraan kepada masyarakat yang ada di daerah ini. (wan)



Read more...

Jembatan di Desa Tebedak Segera akan Dapat di Pungsikan

08.09 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
Pembebasan Lahan Sudah Menunggu Pencairan
NGABANG - Setelah sekian lama pembangunan jembatan yang ada di Desa Tebedak Kecamatan Ngabang rampung, akhirnya dalam waktu dekat ini akan dapat di fungsikan. Kepastian ini setelah mengadakan pertemuan dengan pihak masyarakat yang memiliki lahan di areal pembangunan jembatan.
Menurut kepala Bappeda Kabupaten Landak Alfius, S.Sos kepada Kapuas Post Senin (15/06) di ruang kerjanya kemarin mengungkapkan, pada dasarnya setelah melihat dari realita yang ada di masyarakat ternyata tidak ada masalah bahkan masyarakat tidak keberatan sama sekali.

"Sama sekali tidak ada masalah seperti apa yang kita dengar selama ini. bahkan masyarakat menyambut baik pembangunan yang ada di ini," ujarnya.
Menurutnya kondisi yang ada dulu itu hanya semata-mata kuragnya sosialisasi sehingga pihak masyarakat tidak dapat menerima informasi yang sebenarnya. padahal ketika Tim dari Pemda Landak datang di Desa ini tidak ada hal menyatakan bahwa masyarakat di daerah ini menolak atau keberatan.
Ia mengharapkan kedepannya memang ketika akan melakukan pembangunan yang intinya bukan hanya pada pembangunan jembatan semata tetapi juga pada berbagai rencana pembangunan lainnya ini sudah seharusnya Pihak kontaktor atau Tim yang menangani hal ini dapat memberikan sosialisasi yang lebih baik sehingga dapat di mengerti oleh masyarakat.
"Dalam waktu dekat pembebasan lahan ini akan kita lakukan karena sekarang ini kita tinggal menunggu pencairan dananya saja dan ini secepatnya kita lakukan ujarnya.
Selain itu katanya, sarana yang ada memang untuk menunjang kepentingan masyarakat, karena kalau jembatan ini sudahdi pungsikan maka kelancaran arus transportasi yang ada di daerah ini akan dapat lebih mudah dan lancar dan ini juga jelas akansangat mendukung berbagai aktifitas masyarakat. (wan)

Read more...

Bupati Siap Jadi Tameng Rakyat

07.41 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses

Asalkan Rakyat Mau Berkomitmen
NGABANG - Banyak keluh kesah disampaikan masyarakat Kabupaten Landak, dalam pertemuan bersama Bupati Landak DR Adrianus AS, di aula Kantor Bupati Landak Jum’at (12/0), kemarin. Ada diantara mereka menyampaikan dengan raut wajah berkaca-kaca apakah usaha pertambangan emas yang dinyatakan tanpa ijin itu, kedepanya bisa berlaku legal bagi masyarakat. Malah banyak diantara mereka menyatakan pekerja yang ditangkap oleh pihak kepolisian dalam razia penertiban Pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI), adalah orang yang tidak mampu.

Justru, ada beranggapan orang banyak menyatakan mereka dibiaya oleh cukong berduit. Pandangan ini bagi mereka tidak benar semuanya, malah kehidupan orang membiayai pekerja pertambangan itu lebih parah dari anak buahnya. Merekapun mengakui dan sadar, sebenarnya tidak ingin melakukan usaha pertambangan itu, tapi karena terdesak dan tidak ada lagu usaha lain, mau tidak mau kerja pertambangan emaspun dilakukan. Intinya juga mereka meminta kepada pihak kepolisian agar bisa membebaskan saudara mereka yang sudah beberapa minggu ini mendekam ditahanan Polres Landak.
Mendengar cerita yang tulus dari hati mereka itu, sempat membuat hati bupati terhenyak, malah bupati sempat menyatakan dirinya saat ini berada dalam posisi serba salah. Artinya saat itu bupati berada diantara dua kepentingan tersebut dan dua kepentingan itu harus dipenuhi yaitu kepentingan masyarakat dan kepentingan pemerintah. “Makanya saya mencari solusi dan memberikan informasi apa yang telah dikeluhkan masyarakat, dan apa yang dihadapi masyarakat saat ini, secara kemanusiana, hati nurani saya menjerit. Tentunya ini harus dicarai jalan keluarnya, dan mudah-mudahan ada jalan keluar nanti dihasilkan, ” katanya.
Bupatipun mengakui, ia sangat-sangat memahami apa yang dirasakan masyarakat saat ini, terlebih bagi mereka yang dipenjarakan dalam sel tahanan polisi. Untuk mencari solusi ini, kadang bupati setiap hari berpikir dan mencari jalan keluarnya. Namun bupati, kembali lagi menyadari, untuk meraih itu perlu satu proses yang panjang, namun disisi lain urusan perut tidak bisa menunggu, “Semoga dan mudah-mudahan yang menjadi alasan masalah perut itulah sebenarnya masalahnya,” harapnya.
Dalam setiap kegiatan, lanjut Mantan Kadis Pendidikan Landak ini, termasuk berbicara dengan semua wartawan, dirinya tidak pernah melarang masyarakat untuk menambang emas, atau mengambil kayu, tapi ada dua hal yang diminta, pertama bertanggungjawab. Indonesia ada aturan hukum dan itu harus dipahami rakyatnya, termasuk presiden ikut mentaati aturan yang mengikat. Oleh karena itu apapun kegiatan itu harus bertaggungjawab, dan saat ini Pemerintah Kabupaten Landak sedangg menunggu pembahasan Raperda tentang Pertambangan Umum, ini sudah dijaukan ke DPRD Landak. Dan yang kedua masyarakat harus bertanggungjawan terhadap sosial atau manusia yang ada disekitar kegiatan pertambangan.
“Ini satu bukti kami dari Pemerintah Kabupaten Landak peduli dengan masyarakat. Jadi tidak hanya dipikirkan aneka tambang, atau para kolongmerat, tapi kami pikirkan rakyat miskin, sangat-sangat memikirkan antara kepentingan pemerintah dengan kepentingan rakyat,” beber bupati dihadapan Muspida, Camat se Landak, Tokoh Masyarata, dan Tim 10.
Dari sekian banyak ungkapan masyarakat, akhirnya bupati mengambil jalan tengah dan itu bagi dirinya penuh dengan reskio, dan teramat berat. Jika memang ungkapan masyarakat melakukan kegiatan PETI benar benar urusan perut, maupun cukongnya dari orang daerah setempat. Bupati menegaskan, berani menjadi temang untuk kepentingan masyarakat, dan resikonya akan berhadapan dengan penegak hukum, jika memang masyarakat tidak ada niat untuk berkomitmen.
“Komitmen itu seperti yang saya katakana sejak awal, tadi salah satunya mau bertanggungjawab,” ucap bupati seraya meminta agar ada data yang rill, berapa luas daerah di Kabupaten Landak, warga menambang emas. Bupati juga yakin, jika masyarakat benar-benar menjalankan dua komitmen itu, polisi kedepan tidak akan pernah melakukan razia PETI. “Itupun harus ada imbal baliknya, masyarakat jangan haya meminta, tapi tidak mau memberi,” tegasnya. (wan)



Read more...

Pasca Aksi Demo Pekerja Pertambangan di DPRD Landak

07.03 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses

Pemda Nyatakan Siap Melakukan Pertemuan 12 Juni
NGABANG- Aksi demo yang dilakukan 700 an warga dari tiga kecamatan (Kuala Behe, Air Besar (Serimbu, red) dan Ngabang) Selasa (09/06) di gedung DPRD Kabupaten Landak. Menghasilkan perkembangan, dimana pihak Pemerintah Kabupaten Landak, telah menyatakan kesiapan untuk melakukan pertemuan masyarakat yang berasal dari masyarakat pekerja pertambangan emas. “Semula pertemuan dengan warga itu pada hari Kamis tanggal 11 Juni 2009. Ternyata dibatalkan, oleh Sekda Landak, pertemuan disiapkan pada hari Jum’ at tanggal 12 juni 2009,” kata ketua Tim 10 Abi Kusno Borneo, melalui Wakil Ketua Asnawari, SP, kepada wartawan Kapuas Post, kemarin di Ngabang.

Pertemuan itu, katanya, dimulai sekitar pukul 09.00 wib, di aula kantor Bupati Landak, dimana pertemuan ini, bersama seluruh warga yang berpropesi bertambang di tiga kecamatan. “Besok, saya datang ke kantor bupati, untuk mengambil undangan, saya juga minta kepada wartawan tolong meliput kegiatan ini,” katanya. Ia juga mengatakan dalam pertemuan nanti, diharapkan supaya pemerintah dapat memberikan solusi terhadap rakyat, terutama rakyat yang menekuni pertambangan emas. Termasuk juga masalah perkayuan yang kita minta ada solusi,” katanya.
Untuk mengeceka kepastian ini, wartawan Kapuas Post, langsung mengontek ajudan Bupati, yang mana menerangkan, pertemuan dengan warga tentang pertambangan positif dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 12 Juni 2009. “Pertemuan itu dilaksanakan pada pada pukul 09.00 wib,” tegas Bambang. (wan)
Sementara itu, Syaiful tokoh masyarakat Kecamata Mandor menyatakan dua hari usai kejadian anarkis warga terhadap kantor Polsek Mandor keadaan aman kondusif. Masyarakat sudah seperti biasa melaksanakan aktivitasnya sehari-hari, seperti berdagang, pergi ke kantor, pelajar pergi kesekolah. “Kita harapkan Mandor selala aman dan tentram,” katanya.
Disinggung apakah ada pertemuan warga Mandor dengan Bupati Landak? “Soal penjadwalkan pertemuan dengan warga Mandor, selama ini kita belum ada Kabar. Kita tunggu kesanggupan beliau kapan sempatnya, jika kata pak bupati sebulm kita tungulah sebulan, karena Pemerintah Kabupaten Landaklah yang bisa menyelesaikan masalah ini,” kata Syaiful.
Untuk menyelesaikan masalah pertambangan emas ini, sama halnya dengan ungkapan Asnawari, pemeritah Kabupaten Landak bisa memberikan solusi yang baik. Kemudian bila Pemerintah Kabupaten landak tidak memberikan kejlasam dari UU No. 4 tahun 2009 tentang Pertambangan mineral dan batu bara, maka masyarakat akan binggung. “Tolonglah kepada pemerintan, bisa ada solusi, agar rakyat bisa menikmati sumber alam yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa. Masyarakatpun tidak ingin dijerat dengan hukum yang tidak jelas. Kepada pihak terkait dalam hal ini Dinas Pertambangan dan Energi, jangan dibiarkan masyarakat diadu dengan aparat penegak hukum,” katanya. Bagaimana dengan tindakan polisi dalam menertibkan PETI di Kabupaten Landak? Ia menegaskan justru tindakan polisi cukup positif melakukan operasi PETI sesuai dengan perintah atasan, kemudian juga yang ada dilapangan, ia rasa sah-sah saja. “Yang kita pertanyakan apakah nyambung dari pihak terkait seperti aparatur desa, Dinas Pertambanan dan Energi, dengan Pemda Kabupaten Landak. Selama ini, seolah-olah dimata masyarakat, polisi itu tidak ada koordinasi dengan pemerintah daerah. Kita harapkan kedepan tidak terjadi lagi kejadian anarkis yang merugikan paslitar kantor milik polisi, terutama masyarakat Kabupaten Landak umumnya, dan Kecamatan Mandor khsusunya,” tegasnya. (wan),




Read more...

Kawasan Serimbun Dapat Jadi Percetakan Sawah Bertarap Modern

06.57 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG - Kawasan lahan persawahanyang ada di daerah Desa Tebedak kecamatan Ngabang Kabupaten Landak khususnya di Serimbun yang mencapai 1200 Hektar dapat di jadikan kawasan persawahan yang lebih baik kendati kawasan ini, selain memiliki Potensi kawasan yang satu hamparan juga di dukung sumber air yang tidak akan kering lataran kawasan tersebut di belah oleh sungai yang memiliki lebar sekitar 6 meter.
Hanya saja, menurut penuturan Ramli PPL Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak kepada Kapuas Post selasa (10/06) kemarin mengungkapkan, kalau di lihat dari kondisi yang ada sekarang ini memang kawasan ini masih sangat perlu akan di garap dengan menggunakan alat berat lataran kawasan lahan ini sudah berubah menjadi hutan sehingga perlu di bentuk kembali.

"Saya pikir kalau hanya menggunakan sistem manual yang artinya akan menggunakan tenaga dari masyarakat. mungkin ini akan sulit akandi lakukan. apalagi lokasi ini memang sudah berstatus hutan,"ujarnya.
Sehingga kalaupun hal ini akan di lakukan maka seraya katakan memang harus di lakukan dengan menggunakan alat berat baik Buldoser maupun Esxafator sehingga lahan yang ada di daerah ini dapat di buka dengan cepat. selain itu di lihat dari kondisi rill yan ada di lapangan lahan yang ada dfi daerah ini memang cukup memiliki potansi di mana lahan yang di belah oleh sungai ini akan memberikan warna tersendiri bagi petani untuk mengelola persawahan yang ada di daerah ini.
"ya hal ini memang harus ada campur tangan apakah Pemda maupun Investor yang juga membantu mengelola daerah ini. sebab kalau tidak saya rasa sulit,"ujar stap kantor BPPKP Kabupaten Landak ini.
karena kalau di lihatdari letak dan kondisi lahan yang ada, daerah serimbun yang ada di Desa Tebedak dapat di jadikan Marowi yang ada di Landak. tetapi daerah ini bukan di bangun bendungan seperti Marowi tetapi cukup menata tepi sungai dan saluran air sungai yang membelah lahan persawahan ini.
"Kalau Pemda Landak ingin Landak ini menjadi lumbung Padi, potensi Serimbun ini yang memiliki kelebihan dari daerah lain kenapa tidak di bangun. dan ini saya pikir sudah pasti berhasil karena sudah di dukung oleh sumber air yang berasal dari sungai yang ada,"paparnya.
Hanya saja katanya, kalau saja dalam pembangunan persawahan ini memerlukn kerja sama dengan Investor maka hal ini harus jelas yang artinya kerja sama yang bagai mana. karena bagaimanapun dalam kegiatan ini, peranan Pemerintah daerah mutalak sangat du butuhkan.
Namun yang paling utama dalam kegiatan pembangunan ini adalah, bagaimana sikap masyarakat yang ada di daerah ini. kendati ungkapnya hal ini harus ada kebersamaan baik antara pemerintah Investor dan masyarakat.
"ke-3 pilar ini memang tidak bisa di lepaskan. karena inilah kunci utama yang harus di benahi. untuk itu saya berharap agar potensi lahan yang ada di daerah ini juga dapat di lihat oleh pemda sehingga ke depannya dapat di lakukan pembangunan demi kemajuan dan daerah," pintanya. (wan)




Read more...

Masyarakat Panji Tolak PT. CMI

06.50 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG - Keinginan pihak perusahaan PT. CMI (Citra Mulia Inti) untuk membuka perkebunan kelapa sawit di Dusun Panji dan Dusun Napal Desa Bagak kecamatan Banyuke Darit Kabupaten Landak, ternyata mendapat penolakan dari masyarakat yang ada di daerah ini. hal tersebut di karenakan banyak hal yang tidak sesuai dengan keinginan masyarakat sehingga permohonan dari pihak perusahaan di tolak oleh masyarakat. Kepada Kapuas Post Badinarta Tokoh Masyarakat Dusun Panji mengungkapkan, penolakan tersebut idi karenakan ada beberapa alasan yang tidak sesuai dengan keinginan dan dalam penyusunan peta maupun hal yang berkaitan dengan masyarakat , ternyata masyarakat juga tidak di libatkan.

"Kami menolak perusahaan ini sesuai dengan permohonan ijin perkebunan kelapa sawit yang ajukan oleh PT. CMI dan kami sudah menanda tangani penolakan tersebut," ujarnya.
Seraya juga mengatakan, bahwa masyarakat yang ada di dua dusun ini juga mencabut rencana perusahaan untuk membangun perkebunan kelapa sawit di daerah ini. di katakannya, adapun alasan mengenai penolakan tersebut adalah di mana dalam pembuatan Peta lokasi pihak perusahaan tidak melibatkan masyarakat, serta juga di nilai sudah merugikan masyarakat, sehingga masyarakat berkesimpulan pihak masyarakat selalu di bohongi. Sedangakan pada poin yang ke-5 masyarakat berharap kepada setiap investor atau pihak perusahaan yang ingin berinvestasi di daerah ini haruslah mempunyai keseriusan dan harus melibatkan masyarakat maupun pihak Desa.
"Yang kita inginkan inikan perusahaan yang serius dalam mengelola usahanya. kitakan tidak mau selalu di bohongi saja. kita sadar kalau tujuan kehadiran perusahaan ini adalah agar masyarakat kitayang ada dapat lapangan kerja,"paparnya. sehingga dari keinginan seperti ini maka masyarakat juga sudah melakukan pertemuan membahas penolakankehadiran perusahaan ini. Selain kata pria tegas ini, pihaknya juga sudah memberikan tembusan surat kepada pihak terkait. sehingga ke depannya pihak masyarakat tetap berharap agar pihak perusahaan harus serius memabangun perkebunan yang intinya dapat bekerja sama dengan masyarakat mulai dari proses awal sampai produksi harus seiring sehingga dapat meningkatakan kesejahteraan masyarakat setempat. (wan)




Read more...

Akibat Penertiban PETI di Kecamatan Mandor

08.14 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses

Warga Ngamuk Lempari Polsek Pakai Batu
MANDOR – Ketenangan warga Kecamatan Mandor, Senin (08/06/09) pukul 20.30 Wib mendadak terjaga. Pasalnya, ratusan warga dari Mandor melakukan kegiatan anarkis terhadap Polsek Mandor. Terbukti kaca depan kantor Mapolsek Mandor, hacur berantakan, sedangkan anggota dan keluarga yang tidak terlalu banyak itu, dengan sangat terpaksa pada malam naas itu harus menyelamatkan diri. Akibat peristiwa ini, orang nomor satu di jajaran Polri Kalbar, yaitu Kapolda Kalbar, bersama Danrem turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Mapolsek Mandor.

Informasi yang dihimpun menyebutkan awal kejadian setelah terjadi razia Pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) di daerah Tanah Rantak dan Pasiran Kecamatan Mandor, pihak keamanan tidak menemukan alat-alat pertambangan. Namun pihak kemananan hanya menemukan warung dan pondok kecil milik pekerja pertambangan, dibakar. Setelah dari pihak keamanan keluar dari lokasi, para pekerja pertambangan kecewa melihat pondok mereka sudah hancur berantan. Dari kejadian itu, sekitar pukul 20. 30 wib, masa mulai ramai, dan langsung menuju Mapolsek Mandor, dan tanpa direncanakan tiba-tiba kaca kantor Mapolsek Mandor pecah dilempari masa yang berjumlah sekitar 400-500 orang tersebut. Masuk pukul 22.30 wib, ada kabar Kapolda Kalbar menuju Mapolsek Mandor guna mencari solusi.
Mendapat kabar ini tentu warga sepat tenang, karena orang nomor satu di jajaran Polri di Kalbar ini, akan memecahkan persoalan yang dihadapi para pekerja pertambangan. Yang dinanti-nati, tak kunjung datang, akhirnya Kapolda datang sekitar pukul 00.30 wib. Dalam kejadian itu terlihat warga berdesak-desakan untuk melihat secara dekat kejadian itu, dan ternyata dari sekian ratusan warga itu, tidak semunya dari warga Desa Mandor.
Melihat kenyataan ini, terjadi perpecahan dua kubu, dari asli Desa Mandor dan kubu lainnya dari bukan warga Desa Mandor. Pihak-pihak tokoh masyarakat Desa Mandor, tidak terima melihat kenyataan itu, akhirnya penduduk asli Desa Mandorpun melakukan perlawan terhadap orang yang bukan penduduk asli Desa Mandor, dan akhirnya kubu yang melakukan anarkis mereka mundur teratur. Padahal orang-orang asli warga Desa Mandor, ingin datang ke Mapolsek Mandor, menyampaikan spirasi dan tidak melakukan kegiatan anarkis. Kenyataan dilapangan, malah pihak-pihak luar memperkeruh suasana pada malam itu. Selang beberapa lama kemudian sekitar pukul 01. 30 wib, rombongan Kapolres Landak, tidak langsung di Polsek, Kapolres terhenti di dekat bukit Suharto (penghijauan), karena banyaknya masa.
Sesampai di Polsek Mandor, tidak lama kemudian datang Kapolda bersama Danrem. Bahkan dalam pertemuan singat itu, tidak ada jalan keluar bisa diambila para penentu kebijakan tersebut. Mungkin dalam menyikapi masalah perlu baik Kapolda bersama Danrem, mencari langkah-langkah yang kongrit, sehingga masyarakat maupun pekerja pertambangan bisa hidup aman dan damai.
Sementara itu ketika dikonfirmasi Kapuas Post, Selasa (09/06), kemarin di Ngabang, Kapolres Landak AKBP Drs. Tony EP Sinambela, M.SI, menyatakan tidak terjadi pembakaran di lokasi pekerja PETI. Justru kebanyakan warga tidak memahami penegakan hukum terhadap pelaku PETI. Termasuk di cagar alam, sudah dilakukan sosialisasi 3 kali, Kecamatan Menjalin, maupun kecamatan lainnya.
Padahal pihak polisi sudah melakukan sosialisasi selama lima hari, dan setelah itu baru dilakukan penegakan.
“Tidak ada pembakaran pondok, apalagi pengerusakan milik penambang, semua itu tidak benar, apalagi suara penembakan,” kilah Kapolres seraya mengakui kedatangan Kapolda sambil melihat solusi apa yang terbaik dalam penegakan PETI di Kalimantan Barat . (wan)




Read more...

Warga 3 Kecamatan Demo DPRD Landak

08.09 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses

Minta Kegiatan Pertambangan Tetap Lakukan
NGABANG – Sekitar 700 an masa dari tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Kuala Behe, Kecamatan Air Besar dan Kecamatan Ngabang. Selasa (09/06), kemarin pukul 10. 00 wib, mendatanggi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Landak. Kedatangan warga yang mengunakan mayoritas ratusan kendaran roda dua, ditambah beberapa buah truck, dan kendaraan pribadi. Sebelum masuk di pintu gerbang DPRD Landak, dikawal mobil patroli Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Landak, dan perlahan lahan masa memakir kendaraan mereka. Bahkan mobil Dalmas bersama anggota sudah sejak pukul 80.00 wib bersiap siaga menunggu kedatangan massa. Kedatangan masa ini disambut oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Landak Klemen Apui, S.IP. tidak ber, selsenag beberapa lama, masuklah perwakilan dari 3 kecamatan itu, dari pantuan Kapuas Post, sekitar hamipr 30 an orang masuk di ruang rapat DPRD Kabupaten Landak. Dihadapan warga, Klemen Apui saat itu didampinggi Suparman, dan Catarina Yulianti, SP. Sangat disayangkan komisi yang membidanggini masaah ini yaitu Komisi C, pada pertemuan dengan warga tidak seorang pung hadir. Kebanyakan dari mereka saat ini sedang mengikuti kegiatan luar di Kalimantan Barat.

Salah seorang Juru bicara (Jubir) Asnawari, SP, menyatakan adapun semboyan warga yang datang di DPRD Kabupaten Landak adalah “Hidup atau mati demi perjuangan keadilan dan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945”. Dan tuntutan mereka ada dua masalah, yaitu tentang pendulang emas dan intan, dan masalah kedua tentang pekerja kayu. “Masalah mendulang emas dan intan adalah adalah mata pencarian kita sejak jaman nenek moyang dahulu kala. Maka dari itu kami mengusulkan kepada Pemerintah Kabupaten Landak melalui Dinas Pertambangan dan Eergi mengatur masalah pertambangan sebagaimana mestinya, agar rakyat bisa bekerja dengan rasa tenang dan nyaman dan bukan wewenang polisi main tangkap kepada warga kita,” katanya.
Ia juga menegaskan pihak polisi tidak boleh main tangkap, yang merupakan kegiatan pencarian masyarakat, dan masalah limbah pertambangan yang dikhawatirkan kehidupan masyarakat, pihak Pemda Landak perlu mencari solusinya. Tuntutan lainnya, Kabupaten Landak dikenal sebagai kota Intan, maka dari itu polisi jangan main tangkap pekerj pertambangan, karena tindakan itu tidak terpuji dan itu boleh dikatakan unsur pemerasan. “Jadi dimana semboyan itu harus ditempatkan,” katanya seraya mengatakan karena selama ini polisi bukan membina, mengayomi malah sebaliknya. Maka dari itu kami tidak suka dengan tindakan aparat penegak hukum, karena sudah merugikan masyarakat banyak.
Kemudian Alumnus Untan ini, menyampaikan masalah pekerja kayu, dimana diminta kepada kapolres untuk segera menghentikan penangkapan kayu milik masyarakat karena tidak melalui prosedur berlaku. Seharusnya yang menyatakan kayu-kayu dibawa illegal loging itu adalah Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Landak. Bahkan kayu merupakan pekerjaan sejak nenek moyang kami, tapi jika kayu terus ditangkap, maka membunuh mata pencarian masyarakat Landak yang miskin. Itukah yang dikatakan penegak hukum, tegasnya.
Mereka juga meminta semua kayu-kayu yang ditangkap polisi, segera mungkin dikembalikan kepada yang punya, dan tapa diproses. Diakhir penyampainannya, Asnawari menyatakan penanggungjawab unjuk rasa Koordiantor Kecamatan Kuala Behe Lahen Santoso, Kecamatan Kuala Behe Asnawari, SP, Kecamatan Air Besar Rogen, dan Kecamatan Ngabang Ekus.
Ia juga menyampaikan sebenarnya pada tanggal 15 Juni 2009, akan dilakukan pertemuan dengan “Tim 10” dengan DPRD Kabupaten Landak. Dimana dalam pembahasan ini masih menyangkut kegiatan pertambangan dan kayu di Kabupaten Landak. Tim ini, katanya mewakili tiga kecamatan, yaitu Kuala Behe, Air Besar dan Ngabang. Hal yang sama juga dikatakan Jubir lainnya, Luter, meminta kepada pihak DPRD Landak, Pemda maupun Polisi, bahwa mereka mulai besok tetap melakukan kegiatan pertambangan.”Karena apa, warga sudah sekitar 2 minggu tidak mendapat uang, makanya mereka meminta untuk melakukan pekerjaan semula,” kata Luter.
Sementara itu, Klemen Apui menyatakan jika pihak warga meminta ada kelonggaran terhadap kegiatan pertambangan, apalagi mulai besok mereka melaksanakan kegiatan pencarian emas. “Jika itu sudah menjadi komitmen warga, yah kita mintalah supaya kepada pihak terkait untuk bisa memberikan kebijakan dalam solusi jangka waktu pendek, sambil menunggu regulasi yang akan dilakukan pemerintah bersama pihak-pihak terkait lainnya,” katanya.
Kalaupun mereka juga meminta supaya teman-temanya dilepas dari tahana Polres Landak, itu adalal hak polisi bukan hak DPRD Landak. “Pertemuan kembali bersama Bupati, pada tanggal 11 Juni 2009, kata Pak Abi Kusno,” ungkapnya.
Disinggung tentang Raperda pertambangan? Dia menyatakan hingga saat ini DPRD Landak belum membahasnya “Kalau tidak salah namanya Raperda Pertabangan Umum,” katanya.
Warga Serbu Mapolres Landak
Usai melakukan pertemuan dengan anggota DPRD Kabupaten Landak, masa berangsur mulai meninggalkan gedung dewan dan masa menuju Mapolres landak. Mereka disana ingin supaya Kapolres membebaskan semua pekerja pertambangan yang sudah ditahanan sejak beberapa minggu lalu, dan menyatakan akan tetap melakukan pertambangan, kendati polisi sudah selesai melakukan razia PETI. Sebelum masuk, kedua sisi pintu di Mapolres Landak sudah dijaga aparat keamanaan, hanya beberapa perwakilan saja diperbolehkan.
Kapolres Landak AKBP Drs. Tony EP Sinambela, M.Si menyatakan permintaan warga untuk melepaskan para pekerja pertambangan tidak bisa. Karena fungsi polisi disini adalah untuk mengatar proses penyidikan dan sampailah ke pengadilan. “Peraturanya sudah jelas, selama ini kami sudah melakukan sosialisasi, yang tidak setuju sudah pasti yang tidak datang,” katanya.
Sedangkan permintaan warga mereka tetap melaksanakan kegiatan pertambangan, secara tegas Kapolres menyatakan tidak akan pernah keluar kata-kata dari mulutnya untuk mengijinkan kegiatan pertambangan. “Sebagai penegak hukum, saya harus tegas, dan itu yang harus saya katakan kepada warga, saya tidak mengijinkan kegiatan pertambangan,” imbuhnya. (wan)

Read more...


Powered by www.tvone.co.id