Perayaan Cap Go Meh digelar di Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Perayaan ini dimeriahkan dengan atraksi ketangkasan oleh Tatung. Tatung adalah orang yang dirasuki roh dewa atau leluhur
Acara Robo-robo SMP Negeri 2 Ngabang
Bupati Landak DR Drs Adrianus AS MSi, berhasil menerima penghargaan kategori Program Peningkatan Beras Nasional (P2BN) tahun 2008
Bupati Landak DR Drs Adrianus AS MSi menyerahkan penghargaan kepada pemenang Bujang Dara dalam Festival Budaya Landak tahun 2008
POST-DESCRIPTION-HERE
Kabupaten Landak tahun 2009 akan segera membangun stadion sepak bola

KANTOR BUPATI KABUPATEN LANDAK

Foto kantor bupati kabupaten Landak
IMAGE-TITLE-HERE

PERAYAAN CAP GO MEH

Perayaan Cap Go Meh digelar di Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Perayaan ini dimeriahkan dengan atraksi ketangkasan oleh Tatung. Tatung adalah orang yang dirasuki roh dewa atau leluhur
IMAGE-TITLE-HERE

RIAM MANANGAR

Riam Manangar merupakan slah satu obyek wisata di Kabupaten Landak
IMAGE-TITLE-HERE

BUPATI LANDAK DALAM PANEN RAYA

Bupati Landak DR Drs Adrianus AS MSi, berhasil menerima penghargaan kategori Program Peningkatan Beras Nasional (P2BN) tahun 2008
IMAGE-TITLE-HERE

1 Tahun Lagi Landak Tidak Merasakan Buah Durian

NGABANG- Maraknya penembangan kayu Durian tanpa pengntroalan dari pihak terkait, membuat khwatir Pemerintah Kabupaten Landak. Terhadap kelangsungan hidup pohon Durian beberapa tahun mendatang, ...

7 Tersangka Pengerusakan Mapolsek Mandor Siap Ditangkap/a>

NGABANG- Kapolres Landak AKBP Drs Tony EP Sinambela M.Si menyatakan 7 tersangka dalam kasus pengerusakan Mapolsek Mandor, berinisial Jl, Sr, CC, Ln, Ay, Mr dan Al. Terindikasi kuat dalam pengerusakan, berdasarakan keterangan para saksi.....

Pelajar Harus Meraih Prestasi Setinggi-Tingginya

NGABANG – Pembangunan olahraga merupakan bagian integral dari pembangunan manusia Indonesia seutuhnya yang diarahkan pada peningkatan kesegaran jasmani, mental, dan rohani untuk pembentukan waktak, kepribadian, ...

Siap Mendulang Emas

Siap Mendulang Emas TEKAD untuk meraih prestasi yang paling tinggi, terpacar pada 13 atlet Kempo Kabupaten Landak. Mereka ingin meraih prestasi pada Kejuaraan Kempo Kalbar di Kabupaten Sintang 25-26 Juni 2009, sama dengan hasil di Porprov tahun 2006 ...

Buka Kantor Cabang Pembantu

17.06 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses

KETATNYA persaingan dunia perbankkan di tanah air. Tidak heran para pelaku bank melakukan trobosan guna mengaet nasabahnya. Kali ini, bank kepercayaan rakyat Indonesia, yaitu Bank rakyat Indonesia akan membuka layanan di Ngabang, artinya Ngabang tidak lama lagi akan dibuka Kantor Cabang Pembantu BRI Ngabang. “Mudah-mudahan tahun 2008, BRI akan membuka kantor barunya di Tungkul, yaitu Kantor BRI Cabang Pembantu Ngabang,” ungkap Kepala BRI Cabang Sanggau, melalui Kepala Unit BRI Ngabang Suhendri, kepada Kapuas Post, kemarin.
Keberadaan kantor baru ini, satu tingkat lebih tinggi diatas kantor unit seperti yang ada di Ngabang. Levenyapun untuk kredit pada pinjaman lebih tinggi. “Bila kehadiran kantor baru ini nantinya lebih baik, bukan tidak mungkin akan dijadikan kantor cabang penuh,” harapnya. (wan)

Read more...

Kabupaten Landak Terjadi Kelangkaan Pupuk

17.05 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG – Kelangkaan pupuk yang terjadi akhir-akhir ini di Kabupaten
Landak ternyata bukan hanya membuat gerah para petani saja tetapi juga
termasuk pihak dinas pertanian Kabupaten Landak. Kendati pupuk merupakan
sesuatu yang sangat di butuhkan oleh para petani terutama untuk
meningkatkan hasil produksi pertanian yang di usahakan oleh
masyarakat. “Kalau pupuk langka seperti ini bagaimana bisa kita berbicara
untuk meningkatkan hasil pertanian kita yang ada dan hal seperti ini
tidak bisa di biarkan begitu saja dan harus ada tindakan yang mengarah
pada apa penyebab kelangkaan tersebut,” kata Ir. Pa’du Palimbong, Kepala
Dinas Pertanian Kabupaten Landak, jawabnya kepada Kapuas Post, Kamis
(26/06), kemarin.
Menurutnya dengan kelangkaan pupuk tersebut terutama pada pihak yang
menangani masalah tersebut aga segera mengambil tindakan yang tegas
kepada orang-orang yang mempermainkan penyaluran pupuk yang seharusnya
sampai pada para petani. Apalagi menurutnya dengan sengaja menyimpan
pupuk dan di jual dengan harga yang tertinggi, sehingga selain dengan
adanya hal tersebut maka terjadi kelangkaan dan harga yang tidak
terjangkau oleh petani. Selain itu seraya tegaskan agar Pemerintah
propinsi dan Daerah dapat mendesak produsen pupuk yang ada agar dapat
melakukan penyaluran pupuk dengan baik sehingga tidak terjadi penyalah
gunaan dan tidak sampai pada tingkat petani. “Sebenarnya setiap daerah
itukan sudah ada kouta masing-masing dan inikan sudah sesuai dengan
kebutuhan pupuk yang di perlukan oleh masyarakatdan produsen pupuk harus
menyalurkan sesuai dengan data yang ada sehingga bagaimanapun juga harus
di desak oleh pemerintah. Baik pemerintah propinsi dan daerah harus
mendesak PT.Pusri dan Petro Kimia sebagai produsen pupuk bersubsidi
untuk benar-benar menyalurkan pupuk,” ungkapnya.
Untuk itu apapun alasannya desakan terhadap produsen pupuk harus segera
di lakukan apapun alasannya, karena memang sudah merupakan satu
kewajiban dari produsen pupuk untuk menyediakan pupuk bagi para petani.
Apalagi, menurutnya sesuai dengan peraturan Gubenur No 09 Tahun 2008
tentang kebutuhan pupuk dan harga-harga tertinggi yang juga sudah di
atur dalam peraturan tersebut. sehingga dengan demikian apa yang terjadi
pada saat ini terutama mengenai masalah kelangkaan pupuk khususnya di
Kabupaten Landak seraya berharap agar Dinas pertanian Propinsi dapat
segera menangani masalah ini. “persoalannya sekarang adalah produsen
pupuk tidak bisa menyediakan pupuk itu sesuai dengan kouta yang ada
dengan alasan transportasilah bahkan dengan alasan yang tidak jelas dan
inikan tidak bisa di biarkan karena kewajibannya ya harus di
laksanakan,”ungkapnya.
Sedangkan mengenai perlu atau tidak pihak produsen pupuk mengecek
langsung di lapangan, seraya kembali menegaskan, memang hal tersebut
bisa saja tidak adanya penyaluran di pasaran maupun pada tingkat
kelompok tani. Hal tersebut terbukti dengan tidak tersedianya pupuk di
pasaran sudah dapat menguatkan bahwa memang penyaluran pupuk tidak di
lakukan. Kalaupun ada tersedia tentu untuk mendapatkan pupuk tersebut
pasti akan mengalami berbagai macam halangan. “Menurut saya pengawasan
pemerintah propinsi yang dalam hal ini dinas pertanian propinsi dan
Disprindagkop harus betul-betul memperhatikan masalah ini karena hal ini
adalah kebutuhan utama para petani yang ada di daerah ini khususnya di
Kalbar,” harapnya.
Dikatannya, dengan adanya kelangkaan pupuk yang terjadi saat ini sudah
jelas ada yang dengan sengaja mempermainkan tanpa memikirkan kepentingan
kepentingan orang lain dengan sengaja menampung dan menggantikan peking
dari yang bersubsidi dengan peking lain sehingga kalaupun ada harganya
sudah tidak terjangkau oleh para petani. Dan kalau ada orang-orang yang
seperti ini, menurut saya tidak ada pilihan lain dan harus di tindak
tegas,” ungkapnya. Namun hal tersebut bukan hanya di lakukan pada oknum-
oknum lain saja tetapi termasuk pada penyalur-penyalur pupuk resmi dari
PT.Pusri dan Pertro kimia yang tidak melakukan penyaluran sesuai dengan
kouta yang ada. Sedangkan untuk komisi pengawasan pupuk dan pestisida
propinsi juga harus segera melakukan pengawasan sehingga tidak bisa
hanya sekedar dengan upaya tetapi harus di tindak lanjuti dengan
kegiatan pengawasan terhadap distributor-distributor terhadap PT.Pusri
maupun Petro kimia. Karena bukan hal yang mustahil kejadian seperti ini
di lakukan peralihan atau di jual di tempat lain oleh para distributor
karena tidak ada yang mengetahui. “Ini bisa saja terjadi Misalnya yang
khusus di salurkan ke Kabupaten Landak ternyata di salurkan ke petani di
tempat lain inikan bisa terjadi dan ini masih bagus tapi kalau bukan
pada petani misalnya di pabrik kan jelas tidak tepat sasaran,” paparnya.
Menurutnya upaya untuk mengatasi permasalahan kelangkaan pupuk yang
terjadi saat ini memang di harapkan harus ada tindakan yang di lakukan
oleh pemerintah propinsi.
Pihaknya juga mengakui tidak mengetahui apa permasalahan yang terjadi dengan kedua prudusen pupuk bersubsidi yang ada, menyebabkan terjadi kelangkaan pupuk. tetapi yang jelas pihaknya mengetahui kedua produsen pupuk tersebut harus memenuhi kebutuhan pupuk bagi para petani sesuai dengan quota yang ada pada setiap daerah. (wan)

Read more...

Dinkes Dan Perindagkop Harus Ection Lapangan, Menyikapi Temuan BPOM

17.03 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG- Dinas Kesehatan dan Dinas Perindagkop Landak diminta melakukan tindakan tegas bagi para pelaku penjual jamu tradisional mengandung bahan kimia berbahaya. Padahal telah beredar peringatan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM-RI) bernomor KH.00.01.143.2772 tanggal 2 Juni 2008 tentang Obat tradisional mengandung bahan kimia obat. “Sudah sepantasnya dua instani terkait ini melakukan tindakan tegas, seperti menarik 54 ienis jamu berbaha itu,” kata Marsudi, salah seorang warga Ngabang, kemarin.
Dikatakannya, dua instai terkait itu juga wajib menegaskan menindaklanjuti melarang peredaran 54 item produk obat tradisional (jamu) di wilayahnya.
Ke-54 produk jamu tersebut, berdasar pengujian laboratorium, tercatat bahwa selain bermasalah dengan nomor registerasi yang dipalsukan ternyata sebagian terbukti mengandung bahan kimia obat keras (BKO) yang sangat berbahaya bagi tubuh.
Lebih jauh dikatakannya hasil pengawasan obat tradisional dengan metode sampel dan pengujian laboratorium selama tahun 2007, obat-obat tradisional itu mengandung bahan kimia obat keras seperti Sibutramin Hidroklorida, Sildenafil Sitrat, Siproheptadin, Fenilbutason, Asam Mefenamat, Prednison, Metampiron, Teofilin, dan Parasetamol yang besarnya tidak sesuai dengan dosis terapi.
Produk-produk obat yang mengandung bahan kimia obat itu diproduksi oleh produsen obat tradisional di Kuningan, Tangerang, Solo, Surabaya, Cilacap, Banyuwangi, Semarang, Jakarta, Banyumas, Bogor, dan Magelang serta produsen obat di China.
Kandungan Zat Kimia 54 Merek Obat Tradisional
1. Fenilbutason
Ditemukan dalam obat tradisional merek Pacegin Kapsul Alami, Jasa Agung 2 serbuk, Jawa Dwipa Cap Daun Sambiroto, Pegal Linu + Asam Urat Cap Burung Glatik serbuk, tablet Asam Urat Pegal Linu Chikungunya, dan Sinar Manjur SMR serbuk. Kemudian pada obat Runrat tablet, Ramuan Shin She kapsul, Sumber Sehat Perempuan serbuk, Sumber Sehat Ambeien serbuk, Asam Urat Flu Tulang Cakra Wijaya, Dewa Ampuh Serbuk, Purba Sentosa Pegal Linu, Asam Urat Pegal Linu serbuk, Ramuan Manjur Pas Flu Tulang serbuk, Fong Se Wan kapsul, dan Asam Urat Flu Tulang Cap Onta Mas kapsul.
2. Siproheptadin
Pada obat merek Neo Gemuk Sehat merek F. Munir dan Ganodherma Capsule, bahan Teofilin dalam obat Cakra Sehat Sesak Nafas serbuk dan Sesak Nafas serbuk, Asam mefenamat dalam Chuifong Toukuwan pil, serta Metamphiron dalam obat Serbuk Dewa, Kharisma Sehat Pria dan Wanita serbuk, Sumber Urip Pegal Linu serbuk, Asam Urat (flu tulang) Akar Sewu serbuk dan Jaka Suna Gemuk Sehat serbuk
3. Sibutramin hidroklorida
Terkandung dalam obat pelangsing Sela kapsul dan Langsing Ayu Sing Ayu kapsul serta Sildenafil sitrat ditemukan terkandung dalam obat kuat Ajib kapsul, Kamasutra kapsul, Pria Dewasa Ocema kapsul, Golden Herbal kapsul, Obat Kuat dan Tahan Lama Ratu Madu Plus kapsul, Zestos kapsul dan Obat Kuat dan Tahan Lama Bulan Madu
4. Parasetamol
Konsentrasi tak sesuai dosis terapi ditemukan dalam obat Asam Urat Flu Tulang Cap Onta kapsul, Ramuan Cina kapsul, Sari Bunga Segar Bugar serbuk, Sehat Sentosa Gemuk Sehat serbuk, Serbuk Halus Asam Urat, Serbuk Segar Asam, Super Abad 21 Asam Urat Flu Tulang (Walet) serbuk, Flu Tulang Pegal Linu Puspita Surya serbuk, cap sarang Walet serbuk, 26 Sakit Pinggang kapsul, Sari Jagad Manjur Asam Urat kapsul,dan Dua Putri Bayan (Asam Urat) kapsul. (wan)

Read more...

Perencanaan HGU Harus Sesuai Aturan

17.00 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG – Pengajuan HGU (Hak Guna Usaha) yang akan di ajukan oleh setiap
perusahaan yang ada hendaknya di lakukan pada lahan yang sudah di
bebaskan atau lahan yang sudah di kelola, namun bukan pada lahan
masyarakat yang belum di bebaskan. Kendati rencana meng- HGU kan lahan
yang melibatkan lahan masyarakat yang belum di bebaskan dengan
sendirinya akan menciptakan masalah baru dengan masyarakat yang ada di
sekitar areal perusahaan. “Karena aturan main perencanaan HGU itu sudah
jelas. Bahwa lahan-lahan yang bisa di ajukan dalam perencanaan HGU
adalah lahan yang sudah di bebaskan atau lahan yang sudah di
kelola,”kata Vinsensius Kabid Perkebunan Dishutbun Kabupaten Landak
kepada Kapuas Post, Jum’ at (27/06), kemarin menanggapi permasalahan PT. DLP
dengan masyarakat beberapa waktu lalu.
Menurutnya dari pihak eksekutif yang secara khusus menangani
masalah perkebunan yang ada di Kabupaten Landak, mensikapi rencana HGU
yang akan di lakukan oleh pihak DLP tidak sesuai dengan prosodur untuk
itu seraya menyarankan, terutama pada pihak PT. DLP, agar dapat meminta
maaf sesuai dengan cara yang ada di daerah kawasan perkebunan, serta
diharapkan pada pihak perusahaan untuk dapat menghentikan pematokan di
luar lahan yang sudah di bebaskan dan sudah di kelola. “karena Leading
sector yang menangani masalah HGU ini kan BPN jadi ya hendaknya
perusahaan harus melibatkan Tim teknis serta Tim TP2KP [Tim pembinaan
dan pengawasan kegiatan perkebunan] yang ada jadi bukan langsung kalau
sudah beginikan susah,” paparnya.
Seraya katakan, dalam upaya membanguna berbagai usaha terutama dalam
bidang usaha perkebunan memang senantiasa di harapkan pada pihak
perusahaan agar dapat berjalan sesuai dengan prosodur yang sudah di
tentukan sehingga yang lebih di utamakan adalah sosialisasi harus lebih
di tingkatkan dengan masyarakat. Karena selain untuk menciptakan suasana
yang harmonis dengan masyarakat juga akan memperlancar kegiatan yang di
lakukan oleh perusahaan sehingga akan sangat memperkecil permasalahan
yang akan timbul antara perusahaan dan masyarakat. Tetapi sebaliknya
jika hal yang di lakukan oleh pihak perusahaan tanpa di sosialisasikan
dengan masyarakat dalam arti tidak di ketahui oleh masyarakat yang ada
maka hal tersebut akan menimbulkan masalah seperti yang di alami oleh
PT. DLP sekarang. “Sebenarnya semua itukan sudah ada aturannya dan yang
membuatkan aturan itukan pemerintah sedangkan kita hanya menjalankan
peraturan yang sudah ada apa sulitnya sih kan tinggal menjalankan bukan
membuat. Tapi kalau kita harus membuat aturan baru di luar dari aturan
yang ada maka ini yang akan menjadi masalah,”ungkapnya.
Dengan demikian mengingat permasalahan yang terjadi di DLP adalah yang
sipatnya social maka di harapkan untuk segera di selesaikan. Karena
pihaknya juga tidak tanggung-tanggung menangani masalah ini sehingga
jika terlalu lama maka bukan tidak mungkin sebagai Dinas yang menangani
sector perkebunan juga akan memberikan Dead Line atau batas
waktu. “Memang belum di putuskan kapan waktunya, cuma dalam hearing
dengan DPRD kemarin sudah di katakan setelah pihak masyarakat yang
melalui kepala desa secara tertulis menyampaikan penolakan masalah
HGU,”ungkapnya seraya mengatakan artinya secara resmi penolakan tersebut sudah di
sampaikan oleh masyarakat kepada Pemda melalui kepala desa. (wan)

Read more...

Sarankan DPRD Buat Surat Rekomendasi

17.29 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG- Anggota DPRD Landak Yosef Kilim menyarkan kepada Wakil Ketua DPRD Landak, agar DPRD Landak membuat satu surat rekomondasi untuk mendukung aspirasi masyarakat Jelimpo terhadap lahan mereka, yang mana lahan warga di patok oleh PT.DLP. “Ini sangat penting, karena apa sebagai bukti bahwa DPRD Landak ikut memperhatikan rakyat,” kata Yosef Kilim, sebelum menutup pertemuan dengan membaca doa.
Dikatakannya, dalam pertemuan bersama ada perkataan warga menyatakan DPRD Landak melecehkan warga, makanya perlu dibuat surat rekomendasi, setelah DPRD Landak menerima surat dari rekomendasi Kepala Desa masing-masing. (wan)

Read more...

Warga Jelimpo Kembali Datanggi Dewan

17.25 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG- Janji warga Jelimpo dan sekitar untuk melakukan aksi dami di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Landak, ke tiga kalinya, terbukti, Senin (23/6/08), kemarin. Kedatangan mereka kali ini, tidak lain menindak lanjuti kedatangan mereka yang kedua, dalam hal tanah warga di pantok oleh PT. Daya Landak Plantation (DLP). Tentu saja, kedatangan ratusan warga itu membuat kalangan DPRD Landak, yang nota bene pada saat itu sedang melakukan hering bersama Dinas Kehutanan dan Perkebunan, BPN Landak, Perwakilan PT. DLP, Camat Jelimpo, Kapolsek Ngabang, Para Kades se Jelimpo, Pengurus Adat dan pihak-pihak terkait lainnya. Seperti biasa sebelum warga berusaha masuk atau menerobos pintu pagar masuk DPRD Landak, sudah berjejer puluhan aparat kepolisian baik di dalam pagar maupun di luar pagar.
Setelah melakukan negosisasi, akhirnya rapat yang berlangsung cukup lama, di pending untuk mempersilakan seluruh warga masu di gedung DPRD Landak. Malah saking membludaknya warga, warga rela berdiri maupun duduk melantai mendengar penjelasan dari perwakilan PT. DLP, maupun masukan-masukan dari pihak lainnya.
Perwakilan PT. DLP Imanuel Sugianto mengatakan, dirinya bukan sebagai pemberi keputusan meliankan, ada pempinan tertinggi dipuasat. Dan hasil pertemuan itu akan disampaikan kepada pimpinan tertingginya. “Direksilah yang memutuskan keputusan ini, kami akui, kami juga ada membuat kesalahan, hasil ini akan kami rekomendasikan ke pimpinan kami. Dan yakinlah saya ada dipihak masyarakat, kendati saya difasilitasi perusahaan, maka saya akan merekomendasikan hasil pertemuan ini,” tegas Imanuel Sugianto.
Bilama mana dari hasil pertemuan ini kabar mengembirakan, maka secepatanya akan disampaikan kepada warga apa yang sudah menjadi keputusan bersama direksi.
Ditempat yang sama Wakil Ketua DPRD Landak Klemen Apui menambahkan apa yang diungkapkan perwakilan PT. DL, kesimpulan aspirasi warga secepatnya dibawa ke pengambil keputusan. Aleg dari Partai Golkar ini juga menyarakan, untuk sementara pihak PT. DLP tidak melakukan sosialisasi, maka dihentikan sementara. Atau saran lainnya, kata Klemen Apui, karena ini menyangkut kebijakan pemerintah/kewibawaan pemerintah, mau tidak mau , Kepala Desa, Kepala Dusun, Ketua RT dan Ketua RW harus menyampikan aspirasi kepada Kades untuk dibuat surat tertulis, ini gunya agar surat tersebut memiliki kekuatan hukum diatas matrai, sehingga perwakilan PT. DLP. Berbicara di pimpinan atas punya bukti kuat.
Dalam pertemuan itu juga sempat dibahas sedikit tentang hokum adat, bahwa permasalahan yang dihadapai warga sudah ada solusinya, yang mana kedatangan warga sebelumnya belum mendapat jawaban yang tepat, bahwa apa yang dikatakan akan diberikan solusinya. Oleh karena itu, setelah pertemuan dari gedung DPRD Landak, warga diminta untuk berkoordinasi dengan para kepala desa masing-masing terutama pengurus adat, guna menetukan berapa harga adatnya.
Ditambahkan Kades Jelimpo Boni, bahwa masyarakat komitmen hanya menyerahkan lahan sebesar 2500 ha, tidak ada lagi penambahan baru. “Kita menghargai perwakilan PT. DLP, dan menyerahkan sepenuhnya kepada mereka untuk membawa hasil pertemuan ini kepada pimpinan mereka,” kata Boni.
Dalam pertemuan itu, dihasilkan bahwa warga tidak akan menyerahkan tanahnya kepada PT. DLP, yang diberikan hanya seluas 2500 ha. Kemudian patok HGU segera dicabut. (wan)

Read more...

Berdayakan Masyarakat Dengan Sentuhan Yang Tepat

17.21 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG – Dalam rangka meningkatkan mutu maupun kualitas pendidikan khususnya pada para siswa yang ada di SMP Negeri 2 Ngabang Kabupaten Landak, pihak sekolah sejak awal kehadiran siswa dalam arti sejak mendaptarkan diri menjadi siswa di SMPN 2 Ngabang, pihak sekolah sudah berusaha memberikan pendidikan yang optimal dan berusaha memberikan yang terbaik.
Apalagi sejak di daftar menjadi siswa di SMPN 2 Ngabang para siswa merpakan tanggung jawab yang sudah di berikan oleh orang tua siswa kepada sekolah untuk mendidik anak-anak mereka dan ini merupakan tanggung jawab yang harus di lakukan dengan penuh tanggung jawab sehigga para siswa tersebut dalam waktu 3 tahun mengikuti pendidikan dapat berhasil dengan baik. “Sejak Bapak Ibu mendaftarkan anak-anak nya pada 15 juli 2005/2006 silam yang artinya sudah di serahkan pada pihak
sekolah untuk didik jumlah siswa waktu itu 1.51 siswa namun karena banyak hal mungkin sehingga yang menerima amplop keberhasilan pada hari ini (Senin, red), hanya berjumlah 143 siswa. Dan dari perjalanan kurun waktu selama 3 tahun kami bersyukur pada pihak orang tua/wali siswa yang memang cukup mendukung pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang cukup lancar sehingga dapat berhasil dengan baik,” Kata Mariani Kepala SMPN 2 Ngabang dalam acara pembagian Amplop kelulusan yang di lakukan di SMPN 2 Ngabang, Senin (23/06), kemarin.
Selain di ikuti oleh para dewan guru SMPN 2 Ngabang acara tersebut juga di ikuti oleh seluruh orang tua siswa kelas IX yang juga di meriahkan dengan aneka kegiatan seperti tarian yang juga ikut menyemarakan suasana acara tersebut. dikatakannya, upaya lain untuk terus meningkatkan prestasi siswa yang ada, pihak sekolah juga tetap berupaya terutama dengan menambah berbagai fasilitas yang di butuhkan para siswa termasuk
penambahan gedung belajar termasuk sarana dan prasarana lainnya yang juga menjadi kebutuhan sekolah. Hanya saja dalam proses belajar yang di berikan pada siswa maupun tata tertib sekolah serta minat siswa untuk mengikuti belajar di sekolah tetap merupakan tanggung jawab sekolah namun yang terpenting adalah peranan orang orang tua siswa sehingga anak tersebut dapat mengikuti pendidikan sampai akhir bukan setengah-
setengah. “Seperti tahun ini dari 151 siswa ternyata tersisa hanya 143 yang mengikuti ujian atau berhasil menyelesaikan pendidikannya di SMP sedangkan yang lainnya ada yang berhenti karena menikah, ada yang bekerja di negara luar atau hal-hal lainnya walaupun sebenarnya kami dari pihak sekolah tetap berusaha mempertahankan siswa tersebut. Berhubung masih di bawah umur, sebagai pihak sekolah sudah merupakan keputusan yang bulat bagi mereka ya, kami tidak bisa melarang mereka,” ungkapnya.
Sehingga dalam hal ini kami tetap berharap pada pihak orang tua agar dapat memberikan yang terbaik pada anak-anak kita dan ini demi masa depan mereka sendiri,” harapnya. (wan)

Read more...

kat Kalbar SMP Landak Raih Peringkat 1

17.19 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG – Sedikitnya 76 SMP se Kabupaten Landak dengan jumlah peserta 4.662 siswa pada tahun pelajaran 2007/2008, berhasil cukup baik. Dimana hal tersebut terlihat bisa dilihat dari prolehan hasil cukup menggembirakan. Karena untuk tahun ini Kabupaten Landak kembali bisa mempertahankan predikat rengking pertama untuk tingkat kelulusan SMP se Kalimantan Barat.
Menurut Plh Dinas Pendidikan Kabupaten Landak Aspansius, kepada Kapuas Post, Senin (23/06), kemarin mengatakan, hasil Ujian Nasional untuk SMP/Mts dan SMP Terbuka di Kabupaten Landak pada tahun pelajaran 2007/2008, presentase kelulusan mencapai angka 99,15 persen dimana yang tidak lulus berjumlah 38 siswa“Jumlah siswa kita yang tidak lulus pada tahun ini sebanyak 38 orang dari jumlah 4.662 siswa. Sedangkan untuk SMP terbuka jumlah sekolahnya ada 3 dengan jumlah pesertanya sebanyak 66 orang dengan prosentase kelulusan 100 persen kemudian untuk Madrasah Sanawyah jumlah sekolahnya 6 dan peserta ujiannya 1.33 siswa juga lulus semua,” katanya.
Sedangkan untuk peringkat Kalbar untuk SMP yang ada di Kalbar, SMP
Landak meraih peringkat pertama, SMP terbuka juga peringkat pertama
sedangkan Mts berada pada posisi Rengking ke-2.
Dengan demikian, pihaknya dari Pemda khususnya Diknas
Kabupaten Landak bersyukur dan berterima kasih baik pada siswa,pihak
sekolah terutama pada kepala sekolah yang ada maupun Komite sekolah dan
yang paling utama pada pihak orang siswa yang sudah memberikan dukungan penuh pada anak-anak sehingga dapat meraih hasil yang di harapkan. “Kami berterima kasih pada seluruh elemen masyarakat yang sudah mendukung kegiatan proses belajar mengajar lebih-lebih pada kegiatan ujian Nasional. Dimana pada saat pelaksanaan Ujian masyarakat tidak mengadakan kegiatan seperti pasar malam atau kegiatan yang dapat mengundang perhatian siswa sehingga dalam hal ini merupakan salah satu wujud dukungan pada pelaksanaan ujian Nasional,” ungkapnya.
Dikatakannya, hasil yang di capai pada tahun pelajaran 2007/2008
tahun ini merupakan hasil dari dukungan dari semua elemen yang ada di
daerah ini, sehingga Kabupaten Landak kembali dapat meraih predikat
rengking pertama untuk tingkat Kalbar seperti pada tahun yang lalu.
Namunpun demikian, katanya berdasarkan hasil yang di raih sudah dapat
dikatakan cukup baik tetapi bukan harus membuat puas terhadap hasil
tersebut, karena kalau di lihat dari perolehan nilai yang di raih oleh
siswa masih belum semuanya maksimal bahkan masih ada para peserta ujian
yang tidak lulus sehingga masih perlu peningkatan yang lebih pokus lagi
sehingga upaya tersebut dapat terlaksana dan dapat lebih baik lagi dari
tahun ini. Untuk itu katanya, merupakan langkah kedepan akan di
lalui terutama untuk meningkatkan prestasi siswa dala rangka menghadapi
pelaksanaan kegiatan Ujian memang harus di lakukan sejak
awal. “Persiapan ini memang harus kita lakukan sejak kelas awal artinya
masing-masing satuan pendidikan atau pada SMP sederajat itu harus di
persiapkan mulai dari kelas VII,VIII sedangkan untuk di kelas IX ini
memang harus di persiapkan secara lebih matang lagi,sehingga anak yang
mampu pada kelas terahkir itu sudah dapat terseleksi,” paparnya.
Sedangkan upaya lain persiapan tersebut katanya pihaknya tetap akan
mengharapkan pada pihak-pihak sekolah untuk memberikan pelajaran
tambahan serta berbagai uji coba baik yang di selenggarakan oleh sekolah
masing-masing maupun di koordinir oleh sub-sub rayon, MKKS maupun di
koordinir oleh dinas pendidikan. Sementara hal yang dapat di lakukan
oleh siswa adalah dapat mengikuti kegiatan les baik secara pribadi
kelompok maupun kegiatan lainnya. “Kalau kita lihat keberadaan MKKS yang ada saat ini memang merupakan salah satu wadah yang cukup baik karena MKKS ini merupakan salah satu wadah yang akan memberikan berbagai solusi terbaik terhadap dunia pendidikan dan berbagai keunggulan dalam sekolah nya masing-masing,” katanya.
Sedangkan upaya lain terutama untuk lebih meningkatkan serta
pengembangan dunia pendidikan yang ada di kabupaten Landak Dinas
Pendidikan, juga berencana akan melakukan studi banding di Bali yang
akan di ikuti oleh seluruh kelapa sekolah tingkat SMP baik sawsta maupun
Negeri yang ada di daerah ini. Dimana menurutnya kegiatan tersebut di
rencanakan pada bulan Agustus mendatang. “Kalau menurut kami proses
belajr mengajar yang ada di daerah Bali itu cukup baik bahkan hasilnya
juga cukup bagus sehingga kita juga berkeinginan dapat melakukan hal
yang terbaik terutama pencapaian hasil yang akan di raih oleh para siswa
akan dapat lebih baik lagi,” harapnya.
Sementara itu pantauan Kapuas Post di beberapa SMP saat melakukan
pembagian ,amplop kelulusan cukup berjalan lancar bahkan seperti di SMPN 1 dan 2 Ngabang kegiatan tersebut juga di isi dengan berbagai kegiatan seperti tari-tarian maupun kegiatan lainnya. Selain itu untuk
menghindari corat-coret pakaian sekolah seperti di SMPN 1 Ngabang juga
sudah mempersiapkan spanduk secara khusus agar siswa yang ingin
melampiaskan kegembiraannya dapat membubuhkan tanda tangannya di spanduk yang sudah di persiapkan sehingga tidak mencoret pakaian yang ada. (wan)

Read more...

Masyarakat Masih Kurang Peduli Dengan Asuransi

17.14 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses


PANDANGAN masyarakat terhadap dunia asuransi masih bisa dibilang sangat kurang peduli, malah ada yang berpikir asuransi sekarang sama dengan asuransi pada jaman Orde Baru. Padahal, ketika masuk jaman reformasi dunia asuransi berubah total paradigmanya, maupun managemennya.
Demikian dikatakan Unit Manager PT. Asuransi Jiwasraya Ngabang, Erni Sunita, kepada Kapuas Post, Senin (23/06/08), kemarin diruang kerjanya.
Diakui ibu berparas manis ini, sampai saat ini, sebagian besar masyarakat masih ragu ragu terhadap perusahaan asuransi. Karena bisnis asuransi merupakan bisnis kepercayaan seperti perbankan, asuransi apa pun yang ingin bertahan, haruslah mampu memberi bukti dan bukan sekadar mengumbar janji.
Dia juga mengatakan kalau toh ada sebagian warga yang ikut program asuransi, khususnya mereka yang bekerja, biasanya karena sudah merupakan bagian dari peraturan kantor. Artinya, mereka mengikuti asuransi seperti asuransi jaminan sosial tenaga kerja (Jamsostek) karena "diharuskan" perusahaan tempatnya bekerja, bukan atas dasar kesadaran pribadi. “Masuk asuransi tidak ada ruginya, malah kita bisa banyak mendapat manfaatnya,” katanya.
Menyinggung usahanya, ibu muda yang baru berkerja selama empat tahun di bidang asuransi ini, dalam menjalankan usahanya, Jiwasraya selalu berusaha menyesuaikan diri dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat. Itu sebabnya perusahaan selalu mengadakan pembaruan demi menjawab tuntutan jaman, diantaranya pada tahun 2003 dengan mengganti logo yang sekaligus mengganti identitas perusahaan. Semangat baru tersebut juga diwujudkan dalam motto 3-P yaitu Product, Process dan People.
Sisi Product berarti bahwa perusahaan selalu berusaha menghadirkan produk-produk yang inovatif, seperti halnya JS Link Fixed 95 dan JS Link Fixed 93 untuk produk unit link (menggabungkan unsur proteksi dan invetasi), serta JS Prestasi dan JS Dana Multi Proteksi untuk asuransi pendidikan. Pada unsur Process artinya Jiwasraya selalu berusaha untuk menerapkan teknologi komunikasi terkini dalam melengkapi kecepatan dan keakuratan layanannya. Teknologi tersebut dinamakan JL-iNdO dan V-SAT. Melalui JL-iNdO proses pencetakan polis dapat segera dilakukan di cabang dimana polis diterbitkan, sedangkan V-SAT merupakan teknologi komunikasi yang menghubungkan seluruh kantor Jiwasraya baik Head Office, Regional Office maupun Branch Office menjadi satu kesatuan (on line). Sementara itu peningkatan dari sisi People dilakukan melalui standarisasi kualitas seluruh agen Jiwasraya. Perusahaan juga secara rutin mengadakan berbagai pendidikan dan pelatihan karyawan baik di dalam maupun luar negeri. Sampai saat ini Jiwasraya memiliki 505 tenaga ahli & profesional di bidang asuransi yang tersebar baik di Head Office maupun Regional Office/Branch Office. Dukungan ketiga pilar di atas diperkuat pula oleh landasan finansial yang kokoh, diyakini akan menjadikan Jiwasraya sebagai perusahaan asuransi komersial yang terpercaya dan terkemuka, di dalam negeri maupun di luar negeri. (wan/r)

Read more...

Pemda Harus Bangkitkan Ekonomi Rakyat

17.11 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG- Pemerintah Daerah didesak segera menghentikan tindakan mematikan ekonomi rakyat di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui mekanisme gusur. Penggusuran tanpa solusi akan menambah jumlah warga miskin.
Desakan ini dikemukakan salah seorang warga Ngabang, Marjono. Dia mengatakan aspek keberpihakan pemerintah terhadap upaya pemberdayaan ekonomi kerakyatan sebagai solusi mengentaskan pengangguran dan kemiskinan.
Sulit bagi mereka untuk memahami persepsi pemerintah. Sebab, kendati berhadapan dengan fakta bertambahnya jumlah warga miskin, sejumlah pemda justru menggusur pedagang di pasar-pasar tradisional dan kaki lima demi kepentingan usaha kapitalis dan pemodal besar. Tindakan itu sudah tentu kontradiktif. UMKM dan usaha kerakyatan lainnya di daerah mestinya diterima sebagai penopang ketahanan ekonomi.
Upaya represif sejumlah pemda yang berusaha "menyingkirkan" peran rakyat di percaturan perekonomian itu dinilai sebagai tindakan gegabah. Jangan lupa bahwa para pedagang itu tidak pernah minta belas kasihan pemerintah. Semangat kewirausahaan itu mestinya didukung. Namun, bukannya memberikan solusi terbaik agar masyarakat bisa berusaha dan bekerja dengan tenang, pemda justru berusaha menghilangkan eksistensi masyarakat demi kepentingan pihak-pihak yang hanya mementingkan keuntungan pribadi dan kelompoknya.
Dia menyebutkan, pemerintah perlu memberi perlindungan terhadap usaha-usaha kerakyatan yang selama ini diandalkan sebagian besar masyarakat untuk menghidupi diri dan keluarganya. Mereka harus dilindungi agar tidak dilibas kapitalis dan pemodal besar. Pemerintah seharusnya punya mekanisme pengaturan agar UMKM mampu bertahan dan mengembangkan usahanya, sehingga bisa mandiri dan terus eksis. (wan)

Read more...

Depag Lakukan Pemutahiran Data

18.25 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG- Departemen Agama (Depag) Kabupaten Landak melakukan Pendataan Ulang pada seluruh Pegawainya. Dilakukan pendataan ulang tersebut bertujuan untuk pemutahiran data pegawai agar data-data tersebut failit sesuai dengan peraturan yang ada. Selain itu untuk mempaliditasi data Pegawai Negeri Sipil (PNS) agar tidak terjadi tumpang tindih serta tidak terjadi kesalahan dalam proses gaji pegawainya baik pungsional maupun Struktural.
Demikian diungkapkan Plh Kepala Kantor Depag Landak Rohadi Fauzi S.Ag, kepada wartawan belum lama ini, diruag kerjanya.
Dikatakannya pemutahiran data tersebut dilaksanakan di Depag Landak sebanyak 205 oleh seluruh pegawai. “Untuk itu seluruh pegawai nya harus segera melengkapi serta melakukan pendataan kembali karena data tersebut akan segerah diserahkan ke Depag Provinsi,” katanya.
Selian itu dia juga mengatakan dilakukan pendataan ini guna mempailidiotasikan agar data pegawai dilingkungan Depag Landak teratur secara administrasinya.
Ditambahkannya tujuan pemutahiran data dilingkungan Depag, juga berguna untuk kenaikan pangkat serta mengefesensikan anggaran dan proses pembagian gaji para pegawai. “Tujuan dilakukan pendataan ini agar pada proses pambagian gaji bagi pegawai tidak terjadi tumpang tindih alias salah, begitu juga kenaikan pangkat dan golongan,” tegasnya.
Sebelum dilakukan pemutahiran data terlebih dahulu pegawain mengisi persyaratan-persyaratan yakni mengisi pormulir data dari Biro kepegawaiyan Depag Repoblik Indonesia 9RI) serta menyiapkan SK Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), SK Pangkat, SK Jabatan Struktural dan SK Kenaikan Gaji Berkala serta melampirkan Kartu pegawai (Karpeg).
Pria kelem ini berhaeap kepada pegawai yang belum melakukan pemutahiran data secepatnya melakukan pendataan tersebut. Lanjutnya sebelum dilakukan pendataan tersebut selama ini tidak pernah terjadi kesalahan baik masalah pembagian gaji maupun kenaikan panggakt karena selama ini depag sudah mengunakan sistem aplikasi data dan sudah terseporgram namun untuk lebih akurat lagi dilakukan pendataan ulang agar lebih kuat dan lengkap. (wan)

Read more...

Wujud Kemajuan Pendidikan, Dengan Sistem Tiga Pilar

18.16 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG – Upaya peningkatan kualitas maupun mutu pendidikan yang ada di
daerah Kabupaten Landak merupakan tugas yang harus terus di tingkatkan.
Kendati pendidikan merupakan salah satu kebutuhan yang yang harus di
miliki oleh setiap generasi sehingga kedepannya daerah ini akan terbebas
dari buta hurup. Walaupun upaya tersebut memang tidak mudah di lakukan,namun perlahan tapi pasti merupakan tekad yang harus di lakukan untuk mengurangi angka tersebut. “Setelah melihat impormasi di korang bahwa SMA Landak meraih rengking pertama pada mata pelajaran IPA saya merasa bangga artinya kemajuan dalam dunia pendidikan di Kabupaten Landak sudah mengalami kemajuan dan ini harus dapat lebih di tingkatkan lagi,” kata Awan warga Ngabang kepada Kapuas Post belum lama ini.
Menurutnya, apa yang di upayakan oleh pemerintah ternyata tidaklah sia-
sia yang terbukti dengan semakin meningkatnya angka kelulusan yang di
raih daerah ini. Hanya saja harapnya, hal ini bukan hanya sebatas tahun
ajar ini saja atau pada prestasi kelulusan semata, tetapi hendaknya dapat di dukung keberhasilan di berbagai sector dalam pendidikan.
Apalagi menurutnya upaya yang di lakukan oleh pihak dinas pendidikan khususnya Bidang Dikmen yang memang berusaha keras mengadakan berbagai terobosan untuk menciptakan kemampuan siswa serta dukungan sarana dan prasarana yang di butuhkan oleh siswa merupakan salah satu tonggak untuk meraih keberhasilan. Sementara itu menurut Aspansius Kabiddikmen Dinas Pendidikan Kabupaten Landak mengatakan, upaya tersebut memang sudah merupakan tanggung jawab yang harus di lakukan terutama bagaimana agar para siswa yang ada di daerah ini dapat meraih keberhasilan dengan baik. “Kami tetap berusaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan di
daerah ini yang salah satunya kami mengacu pada Program tiga pilar pendidikan yang pertama,dengan perluasan dan kesempatan pendidikan dengan pembangunan sekolah baru baik negeri maupun swasta, menambah ruang belajar, kedua membangun atau menyediakan laboratorium sains,computer,bahasa dan perpustakaan,” katanya.
Demikian juga menurutnya upaya tersebut juga di lakukan pada pemberian
bea siswa pada siswa yang berbakat dan berprestasi. Sedangkan yang ketiga, program sertifikasi untuk guru-guru SMP yang S1 hanya berjumlah 60 persen, sedangkan untuk guru di tingkat SMA dan SMK sudah mencapai 90 persen. Untuk itu tambahnya upaya lain yang di lakukan terutama untuk meningkatkan SDM bidang pendidikan pihaknya juga bekerja sama dengan beberapa Universitas dengan memberikan bea siswa bagi guru-guru yang melanjutkan pendidikannya di S1 yang dalam hal ini di biayai melalui
anggaran APBD. “ini memang upaya yang harus kita lakukan karena memang
masalah kualitas SDM dalam pendidikan itu yang utama istilahnya bagaimana pendidikan kita akan maju kalau tenaganya saja masih jauh dari harapan tetapi kalau saja tenaga yang kita miliki sudah sesuai target maka upaya ini akan dapat berhasil,” ungkapnya.
Apalagi dengan melihat angka kelulusan serta predikat keberhasilan pada tingkat Kabupaten Landak yang ternyata sudah mampu bersaing dengan semua daerah yang ada di Kalbar, dimana untuk semua daerah di kalbar, Landak mampu meraih rengking pertama,kedua dan ketiga di propinsi Kalbar. Namun menurutnya keberhasilan tersebut bukan lantas membuat cukup puas tetapi hal ini merupakan salah satu tantangan yang harus di upayakan agar ada peningkatan pada tahun palajaran berikutnya. “Ini tantangan kita kedepan yang harus kita upayakan bagaimana supaya dunia pendidikan di daerah ini dapat lebih baik lagi,” katanya seraya berharap untuk mewujudkan
peningkatan serta kemajuan di bidang ini tidaklah cukup kalau hanya upaya dari pemerintah semata tetapi dukugan dari seluruh elemen yang ada
merupakan salah satu kunci keberhasilan. (wan)



//Ada Foro

Read more...

Pelaksanaan Program Dalam Perkebunan Butuh Realita Bukan Rencananya

23.48 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG – Rencana program pembangunan yang saat mengadakan sosialisasi dalam rangka membukan lahan perkebunan oleh sebuah perusahaan kepada masyarakat di satu daerah, memang merupakan kegiatan yang harus di lakukan. Karena dengan melalui kegiatan sosialisasi tersebut, rencana pelaksanaan untuk membuka perkebunan serta berbagai program yang akan dilakukan pada lingkungan perusahaan termasuk pada masyarakat yang berada di lingkungan perusahaan tersebut akan dapat di ketahui secara jelas oleh masyarakat,selain di ekspos kepada tim AMDAL di tingkat Kabupaten. “Secara Atministrasi draf penyusunan berbagai perencaan yang
ada sudah cukup bagus, karena setelah kita nilai sudah baik walaupun
masih ada beberapa yang masih perlu di lakukan perbaikkan hanya saja
yang kita minta pada pihak perusahaan agar apa yang sudah bagus ini
hanya sebatas atministrasi saja tetapi yang lebih penting adalah
pelaksanaan di lapangan,” kata Ir MC Karjono Kadis Hutbun dalam kegiatan pembahasan AMDAL milik PT.Condong Garut di Aula Bappeda Rabu (18/06), kemarin.
Kegiatan yang di ikuti selain oleh Dinas Pertambangan Energi dan LH selaku leading sector di hadiri pihak perusaaan bersama Tim pemekarsa PT. Condong Garut, Tim AMDAL Kabupaten Landak, Camat Mandor dan Menjalin, Kepala Desa, Kadus serta para Pemuka Agama dan Tokoh Masyarakat yang ada di daerah perkebunan perusahaan tersebut.
Perusahaan yang berada di daerah Kecamatan Mandor dan Kecamatan Menjalin tersebut dengan luasan lahan 14.500 Hektar dengan tanaman kelapa sawit saat ini sudah memasuki tahap pembahasan Amdal karena pembahasan KA (Kerangka Acuan) sudah di bahas beberapa waktu lalu. Sehigga menurutnya dalam pembahasan tersebut memang harus dapat di lakukan secara lebih teliti karena kegiatan inilah yang akan sangat memegang peranan penting. “Masalah AMDAL inilah yang sangat penting untuk itu saat pembahasan seperti ini kita minta semua yang hadir dapat memberikan masukan serta koreksi pada pihak perusahaan karena kedepannya AMDAL inilah yang akan menjadi acuan bagi pihak perusaaan saat melakukan berbagai kegiatan,” kata Telly Yolaga Kadis Pertambangan, Energi dan Lingkungan Hidup Kabupaten Landak.
Dia juga menegaskan apabila dalam pembahasan tersebut terjadi kekeliruan atau kesalahan maka kedepannya apa yang di lakukan oleh pihak perusahaan akan terjadi kesalahan. Sehingga kesalahan tersebut tidak hanya di tanggung selama satu atau dua tahun saja, tetapi akan terjadi selama perusahaan masih melakukan kegiatan. Sementara Ir. Jakius sinyor Kadis PU Kabupaten Landak juga menyoroti rencana pembangunan jalan dan Lapangan olah raga yang hanya berukuran 500 meter yang sangat tidak memungkinkan selain lebar jalan yang hanya mencapai 4 – 5 meter. “Sesuai dengan bidang tugas dan fungsi Saya di PU masalah sarana dan prasarana yang di paparkan di dekumen dimana labar jalan hanya sebesar 4 – 5 meter apalagi ini untuk jalan utama sedangkan peraturan yang ada sekarang lebar jalan harus 11 meter yang terkecil. Namun pun demikian kemungkinan rencana ini ada aturan atau hal-hal lain dari perusahaan. Tetapi kalau berdasarkan aturan yang ada seperti itu,” katanya.
Apalagi sebagai gambaran saat ini sudah banyak perusahaan yang terpaksa membuka lebar jalan yang di miliki lataran jalan tersebut ternyata sempit ketikan melakukan kegiatan. Dengan demikian sesuai dengan realita yang ada maka di harapkan terutama saat akan membangun jalan maupun prasarana lainnya harus dapat melihat bagaimana prospek kedepannya.
Karena yang di bicarakan sekarang bukan yang sekarang, tetapi untuk 5
atau 10 tahun kedepan bahkan lebih dari itu. Sehingga prakiraan akan
dampak dari perkembangan itu akan dapat menjadi salah satu tuntunan pada perusahaan saat melakukan rencana kegiatan. Karena apabila itu yang terjadi maka dapat di pastikan untuk membuka jalan baru [pelebaran kembali] tentu akan kesulitan di samping juga biaya yang tinggi. Dengan realita yang ada maka di harapkan pihak perusahaan dapat lebih teliti lagi dalam rangka menganalisa perencanaan. (wan)

Read more...

23.46 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
Pendidikan Kebutuhan Utama, Jangan Ada Yang Tidak Sekolah

NGABANG – Pendidikan yang merupakan hal yang harus di miliki setiap
warga Negara dengan tanpa ada pengacualian, merupakan hal yang harus
terpenuhi. Sehingga agar semua itu dapat terwujud maka saat ini baik
Pemerintah daerah bahkan sampai di tingkat Pemerintah pusat secara terus menerus berupaya agar para generasi dapat mengikuti pendidikan.
”Kita ingin agar jangan sampai ada lagi anak-anak kita yang tidak bersekolah karena ini penting bagi generasi. Minimal mereka bisa menyelesaikan sampai pada jenjang SMA lah dan ini harapan kita,” harap Jongki. S.Pd, Ketua MKKS tingkat SMP Sekabupaten Landak kepada Kapuas Post belum lama ini.
Dikatakannya, sebagai bentuk upaya untuk mengatasi hal tersebut dan
berharap aga para generasi tersebut dapat mengikuti pendidikan, saat ini
pula pemerintah juga sudah menggaungkan Pendidikan sembilan Tahun
(wajar) yang merupakan salah satu terobosan sehingga dalam
pelaksanaannya akan dapat di teruskan dari Sekolah Dasar (SD). Hanya
saja yang tidak kalah penting dalam hal ini bukan hanya masalah
pendidikan Wajar semata tetapi yang lebih penting adalah sosialisasi
akan pentingnya pendidikan terhadap generasi. “Sebenarnya yang paling
penting di sini adalah sosialisasi pendidikan walaupun ini bukan barang
baru lagi buat kita. Tetapi yang kita antisipasi jangan ada lagi orang
tua yang menganggap bahwa pendidikan itu tidak penting,” katanya.
Karena yang di lihat bukan masa sekarang tetapi masa puluhan tahun
kedepan bagi generasi yang ada. Sehingga hal inilah yang akan menjadi
poin penting bagi generasi menghadapi masa yang akan datang. Apalagi
seiring dengan pesatnya berbagai perkembangan pembangunan pendidikan tetap merupakan basis utama dalam perkembangan di berbagai sector. Dan harapan ini, menurutnya, bukan hanya sepihak tetapi masyarakat secara keseluruhan apalagi yang berada di daerah pedalaman yang masih terpencil. Sosialisasi ini sebenarnya tidak harus kita lakukan secara formal dalam arti secara langsung mengumpulkan masyarakat tetapi dapat di lakukan dengan berbagai cara [pendekatan] sehingga akan dapat di mengerti oleh masyarakat secara baik. “sebagai terobosan agar anak-anak kita yang berada di daerah pedalaman yang masih cikup terpencil kita juga sudah membuka SMP terbuka cara ini tidak lain agar anak-anak kita yang ada di sana dapat menikmati pendidikan sebagaimana anak-anak kita yang ada di daerah perkotaan atau daerah yang sekolahnya dapat di jangkau. Karena hinggga saat ini masih banyak jarak yang cukup jauh sehingga cukup sulit di jangkau sehingga perlu menginap,” katanya.
Sehingga dengan tidak tersediannya tempat untuk menginap sehingga siswa tersebut terpaksa harus tidak sekolah. Untuk itu tambahnya, dengan realita yang ada maka pihaknya tetap berusaha agar para siswa yang ada di daerah yang masih terpencil dapat mengikuti pendidikan maka SMP terbuka merupakan jalan terbaik untuk mengatasi hal tersebut. selain itu menurutnya, dukungan orang tua juga tetap merupakan hal terpenting dalam untuk mensukseskan proses kegiatan ini. Karena kalau saja upaya dorongan dari pihak keluarga sangat kurang terhadap seorang anak untuk mengukuti pendidikan maka sangat mustahil sekali hal ini akan terwujud. “dalam hal ini saya sangat berharap dukungan dari semua elemen yang ada terhadap perkembangan dunia pendidikan yang ada di daerah kita. Karena untuk mensukseskan semua ini bukan hanya tanggung jawab sekolah, pemerintah tetapi peranan dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat merupakan hal yang sangat penting. Sehingga kedepannya di Kabupaten Landak upaya
Pemda untuk meningkatkan baik mutu maupun kualitas pendidikan kedepannya akan dapat tercapai dengan baik,” kata Manager Tinju Kabupaten Landak ini berharap. (wan)

Read more...

23.38 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
SERIMBU- Bila dibandingkan dengan Negara tetangga Malaysia, mutu pendidikan di Indonesia untuk saat ini masih tergolong setingkat dibawah dan walaupun sudah mulai menunjukkan peningkatan namun masih dalam tahap yang lambat.
Banyak faktor yang menentukan mutu sebuah institusi pendidikan, salah satunya dapat dilihat dari fasilitas fisik atau bangunan sekolah itu sendiri.
Bangunan fisik sekolah memiliki peranan yang cukup penting dalam menentukan sebuah mutu pendidikan. Dimana bangunan fisik sangat berpengaruh bagi proses belajar-mengajar yang baik, terutama pada kenyamanan baik guru maupun siswa saat memberikan pelajaran maupun menerima pelajaran sehingga menyebabkan tinggi rendahnya minat mereka.
Kenyataan dilapangan, Sekolah Dasar Negeri (SDN) 02 Sekendal Kecamatan Air Besar, Rabu (11/6) yang lalu dimana pada saat itu juga diresmikan pembangunan jembatan Sungai Landak di Serimbu masih memerlukan perhatian dari pemerintah melalui instansi terkait.
Tidak hanya memiliki masalah dengan bangunan fisik saja yang mengalami kerusakan berat dibagian lantai dan dinding serta toilet yang tidak berfungsi lagi sehingga dapat mengganggu proses belajar. SDN tersebut juga memiliki masalah lain yang menjadi penyakit lama bagi guru-guru di pedalaman, jarang mengajar.
Ketika ditemui diruang kerjanya, Kepala Sekolah SDN 02 Sekendal, Apaysius mengatakan kerusakan yang dialami sekolahnya itu terjadi sejak tahun 2004 dan hingga kini belum ada perbaikan atau rehabilitas. Namun proses belajar mengajar tetap berjalan walau tidak sepenuhnya berjalan lancar karena hanya beberapa guru yang datang.
“Guru-guru disini jarang sekali datang mengajar selama satu bulan penuh, bahkan ada dua orang guru yang selama ini tidak pernah mengajar tetapi menerima uang Negara setiap bulan,” ungkapnya sambil menunjukkan absensi guru.
Kenyataan itu memang terbukti ketika dirinya mendatangi sekolah tersebut, dimana karena merasa prihatin dengan siswa yang datang tetapi tidak belajar akhirnya saya meluangkan waktu sekitar empat jam, mulai pukul 07.00 hingga 11.30 untuk mengajar siswa kelas III.
Ia menyebutkan, absen guru banyak yang belang-belang kambing karena sehari masuk tiga hari alfa. Tidak diketahui pasti apa penyebab yang menjadikan guru-guru tersebut malas datang mengajar. Mungkin mereka memiliki pekerjaan sampingan yang lebih menjanjikan ataupun kerena status negeri-nya bahkan mungkin karena perhatian terhadap kesejahteraan guru yang masih kurang.
Mengenai perhatian terhadap kesejahteraan guru, Apaysius menuturkan bila dilihat dari keadaan rumah dinas guru, tampak sangat kurang. Ia pun menunjukkan bangunan tersebut dan ternyata benar apa yang saya lihat. Dari empat buah rumah itu, dua diantaranya sudah tidak layak didiami sudah roboh dan dua lainnya sudah sudah rusak parah.
Melihat fakta yang demikian, wajar jika proses pendidikan di Indonesia berjalan lambat dan tidak bisa menyalahkan salah satu pihak, karena keterbatasan anggaran juga mempengaruhi. (wan)

Read more...

Ada Baiknya Izin Perkebunan Tahun Ini Ditunda

23.13 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG-Seiring makin berkembangnya pembangunan di Kabupaten Landak. Dunia perkebunan menjadi tren, malah tidak sedikit perusahaan luar ingin menanamkan modalnya, terutama dibidang tanaman Kelapa Sawit. Sedangkan perusahaan yang sudah ada, tidak sedikit pula mengalami permasalahan, justru ada beberapa perusahaan dberikan waring dan siap untuk dicabut usahanya. Berkenaan dengan itu, sejumlah anggota Legeslatif Landak berharap dinas terkait dalam hal ini Dinas Kehutanan dan Perkebunan, khususnya di tahun 2008, untuk tidak memberikan ijin usaha tanaman asal negara Berazil ini. “Saat ini masih banyak perusahaan menuai masalah dengan masyarakat belum tuntas. Sementara dewan sudah dua kali mengundang eksekutif untuk hearing tapi tak pernah hadir,” kata Wakil Ketua DPRD Landak Klemen Apui, S.IP, kepada waerawan belum lama ini.
Ia menjelaskan, penomene dilapangan, kantor DPRD tempat orang-orang demo masyarakat petani sawit, karena masih banyak menuai masalah. Kita minta instansi terkait agar tahun ini menunda atau stop dalam pemberian izin investor.
Menurut Klemen, instansi terkait seperti BPN, Dinas Hutbun, Bappeda Dinas Pertambangan Energi dan Lingkungan Hidup atau instansi terkait lainnya yang ‘mengurus’ perizinan dalam perusahaan sawit harus saling singkron. Jangan hanya berkomentar atau retorika masalah perkebunan untuk masyarakat masa depan. “Tapi saat ini juga perlu diperhatikan, selesaikan sejumlah masalah di perusahaan perkebunan sawit saat ini,” ungkap Klemen.
Wakil Ketua DPRD ini mencontohkan seperti yang terjadi di PT Cemaru di Kecamatan Jelimpo calon petani belum memiliki sertifikat lahan. Selanjutnya PTPN XIII juga masyarakat ada yang belum menerima sertifikat serta PT Kebun Aria hingga saat ini tak kunjung tiba pembangian kebun plasma dengan calon petani secara faktual. “PT Wilmar Group juga saat ini sudah menghentikan line clearing nya. Mengapa, padahal saat sosialisasi sangat manis,” ujar Klemen.
Klemen menegaskan lagi, kepada instansi terkait di Pemkab Landak ini jangan ‘egois’ hanya mementingkan instusinya masing-masing. Bersikaplah tegas untuk menyikapi persoalan ini. Bahkan DPRD Landak melalui Komisi B yang membidangi perkebunan sudah mengundang pihak eksekutif untuk hearing membahas masalah investor di Kabupaten Landak ini, tapi kenyataanya tak pernah hadir. “ Tanggal 4 Juni kita ada kirim surat, bahwa Senin (9/6) kita ada hearing, tapi kita tunggu-tunggu tak ada yang hadir satu orang pun,” beber Klemen.
Ditempat sama, Markus Jimi Ridwan legislator Dapil II (Sengah Temila) juga angkat bicara soal masalah perkebunan yang ada di Landak ini. dia minta kepada investor agar serius jika berinvestasi jangan membohongi masyarakat. “Jangan ada alasan lagi pengaruh sosial di masyarakat, masyarakat sendiri tak pernah menghambat, tetapi malah pihak investor yang selalu bermasalah,” tegas Jimi yang juga Wakil Ketua DPRD ini.
Selanjutnya kepada instansi terkait yang ‘mengurus’ perizinan harus selekstif jangan asal memberikan izin hanya untuk kepentingan pribadi saja. Baik pihak BPN maupun Dinas Hutbun serta instansi terkait lainnya. “Investor yang sudah dapat izin, kerjakanlah dengan serius. Jangan malah menjadi jual beli dengan investor lain atai bloker,” kata Jimi Aleg dari PDIP. (wan)

Read more...

SMPN 4 Bentuk Kelas Olah Raga

16.52 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG – Dengan terus berkembangnya dunia pendidikan maka, persaingan dalam rangka peningkatan prestasi siswa peserta didik pun senantiasa terus di lakukan. Kendati upaya tersebut bukan saja di lakukan dalam bidang mata pelajaran saja, tetapi melalui bidang ekstrakulikuler seperti olah raga juga akan dapat di lakukan. Kendati dengan adanya terobosan-terobosan tersebut akan dapat di meningkatkan serta emberikan kemampuan siswa. “Untuk tahun ajaran baru ini kita di SMPN 4 Ngabang
berencana akan membentuk kelas khusus olah raga. Memang rencana ini masih dalam wacana karena ini masih perlu kita konsultasi dulu dengan pihak dinas maupun tekhnis lainnya,” ungkap Jongki S.Pd, Kepala SMPN 4 Ngabang, kepada Kapuas Post, belum lama ini.
Menurutnya, pembentukan kelas olah raga yang di maksut dimana dalam satu
kelas terdapat 35 orang siswa yang merupakan hasil dari seleksi berdasarkan kemampuan siswa dalam bidangnya masing-masing. Karena pembentukan kelas olah raga itu sendiri menurutnya, kalau saja dapat terbentuk akan merupakan satu-satunya kelas olah raga yang ada di Kabupaten Landak bahkan bisa saja di Kalbar. “Adapun rencana ini kita melihat potensi yang ada pada para siswa kita khusus di SMPN 4 Ngabang potensi ini merupakan potensi yang cukup besar,sehingga bidang ini akan
sangat memungkinkan untuk di kembangka,” katanya.
Dijelaskan, adapun keberadaan dari pembentukan kelas olah raga tersebut, memang tidak mengubah dari program sekolah atau pendidikan yang sudah ada hanya saja dari penyajian bidang khusus olah raga waktunya akan lebih ditingkatkan. Sehingga antara program mata pelajaran dan bidang olah raga akan ada keterpaduan.
Diungkapkannya untuk sekolah olah raga sendiri yang memang hingga saat ini belum ada di Kalbar bahkan hanya ada di Ragunan, dan hal ini pula yang menurutnya sangat menarik untuk di kembangkan di sekolahnya di SMPN 4 Ngabang, kendati tidak semua siswa di rekrut dalam kelas tersebut tetapi akan di sesuaikan prestasi yang di
miliki. “Sebenarnya ini upaya kita untuk menyiapkan bibit atau siswa
kita yang punya potensi dalam bidang olah raga sehingga ini perlu kita
persiapkan sejak dini. Kalaupun nantinya mereka sudah selasai dari
sekolah kita mereka bisa bergabung dengan club-club olah raga yang ada
sehingga mereka akan bisa lebih mempertajam prestasi mereka masing-
masing,” ungkapnya.
Adapun untuk lebih mempertajam rencana tersebut seraya akui akan mohon
petunjuk dari Diknas khususnya bagian Pendidikan menengah karena pihaknya merasa perlu untuk berkonsultasi dengan sekolah olah raga yang ada di Ragunan yang hasil dari konsultasi tersebut akan dapat di adopsi bahkan bisa di terapkan di kelas olah raga yang akan di bentuk.
Sementara itu mengenai penerimaan siswa baru di SMPN 4 Ngabang yang
rentan waktunya dari tanggal 3 – 12 juli 2008 mendatang sesuai dengan
hasil kesepakatan MKKS dan kalender pendidikan hal ini sengaja di
lakukan mengingat pengumuman kelulusan SD [Sekolah Dasar] yang di
perkirakan akhir bulan juni sehingga tidak mungkin penerimaan lebih awal
di lakukan.
“memang ini harus kita sesuaikan kalau berdasarkan kesepakatan MKKS itu
mulai dari 31 juni sampai 12 juli tetapi kitakan perlu penyesuaian lagi
karena pengumuman kelulusan SD itu di perkirakan akhir juni dan kita
tanggal 14 juli itu sudah masuk pada tahun ajaran baru,”paparnya.
Memang dari penerimaan siswa baru tidak berubah hanya akan kita lakukan
pemetaan dan lewat pemetaan ini akan dapat kita ketahui kemampuan siswa
dan ini akan kita kelompokan dalam CALISTUNG (baca,tulis dan berhitung).
Karena hanya dengan demikian akan dapat di ketahui kemampuan para siswa
yang ada.
Menanggapi rencana dari kepala SMPN 4 Ngabang tersebut Kabiddikmen Dinas
Pendidikan Kabupaten Landak Aspansius mengungkapkan cukup menyambut
baik,dimana memang merupakan hal yang harus di lakukan setiap sekolah
karena menurutnya setiap sekolah harus bisa menciptakan kelas unggulan
yang bukan hanya dalam mata pelajaran saja tetapi juga pada bidang
lainnya seperti olah raga, dan bidang lainnya. “Saya sangat menyambut
baik rencana ini karena saya juga selalu menghimbau kepada kepala
sekolah pada setiap pertemuan kalau kalimat kata unggul jangan di
artikan terlalu sempit dalam arti anak itu unggul di bidang akademik
tetapi di bidang karakteristik lingkungan kalau akademiknya tidak
memungkinkan tapi dalam potensi lain memungkinkan seperti olah raga atau
bidang seni yang berpotensi ya kembangkan saja,” katanya.
Sehingga dengan demikian dalam sekolah tersebut akan dapat menciptakan keunggulan dalam berbagai bidang yang ada baik bidang Seni,olah raga dan bidang akademik
serta Ahlak mulianya sehingga apa yang merupakan konsep Kepala SMPN 4
Ngabang tersebut akan sangat sejalan dalam arti ada keterpaduan.
Seraya akui, untuk pengembangan kelas olah raga atau unggulan sekolah
yang di maksud, memang memerlukan penyesuaian dari daerah yang sudah
menyelenggarakan bidang yang di pilih karena dengan demikian agar dalam
pelaksanaan keunggulan dalam satu sekolah akan dapat melihat baik teknis pelaksanaan pada bidang olah raga. “Untuk studi Banding saya kira hal yang sangat tepat sekali di lakukan. Terutama untuk melihat bagaimana cara engelolaan,pembinaan serta penggelolaan terhadap bakat pada siswa yang ada dalam bidang olah raga tersebut dan ini memang penting,” katanya.
Tetapi untuk sekolah yang umum tambahnya pelajaran yang di sajikan pada siswa bukan hanya pelajaran olah raga semata yang di berikan pada siswa tetapi pelajaran yang lain juaga harus tetap di lakukan hanya untuk bidang olah raga akan dapat di tambah pelajaran.
Selain juga di latarbelakangi dengan program KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) yang lebih memberikan peluang pada setiap sekolah untuk mengembangkan diri dalam arti ada keterpaduan. (wan)

Read more...

Harga Mita Dipangkalant Tidak Seragam

16.48 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG- Harga minyak tanah (mita) di sejumlah wilayah di dalam Kota Ngabang Kabupaten Landak Kalimantan Barat tidak seragam. Pascakenaikan harga BBM, harga jual minyak tanah masih ditentukan oleh pemilik pangkalan, kendati penetapan harga eceran tertinggi hanya dipatok Rp3.010 per liter.
Salah seorang ibu rumah tangga, Sania, terpaksa membeli satu liter minyak tanah dengan harga Rp 3.400, dari pangkalan di DesaHilir Kantor kecamatan Ngabang. Itu pun hanya diberikan batas penjualan maksimal satu – lima liter. .
Sementara itu, salah satu pemilik pangkalan minyak tanah di wilayah dalam Kota Ngabang, mengaku menjual kepada pembeli dengan patokan harga Rp3.400 per liter. "Saya kira ditempat kami harga ini paling murah, saya tidak menjamin kalau di pangkalan lain ada yang menjual Rp4000 per liter. Kebtulan untuk jatah mita di pangkalan kami satu minggu 2 kali datang yaitu pada hari Rabu dan Sabtu, sekarang saja jatah mita sudah habis terjual, " tegasya tidak menyebutkan namanya, di Ngabang, Selasa (16/6/2008).
Tidak seragamnya harga mita di pangkalan, menjadi buah bibir masyarakat. Tentunya yang dipertanyakan ada instansi terkait dalam hal mengatur harga eceran tertinggi (HET). B. Sudiro salah seorang warga Ngabang, menyesalkan tidak seragamnya harga mita tersebut. Ia meminta pihak terkiat untuk segera membuat kesepakatan bersama terhadap HET. “Masyarakat sudah pusing jangan dibuat pusing lagi, dinas terkait harus pro aktif dan sering melakukan pengecekan dilapangan,” pintanya. Ia menyarakan Pemerintah Kabupaten landak segera melakukan rapat koordiansi untuk penetapan HET. Dari hasil kesepakatan itu, kedepannya patokan di wilayah Kabupaten Landak harus ditaati. Namun, kebiasan orang kita, biasanya HET tidak berlaku. Harga sepenuhnya ditentukan oleh pemilik pangkalan. Dengan pertimbangan lokasi yang jauh dan kondisi geografis didominasi perbukitan, harga akan mengikutinya. (wan)

Read more...

Komisi C DPRD Landak Siap Lakukan Hering Bersama Dinas Pendidikan

16.45 Reporter: HERI IRAWAN 1 Response
NGABANG- Pasca pengumuman hasil ujian tingkat SMA/MTs, meninggalkan kesesalan yang teramat dalam. Pasalnya SMK Terpadu Ngabang Kabupaten Landak, Kalimantan barat, tingkat kelulusanya mencapai 14 orang yang lulus dari 67 siswa mengikuti ujian nasioanl, artinya angka kelulusan dipresentasikan hanya 20,90 persen.
Kenyaaataan pahit ini menjadi perhatian serius bagi kalangan Komisi C Dewan Perwakilan rakyat daerah (DPRD) Kabupaten Landak. Malah dalam watu dekat komisi yang salah satunya membidangi pendidikan ini, akan melakukan hering bersama dengan Diknas Pendidikan. “Itu memang benar, saya dalam waktu tidak terlalu lama akan mengajak teman-teman di Komisi C DPRD Landak. Sedapatnya melakukan hering dengan Kepala Dinas Pendidikan maupun guru-guru di SMK Terpadu Ngabang, dimana kita meminta klarifikasi apa yang sebenarnya terjadi,” kata Waki Ketua Komisi C DPRD Landak Mingku. S, kepada wartawan Kapuas Post, di ruang kerjanya kemarin.
Dijelaskanya, ketidak lulusan itu tidak sembandingan perjuangan dan kerja keras dilakukan oleh panitia anggaran, dimana tidak sedikit dana diberikan kepada SMK Terpadu, dengan harapan sekolah pertama SMK itu, menjadi sekolah paporit masyarakat Kabupaten Landak. Kenyataannya apa, justru terbalik, kata Ketua DPC PIB Kabupaten Landak ini, angka kelulusan SMK Terpadu Ngabang jeblok. “Kami minta kedepannya Kadis Pedidikan Landak harus bertanggungjawab atas kegagalan SMK Terpadu Ngabang. Saya menyarakan supaya kepala sekolahnya SMK Terpadu diganti, dia gagal membina dan membimbing anak didiknya, tbukan hanya itu saja kepala kurikulamnya diganti, ” saran dia seraya mengatakan kegagalan itu berakibat memukul anggota di Legeslatif.
Mingku mengaku, tidak mengatakan kepala sekolah SMK Terpadu Ngabang bodoh, tetapi kita melihat ketidak ada serius kepala sekolah untuk melaksanakn tugas dan tanggungjawabnya sebagai seorang tenaga pendidikan. “Kepala Sekolah SMK Terpadu, sebelumnya pernah menjabat kepala sekolah di Kota Pontianak. Mengapa di sana berhasil , kok di Ngabang tidak bisa, “katanya terheran-heran.
Malah, dibandingkan dengan pelajar sekolah swata di dalam Kota Ngabang lulus dengan predikat 100 persen. “Kalau faktor anak-anak saya kira tidak ada masalah, sekolah swasta yang notabene bioaya dari anak didik bisa berhasil, mengapa sekolah dibayai pemerintah tidak bisa, inikan aneh namanya,” tegasnya.
Sementara itu Kadis Pendidikan Landak Drs. Lukas kanoh MM, ketika dikonfirasi Kapuas Post, menyatrakan siap bila mana Komisi C DPRD Landak melakukan hering dengan Dinas Pendidikan. “Pada intinya kami siap, dan kami tidak lupa mengucap banyak terima kasih atas kepeduliannya terhadap dunia pendidikan Kabupaten Landak,” kata Lukas Kanoh, via HP, kemarin, ketika itu dia berada di Kota Bandung Jawa Barat.
Sebelumnya diberitakan kapuas Post, di beberapa SMA/MTs dalam Kota Ngabang, ada sekolah tingkat kelulusan mencapai 100 persen, sebaliknya ada pula sekolah tingkat kelulusan hanya mencapai 70 persen.
Seperti yang dialami SMK Terpadu Ngabang, menurut Kepsek SMK Terpadu, Drs. Paulus Djbudjang menerangkan sekolah yang dipimpinnya hanya 14 siswa lulus, dari 67 siswa mengikuti Ujian. Dengan rincian ada 2 jurusan mengikuti ujian tahuan pelajaran 2007-2008 di SMK Terpadu, yaitu jurusan Budidaya Tanaman 2 siswa lulus dan jurusan Otomotif 12 siswa lulus. “Kalau kita presentasikan tingkat kelulusan sekolah kita hanya 20, 90 persen, sedangkan presentasi tidak lulus mencapai angka 70.10 persen,” katanya.
Dijelaskannya juga, rata-rata nilai ujian di SMK Terpadu Ngabang bidang studi Bahasa Indonesia 5, 87 , Bahasa Inggris 4, 62 dan Matematika 3.42. Nilai terendah Bahasa Indonesia 3,20 , Bahasa Inggris 2,40 dan Matematika 2,00. Sedangkan nilai tertinggi Bahasa Indonesia 8,20, Bahasa Inggris 7,40 dan Matematika 5,50. (wan)

Read more...

Program IPA Landak Rengking Pertama

16.15 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses

NGABANG – Upaya dari Dinas Pendidikan Kabupaten Landak serta pihak sekolah untuk
meningkatkan keberhasilan para siswa khususnya SMA dan Sederajat, ternyata tidaklah sia – sia. Ini terlihat atas perolehan nilai pada tingkat kelulusan siswa maupun
perolehan nilai berdasarkan jurusan masing – masing cukup mengalami
peningkatan di bandingkan pada tahun lalu. Sedangkan pada tahun
ini tahun pelajaran 2007/2008 program IPA SMA di Kabupaten Landak
jumlah peserta 442 sedangkan yang tidak lulus hanya 21 orang atau dengan
prosentase 95,25 persen. Untuk program IPS dengan jumlah peserta 1.691
siswa yang tidak lulus 33 siswa atau dengan prosentase 98,32 persen
sedangkan untuk program bahasa jumlah pesertanya ada 35 siswa dengan
prosentase 100 persen. “Ini memang cukup bagus sekali kalau di lihat
dari hasil pada tahun yang lalu artinya usaha yang kita lakukan tidak
mengecewakan tetapi masih perlu peningkatan lagi,” Kata Plh Kadis Pendidikan Landak, kemarin.
Menurut Kabiddikmen Dinas Pendidikan Kabupaten Landak ini, berdasarkan perolehan nilai berdasarkan perengkingan Kalbar untuk Bidang Studi IPA Kabupaten Landak berhasil meraih rengking pertama, rengking keduanya Kabupaten Bengkayang dan
rengking ketiga kota Pontianak. Sedangkan untuk program IPS Rengking
pertamanya di raih oleh Kota Pontianak, rengking keduanya Kabupaten
Landak dan rengking ketiganya dari Kabupaten Bengkayang. Sedangkan untuk
program bahasa rengking pertama di raih oleh Kabupaten Kubu Raya,
rengking kedua Kota Pontianak dan rengking ketiganya dari Kabupaten
Landak.
Dikatannya untuk Madrasah Aliyah (MA) di Kabupaten Landak untuk
program IPA dengan jumlah pesertanya 24 orang cukup berhasil dengan baik
dalam arti lulus semua, sedangkan untuk program IPS dengan jumlah
pesertanya 109 orang juga lulus semua atau 100 persen. “Ini nilai yang
di peroleh di sekolah sedangkan untuk perengkingan Kalbar Kabupaten
Landak rengking pertama, rengking kedua Kabupaten Sintang dan rengking
ketiganya Kapuas Hulu ini untuk program IPA, sedangkan untuk program IPS
di MA rengking pertama Kabupaten Landak, rengking keduanya dari
Kabupaten Bengkayang dan rengking ketiganya Kabupaten sintang,”jelasnya.
Sedangkan untuk tingkat SMK (Sekolah menengah Kejuruan) dikabupaten
Landak untuk program IPA dengan jumlah pesertanya 230 orang yang tidak
lulus 61 orang atau 63,64 persen dengan perengkingan untuk tingkat
Kalbar, rengking pertama di peroleh Kabupaten Sintang, rengking kedua
Kabupaten melawi dan rengking ketiganya kabupaten Sanggau.
“kalau untuk hasil kelulusan itu tidak bisa di ambil secara keseluruhan
karena sudah bi ambil berdasarkan program mata pelajaran sehingga
perengkingannya juga berdasarkan program misalnya program IPA juga harus
berdasarkan program IPA, tapipun kalau mau bisa saja di buat tetapikan
prosesnya makan waktu yang cukup lama,”ungkapnya.
Dikatakannya hasil yang di peroleh oleh Kabupaten Landak pada tahun ini
memang untuk tingkat keberhasilan cukup meningkat kalau di bandingkan
pada tahun lalu. Karena untuk tingkat SMA pada tahun yang lalu Kabupaten
Landak berada pada posisi 82 persen atau berada pada rengking empat
sedangkan pada tahun ini Kabupaten Landak bisa meraih rengking satu,dua
dan tiga sesuai dengan program mata pelajaran. “Dengan melihat realita
keberhasilan yang di capai Kabupaten Landak pada tahun ini maka untuk
menghadapi Ujian pada tahun yang akan datang memang masih memerlukan
adanya peningkatan setrategi dan ini harus kita tingkatkan lagi seperti
adanya pengembangan dari SKL sampai pada indicator-indikator terhadap
soal-soal ujian,” katanya.
Ia berharap kedepannya, agar SKL dapat di disatribusikan ke Kabupaten – Kabupaten dengan cepat. Selain itu juga upaya untuk meningkatkan hal tersebut juga harus di barenggi dukungan dari berbagai pihak terutama orang tua siswa khususnya masyarakat atau semua elemen yang ada sehingga dengan adanya dukungan tersebut upaya
Pemda Landak meningkatkan baik mutu maupun kualitas pendidikan di daerah
ini akan dapat tercapai dengan baik. (wan)

Read more...

Upaya Peningkatan Prestasi Siswa

16.13 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG – Dengan terus berkembangnya dunia pendidikan maka, persaingan
dalam rangka peningkatan prestasi siswa peserta didik pun senantiasa
terus di lakukan. Kendati upaya tersebut bukan saja di lakukan dalam
bidang mata pelajaran saja, tetapi melalui bidang ekstrakulikuler
seperti olah raga juga akan dapat di lakukan. Kendati dengan adanya
terobosan-terobosan tersebut akan dapat di meningkatkan serta memberikan
kemampuan siswa. “Untuk tahun ajaran baru ini kita di SMPN 4 Ngabang
berencana akan membentuk kelas khusus olah raga. Memang rencana ini
masih dalam wacana karena ini masih perlu kita konsultasi dulu dengan
pihak dinas maupun tekhnis lainnya,” ungkap Jongki S.Pd, Kepala SMPN 4
Ngabang, kepada Kapuas Post, belum lama ini.
Menurutnya, pembentukan kelas olah raga yang di maksut dimana dalam satu
kelas terdapat 35 orang siswa yang merupakan hasil dari seleksi
berdasarkan kemampuan siswa dalam bidangnya masing-masing. Karena
pembentukan kelas olah raga itu sendiri menurutnya, kalau saja dapat
terbentuk akan merupakan satu-satunya kelas olah raga yang ada di
Kabupaten Landak bahkan bisa saja di Kalbar. “Adapun rencana ini kita
melihat potensi yang ada pada para siswa kita khusus di SMPN 4 Ngabang
potensi ini merupakan potensi yang cukup besar,sehingga bidang ini akan
sangat memungkinkan untuk di kembangka,” katanya.
Dijelaskan, adapun keberadaan dari pembentukan kelas olah raga tersebut,
memang tidak mengubah dari program sekolah atau pendidikan yang sudah
ada hanya saja dari penyajian bidang khusus olah raga waktunya akan
lebih ditingkatkan. Sehingga antara program mata pelajaran dan bidang
olah raga akan ada keterpaduan. Diungkapkannya untuk sekolah olah raga
sendiri yang memang hingga saat ini belum ada di Kalbar bahkan hanya ada
di Ragunan, dan hal ini pula yang menurutnya sangat menarik untuk di
kembangkan di sekolahnya di SMPN 4 Ngabang, kendati tidak semua siswa di
rekrut dalam kelas tersebut tetapi akan di sesuaikan prestasi yang di
miliki. “Sebenarnya ini upaya kita untuk menyiapkan bibit atau siswa
kita yang punya potensi dalam bidang olah raga sehingga ini perlu kita
persiapkan sejak dini. Kalaupun nantinya mereka sudah selasai dari
sekolah kita mereka bisa bergabung dengan club-club olah raga yang ada
sehingga mereka akan bisa lebih mempertajam prestasi mereka masing-
masing,” ungkapnya.
Adapun untuk lebih mempertajam rencana tersebut seraya akui akan mohon
petunjuk dari Diknas khususnya bagian Pendidikan menengah karena
pihaknya merasa perlu untuk berkonsultasi dengan sekolah olah raga yang
ada di Ragunan yang hasil dari konsultasi tersebut akan dapat di adopsi
bahkan bisa di terapkan di kelas olah raga yang akan di bentuk.
Sementara itu mengenai penerimaan siswa baru di SMPN 4 Ngabang yang
rentan waktunya dari tanggal 3 – 12 juli 2008 mendatang sesuai dengan
hasil kesepakatan MKKS dan kalender pendidikan hal ini sengaja di
lakukan mengingat pengumuman kelulusan SD [Sekolah Dasar] yang di
perkirakan akhir bulan juni sehingga tidak mungkin penerimaan lebih awal
di lakukan.
“memang ini harus kita sesuaikan kalau berdasarkan kesepakatan MKKS itu
mulai dari 31 juni sampai 12 juli tetapi kitakan perlu penyesuaian lagi
karena pengumuman kelulusan SD itu di perkirakan akhir juni dan kita
tanggal 14 juli itu sudah masuk pada tahun ajaran baru,”paparnya.
Memang dari penerimaan siswa baru tidak berubah hanya akan kita lakukan
pemetaan dan lewat pemetaan ini akan dapat kita ketahui kemampuan siswa
dan ini akan kita kelompokan dalam CALISTUNG (baca,tulis dan berhitung).
Karena hanya dengan demikian akan dapat di ketahui kemampuan para siswa
yang ada.
Menanggapi rencana dari kepala SMPN 4 Ngabang tersebut Kabiddikmen Dinas
Pendidikan Kabupaten Landak Aspansius mengungkapkan cukup menyambut
baik,dimana memang merupakan hal yang harus di lakukan setiap sekolah
karena menurutnya setiap sekolah harus bisa menciptakan kelas unggulan
yang bukan hanya dalam mata pelajaran saja tetapi juga pada bidang
lainnya seperti olah raga, dan bidang lainnya. “Saya sangat menyambut
baik rencana ini karena saya juga selalu menghimbau kepada kepala
sekolah pada setiap pertemuan kalau kalimat kata unggul jangan di
artikan terlalu sempit dalam arti anak itu unggul di bidang akademik
tetapi di bidang karakteristik lingkungan kalau akademiknya tidak
memungkinkan tapi dalam potensi lain memungkinkan seperti olah raga atau
bidang seni yang berpotensi ya kembangkan saja,” katanya.
Sehingga dengan demikian dalam sekolah tersebut akan dapat menciptakan keunggulan dalam berbagai bidang yang ada baik bidang Seni,olah raga dan bidang akademik
serta Ahlak mulianya sehingga apa yang merupakan konsep Kepala SMPN 4
Ngabang tersebut akan sangat sejalan dalam arti ada keterpaduan.
Seraya akui, untuk pengembangan kelas olah raga atau unggulan sekolah
yang di maksud, memang memerlukan penyesuaian dari daerah yang sudah
menyelenggarakan bidang yang di pilih karena dengan demikian agar dalam
pelaksanaan keunggulan dalam satu sekolah akan dapat melihat baik
teknis pelaksanaan pada bidang olah raga. “Untuk studi Banding saya
kira hal yang sangat tepat sekali di lakukan. Terutama untuk melihat
bagaimana cara pengelolaan,pembinaan serta penggelolaan terhadap bakat
pada siswa yang ada dalam bidang olah raga tersebut dan ini memang
penting,” katanya.
Tetapi untuk sekolah yang umum tambahnya pelajaran yang di sajikan pada siswa bukan hanya pelajaran olah raga semata yang di berikan pada siswa tetapi pelajaran yang lain juaga harus tetap di lakukan hanya untuk bidang olah raga akan dapat di tambah pelajaran.
Selain juga di latarbelakangi dengan program KTSP (Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan) yang lebih memberikan peluang pada setiap sekolah
untuk mengembangkan diri dalam arti ada keterpaduan. (wan)

Read more...

Terima Kasih Kepada Pemeritah

16.03 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses

CAMAT Sengah Temila Bernadus, SH, mengucap terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Landak, melalui Dinas Kehutanan dan Perkebunan, atas masuknya program pusat, yaitu Gerhan di wilayah kerjanya, tepatnya di Desa Paloan, sekitar 300 Ha kawasan hutan lindung Gunung Sanggan.
“Sebagai Camat Sengah Temila sudah menjadi kewajiban saya untuk mengucap banyak terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Landak dana Dinas Kehutanan dan Perkebunan, atas kepercayaan untuk memberikan program Gerhan di daerah kami,” kata Bernadus, pada sosialisasi Gerhan di Gedung Serbaguna Desa Paloan kecamatan Sengah Temila, Kamis (12/6), belum lama ini.
Dihadapan perwakilan dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan Landak, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan petugas lapangan Gerhan Kabupaten Landak. Dia kembali berharap agar program ini kedepannya tanaman tersebut dijaga dan dirawat, mengingat manfaat dari tanaman itu sangat bertai bagi kehidupan kita semua. Peltugas lapngan Gerhan Landak Agus Widi Sutrisno, S.Hut, didampinggi Beni Purwandi S.Hut menghimbau dan mengajak masyarakat untuk turut serta dalam pelaksanaan Rehabilitasi hutan dan lahan. Diman peran serta masyarakat merupakan factor terpenting bagi keberhasilan pelaksanaan kegiatan serta memelihara dan mengamankan hasl-hasilnya bagi masyarakat tahunp-tahun mendatang. “Mari kita manfaatkan Gerhan untuk kepentingan orang banyak dan ikut mewariskan hutan untuk anak cucu kita,” harapnya. (wan)

Read more...

Peningkatan Mutu Pendidikan Perlu Kesinergisan

16.01 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
TARGET untuk pencapaian keberhasilan dalam dunia pendidikan ternyata bukan hanya tanggung jawab pihak sekolah dan pemerintah tetapi juga sangat diperlukan peranan masyarakat. Dalam arti harus ada kesinergisan antara pemerintah dengan masyarakat. Dengan demikian salah satu target untuk mencapai pendidikan yang bermutu akan tercapai.
”Masalah pencapaian mutu pendidikan ini memang perlu ada kesinergisan baik antara pemerintah,sekolah dengan masyarakat dalam arti apa yang sudah di dapatkan bisa di lebih di perdalam di lingkungan keluarga,” ungkap Mariani, Kepala SMP.Negeri 2 Ngabang, kepada Kapuas Post, belum lama ini.
Lebih lanjut ia mengatakan saat ini pihak sekolah khususnya SMP Negeri 2 Ngabang, terus mengadakan trobosan terutama mengenai hal-hal yang berkaitan dengan masalah budaya selain pada pendidikan formal. Upaya tersebut tidak tidak lain untuk mengantisipasi berbagai pengaruh yang terkait dengan budaya bebas.”Kita saat ini juga sudah mengadakan pendekatan maupun penerapan tata budaya dan ini masuk dalam mata pelajaran Mulok (Muatan Lokal) kalau pagi,setiap murid yang datang selalu kita sambut yang di lakukan oleh petugas piket dan ini setiap pagi, ” katanya. (wan)

Read more...

Siswa SMK Terpadu Ngabang 70 Persen Gagal

15.58 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses

Siswa SMK Terpadu Ngabang 70 Persen Gagal
Ngabang- Seluruh siswa SMA/MTs se Indonesia, termasuk Kalbar umunya dan Kabupaten Landak khususnya, Sabtu lalu menerima amplop kelulusan. Konsukwesninya pasti ada yang gembira bila lulus dan sedih bila tidak lulus.
Pantuan Kapuas Post dilapangan, di beberapa SMA/MTs dalam Kota Ngabang, ada sekolah tingkat kelulusan mencapai 100 persen, sebaliknya ada pula sekolah tingkat kelulusan hanya mencapai 70 persen. Seperti yang dialami SMK Terpadu Ngabang, menurut Kepsek SMK Terpadu, Drs. Paulus Djbudjang menerangkan sekolah yang dipimpinnya hanya 14 siswa lulus, dari 67 siswa mengikuti Ujian. Dengan rincian ada 2 jurusan mengikuti ujian tahuan pelajaran 2007-2008 di SMK Terpadu, yaitu jurusan Budidaya Tanaman 2 siswa lulus dan jurusan Otomotif 12 siswa lulus. “Kalau kita presentasikan tingkat kelulusan sekolah kita hanya 20, 90 persen, sedangkan presentasi tidak lulus mencapai angka 70.10 persen,” katanya.
Dijelaskannya juga, rata-rata nilai ujian di SMK Terpadu Ngabang bidang studi Bahasa Indonesia 5, 87 , Bahasa Inggris 4, 62 dan Matematika 3.42. Nilai terendah Bahasa Indonesia 3,20 , Bahasa Inggris 2,40 dan Matematika 2,00. Sedangkan nilai tertinggi Bahasa Indonesia 8,20, Bahasa Inggris 7,40 dan Matematika 5,50.
Disinggung adanya tindakan tidak baik bagi siswa tidak lulus terhadap pot-pot bunga sekolah? Pria tambun ini menegaskan, sikap tidak terpuji anak didiknya bisa dikatakan spontan dan tidak ada rekayasa, untuk merusak sekolah yang sudah dihuninya selama 3 tahun belajar disana. “Ketika kejadian ada beberapa anggota Polisi berjaga-jaga. Perbuatan itu masih kita toleransi, yang terpenting mereka tidak berbuat anarkis,” katanya.
Untuk mereka yang tidak lulus itu, lanjut Paulus, anak didiknya diberikan kesempatan untuk mendaftar ulang dan berlajar mengikuti mata pelajaran seperti biasanya. “Dari sekian banyak anak didiknya tidak lulus, ada datang perwakilan orang tua menanyakan ketidak lulusan anaknya. Sebagai Kepala Sekolah saya menjelaskan masalah yang dihadapi anaknya, dan orang tua mereka akhirnya mau mengerti,” jelasnya.
Bagaimana dengan sekolah lainnya, SMAN 1 Ngabang, boleh berbangga, tingkat kelulusan mencapai 100 persen.
“Di SMA Negeri 1 Ngabang, mengikuti ujian ada 168 siswa, dimana jurusan IPA ada 83 siswa dan jurusan IPS 85 siswa,” kata Kepsek SMAN Negeri I Ngabang Drs. Asoardi Ador, kepada Kapuas Post, dua hari lalu di ruang kerjanya.
Sekolah ini juga tersenyum, dari 168 siaswa, 15 siswa diantara berhasil masuk Universitas Tanjungpura Pontianak tanpa test, kemudian 2 siswa masuk Perguruan Tinggi Swsata (PTS) tepatnya di Setia Abdi Wacana Salatiga Jawa Tengah. Menyusul 1 siswa masuk Perguruan Tinggi Swasta Universitas Pelita Harapan Surabaya dan ditambah 1 siswa masuk di Fakultas Kedoktoran Universitas Tanjungpura Pontianak. “Ini merupakan kebanggan kita bersama dan keberhasilan ini tidak lain berkat kerjasama siswa, orang tua siswa, komite sekolah, DPRD Landak dan komitmen Diknas Landak dalam memperbaiki dunia pendidikan,” tandasnya.
Dia juga mengatakan bila ada siswa yang ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi seperti melanjutkan di Universitas, siswa akan diberikan Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN). “Maunya kita secepatnya mereka dapat izasah, tapi kita masih menunggu. Sedangkan untuk pendafataran siswa baru tahun ajaran 2008-2009 dimulai tanggal 30 Juni -12 Juli 2008 mulai pukul 07.00-12.00 wib,” katanya seraya mengatakan bila peserta membludak akan dilakukan test, bila peserta minim akan dilakukan melalui selaksi NEM.
Tingkat kelulusan 100 persen, tidak hanya milik SMA Negeri 1 Ngabang, MAN Ngabangpun mengalami nasib bahagia. Malah tahun pelajaran 2007-2008 kali ini mendapat predikat paling tinggi tingkat MAN se Kalimantan Barat.
Seperti diungkapkan Kepsek MAN Ngabang Muhamad Sabirin, S.Ag, MAN Ngabang mengikuti ujian ada 98 siswa, dengan 2 jurusan IPA 24 siswa predikat kelulusan 100 persen dan IPS 98, 77 persen.
Lebih jauh dia mengatakan untuk jurusan IPA nilai tertinggi mencapai 40.30, niali terendah 41.,55 dan terendah 44,11. sedangkan program jurusan IPS nilai tertinggi 45,20, terendah 38,00 dan niali rata-rata 42,49. “Kita patut bersyukur tahun ini program IPA dan IPS, MAN Ngabang masih tertringgi se Kalimanatan Barat,” ucapnya bersyukur. Keberhasilan ini juga, tambah Sabirin, berkat keseriusan siswa dalam belajar menghadapi Unjian Nasional. “Anak didik kami sangat antusias menghadapi ujian tahun ini, mereka ada Club Study, dan mereka ini juga mudah kita arahkan,” ungkap Sabirin. Ditambahkannya, perbandingan nilai tingkat SMA dengan MAN Ngabang. Dimana Untuk SMA pada jurusan IPA nilai tertinggi mencapai angka 42,93 dan IPS 41,66. Sementara MAN Ngabang jurusan IPA 44,11 dan IPS 42,49. (wan)

Read more...

15.52 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
Jago Olimpiade Sains Landak Siap Ke Propinsi
Ngabang– Setelah berhasil berkompetisi di tingkat kabupaten bahkan
berhasil meraih predikat terbaik maka pada tanggal 17 juni, para siswa
SMP berhasil meraih nilai terbaik sudah siap mengikuti kompetisi dengan
seluruh perwakilan terbaik dari semua kabupaten yang ada di Kalbar di
Pontianak. Adapun siswa yang akan di berangkatkan untuk mengikuti lomba
Olimpiade sains di tingkat propinsi tersebut masing-masing, Fagih
Rosyadi dari SMPN 1 Mandor bidang mata pelajaran Matematika, Rio Lesmana
dari SMP N 3 Sangah tamila, bidang mata pelajaran Matematika, Y.Yuliana
Susanti dari SMPN 3 Ngabang dengan mata pelajaran Fisika. Yohanes Satrio
dari SMPN 1 Ngabang dengan mata pelajaran Fisika, Nopi Rianto dari SMPN
1 Menjalin dengan mata pelajaran Biologi, Harus Hari Darmo dari SMP
Maniamas Ngabang dengan mata pelajaran Biologi kemudian Vinsensius Reho
dari SMP Katolik Pahuman dari mata pelajaran Astronomi dan Pter Pernando
dari SMPN 1 Ngabang. “Rasa-rasanya kita sebagai dewan guru di sekolah
sudah berusaha dengan maksimal supaya para siswa kita dapat berhasil
dengan baik dan kalau siswa kita dari SMPN 1 Ngabang untuk kali ini ada
2 orang yang dapat mengikuti kegiatan ini di propinsi,” kata Valentinus
Kepala SMPN 1 Ngabang kepada Kapuas Post belum lama ini. Menurutnya,
kegiatan olimpiade sains ini juga merupaka salah satu kegiatan yang
cukup baik kendati melalui kegiatan ini pula akan tampak kemampuan siswa
pada satu sekolah yang kedepannya akan sangat bermempaat bagi siswa itu
sendiri. Karena seraya yakin tidak satupun sekolah yang tidak berusaha
memberikan yang terbaik hanya hal tersebut sangat tergantung pada
kemampuan para siswa yang bersangkutan. Apalagi menurutnya, selain pada
bidang mata pelajaran pihak sekolah juga terus berupaya menopang
kigiatan tersebut dengan kegiatan yang yang sipatnya dapat memberikan
pengetahuan pada siswa. “Kalau untuk di SMPN 1 para siswa kita yang ada
memang kita tempa betul-betul karena ini demi masa depan mereka sendiri
karena kami tidak mau siswa yang ada gagal maunya kita semua dapat
berhasil dengan baik, “ harapnya.
Terkait dengan keikutsertaan para siswa perwakilan dari SMP yang ada di kabupaten Landak untuk mengikuti lomba Olimpiade Sains tingkat propinsi di pontianak, seraya berharap agar dapat berhasil dengan baik serta dapat mengharumkan nama daerah ini sehingga dapat terus mengikuti kegiatan tersebut hingga tingkat Nasional.
Selain itu seraya juga berharap, selain upaya dari pihak sekolah, juga mohon doa dari masyarakat dan elemen yang ada supaya para siswa yang mewakili daerah ini dapat berhasil dengan baik. (wan)

Read more...

Akibat Kurang Peduli Sungai Dan Hutan di Landak Hancur

15.41 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
Ngabang – Dapat di prediksikan kondisi semua sungai dan sebagian kawasan hutan yang ada di Kabupaten Landak memang sudah mengalami perubahan sehingga dengan kondisi tersebut akibatnya sudah tidak dapat di pergunakan lagi terutama air sungai yang menjadi kebutuhan sehari-hari
bagi masyarakat di daerah yang ada di kawasan pertambangan. “Saya rasa
semua orang melihat bagaimana kondisi yang ada terutama sungai. Lagi
pula untuk saat ini sudah tidak ada yang bisa kita banggakan lagi.
Karena untuk mengembalikan kondisi tersebut seperti semula itu sudah
tidak mungkin,” kata A.Mulianto kepada Kapuas Post sabtu pekan lalu.
Apalagi seperti kawasan Cagar Alam yang berada di Mandor, beberapa puluh
tahun yang lalu dapat menjadi kebanggaan masyarakat bahkan Kalbar namun, sekarang sudah berubah menjadi lapangan tandus yang hanya menyisakan genangan air yang tidak dapat memberikan mempaat lagi. Belum lagi melihat kondisi Taman Makan Juang yang juga berada di Mandor yang
seharusnya dapat menyedot dan memberikan kontribusi pada daerah
khususnya di Kabupaten Landak ternyata sekarang sudah berubah juga
menjadi hamparan pasir akibat limbah pertambangan yang meraja lela
beberapa tahun lalu tanpa ada tindakan dari siapapun termasuklah dari
dinas terkait seperti Dinas Pertambangan. “ Kalau kita mau jujur
sebenarnya yang mengatur semua kegiatan kita di satu Negara itukan ada
Undang-undang serta peraturan yang sudah di buat oleh pemerintah bersama
lembaga yang terkait. Sehingga dalam melakukan UU maupun peraturan itu
ada Instansi atau lembaga sesuai dengan tupoksinya masing-masing dan
mereka harus tegas karena mereka menjalani UU dan peraturan,” tegasnya.
Namun karena akibat dari ketidak tegasan dari Instansi yang terkait
khususnya yang membidangi hal ini, maka berakibat pada hilangnya Aset –
asset yang bisa menjadi andalan parawisata seperti makam juag yang
berada di mandor.
Belum lagi melihat dari mempaat yang berikan pada masyarakat terutama
kebutuhan air bagi masyarakat yang masih memempaatkan air sungai
ternyata sekarang sudah berubah menjadi penderitaan karena air yang ada
sudah tidak dapat di pungsikan lagi.
Untuk itu katanya, dalam rangka melestarikan baik kawasan hutan maupun sungai yang masih utuh atau merupakan sisa-sisa yang belum tersentuh oleh kegiatan PETI
(Pertambangan Emas Tanpa Ijin).
Ia berharap harus ada ketegasan dari Pemda khususnya dari instansi yang terkait. Apalagi sampai sekarang kegiatan tersebut masih juga berlangsung marak, yang terbukti dengan kondisi air sungai yang baru-baru ini belum tercemar ternyata sekarang sudah berubah menjadi air Lumpur yang sangat kental.
“Saya mengharapkan Instansi yang membidangi hal ini harus segera
mengambil tindakan. Karena kawasan yang dulu belum tersentuh saat ini
sudah menjadi sasaran mereka. Dan kalau saja hal ini tidak segera di
atasi maka kedepannya kawasan yang ada di daerah ini akan tidak tersisa
lagi. Dan ini bukan hanya melihat kondisi hutannya saja tetapi yang
lebih mengkwatirkan adalah efek dari kegiatan tersebut seperti bencana
alam yang akan di timbulkan,” ungkapnya.
Diungkapkannya, kalau hanya mengharapkan kesadaran dari oknum-oknum tersebut tentu saja akan sangat mustahil sekali akan terjadi tanpa ada
ketegasan yang bisa menimbulkan epek jera pada sipelaku. Kendati yang
melakukan hal tersebut sebenarnya bukan masyarakat secara keseluruhan
bahkan masyarakat yang berada pada sekitar kawasan tersebut juga sangat
merasa menderita akibat dari ulah oknum tersebut. sehingga kalau ada
upaya penertiban dari Pemda yang bekerja sama dengan masyarakat maka
upaya tersebut akan dapat tercapai. karena seraya merasa yakin
masyarakat akan sangat mendukung bahkan siap turun lapangan.
Tetapi kalau saja dari instansi yang membidangi hal ini tidak tegas
bahkan tidak turn juag tidak maka apapun harapan dari masyarakat tentu
tidak akan tercapai. Bahkan kondisi yang ada seperti PETI maupun
pengerusakan lingkungan yang ada sekarang akan semakin tumbuh menjadi
subur dan bisa jadi akan bertambah bak jamur di musim penghujan. “kalau
sudah seperti ini apalagi yang akan kita harapkan pada masa-masa
mendatang. Semuanya sudah tinggal puing-puing yang tidak bermempaat dan
harus berapa puluh tahun harus menunggu supaya kondisinya pulih,”
ungkapnya.
Dengan realita yang ada sekarang, maka seraya berharap bukan hanya pada
Pemda atau dinas terkait tetapi juga kepada seluruh elemen yang ada di
daerah ini supaya dapat memikirkan masa depan atau keberadaan lingkungan
yang ada di daerah ini. Karena kalau tanpa kerja sama yang baik usaha
apapun pasti tidak akan tercapai. Namun bukan hanya sebatas di pikirkan
saja tetapi harus ada tindakan dari Pemda yang harus melibatkan
masyarakat karena hanya dengan hal demikian maka upaya penyelamatan
kondisi lingkungan yang ada akan dapat berhasil.

Read more...

Guru Harus Menguasai Tehknologi dan Wawasan Tinggi

16.04 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG – Upaya untuk meningkatkan prestasi siswa maupun sekolah dalam
peningkatan baik mutu maupun kualitas pendidikan, diharapkan para tenaga
pengajar yang ada harus memiliki wawasan yang tinggi serta bisa
menguasai tehknologi yang di butuhkan di setiap sekolah. Kendati dengan
demikian saat melakukan proses belajar mengajar, guru tersebut dapat
dengan leluasa memberikan pelajaran dengan tanpa hambatan. “Kita di SMAN
1 Ngabang ini apalagi dengan adanya program KTSP (Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan) ini memang di harapkan setiap guru harus menguasai
Iptek serta bahasa Inggris maupun perangkat lain yang di butuhkan
seperti Laptop hal ini mempermudah para guru itu sendiri,” kata Drs.
Asoardi Ador Kepala SMAN 1 Ngabang kepada Kapuas Post, di ruang kerjannya
Kamis (12/06), kemarin.
Menurutnya saat ini untuk SMAN 1 Ngabang sendiri
rata-rata para guru dalam memberikan pelajaran di kelas sudah sebagian
besar menggunakan Infokus, sehingga guru yang ada minimal mempunyai
laptop sendiri. Untuk itu setiap guru bukan hanya menguasai tehnik atau
materi pelajaran semata tetapi juga sudah siap dengan penguasaan
tehknologi lainnya. “Istilahnya kan guru itu harus lebih mempunyai
wawasan dalam arti, kan tidak mungkin keterampilan guru itu kalah dengan
murid. jadi yang namanya guru bagaimanapun juga harus lebih menguasai,
yang artinya guru harus jauh lebih hebat,” katanya.
Ketika di Tanya mengenai hal yang terkait dengan penerimaan siswa baru,
menurutnya memang hingga saat ini pihaknya belum menerima pemberitahuan
dari Dinas Pendidikan Kabupaten. Hanya berdasarkan pengalaman pada tahun
yang sudah lalu. Setiap penerimaan siswa baru tidak ada terlalu
membebankan siswa bahkan saat pendaptaran pihak sekolah menggeratiskan
formulir pendaftaran pada para siswa. “Sebenarnya kita di SMAN 1 tidak
ada memungut biaya apapun pada siswa saat pendaftaran bahkan formulir
kita gratiskan pada calon siswa, kacuali ada tes dan itupun hanya
sekedar ganti biaya poto copy kalaupun tidak ada tes juga tetap tidak
ada pungutan. Karena dari Dinas pun juga sudah menginstruksikan tidak
ada tarik menarik biaya pada calon siswa termasuk dalam rangkan ujian
dan ulangan,” paparnya.
Apalagi tambahnya di kuatkan dengan instruksi dari bupati Landak, dimana
dalam rangka menerima murit baru setiap sekolah tidak di perkenankan
memungut biaya pada para calon siswa. Sehingga seraya katakan dalam hal
ini para orang tua murit tidak terlalu mengkwatirkan rumor bahwa biaya
untuk masuk pada sekolah tertentu biayanya cukup tinggi. “Memang seperti
itu,apalagi Sekolah negeri yang memang sudah di fasilitasi oleh Negara
walaupun sedikit namun harus di lakukan sesuai dengan ketentuan yang
sudah di tetapkan oleh pemerintah,” katanya.
Sedangkan mengenai penerimaan siswa baru yang rentangan waktunya dari 30
juni sampai 12 juli berdasarkan petunjuk pemerintah khusus di SMAN 1
Ngabang, apalagi si SMAN 1 Ngabang yang memang merupakan tujuan semua
orang sehingga yang mendaftarkan diri di sekolah ini mencapai lebih dari
700 san sedangkan yang di terima hanya 240 siswa. Sehingga untuk
menyaring dari jumlah tersebut memang harus di lakukan Tes yang di
lakukan pada setiap calon siswa pada lima mata pelajaran.
“karena di SMAN 1 inikan semuanya berkeinginan masuk di sini sehingga
dari 240 yang kita terima ternyata yang mendaftar lebih dari 700 san
dari ini harus kita lakukan tes,”ungkapnya. Disisi lain, tambahnya untuk
membantu siswa yang di kategorikan tidak mampu [miskin] untuk saat ini
pihaknya tetap berupaya karena dari kemampuan yang di miliki antara
nilai Akademik dan non Akademik siswa yang akan di lampirkan sehingga
kalau ada penerimaan bea siswa atau bantuan lainnya hal tersebut akan
tetap di usulkan oleh pihak sekolah. “Upaya kita seperti itu karena
sekarang ini banyak bentuk bantuan bea siswa adayang namanya BKN, ada
terprestasi dan masih banyak mana lainnya yang sipatnya membantu siswa
yang kurang mampu. Sehingga dengan adanya bantuan – bantuan tersebut ini
akan sangat membantu siswa tetapi kita tidak berhenti sampai di sini dan
kita akan terus menerus berupaya memberikan berbagai kemudahan pada para
siswa kita yang tidak mampu sehingga bisa melanjutkan pendidikannya
selain terus berupaya meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di
Landak ini,” ucapnya. (wan)

Read more...

Penancapan Tiang Pertama Jembatan Serimbu Oleh Bupati Landak

16.01 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG – Penancapan tiang pertama jembatan Serimbu Kecamatan Air Besar
Serimbu Kabupaten Landak dengan rentang 90 Meter terdiri dari 60 Meter
Rengka baja dan 30 Meter gerder baja sudah di lakukan oleh bupati Landak
DR. Drs, Adrianus As.M.SI pada hari rabu kemarin. Jembatan yang akan
menghubungkan sejumlah daerah yang ada di kawasan tersebut, seperti
Jambu, Dange Aji, Ngkadik Pade, Tenguwe, Bentiang Tengon sampai ke
Kecamatan Meranti di perkirakan akan rampung pada bulan Agustus 2009
mendatang. Dalam kegiatan yang di ikuti oleh seluruh dinas,badan dan
Kantor yang ada di Kabupaten Landak juga dihadiri oleh sekitar 500 warga
masyarakat yang ada di daerah tersebut. “Saya bangga setelah melihat
kehadiran masyarakat yang cukup antusias menerima pembangunan yang ada
di desa mereka dan masyarakat bersukur ternyata daerah mereka di bangun
sebuah jembatan yang akan sangat membantu masyarakat, Kata Ir. Irawadi
Kabid Bina Marga kepada Kapuas Post kamis (12/06), kemarin sambil meniru
luapan kegembiraan dari masyarakat saat pelaksanaan kegiatan tersebut.
Dikatakannya, adapun pembangunan jembatan yang menelan dana sebesar Rp.
12,6 M tersebut akan di lakukan secara bertahap (multi years) yang
menggunakan anggaran APBD Kabupaten Landak. “Pembangunan ini kan tidak
dapat kita lakukan secara sekaligus dan harus bertahap apalagi kemampuan
kita yang masih sangat terbatas. Sehingga akan di lakukan secara
bertahap karena anggaran yang kita gunakan adalah dari APBD,” ungkapnya.
Menurutnya, dalam pembangunan mulai dari persiapan sampai pada
pembebasan lahan pembangunan jembatan pihaknya tidak menemukan adanya
masalah atan ketidak setujuan dari masyarakat yang artinya semua
kegiatan dapat berjalan baik bahkan mendapat dukungan penuh dari pihak
masyarakat.
Apalagi masyarakat tahu bahwa kedepannya pembangunan tersebut juga akan
dapat lebih mempermudah berbagai kegiatan serta memperlancar hubungan
antara daerah sehingga masyarakat sangat bersukur dengan kehadiran
pembangunan tersebut. Sedangkan untuk pembangunan badan jalan juga sudah
di lakukan pada sejumlah daerah yang ada di kawasan tersebut hanya
tinggal menunggu pengerasan selanjutnya.
Sementara itu Camat Air Besar Sami’on, ketika dihubunggin Kapuas Post, via telepon selulurnya mengungkapkan, sangat bersyukur kepada Pemda Landak yang sudah memberikan jembatan Rangka baja pada daerahnya khususnya di kecamatan Air Besar Serimbu. Karena dengan di bangunnya jembatan tersebut maka kedepannya
masyarakat yang ada di wilayah ini mudah dalam melakukann
berbagai aktifitas serta mendukung pergerakan perekonomian
masyarakat. “Ini memang merupakan kerja keras Pemda Landak dan harus
kita sukuri karena dengan adanya pembangunan jembatan ini kedepannya
akan sangat memberikan mempaat besar pada masyarakat yang ada di daerah
ini. Karena selama ini masyarakat kita memang sudah berkeinginan seperti itu dan sudah terwujud,” ungkapnya.
Ditambahkannya, untuk mendukung upaya dari pemerintah tersebut maka seraya tetap berharap masyarakat juga dapat lebih memahami arti dan tujuan dari pembanguna yang sudah ada sehingga hasil pembangunan tersebut hendaknya dapat di jaga dengan baik sehingga akan dapat memberikan hasil dan mempaat yang lebih besar pada masyarakat itu sendiri. Karena untuk membangun bukanlah hal yang mudah tetapi membutuhkan waktu yang cukup panjang serta biaya
yang cukup besar. (wan)

Read more...

Warga Pade Hulu Minta Dimekarkan Kecamatan Baru

14.56 Reporter: HERI IRAWAN 0 Responses
NGABANG- Beberapa perwakilan warga Desa Pada Hulu Kecamatan Air Besar Kabupaten Landak Kalimantan Barat, Kamis (12/5) mendatangi DPRD Landak meminta agar daerah mereka dimekarkan menjadi kecamatan baru, menjadi Kecamatan Pade Hulu. Permintaan itu disampaikan perwakilan warga Pade Hulu, Sa’imo pada dengar pendapat di Komisi A, yang dihadiri anggota Komisi A Suparman, dan 2 (dua) anggota dewan dari Pemilihan Landak 5 , Markus Amid, S.Th, M.Div dan H. Ajis Aristo.
Sa’imo yang juga sebagai Ketua BPD Dssa Pare Kecamatan Air Besar menegaskan , warga didaerahnya mengingikan pemekaran wilayah , yaitu meminta adanya sebuah kecamatan baru. “Ini bukan hanya sekadar permintaan, tetapi permintaan ini berdasarkan aspirasi warga dan ada bukti pernyataan warga lengkap nama dan tanda tangan mereka,” kata Sa’imo.
Selain itu disebutkan, alas an diminta pemekaran, bertujuan agar desa ke desa lain bisa pendek jarak urusan dalam berbagai hal. Dengan itu banyaknya warga, akhirnya warga ini sepakat agar didaerah mereka dimekarkan. Pertimbangan lainnya jumlah warga lebih dari 7896 jiwa , dengan 1530 KK. “Besar harapan kami kepada Komisi A menindak lanjuti permintana kami,” harapnya.
Menanggapi hal itu, anggota Komisi A, Suparman mengatakan DPRD Landak akan menindaklanjuti permintaan masyarakat desa itu. Dia mengatakan, menyambut baik niat warga Pade Hulu, apa lagi permintaan ini banyak mendapat dukungan dari berbagai kalangan yang ada di daerah tersebut. “Hasil pertemuan ini akan saya sampaikan kepada Ketua Komisi A, dan selanjutnya meminta supaya masalah ini dibahas bersama Komisi A,” katanya.
Ditempat yang sama Markus Amid S.Th, M.Div meminta kepada Komisi A DPRD Landak bisa mengakomudir permintaan warga Pade Hulu, mengingat sebagai anggota dewan dari daerah pemilihan Landak 5, berkewajiban mengirin aspirasi warga. “Kami tetap komitmen mambantu warga, agar pemekaran kecamatan baru di Kecamatan Air Besar bisa terlaksana. Kita berharap dengan pemekaran kecamatan ini, hubungan warga dengan warga lainnya bisa denan cepat,” ungkap Ketua Komisi B DPRD Landak. H. Ajis Aristo menambahkan penyampaian pemekaran wilayah Pade Hulu, sering dilakukan seperti penyampain dalam sidang-sidang paripurna DPRD Landak. “Kami selalu menyampaikan pemekaran daerah ini ketika dalam pendapat akhir dalam sidang paripurna DPRD Landak,” tambah Ajis. (wan)

Read more...


Powered by www.tvone.co.id