NGABANG – Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Landak Sophia Tjakre mengatakan, sampai saat ini sedikitnya 98 orang di daerah Kabupaten Landak sudah terserang DBD (Deman Berdarah). Dari ke 98 kasus, jika sebelumnya yang tewas ada 3 orang, kini sudah bertambah menjadi 5 orang. Kasus yang cukup banyak terjadi di dua Kecamatan masing-masing di Kecamatan Ngabang dan Kecamatan Sengah Temila.
“Kalau di bandingkan dengan pada tahun lalu kita hanya 29 kasus tetapi pada tahun ini masyarakat kita yang terkena DBD ini sudah meningkat tajam yang mana sudah mencapai 98 kasus dan 5 sudah meninggal,” tuturnya.

Dikatakannya sebelum adanya lonjakan kasus pihaknya juga sudah melakukan poging (penyemprotan Nyamuk) terutama untuk mengantisipasi agar jangan sampai terjadi kasus. Memang menurutnya poging itu sendiri akan di lakukan apabila ada terjadi kasus DBD,tetapi untuk di daerah Kabupaten Landak poging selalu di lakukan dan ini untuk mengantisifasi.
“Yang penting harus kita lakukan inikan terutama pada masyarakat kita adalah melakukan PSN (Pemberantas Sarang Nyamuk) dengan 3 M (menutup, menguras dan mengugur) ini yang harus di lakukan oleh masyarakat agar nyamuk yang menyebabkan DBD ini tidak dapat berkembang biak,” ungkapnya kepada Kapuas Post akhir pekan lalu di Ngabang.
Terkadang, lanjutnya, masyarakat kurang peduli terhadap lingkungan yang ada di sekitarnya terutama terhadap wadah yang dapat menampung air yang merupakan tempat bersarangnya Nyamuk Aidesaigefty. Karena menurutnya nyamuk tersebut adalah merupakan nyamuk yang tergolong Nyamuk yang kaya, karena tidak mau menempati tempat yang kotor selain termpat air minum atau bak air yang ada di dalam rumah maupun wadah yang bersih.
“Kita dari Dinas setiap kali ada terima informasi ada kasus kita segera turun, bahkan pada saat lebaran ini kita lakukan poging di rumah penduduk yang non muslim dan kegiatan poging kita selama ini terus menerus kita lakukan,” tuturnya.
Terkait dengan kondisi seperti sekarang ini, menurutnya setiap ada kasis pihaknya selalu melakukan laporan kepada Pemda, sehingga saat ini sudah keluar dana darurat untuk mengantisipasi penyebaran DBD kendati dana yang di miliki Dinkes saat ini cukup terbatas.
“Dana yang kita anggarkan ini kemarinkan terbatas karena pada tahun yang lalu jumlahnyakan cukup minim tetapi kita tidak tahu kalau pada saat ini ternyata kejadian ini usudah berkembang hingga 3-4 kali lipat jadi mau tidak mau keluar dana darurat,” ungkapnya,
Dia juga mengakui salah satu kendala yang di hadapi oleh Din-kes Landak saat ini ketika melakukan poging adalah ada di antara warga yang tidak mau atau menolak para petugas melakukan poging di dalam rumah miliknya karena tidak mau apa yang sudah di tata dalam rumahnya kembali berantakan atau rusak.
“Inilah kendala petugas kita yang melakukan poging. Ada yang melarang melakukan poging dalam rumahnya dengan alas an takut tanaman hias atau lainnya rusak dan hanya boleh di luar rumah saja. Tetapi begitu terjadi kasus baru rebut. Yang saya tau poging itukan tidak sampai membuat kerusakan pada tanaman hias atau apalah. Karena kita tidak mau manusianya yang sakit, kalau memang sudah di serang DBD bagaimana,” tanyanya dia.
Untuk itu ia meminta, kepada masyarakat terutama untuk mengantisifasi penyebaran DBD yang terajadi sekarang ini, pihaknya meminta agar masyarakat harus tanggap terhadap kebersihan lingkungannya masing-masing terutama dapat melakukan pemberantasan sarang nyamuk serta melakukan pengurasan penutupan serta penguburan terhadap barang – barang yang dpapat menyebabkan perkembang biakan nyamuk Aides Aigefty yang merupakan salah satu penyebab Demam Berdarah.
“Yang perlu kita ingatkan kepada masyarakat adalah Nyamuk ini menggigit manusia, itu pada siang hari bukan malam yaitu pada jam 10.00 pagi dan jam 04.00 sore dan ini yang harus di waspadai,” tuturnya.
Sebelum terjadi maka sebaiknya masyarakat untuk selalu waspada terhadap perkembang biakan nyamuk ini, maupun terhadap gigitannya. Gejala awal kejadian tersebut bukan hanya terjadi ketika berada di rumah saja, tetapi nyamuk ini dapat menggigit sewaktu berada diluar atau ditempat lain. (wan)


You can leave a response, or trackback from your own site.

0 Response to "5 Orang Warga Landak Meninggal, Akibat Terserang DBD"


Powered by www.tvone.co.id