Rubah Paradigma Pembangunan Daerah Perbatasan

07.20 Diposkan oleh HERI IRAWAN

NGABANG – Bupati Landak DR. Adrianus AS, M.SI menyatakan kesiapannnya menjadi calon menteri, bila Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menginginkannya. Kesanggupan orang nomor satu di Bumi Pamela Talino ini, terkait adanya usulan namanya bersama DR. Oesman Sapta, Ketua Umum DPP Partai Persatuan Daerah, menjadi
Menteri Pembangunan Perbatasan dan Kawasan Daerah Teringgal dari
Dewan Pengurus Provinsi Pergerakan Indonesia Kalimantan Barat.
Mantan Kadis Pendidikan Landak ini menegaskan, apa yang
disampaikan oleh Dewan Pengurus Provinsi Pergerakan Indonesia Kalimantan Barat merupakan usulan, dan usulan itu bersifat bisa diterima presiden atau tidak diterima. Dan apa bila memang ada perhatian dari pemeritah terhadap daerah perbatasan, justru Adrianus merasa senang dengan adanya kemeterian pembangunan perbatasan dan kawasan daerah tertinggal.

”Terserahlan siapa menterinya, yang terpenting pemerintah memahami persoalan ini,” katanya.
Mengapa meneteri perbatasan itu penting, karena selama ini daerah perbatasan itu merupakan daerah tidak diperhatikan, dianggap pemerintah daerah terbelakang. Padahal yang sesungguhnya justru daerah perbatasan halaman depan Republik Indonesia. ”Orang luar negeri jika ingin melihat negara kita pasti lewat perbatasan. Oleh karena itu paradigma ini wajib hukumnya dirubah, halaman terbelakang menjadi halaman muka, dan harus diurus secara khusus. Coba lihat negara luar seperti Malaysia daerah perbatasannya sudah tertata dengan baik, ekonomi masyarakat lebih maju dari kita. Nah, kita apa, di daerah perbatasan Kalbar masyarakat miskin, masyarakatnya bodoh-bodoh tidak diperhatikan, pembangunan tidak pernah diberi, karena apa pendekatan kita semata-mata dari scurity atau keamanan,” jelasnya.
Sekarang, pintanya, pendekatannya harus dirubah menjadi kesejahteraan. Bilamana masyarakat perbatasan sejahtera, pasti inprastrukturnya makin berkembang, ekonomi baik, mkaka diminta atau tidak diminta patriot mereka pasti akan tumbuh. Mereka akan membela mati-matian bangsa Indonesia, karena mereka merasa sudah diperhatikan, atau sudah banyak diberi negara, maka tidak mungkin mereka menjual negara kita ini. Justru sekarang yang terjadi sebaliknya, kita malah diperhatikan orang luar. ”Anak-anak mereka sekolah di Malaysia, mereka cari makan dan kerja pagi dan sore ke Malaysia, dan pulang bawa uang ringit. Mungkin secara jujur apabila ditanya apa mereka tinggal di negara kita atau Malaysia, mereka akan menjawab pasti memilih negara Malaysia,” katanya.
Kesalahan ini, tambah Adrianus, adalah kesalahan bukan negara lain, tapi kesalahan itu terletak pada kita sendiri, karena perbatasan itu tidak diurus dengan baik. (wan)
You can leave a response, or trackback from your own site.

0 Response to "Rubah Paradigma Pembangunan Daerah Perbatasan"


Powered by www.tvone.co.id