Upacara Peringatan HAB Depag Ke-63

07.19 Diposting oleh HERI IRAWAN

Evaluasi Kritis Terhadap Posisi dan Peran Depag Dalam Pembangunan Nasional
NGABANG- Hari Amal Bhakti ini merupakan suatu momentum yang sangat penting, khususnya bagi keluarga besar Departemen Agama di manapun berada dan pada umumnya bagi bangsa Indonesia.
Sejarah perjuangan dan pembangunan Indonesia telah mencatat bahwasanya, dengan penuh kesadaran yang tinggi terhadap peran agama dalam kehidupan nasional, baik di era perjuangan melawan kolonialisme maupun paska kemerdekaan, para founding fathers menyatakan perlunya suatu kementerian khusus yang menangani pembangunan bidang agama.
Demikian dikatakan Wakil Bupati Landak A. Sukiman, SH, ketika membacakan sambutan menteri agama dalam Upacara Peringatan HAB Depag Ke-63, Senin (5/01/09), kemarin dihalaman kantor Depag Landak.
Dikatakan menteri agama, oleh karena itu, lebih kurang enam bulan setelah kemerdekaan Indonesia diproklamirkan oleh Dwi Tunggal Soekarno-Hatta, dibentuklah Departemen Agama pada tanggal 3 Januari 1946. Meskipun pada awal berdirinya Departemen ini sempat menuai pro dan kontra, bahkan ”kecurigaan” sementara pihak, namun dalam sejarahnya yang panjang, di tengah pasang surut dinamika politik negeri ini, Departemen Agama tetap konsisten berdiri tegak di atas semua agama, semua golongan, semua ras, suku dan etnis.
”Selama 63 tahun Departemen ini telah memberikan pelayanan keagamaan kepada seluruh umat beragama dan menjadikan dirinya sebagai pemelihara dan perekat kerukunan nasional. Sudah barang tentu, masih banyak tugas- tugas yang belum sempurna dijalankan, namun eksistensinya yang cukup,” katanya.
Panjang dalam bingkai sejarah keindonesiaan merupakan suatu prestasi yang patut dibanggakan, bukan saja bagi keluarga besar Departemen Agama, melainkan bagi seluruh bangsa Indonesia.
Dikatakannya juga, makna terpenting dalam setiap peringatan hari jadi sebuah institusi adalah perenungan atau refleksi terhadap tuntutan kesejarahan atas terbentuknya instansi ini, dan kesanggupan kita bersama secara jujur dan ikhlas untuk melakukan evaluasi kritis terhadap posisi dan peran Departemen Agama dalam pembangunan nasional pada saat ini dan di masa yang akan
datang. ”Kita perlu makin menyadari, bahwa tantangan pembangunan agama dewasa ini dirasakan semakin kompleks dan mendasar. Kita saat ini menghadapi fase transisi demokrasi yang telah merubah peta perpolitikan di Indonesia. Kita juga tengah menghadapi euforia keterbukaan informasi sejalan dengan bergulirnya arus globalisasi dengan segala implikasi positif dan negatifnya,” katanya.
Dari semua itu, kita juga tengah menghadapi terjadinya perubahan peta kehidupan keagamaan akibat perkembangan pendidikan dan pertumbuhan bidang keilmuan, gencarnya arus persentuhan budaya dan corak pemikiran keagamaan, serta berbagai masalah lain seperti perkembangan ekonomi,
pertahanan dan keamanan, dan lain-lain. Akumulasi dari seluruh faktor tersebut secara intens telah memberikan kontribusi terhadap kondisi kehidupan keagamaan di Indonesia dan hal itu berimplikasi pula pada tidak sederhananya tantangan dan tuntutan peran yang harus dijalankan oleh Departemen Agama. (wan)
You can leave a response, or trackback from your own site.

0 Response to "Upacara Peringatan HAB Depag Ke-63"


Powered by www.tvone.co.id