Hari Pertama Pilpres di Kabupaten Landak

15.04 Diposkan oleh HERI IRAWAN

TPS Bupati, SBY-Boediono Unggul
NGABANG - Partai Demokrat memang sedang berjaya. Partainya SBY ini menang juga di TPS 87 (tempat Pemungutan Suara) Bupati Landak DR Adrianus AS, Desa Hilir Tengah, Kecamatan Ngabang. Kehadiran Bupati bersama istri dan dua anaknya ternyata tidak mampu menahan laju perolehan suara pasangan nomor urut 2 SBY-Boediono dari Partai Demokrat. Buktinya, pada Pilpres Rabu (8/07), kemarin Partai Capres dan Cawapres Mega-Prabowo dan JK-Wiranto Persatuan Pembangunan (PPP) hanya meraih posisi kedua dan ketiga.
Mega-Prabowo di TPS 87 ini hanya mampu mengantungi 57 suara, sedangkan SBY-Boediono mendapatkan 224 suara, dan JK-Wiranto hanya 9 suara. Unggul 167 suara di atas Mega-Prabowo.

. “Perolehan suara SBY-Boediono di TPS ini sangat mengejutkan. Pasalnya, dulu perebutan suara hanya terjadi antara Mega, Amin, Wiranto, Hamzah,” kata Ketua Panitia Pemilihan Suara (KPPS) TPS 87 Sadat, didampinggi anggota Marjan, Abdul Karim, Novi, Rudiannsyah, dan Apittransyah, kepada Kapuas Post, kemarin.
Sementara itu, untuk TPS 134 A Desa Tungkul Desa Hilir kantor Kecamatan Ngabang. Giliran Capres dan Cawapres JK-Wiranto unggul dengan perolehan 320 suara. Disusul SBY-Boediono 132 suara dan terakhir Mega-Praboeo hanya 43 suara.
Keunggulan dari SBY-Boediono juga terlihat di Kecamatan Menyuke, dimana orang nomor dua di Kabupaten Landak A. Sukiman, SH, bersama keluarga menyontreng di TPS 645 di daerah Kalimonteng, pasangan Mega-Prabowo 36 suara, SBY-Boediono 123 suara dan JK-Wiranto 5 suara. Sedangkan di TPS 124 Sekda Landak Drs. Ludis, M.Si, di Dusun Tungkul Desa Hilir Kantor, pasangan Mega-Prabowo unggul tipis 126 suara, ditempel ketat SBY-Boediono 125 suara dan pasangan JK-Wiranto 13 suara.
Jika dalam Kota Ngabang, SBY-Boediono unggul, tidak berlaku untuk kecamatan lain. Seperti Pilpres pada Kecamatan Kuala Behe. Dilaporkan dari 43 TPS, 17 TPS telah terkumpul diperoleh pasangan Mega-Prabowo unggul lebih besar 2532 suara. Menempel ketat SBY-Boediono 1385 suara, dan terakhir JK-Wiranto 155 suara.
Bupati Landak DR Adrianus AS, menilai proses penyontrengan kali ini lebih mudah dibandingkan pada saat Pemilu Legeslatif yang dilaksanakan pada tanggal 9 April 2009.
Selain prosesnya lebih mudah, kata dia, juga tidak membutuhkan waktu lama dalam menyalurkan aspirasi dibilik balik TPS. Hal ini karena calon yang dipilih hanya tiga calon presoden dan calon wakil presiden atau berbeda dengan Pemilu Legeslatif yang dipilih mencapai ratusan calon. “Hitungan 1 menit warga sudah bisa selesai,” akunya, seraya mengatakan saat penyontrengan tidak terlihat penumpukan warga.
Dengan demikian prosesnya lebih cepat dan mudah, diharapkan hasilnya kita ketahui cepat pula oleh masyarakat, harap mantan Asisten II Landak ini.
Sementara itu Kapolres Landak AKBP Drs. Tony EP Sinambela, M.Si melihat proses Pilpres di Kabupaten Landak berjalan aman dan terkendali. “Dari pantuan kita aman tidak ada hambatan dilapangan, termasuk nanti setelah perhitungan suara, kita berharap aman,” harap Kapolres.
15 Orang Nyontreng di Rutan Landak
Dilaporkan juga untuk Pilpres kemarin, di Rutan Landak ada sekitar 15 warga ikut menyotreng, tapi sangat disayangkan disana tidak ada tinta. Rutan ini juga bergabung dengan TPS 82 Desa Ambarang. Rinciannya ada 4 warga tahanan dan 11 adalah napi. Dimana 1 tahanan dari Polres dan 3 tahanan dari Polsek. Sementara itu di Polsek Ngabang, dilaporka ada 6 warga ikut menyontreng. Termasuk di Mapolres Landak, ada 6 warga juga ikut memberikan hak suaranya. (wan)



You can leave a response, or trackback from your own site.

0 Response to "Hari Pertama Pilpres di Kabupaten Landak"


Powered by www.tvone.co.id